JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Pengurus dan anggota Squad Nusantara PAC Bangsri menggelar kegiatan rutinan bulanan di Basecamp (Bescem) Bangsri pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PAC Bangsri, Gayor, bersama jajaran pengurus dan anggota. Rutinan bulanan ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antaranggota dalam menjalankan program-program organisasi. Suasana berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Selain membahas agenda rutin organisasi, pertemuan kali ini difokuskan pada persiapan Anniversary PAC Bangsri yang direncanakan akan digelar pada bulan depan. Berbagai konsep acara, pembagian tugas, hingga kesiapan panitia mulai dibahas agar peringatan hari jadi PAC Bangsri dapat berlangsung meriah, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketua PAC Bangsri, Gayor, mengajak seluruh anggota untuk menjaga kekompakan dan meningkatkan semangat gotong royong demi menyukseskan agenda anniversary. Ia berharap seluruh anggota dapat berpartisipasi aktif sehingga kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan di lingkungan Squad Nusantara. Rapat ditutup dengan doa bersama dan komitmen seluruh anggota untuk terus menjaga solidaritas serta mendukung setiap program organisasi demi kemajuan Squad Nusantara PAC Bangsri.(Wely)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi melaksanakan pemeliharaan rutin pada ruas jalan Kabupaten Cibarehong–Cibungur di Kecamatan Surade. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sekaligus memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat yang melintas. Pekerjaan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK) Nomor 0003.3.2/03/SPK/PRJ.28/DPU/2026 dengan Nomor Paket 28. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp280.297.395,06 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Zakaria. Pelaksana Lapangan, Usman, menegaskan pihaknya berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dengan tetap mengutamakan mutu hasil pekerjaan. “Insya Allah kami akan melaksanakan seluruh pekerjaan ini secara maksimal dengan tetap menjaga standar kualitas yang telah ditetapkan,” ujarnya, Senin (13/7). Seluruh tahapan pekerjaan mendapat pengawasan dari UPTD PU Wilayah VI Jampangkulon agar pelaksanaan berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, dan ketentuan yang berlaku. Rampungnya pemeliharaan jalan tersebut disambut positif oleh masyarakat. Warga menilai kondisi jalan yang kini lebih baik akan mempermudah aktivitas sehari-hari, meningkatkan keselamatan berkendara, serta mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan perekonomian masyarakat. Agus, salah seorang warga, mengaku bersyukur karena jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah kembali mulus. “Alhamdulillah, sekarang jalannya sudah bagus dan nyaman dilalui. Kami sangat berterima kasih karena perjalanan menjadi lebih aman dan lancar,” ungkapnya. Warga juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas PU Kabupaten Sukabumi, UPTD PU Wilayah VI Jampangkulon, serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Pemeliharaan rutin ini diharapkan mampu menjaga konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Dicky)
Karawang,-Bidik-kasusnews.com,.Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, memimpin Rapat Koordinasi dalam rangka menjaga kondusivitas kawasan industri di Kabupaten Karawang bersama perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Kegiatan yang berlangsung di Aula Polres Karawang, Senin (13/7/2026), menjadi forum dialog untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif bagi keberlangsungan investasi. Rapat tersebut dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Jawa Barat, unsur pemerintah daerah, Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah serta puluhan perwakilan Ormas dan LSM di Kabupaten Karawang. Dalam arahannya, Kapolda Jabar menegaskan bahwa Karawang merupakan salah satu daerah tujuan investasi terbesar di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Menurutnya, menjaga iklim investasi yang aman, tertib, dan kondusif merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, Polda Jawa Barat mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk Ormas dan LSM, untuk mengedepankan dialog, musyawarah, serta penyelesaian setiap persoalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kapolda Jabar juga mengingatkan agar seluruh pihak menghindari tindakan intimidasi, pemaksaan, pungutan liar, pemerasan, maupun perbuatan melawan hukum yang berpotensi mengganggu aktivitas dunia usaha dan menghambat investasi. “Polda Jawa Barat berkomitmen memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat serta menjamin kepastian hukum bagi para pelaku usaha dan investor. Di sisi lain, kami juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya agar setiap aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara