SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat puluhan anggota Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Sukabumi yang tengah menjalani Training Center (TC) II menuju Jambore Nasional (Jamnas) 2026 mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas. Dalam kunjungannya ke Pondok Modern Assalam Putri, Kecamatan Warungkiara, Jumat (10/7/2026), ia memberikan motivasi agar para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun karakter dan meningkatkan kemampuan diri. Wabup menuturkan, keberadaan Pramuka tetap relevan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Di saat banyak anak muda menghabiskan waktu dengan gawai, pendidikan kepramukaan justru menghadirkan ruang untuk belajar bekerja sama, berkomunikasi, serta membangun kepedulian sosial. “Penggunaan gadget hari ini banyak mengubah pola perilaku dan gaya hidup. Namun melalui Pramuka, adik-adik dilatih untuk berinteraksi secara langsung, saling membantu, dan membangun kebersamaan,” ujarnya. Ia menilai kegiatan kepramukaan bukan sekadar aktivitas luar ruang, tetapi juga menjadi sarana membentuk pribadi yang disiplin, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan. “Pramuka melatih kedisiplinan dan ketangkasan. Nilai-nilai itu akan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat maupun ketika memasuki dunia kerja,” katanya. Andreas juga mengajak seluruh peserta untuk memahami makna organisasi yang mereka ikuti sehingga semangat pengabdian dan kecintaan terhadap Pramuka semakin kuat. “Kenali organisasi ini dengan baik. Kalau sudah memahami nilai-nilainya, tentu akan tumbuh rasa memiliki dan kebanggaan sebagai anggota Pramuka,” tambahnya. Menjelang keberangkatan ke Jambore Nasional di Cibubur pada Agustus mendatang, Wakil Bupati berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Ia berharap kontingen Kabupaten Sukabumi mampu tampil percaya diri sekaligus membawa nama baik daerah di tingkat nasional. Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan kontingen Kabupaten Sukabumi yang akan berangkat ke Jambore Nasional berjumlah 64 orang. Seluruh peserta telah melalui proses seleksi dan pembinaan sehingga dinilai layak mewakili daerah. “Mereka merupakan anggota terbaik hasil seleksi. Di Jambore Nasional nanti mereka akan berkumpul bersama peserta dari seluruh Indonesia. Sesuai rencana, kegiatan tersebut akan dibuka oleh Presiden Prabowo,” jelasnya. Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan Jambore Nasional sebagai ajang memperluas persahabatan, berbagi pengalaman, sekaligus menambah wawasan tentang keberagaman Indonesia melalui kegiatan kepramukaan. “Kami ingin peserta tidak hanya pulang membawa pengalaman, tetapi juga membawa semangat baru untuk mengembangkan Pramuka di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (Dicky)

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Polres Majalengka Polda Jabar menggelar kegiatan jalan santai yang dirangkaikan dengan menyapa warga di wilayah Kabupaten Majalengka pada Jumat (10/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M. Bersama para Pejabat Utama dan personel Polres Majalengka.polda Jabar Kegiatan diawali dengan jalan santai sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran dan kesehatan personel. Di sela-sela kegiatan, Kapolres beserta rombongan menyapa masyarakat, berdialog secara langsung, serta mendengarkan berbagai masukan dan aspirasi warga terkait situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M. Menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Selain menjaga kebugaran personel, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang baik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. “Kami ingin memastikan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat yang siap mendengar, melayani, dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga. Sinergi antara Polri dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar AKBP Rita Suwadi. Masyarakat menyambut hangat kehadiran Kapolres beserta rombongan. Suasana penuh keakraban terlihat selama kegiatan berlangsung, mencerminkan hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan jalan santai dan menyapa warga ini, Polres Majalengka berharap dapat terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta mendorong partisipasi aktif seluruh elemen dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Majalengka. (Asep Rusliman)

Cirebon Kota,-Bidik-kasusnews.com,.Warga Desa Suci, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam rumahnya pada Kamis (9/7/2026) pagi. Peristiwa pria gantung diri (gandir) di Cirebon tersebut langsung ditangani jajaran Polsek Mundu bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Cirebon Kota. Korban diketahui berinisial S (47), warga Desa Suci, Kecamatan Mundu. Kejadian bermula sekitar pukul 05.30 WIB ketika istri korban terbangun dan mendapati suaminya tidak berada di dalam kamar. Merasa curiga, sang istri kemudian mencari korban ke sejumlah ruangan di dalam rumah. Saat tiba di area kamar mandi, ia menemukan suaminya telah meninggal dunia. Temuan tersebut membuat keluarga panik dan segera meminta bantuan kepada warga sekitar. Informasi mengenai penemuan korban kemudian diteruskan kepada perangkat Desa Suci sebelum dilaporkan melalui layanan darurat 110. Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh personel Polsek Mundu. Plt Kapolsek Mundu Iptu Awan Kurniawan bersama anggota segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan. Tim Identifikasi Satreskrim Polres Cirebon Kota juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal terhadap jenazah. Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, mengatakan hasil pemeriksaan di lokasi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban. “Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun unsur yang mengarah pada tindak pidana,” ujarnya. Selain melakukan olah TKP, polisi juga memintai keterangan dari sejumlah saksi, termasuk anggota keluarga korban. (Asep Rusliman)

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA-10-juni-2026- Peredaran narkotika di Kabupaten Jepara masih menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Dalam waktu hampir enam bulan, Polres Jepara mengungkap 20 kasus narkotika dan obat berbahaya dengan 23 orang tersangka, termasuk enam pelaku yang diketahui merupakan residivis. Data tersebut merupakan hasil pengungkapan Satresnarkoba Polres Jepara selama periode 2 Januari hingga 19 Juni 2026. Rincian keberhasilan penanganan perkara itu disampaikan dalam konferensi pers di Mapolres Jepara, Jumat (10/7/2026).   Wakapolres Jepara Kompol Faris Budiman mengatakan, pengungkapan kasus dilakukan di sejumlah wilayah yang tersebar di Kabupaten Jepara. Kecamatan Tahunan dan Pecangaan tercatat menjadi lokasi dengan jumlah perkara terbanyak, masing-masing empat tempat kejadian perkara.   Selain itu, polisi juga mengungkap tiga kasus di Kecamatan Jepara dan Mayong. Dua kasus ditemukan di Kecamatan Mlonggo, sedangkan Kecamatan Keling, Bangsri, Batealit, serta Nalumsari masing-masing tercatat satu kasus. “Selama periode Januari sampai Juni 2026, kami mengungkap 20 TKP dan mengamankan 23 tersangka. Enam tersangka di antaranya merupakan residivis,” kata Kompol Faris Budiman.   Dari hasil operasi tersebut, petugas menyita 177,5 gram sabu, 10 butir pil ekstasi, serta 2.131 butir obat berbahaya daftar G. Barang bukti itu diamankan dari para tersangka yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika maupun obat berbahaya di wilayah Jepara.   Polres Jepara menegaskan tidak akan memberi ruang bagi jaringan peredaran narkoba. Penindakan akan terus dilakukan, baik melalui operasi kepolisian maupun tindak lanjut dari laporan masyarakat.   Para pelaku narkotika dengan barang bukti di bawah lima gram dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 12 tahun, serta denda minimal Rp200 juta.   Sementara pelaku dengan barang bukti di atas lima gram dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya lebih berat, yakni penjara paling singkat lima tahun hingga maksimal 20 tahun serta denda mulai Rp500 juta sampai Rp2 miliar.   Untuk kasus obat berbahaya, tersangka dijerat Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun atau denda paling banyak Rp5 miliar.   Kompol Faris Budiman mengajak masyarakat untuk memperkuat pengawasan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, peran keluarga dan masyarakat sangat penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.   “Kami meminta masyarakat tidak takut melapor apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika. Identitas pelapor akan kami rahasiakan,” tegasnya.   Polres Jepara berharap sinergi antara aparat dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang aman serta mewujudkan Jepara Bersih Narkoba atau Bersinar.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 10 Juli 2026 — Rutan Kelas IIB Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan panen terong sebanyak 42 kilogram. Hasil panen tersebut merupakan buah dari pemanfaatan lahan produktif di area brandgang yang dikelola secara optimal oleh petugas bersama warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Budidaya tanaman terong dilakukan melalui proses perawatan yang berkelanjutan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman bibit, penyiraman, pemupukan, hingga pengendalian hama. Berkat perawatan yang konsisten, tanaman tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang optimal. Program pertanian ini tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan di bidang pertanian. Melalui keterlibatan langsung dalam proses budidaya, warga binaan diharapkan memiliki bekal pengetahuan dan pengalaman yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini merupakan hasil kerja sama antara petugas dan warga binaan dalam memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif. “Panen terong sebanyak 42 kilogram ini merupakan wujud nyata komitmen Rutan Kelas IIB Jepara dalam mendukung program ketahanan pangan. Selain menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat, kegiatan ini juga menjadi media pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah selesai menjalani masa pembinaan,” ujar Kepala Rutan. Beliau menambahkan bahwa pemanfaatan lahan di area brandgang akan terus dikembangkan dengan berbagai jenis tanaman produktif sebagai bentuk optimalisasi program pembinaan. “Kami akan terus mengembangkan kegiatan pertanian di lingkungan rutan sebagai bagian dari pembinaan yang produktif. Melalui program ini, kami berharap dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus membentuk karakter warga binaan yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat untuk berkarya,” tambahnya. Kegiatan panen berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Hasil panen selanjutnya dimanfaatkan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan rutan serta menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan lahan secara optimal dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Jepara terus menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus menghadirkan pembinaan yang produktif, edukatif, dan berorientasi pada peningkatan kemandirian warga binaan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com    Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melalui Polsek Banjang terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dengan menggelar sosialisasi dan penyuluhan pertanian jagung kepada masyarakat di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Jumat (10/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 Wita tersebut dipimpin oleh Kanit Samapta Polsek Banjang, Aiptu Soeyatmin, S.H., bersama Aiptu Noryadi, Aipda Robbi Utama, S.H., Brigadir Fahmi Rachman, dan Briptu M. Alfito Gusna. Penyuluhan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan petani mengenai budidaya jagung sekaligus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan motivasi untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan perekonomian daerah. Personel Polsek Banjang juga mengajak para petani untuk memanfaatkan lahan yang tersedia secara maksimal serta menerapkan pola budidaya yang baik agar hasil panen lebih optimal. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian jagung di wilayah Kecamatan Banjang. Selain memberikan penyuluhan, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat komunikasi antara Polri dan masyarakat. Melalui dialog langsung dengan para petani, personel kepolisian dapat mengetahui berbagai kendala yang dihadapi di lapangan sekaligus memberikan dorongan agar program swasembada pangan berjalan secara berkelanjutan. Kapolres Hulu Sungai Utara melalui jajaran Polsek Banjang menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Pendampingan dan edukasi kepada kelompok tani akan terus dilakukan agar masyarakat semakin berdaya dalam mengelola sektor pertanian. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polres HSU berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan para petani dapat terus terjalin guna meningkatkan produksi jagung serta mendukung kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com    Polsek Amuntai Utara terus mengawal program swasembada jagung melalui kegiatan monitoring rutin terhadap lahan pertanian di wilayah binaannya. Pada Jumat (10/7/2026), personel Polsek Amuntai Utara melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 Wita tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Ferry A.P. dan Bripka Eri Dian. Monitoring dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini tanaman sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Dari hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung memiliki tinggi berkisar antara 80 hingga 110 sentimeter. Namun, petugas menemukan sebagian daun tanaman mulai menguning akibat kondisi tanah yang masih lembap atau basah. Tingginya kadar air di lahan dinilai memengaruhi pertumbuhan tanaman sehingga perkembangannya belum optimal. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kelembapan tanah yang berlebihan dapat menghambat pertumbuhan jagung dan berpotensi menurunkan produktivitas apabila tidak segera membaik. Oleh karena itu, monitoring dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan tanaman sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait. Polsek Amuntai Utara menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan serta memberikan pendampingan kepada para petani agar tetap semangat mengelola lahan pertanian meskipun menghadapi tantangan akibat kondisi cuaca dan lingkungan. Selain memantau perkembangan tanaman, personel Polri juga terus menjalin komunikasi dengan kelompok tani guna mengetahui berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi di lapangan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara dilaporkan aman, tertib, dan kondusif. Monitoring terhadap lahan jagung akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan Polres Hulu Sungai Utara terhadap keberhasilan program ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com    Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melalui jajaran Polsek Amuntai Tengah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan jagung dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional. Monitoring dilaksanakan di Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Jumat (10/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 11.20 Wita tersebut melibatkan Aiptu Eko Yuli S., Bripka Roy Hermawan, Brigpol M. Fajar A., Brigpol Juliansyah, serta Bripda M. Zainal H. Personel menggunakan kendaraan patroli roda empat dan perangkat komunikasi untuk mendukung pelaksanaan monitoring di lapangan. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman jagung sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani dalam menjalankan program ketahanan pangan. Hasil monitoring menunjukkan bahwa sebagian besar lahan jagung di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah masih tergenang air, sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman maupun proses penanaman baru. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan memengaruhi aktivitas budidaya jagung dalam beberapa bulan ke depan. Genangan air yang belum surut menyebabkan sebagian besar lahan belum memungkinkan untuk dilakukan penanaman kembali. Meski demikian, Polsek Amuntai Tengah memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi lahan pertanian dan debit air di wilayah terdampak. Data hasil monitoring akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam memberikan rekomendasi dan langkah-langkah yang diperlukan kepada pimpinan serta pihak terkait. Monitoring ini merupakan bagian dari komitmen Polres Hulu Sungai Utara dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan terhadap sektor pertanian. Kehadiran personel Polri di lapangan juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para petani serta memastikan perkembangan kondisi lahan terus terpantau. Selama kegiatan berlangsung, situasi di Desa Palampitan Hilir dan wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah dilaporkan aman, tertib, dan kondusif. Polres HSU menegaskan akan terus bersinergi dengan masyarakat dan instansi terkait untuk mengawal keberhasilan program swasembada pangan meskipun dihadapkan pada tantangan kondisi alam dan cuaca. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA — Rutan Kelas IIB Jepara menggelar Program BERSINAR atau Bersih, Sehat, Indah, dan Rapi sebagai langkah menjaga kualitas lingkungan hunian sekaligus meningkatkan perhatian terhadap kesehatan warga binaan, Jumat (10/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, warga binaan bersama jajaran petugas melakukan pembersihan kamar hunian, penataan perlengkapan, hingga perawatan fasilitas yang digunakan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan di dalam rutan. Kamar hunian yang bersih dan tertata dinilai penting untuk menciptakan suasana yang nyaman. Selain itu, kebersihan juga menjadi salah satu upaya pencegahan munculnya berbagai gangguan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. Setelah kegiatan kebersihan selesai, petugas kesehatan Rutan Kelas IIB Jepara melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga binaan. Pemeriksaan dilakukan dengan mengecek kondisi umum, mengukur tekanan darah, memberikan konsultasi, serta menerima laporan keluhan kesehatan dari warga binaan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara mengatakan Program BERSINAR merupakan kegiatan yang menggabungkan pembinaan perilaku hidup bersih dengan pelayanan kesehatan bagi warga binaan. “Lingkungan hunian yang bersih akan mendukung kesehatan warga binaan. Karena itu, kami mengajak seluruh warga binaan untuk memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga kamar hunian dan fasilitas yang digunakan bersama,” katanya. Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah penting agar kondisi warga binaan dapat terpantau sejak dini. Petugas kesehatan juga dapat segera memberikan penanganan atau tindak lanjut apabila ditemukan keluhan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Program BERSINAR diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif bagi warga binaan dalam menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Rutan Kelas IIB Jepara pun berkomitmen terus menghadirkan pembinaan dan pelayanan yang mendukung terciptanya suasana rutan yang aman, tertib, sehat, dan humanis.(Wely) Sumber:humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 10 Juli 2026 — Rutan Kelas IIB Jepara menerima kunjungan dari BRI Cabang Jepara dalam rangka pelaksanaan kegiatan sosialisasi mengenai Program Promo Pinjaman Multiguna BRI. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pegawai Rutan Kelas IIB Jepara sebagai bentuk edukasi mengenai layanan perbankan serta berbagai kemudahan yang ditawarkan melalui program pinjaman multiguna.   Dalam kegiatan tersebut, tim dari BRI Cabang Jepara memaparkan informasi mengenai fitur dan manfaat Program Promo Pinjaman Multiguna BRI, mulai dari persyaratan pengajuan, skema pembiayaan, suku bunga yang berlaku selama masa promo, hingga mekanisme pengajuan pinjaman. Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi secara langsung terkait produk perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.   Sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab antara narasumber dari BRI dan para peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan pegawai Rutan Kelas IIB Jepara memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai layanan keuangan yang tersedia sehingga dapat memanfaatkan produk perbankan secara bijak dan sesuai kebutuhan.   Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, (Renza Maisetyo), menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut sebagai bentuk sinergi antara Rutan Kelas IIB Jepara dan BRI Cabang Jepara dalam memberikan edukasi kepada pegawai. “Kami mengapresiasi BRI Cabang Jepara yang telah memberikan sosialisasi mengenai Program Promo Pinjaman Multiguna BRI. Kegiatan ini memberikan tambahan wawasan kepada pegawai terkait layanan perbankan, sehingga mereka dapat memahami berbagai pilihan produk keuangan yang tersedia serta memanfaatkannya secara tepat dan bertanggung jawab,” ujar Kepala Rutan.   Beliau juga berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan literasi keuangan pegawai. “Kerja sama yang baik antara Rutan Jepara dengan BRI diharapkan dapat terus terjalin, tidak hanya dalam aspek layanan perbankan, tetapi juga melalui kegiatan edukasi yang mendukung peningkatan literasi keuangan serta kesejahteraan pegawai,” tambahnya.   Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme dari para peserta. Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Jepara menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi keuangan pegawai melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, sehingga dapat menunjang profesionalisme dan kesejahteraan sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara