JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Sengketa yang bermula dari sebuah unggahan di media sosial kini bergulir ke ranah hukum. Tim kuasa hukum yang mewakili seorang perempuan berinisial LS resmi melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polres Jepara pada Selasa (28/7/2026). Laporan tersebut diterima dengan nomor STPL/595/VII/2026 sekitar pukul 15.28 WIB. Terlapor dalam perkara ini adalah seorang pria berinisial TU yang diduga berkaitan dengan video yang diunggah melalui akun TikTok Aji Cakra Indonesia.   Tim kuasa hukum yang mendampingi pelaporan terdiri atas Muh Yusuf, S.E., S.H., M.H., Teguh Santoso, S.H., Tato Widodo, S.E., S.H., M.H., H. Nurhan, S.H., serta Leo. Muh Yusuf menjelaskan, langkah hukum ditempuh karena pihaknya menilai isi video yang beredar di media sosial telah merugikan kehormatan dan nama baik kliennya. «”Kami datang ke Polres Jepara untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik. Kami berharap persoalan ini diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” ujar Muh Yusuf usai membuat laporan.»   Selain melapor, pihak kuasa hukum juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, kebebasan berekspresi harus tetap memperhatikan ketentuan hukum dan tidak merugikan pihak lain.   Ia menegaskan bahwa apabila masih terdapat unggahan maupun penyebaran informasi yang dinilai menyerang kehormatan kliennya, pihaknya tidak akan ragu mengambil langkah hukum lanjutan.   Dalam laporannya, kuasa hukum menduga terdapat pelanggaran terhadap ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), termasuk pasal yang mengatur mengenai dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik. Selanjutnya, seluruh proses pembuktian diserahkan kepada penyidik Polres Jepara.   Pelaporan tersebut turut dihadiri keluarga LS, yakni ayah kandungnya, Siswoyo, dan suaminya, Agus. Sementara LS tidak dapat hadir secara langsung karena masih memiliki kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan.   Kuasa hukum berharap kepolisian dapat menangani perkara tersebut secara profesional, objektif, dan transparan sehingga memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.   Hingga berita ini diterbitkan, laporan masih dalam tahap penanganan awal oleh Polres Jepara. Dugaan tindak pidana yang disampaikan pelapor masih akan didalami melalui proses penyelidikan dan penyidikan. Pihak yang dilaporkan juga tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi maupun pembelaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Jakarta, Bidik-kasusnews.com              Bareskrim Polri menangkap enam anggota Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel) yang diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis etomidate. ‎Salah satu yang diamankan adalah Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Tangsel, AKP Pardiman. ‎Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan keenam personel tersebut diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis etomidate. ‎‎“Terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis etomidate,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026 ). ‎Selain AKP Pardiman, lima anggota lain yang turut diamankan yakni Panit 2 Unit 1 Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan, Ipda Apip Kurniawan; Panit Timsus Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan, Ipda Ndaru Wahyu Prayogo; Kanit 1 Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan, Ipda Oki Wira Pranata; Panit Baya Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan, Ipda Rudy; serta Katimsus Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan, Ipda Frandhika Pria Dwi Oktavianto. ‎Eko menjelaskan keenam anggota tersebut telah diserahkan ke Subdit Paminal Polda Metro Jaya pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 22.30 WIB untuk menjalani proses lebih lanjut. ‎‎Ia menegaskan Polri berkomitmen memberantas penyalahgunaan narkoba, termasuk jika pelakunya berasal dari internal kepolisian. Menurutnya, tidak ada toleransi bagi anggota yang terbukti terlibat. ‎‎“Polri tegas dan komitmen untuk memberantas narkoba. Termasuk ke internal Polri, yang mau coba-coba silakan, tanggung risiko akan kita berantas,” jelasnya. (Agus)

Tangerang, Bidik-kasusnews.com                Kerinduan warga Kampung Sukasari, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, akan akses jalan yang layak akhirnya terwujud. ‎Melalui program peningkatan infrastruktur, jalan lingkungan di wilayah RT 03 / RW 04 kini resmi ditingkatkan menjadi jalan cor beton. ‎Pembangunan jalan tersebut memiliki spesifikasi volume lebar 2,5 meter dan panjang 70 meter. ‎Proyek ini berhasil terealisasi berkat pengawalan anggaran melalui aspirasi Pagu Dewan Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Ubay, dari Fraksi Partai Demokrat. ‎Warga setempat menyambut antusias dan menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Desa Pangkalan di bawah kepemimpinan Kepala Desa Ahmad Muhrim, Anggota DPRD Ubay, serta seluruh pihak terkait yang telah merealisasikan pembangunan tersebut. ‎Ketua RW 04, Boih, didampingi Ketua RT 03, Baron, mengungkapkan bahwa jalan lingkungan ini sudah lama mengalami kerusakan dan tidak tersentuh perbaikan. ‎”Alhamdulillah, berkat semangat kerja keras dari Pak Kades Ahmad Muhrim dan kawalan dari Pak Dewan Ubay, perbaikan jalan yang sudah lama kami dambakan akhirnya terlaksana. ‎Warga sangat bersyukur karena mobilitas kini menjadi jauh lebih lancar dan nyaman,” ujar perwakilan tokoh warga. ‎Setelah suksesnya pengecoran di wilayah RT 03, warga menaruh harapan besar agar program peningkatan infrastruktur jalan lingkungan ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan hingga menyentuh wilayah RT 02 / RW 04. ‎(Agus) ‎

HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM                            Upaya mendukung program swasembada jagung terus dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Senin (27/7/2026), personel Polsek Banjang turun langsung memantau perkembangan lahan jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang. Monitoring yang dilaksanakan sekitar pukul 11.30 Wita tersebut menjadi bagian dari pemantauan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Banjang, sekaligus memastikan perkembangan tanaman di lahan binaan dapat terpantau secara berkala. Berdasarkan hasil pemantauan, lahan jagung yang dikelola Sadikin tersebut memiliki luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Lahan tersebut tercatat sebagai lahan perorangan yang tergabung dalam kelompok tani Mandiri dan menjadi salah satu lahan binaan Polri. Jagung yang ditanam merupakan jenis jagung pakan dengan menggunakan benih hibrida Bisi 18. Penanaman dilakukan pada 12 Mei 2026 dan saat dilakukan monitoring tanaman telah memasuki usia sekitar 77 hari. Perkembangan tanaman di lapangan menunjukkan tinggi jagung berkisar antara 2 hingga 2,10 meter. Dengan kondisi tersebut, perkiraan waktu panen tercatat pada sekitar 10 Oktober 2026. Dalam proses budidayanya, lahan tersebut menggunakan sekitar 100 kilogram atau 100 bungkus benih. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit, sedangkan pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Menariknya, proses pengelolaan lahan tersebut masih dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan). Pemantauan dilakukan oleh tiga personel Polsek Banjang, yakni Aiptu Herry Sutanto, Aiptu Slamet Rianto, dan Aiptu Sukadi. Kehadiran personel kepolisian di lapangan menjadi bagian dari pendampingan sekaligus monitoring terhadap perkembangan program pertanian di wilayah Kecamatan Banjang. Program swasembada jagung menjadi salah satu upaya yang membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk kepolisian dan masyarakat petani. Pemantauan secara berkala diharapkan dapat membantu memastikan perkembangan tanaman tetap terdata serta mendorong semangat masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian. Selain memantau kondisi tanaman, kegiatan tersebut juga memperkuat komunikasi antara personel Polri dengan petani di wilayah binaannya. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan. (Agus)

AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com                    Upaya membangun kedekatan antara kepolisian dan kalangan pelajar terus dilakukan Polsek Amuntai Tengah, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Salah satunya melalui program Police Go School yang digelar di halaman SMA Negeri 1 Amuntai, Senin (27/7/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 Wita tersebut dikemas melalui pembinaan upacara sekaligus sosialisasi kepada para siswa dan siswi. Kehadiran personel kepolisian di lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi sarana edukasi langsung bagi generasi muda mengenai pentingnya disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta kesadaran hukum. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SMA Negeri 1 Amuntai, para guru, Kanit Samapta Polsek Amuntai Tengah, Kanit Binmas Polsek Amuntai Tengah, personel Polsek Amuntai Tengah, serta seluruh siswa dan siswi SMA Negeri 1 Amuntai. Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Amuntai Tengah tidak hanya menjalankan peran sebagai pembina upacara, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada para pelajar. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk membiasakan diri menaati peraturan, menjaga ketertiban, serta memahami pentingnya kesadaran hukum sejak usia sekolah. Edukasi mengenai tertib berlalu lintas juga menjadi bagian penting dalam membangun perilaku disiplin dan bertanggung jawab di kalangan pelajar. Police Go School sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan kerja sama antara Polri dengan institusi pendidikan. Interaksi langsung antara polisi, guru, dan siswa diharapkan dapat menciptakan komunikasi yang lebih terbuka serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri. Polsek Amuntai Tengah menilai lingkungan sekolah merupakan salah satu ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kepatuhan terhadap hukum. Dengan edukasi yang diberikan sejak dini, para pelajar diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kesadaran akan aturan dan tanggung jawab sosial. Kegiatan Police Go School di SMA Negeri 1 Amuntai berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Polsek Amuntai Tengah menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan dunia pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, aman, dan mendukung perkembangan generasi muda. (Agus)

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com                      Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa memimpin Tradisi Penerimaan 429 Perwira Remaja (Paja) Abituren Pendidikan Pembentukan Perwira Prajurit Karier (Dikmapa PK) Tahun Anggaran 2026 di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Senin (27/7/2026). Tradisi tersebut menandai bergabungnya para perwira muda ke dalam keluarga besar TNI Angkatan Darat sekaligus menjadi awal pengabdian mereka sebagai pemimpin di satuan. Sebanyak 429 Perwira Remaja yang diterima terdiri atas 373 perwira pria dan 56 perwira Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Sebelumnya, di hari yang sama, mereka telah dilantik melalui Upacara Prasetya Perwira (Praspa) yang dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap. Dalam amanat tertulis Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang dibacakan Wakasad, ditegaskan bahwa perubahan lingkungan strategis, perkembangan teknologi, serta pergeseran karakter ancaman menuntut TNI AD terus membangun kekuatan yang progresif, adaptif, dan berkelanjutan. “Perang siber, perang informasi, penggunaan kecerdasan artifisial, sistem tanpa awak, mahadata, serta perkembangan teknologi militer telah menciptakan ruang pertempuran baru yang menuntut kecerdasan intelektual, kecermatan strategi, kecepatan respons, dan penguasaan teknologi modern,” kutip Wakasad. Kasad juga menegaskan bahwa kondisi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga unggul secara intelektual, adaptif dalam berpikir, serta mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab. “Dalam konteks inilah, kehadiran para perwira remaja dari berbagai latar belakang pendidikan tinggi, seperti kesehatan, siber, intelijen, penerbangan, biologi, kimia, fisika, matematika, teknik, dan disiplin ilmu lainnya, bukan sekadar pelengkap organisasi namun merupakan bagian penting dalam penguatan struktur TNI AD agar semakin mampu menjawab tantangan zaman melalui pendekatan ilmiah, berbasis data dan teknologi, serta berorientasi pada solusi dan modernisasi pertahanan nasional,” imbuhnya. Para Perwira Remaja tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu dan telah dipersiapkan untuk mengemban tugas sesuai kompetensi masing-masing guna mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD. Tradisi penerimaan ini juga menjadi bagian dari pembinaan personel untuk menanamkan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas. Bergabungnya 429 Perwira Remaja Abituren Dikmapa PK TA 2026 semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia TNI Angkatan Darat yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi guna menjawab tantangan pertahanan negara yang semakin kompleks. (Agus)

Lubuklinggau, Bidik-kasusnews.com            Sebagai wujud kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan serta upaya mendekatkan institusi Kepolisian kepada generasi muda, Personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan Brimob Sahabat Anak di SD Negeri 05 Kota Lubuklinggau pada Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kompi (Danki) 1 Batalyon B Pelopor, AKP Herman, S.H., M.H. Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya disiplin, menjaga keselamatan diri, menaati peraturan, serta menanamkan nilai-nilai karakter positif seperti kejujuran, tanggung jawab, dan semangat belajar. Suasana berlangsung penuh keakraban dan antusiasme, di mana para siswa aktif mengikuti penyampaian materi serta berinteraksi langsung dengan personel Brimob. Program Brimob Sahabat Anak merupakan salah satu bentuk pembinaan masyarakat yang bertujuan membangun kedekatan emosional antara Polri dengan anak-anak sejak usia dini. Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya, keberanian, serta kecintaan anak-anak terhadap institusi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. AKP Herman, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Brimob untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam pelaksanaan tugas pengamanan, tetapi juga dalam memberikan edukasi dan motivasi kepada generasi penerus bangsa. Dengan bekal pengetahuan dan nilai-nilai positif yang diberikan, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berkarakter, serta memiliki semangat untuk meraih cita-cita. Melalui kegiatan ini, Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumatera Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Polri Presisi yang humanis dan dekat dengan seluruh lapisan masyarakat. (Agus)