santun, konstruktif, dan sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas Kapolda Jabar. Dalam forum tersebut, para perwakilan Ormas dan LSM menyatakan komitmen bersama untuk mendukung terciptanya iklim investasi yang aman, tertib, kondusif, dan berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mereka juga menegaskan kesiapan menjunjung tinggi hukum, mengedepankan penyelesaian permasalahan melalui dialog dan musyawarah, serta menolak segala bentuk intimidasi, pemerasan, pungutan liar, maupun tindakan melawan hukum yang dapat mengganggu aktivitas investasi. Selain itu, Ormas dan LSM menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah, aparat penegak hukum, dan dunia usaha dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta stabilitas daerah, sekaligus membangun hubungan yang harmonis antara masyarakat dan pelaku usaha. Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh peserta sepakat memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam menjaga situasi kamtibmas agar Kabupaten Karawang tetap menjadi kawasan industri yang aman, kondusif, dan memiliki daya saing tinggi sebagai tujuan investasi nasional. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. (Asep Rusliman)
Bandung,-Bidik-kasusnews.com,.Jajaran Polsek Bojongsoang, Polresta Bandung berhasil mengamankan 15 orang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di wilayah Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Saat ini, seluruh terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap peran masing-masing serta memastikan keterlibatan mereka dalam peristiwa tersebut. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 12 Juli 2026 sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Raya Bojongsoang, RT 007 RW 004, Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Berdasarkan laporan polisi LP/B/22/VII/2026/SPKT/Polsek Bojongsoang/Polresta Bandung/Polda Jawa Barat tertanggal 12 Juli 2026, laporan diajukan oleh pelapor berinisial A.S.W.. Sementara korban dalam kejadian tersebut adalah seorang remaja berinisial M.S.B.K., sedangkan saksi yang telah dimintai keterangan berinisial Z.W.W.M. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga menjadi sasaran aksi pencurian dengan kekerasan saat mengendarai sepeda motor Kawasaki LX230B berwarna hijau. Diduga para pelaku yang menggunakan sepeda motor Honda Beat menabrak korban dari arah belakang hingga terjatuh. Setelah korban terjatuh, pelaku diduga melakukan tindakan kekerasan dengan memukul korban. Korban kemudian berhasil menyelamatkan diri, namun sepeda motor miliknya dibawa kabur oleh para pelaku. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet pada tangan kiri serta mengalami kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp19.000.000. Menerima laporan tersebut sekitar pukul 03.30 WIB, tertangkap 5 orang terduga pelaku selanjutnya, dipimpin Kapolsek Bojongsoang bersama Panit I Opsnal Reskrim, petugas melakukan pengembangan penyelidikan hingga berhasil mengamankan sepuluh orang terduga lainnya di kediaman masing- masing. Dengan demikian, total sebanyak 15 orang terduga pelaku berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Dalam penanganan perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bilah pedang lengkap dengan sarungnya, satu unit sepeda motor Honda Beat, serta satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.” ungkap Kombes Hendra, Senin (13/7/2026) Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh terduga yang telah diamankan guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa, peran masing-masing terduga, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain. Penyidik juga terus melengkapi alat bukti sebagai dasar penetapan status hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak melakukan aksi main hakim sendiri apabila menemukan dugaan tindak pidana, serta segera melaporkan setiap kejadian kepada kepolisian agar dapat ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepengurusan Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Sukabumi periode 2026–2031 diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah. Harapan tersebut disampaikan Bupati Sukabumi H. Asep Japar saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus APSI yang dirangkaikan dengan seminar pendidikan, Senin (13/7/2026). Bupati mengatakan, pengawas sekolah merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas. Melalui pembinaan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, pengawas memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan tenaga pendidik. Karena itu, menurutnya APSI harus mampu menjadi organisasi profesi yang aktif memperkuat kapasitas anggotanya sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan layanan pendidikan yang semakin baik. “Pengawas sekolah bukan hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi pembina, fasilitator, motivator, dan agen perubahan di lingkungan sekolah. Peran tersebut harus terus diperkuat melalui APSI,” ujar Asep Japar. Ia menambahkan, tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang menuntut adanya kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan sinergi yang kuat, berbagai program peningkatan mutu pendidikan diyakini dapat berjalan lebih optimal. Bupati juga mengajak seluruh pengurus APSI untuk membangun budaya kerja yang inovatif, responsif, dan profesional agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Sukabumi. Ketua APSI Jawa Barat H. Ujang Syarip Hidayat menilai pengawas sekolah harus terus mengembangkan kompetensinya, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan digitalisasi di sektor pendidikan. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci agar pengawas dapat menjalankan tugas pembinaan secara efektif. Sementara itu, Ketua APSI Kabupaten Sukabumi Ahmad Yani menyatakan kepengurusan yang baru akan fokus meningkatkan kualitas sumber daya pengawas sekolah melalui berbagai program pengembangan kompetensi. Selain itu, APSI akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar setiap program organisasi selaras dengan arah pembangunan pendidikan di Kabupaten Sukabumi. “Kami ingin APSI menjadi organisasi yang solid, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan. Dengan kebersamaan dan kolaborasi, kami optimistis tujuan tersebut dapat diwujudkan,” pungkas Ahmad Yani. (Dicky)
Bandung,-Bidik-kasusnews.com, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Polres Ciamis menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor pertanian dan memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan melalui kehadiran pada kegiatan Pembukaan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 tersebut berlangsung di Lapangan Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, dengan dihadiri sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur pemerintah, organisasi petani, dan masyarakat, Senin (13/07/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut diselenggarakan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Ciamis dengan Ketua KTNA Kabupaten Ciamis Pipin Arip Apilin sebagai penanggung jawab. Hadir dalam kesempatan itu Ketua KTNA Provinsi Jawa Barat, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis, Wakapolres Ciamis Kompol Sujana, S.Pd., unsur Forkopimda, kepala OPD, perwakilan BUMN, para camat, ketua KTNA dari berbagai daerah, serta kontingen dari seluruh kecamatan di Kabupaten Ciamis. Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan seni budaya, menyanyikan lagu kebangsaan dan Mars KTNA, dilanjutkan laporan penyelenggara, sambutan dari Ketua KTNA Kabupaten Ciamis, Ketua KTNA Provinsi Jawa Barat, pemberian penghargaan kepada Kapolres Ciamis, sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Bupati Ciamis, penyerahan santunan kepada masyarakat lanjut usia, hingga peninjauan stand pameran hasil pertanian oleh rombongan tamu kehormatan. Momentum tersebut juga menjadi bentuk penghargaan terhadap peran Polri dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. Pada kesempatan itu, KTNA Kabupaten Ciamis memberikan penghargaan kepada Kapolres Ciamis atas jasa-jasa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Ciamis. Penghargaan berupa piagam, plakat, dan Pin Emas KTNA Nasional diterima oleh Wakapolres Ciamis mewakili Kapolres. Dalam kegiatan tersebut, berbagai pihak menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi petani, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim, regenerasi petani, hingga penguatan ketahanan pangan. Hari Krida Pertanian ke-54 juga menjadi sarana memperkuat semangat kebersamaan dalam mendorong pertanian yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ciamis. Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Wakapolres Ciamis Kompol Sujana, S.Pd., menyampaikan bahwa Polri tidak hanya memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga siap mendukung berbagai program pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor pertanian. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, organisasi petani, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif sehingga pembangunan pertanian dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Masyarakat, para petani, serta pengurus KTNA memberikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Polres Ciamis dalam kegiatan Hari Krida Pertanian ke-54. Penghargaan yang diberikan kepada Kapolres Ciamis dinilai menjadi bukti nyata sinergi yang telah terjalin antara Polri dan insan pertanian dalam menciptakan lingkungan yang aman, mendukung aktivitas pertanian, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. (Asep Rusliman)
JAKARTA,-Bidik-kasusnews.com,. 13/07/2026 – Menanggapi kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat tinggi Kejaksaan Agung RI dan temuan brankas uang tunai senilai Rp60 miliar, Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman, memberikan pernyataan, “Kasus ini adalah tamparan keras bagi integritas penegakan hukum di tanah air. Kami di FRIC memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim penyidik Kortas Tipikor Polri yang telah bekerja berani dan progresif dalam membongkar praktik ‘hidden asset’ ini, Temuan uang tunai Rp60 miliar di ruang rahasia bukan lagi sekadar pelanggaran administratif LHKPN, melainkan indikasi kuat tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang terstruktur.” Lebih lanjut, H. Dian Surahman menegaskan poin-poin krusial, Dukungan Penuh Tanpa Intervensi FRIC mendesak agar Polri terus bekerja profesional dan tidak gentar menghadapi tekanan pihak manapun, termasuk insiden kehadiran personel militer di lokasi penggeledahan yang seharusnya tidak boleh terjadi dalam proses penegakan hukum. Pengusutan Tuntas Jaringan, Kami mendesak penyidik untuk tidak hanya berhenti pada oknum pejabat tersebut, tetapi membongkar seluruh jaringan ‘gurita’, termasuk perantara, perusahaan cangkang (shell company), hingga pihak-pihak yang mencoba melakukan intervensi hukum. Transparansi dan Penahanan Mengingat besarnya kerugian negara yang mencapai Rp5 triliun dalam kasus batu bara PLTU ini, FRIC menuntut agar proses hukum dipercepat dan segera dilakukan penahanan terhadap pihak-pihak yang terlibat untuk mencegah penghilangan barang bukti. Ujian Integritas Peristiwa ini adalah ujian nyata bagi institusi hukum Indonesia, Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas; siapapun yang memegang kuasa harus tunduk pada hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. “FRIC akan terus mengawal kasus ini. Kami mendukung penuh langkah Polri untuk menuntaskan perkara ini hingga ke akar-akarnya demi menjaga marwah institusi penegak hukum dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup H. Dian Surahman. (Asep Rusliman)
Karawang,-Bidik-kasusnews.com,.Kepolisian Daerah Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar Rapat Koordinasi dalam rangka menjaga kondusivitas kawasan industri di Aula Polres Karawang, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan keamanan dan kepastian hukum guna mendukung iklim investasi di Kabupaten Karawang. Rapat koordinasi dipimpin oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, serta dihadiri Staf Khusus Menteri ESDM RI Komjen Pol. (Purn.) Drs. Rudy Sufahriadi, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh,, Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, Forkopimda, pejabat utama Polda Jabar, pengelola kawasan industri, dan perwakilan perusahaan. Dalam sambutannya, Bupati Karawang menyampaikan bahwa Karawang merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang memiliki kawasan industri bertaraf internasional dan menjadi tujuan utama investasi. Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman, transparan, dan kondusif melalui peningkatan pelayanan, pembangunan infrastruktur, kepastian hukum, serta sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia menambahkan, investasi memiliki peran besar dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong pertumbuhan UMKM, serta memperkuat perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Kapolda Jawa Barat menegaskan komitmen Polda Jabar dalam memberikan jaminan keamanan dan kepastian hukum sebagai fondasi utama terciptanya iklim investasi yang sehat, aman, dan berkelanjutan. Kapolda Jabar mengatakan, Polda Jabar akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, pelaku usaha, pengelola kawasan industri, serta seluruh elemen masyarakat guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat investasi. Ia juga mengajak seluruh perusahaan untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar, mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang- undangan, serta melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan secara berkelanjutan agar manfaat investasi dapat dirasakan secara luas. Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri ESDM RI menjelaskan bahwa kehadirannya merupakan tindak lanjut atas adanya laporan terkait rencana aksi penyampaian pendapat di kawasan industri. Menurutnya, pemerintah perlu memahami akar persoalan secara objektif agar penyelesaiannya dapat dilakukan melalui dialog dan sesuai dengan ketentuan hukum. Rapat koordinasi juga menjadi forum penyampaian aspirasi dari seluruh pihak. Berbagai masukan disampaikan untuk membangun kesamaan persepsi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat serta menciptakan kepastian hukum bagi dunia usaha dan investasi. Melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta sepakat memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam menyelesaikan setiap persoalan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum. Rapat berlangsung aman dan lancar serta diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga iklim investasi yang kondusif demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (Asep Rusliman) Bandung, 13 Juli 2026 Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi terus melakukan transformasi layanan perpajakan dengan menghadirkan Kiosk Pembayaran Pajak Mandiri di Kecamatan Warudoyong. Inovasi ini dihadirkan sebagai upaya memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan efisien kepada masyarakat. Melalui fasilitas tersebut, wajib pajak kini memiliki alternatif untuk melakukan pembayaran secara mandiri tanpa harus melalui proses yang panjang. Kehadiran kiosk juga menjadi bagian dari pengembangan layanan publik berbasis digital yang terus didorong Pemerintah Kota Sukabumi guna meningkatkan kualitas pelayanan. Kepala BPKPD Kota Sukabumi, Sandra Utama Teguh, melalui Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Pajak Daerah, Rahmat Hidayat, mengatakan inovasi tersebut merupakan langkah nyata dalam menghadirkan sistem pelayanan yang lebih modern dan mudah diakses masyarakat. “Kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Dengan adanya Kiosk Pembayaran Pajak Mandiri, proses pembayaran menjadi lebih praktis, cepat, dan efisien,” ujar Rahmat, Senin (13/7/2026). Menurutnya, transformasi layanan perpajakan tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan masyarakat, tetapi juga mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah. Semakin mudah akses pembayaran yang tersedia, diharapkan semakin tinggi pula tingkat kepatuhan wajib pajak. Rahmat menjelaskan, pajak daerah merupakan salah satu sumber utama pendanaan pembangunan dan pelayanan publik di Kota Sukabumi. Karena itu, BPKPD terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi yang mampu mempermudah masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola perpajakan yang transparan dan akuntabel. Selain menghadirkan kiosk pembayaran mandiri, BPKPD juga terus mengembangkan pelayanan berbasis teknologi informasi agar masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih cepat, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan di era digital. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan perpajakan melalui berbagai inovasi. Harapannya, masyarakat semakin mudah mengakses layanan dan semakin sadar akan pentingnya membayar pajak sebagai kontribusi terhadap pembangunan Kota Sukabumi,” pungkasnya. (Usep)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui penguatan kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melaksanakan koordinasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Jepara guna membahas pengembangan program budidaya perikanan sebagai sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Rutan Kelas IIB Jepara dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan selaras dengan upaya mendukung ketahanan pangan. Melalui sinergi ini, diharapkan program budidaya perikanan dapat berjalan lebih optimal dengan dukungan pembinaan teknis dan pendampingan dari Dinas Perikanan Kabupaten Jepara. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu fokus utama dalam pelaksanaan Sistem Pemasyarakatan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dengan instansi teknis agar warga binaan memperoleh keterampilan yang aplikatif dan memiliki nilai manfaat ketika kembali ke masyarakat. “Kolaborasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Jepara diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program pembinaan kemandirian di bidang budidaya perikanan. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk membangun usaha dan meningkatkan taraf hidup setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Renza. Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi membahas sejumlah rencana kerja sama, mulai dari pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan budidaya ikan, pendampingan teknis, hingga dukungan terhadap pengembangan sarana dan prasarana budidaya perikanan di lingkungan Rutan Kelas IIB Jepara. Program ini juga diarahkan untuk memberikan pengalaman praktik kepada warga binaan sehingga mereka memiliki kompetensi yang dapat diterapkan secara mandiri. Pihak Dinas Perikanan Kabupaten Jepara menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan sesuai dengan tugas dan fungsi yang dimiliki. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pembinaan kemandirian di Rutan Jepara semakin berkualitas, memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, sekaligus mendukung program pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan. Melalui koordinasi ini, Rutan Kelas IIB Jepara menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya. Sinergi lintas sektor diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan pembinaan yang efektif, sehingga warga binaan memiliki bekal keterampilan, kemandirian, serta kesiapan untuk berintegrasi kembali secara positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara