Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jakarta kembali melakukan penyegaran organisasi melalui pelantikan tiga Hakim Tinggi dan sejumlah Ketua Pengadilan Agama (PA) di wilayah hukum DKI Jakarta, Rabu (20/5/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat reformasi birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat. Tiga Hakim Tinggi yang resmi dilantik yakni Drs. Hikmat Mulyana, M.H., Drs. Taufik, S.H., M.H., dan Dr. M. Zakaria, M.H.. Selain itu, PTA Jakarta juga mengambil sumpah jabatan dan melantik sejumlah Ketua Pengadilan Agama di lima wilayah kota administrasi Jakarta. Pejabat yang dilantik antara lain Dra. Siti Salbiah, S.H., M.S.I. sebagai Ketua PA Jakarta Selatan, Muhamad Shalahudin Hamdayani, S.H., M.A. sebagai Ketua PA Jakarta Barat, Dr. Sugiri Permana, S.Ag. sebagai Ketua PA Jakarta Timur, Muhammad Aliyuddin, S.Ag., M.H. sebagai Ketua PA Jakarta Pusat, serta Dr. Khoiriyah Roihan, S.Ag., M.H.. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri hakim tinggi, pejabat struktural, aparatur peradilan, hingga tamu undangan dari berbagai daerah. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem peradilan agama agar semakin profesional, modern, dan transparan. Ketua PA Jakarta Pusat yang baru dilantik, Muhammad Aliyuddin, S.Ag., M.H., menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia berharap dapat memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung visi Mahkamah Agung Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Aliyuddin juga menceritakan perjalanan pengabdiannya sejak tahun 1999 di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Belitung, Lubuklinggau, Sekayu, Aceh Tenggara, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Bangka hingga Palembang. “Pengalaman bertugas di berbagai wilayah menjadi bekal penting bagi kami untuk menjalankan amanah baru di Jakarta Pusat. Kami mohon arahan dan dukungan dari seluruh keluarga besar PTA Jakarta,” ujarnya. Sementara itu, Ketua PTA Jakarta, Dr. Muhammad Abduh Sulaeman, S.H., M.H., menegaskan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas peradilan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang baru dilantik maupun pejabat yang mendapatkan amanah baru di tempat lain. “Kami berharap para pejabat yang baru dilantik mampu memperkuat pelayanan peradilan agama di wilayah PTA Jakarta serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan,” katanya. Selain pelantikan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pengantar alih tugas dan pelepasan pejabat. Di antaranya, Dr. Siti Zurbaniyah, S.H., M.H. yang mendapat amanah baru sebagai Ketua PTA Bengkulu, serta dua hakim tinggi PTA DKI Jakarta yang dimutasi ke PTA Bandung, yakni Drs. Mahmud HD., S.H., M.H. dan Dra. Syamsidar, S.H., M.H.. Sementara itu, Drs. Baharuddin, S.H. resmi memasuki masa purnatugas. Melalui pelantikan dan rotasi jabatan tersebut, PTA Jakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung reformasi birokrasi dan menghadirkan pelayanan hukum yang berkeadilan, profesional, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Heri)
Semarang, Bidik-kasusnews.com – Praktik produksi pita cukai ilegal berskala besar di Jawa Tengah akhirnya terbongkar. Bea Cukai bersama BAIS TNI menggelar operasi gabungan di Kabupaten Jepara dan Kota Semarang yang berhasil mengungkap jaringan pembuat pita cukai palsu serta mengamankan belasan orang yang diduga terlibat. Operasi penindakan dilakukan pada Selasa (19/5/2026) oleh Tim Satgas Bea Cukai yang terdiri dari Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Bea Cukai Kudus, serta BAIS TNI. Penindakan ini dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan mendalam terkait aktivitas produksi barang kena cukai ilegal di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Di Kabupaten Jepara, aparat menggerebek lima lokasi yang digunakan sebagai tempat penimbunan dan pelekatan hologram pita cukai ilegal. Lokasi tersebut tersebar di Kecamatan Mayong, Batealit, dan Pecangaan. Dari lokasi itu, petugas berhasil menyita 71 koli pita cukai diduga palsu, tiga koli pita cukai yang belum dipasangi hologram, serta dua unit mesin stamping foil. Sementara itu, di Kota Semarang, penggerebekan dilakukan di tiga bangunan dan kamar kos di wilayah Kecamatan Gunungpati yang diduga menjadi pusat percetakan pita cukai palsu. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua mesin cetak jenis OLIVER 66 EZ dan OLIVER 258 E2Z, plat cetak pita cukai, mesin pemotong kertas, 22 roll stiker hologram, hingga dokumen pemesanan pita cukai ilegal. Petugas juga mengamankan 19 orang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sebanyak 15 orang diamankan di Jepara saat melakukan pelekatan hologram, sedangkan empat orang lainnya diamankan di Semarang yang terdiri dari satu pengendali percetakan, dua karyawan, dan seorang sopir. Aparat turut menyita satu unit mobil Innova Zenix bernomor polisi K1704Q. Seluruh barang bukti dan para terperiksa kini dibawa ke Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY guna proses pemeriksaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama mengatakan pengungkapan kasus ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam menindak tegas peredaran barang kena cukai ilegal yang merugikan negara dan masyarakat. Menurutnya, dari operasi tersebut negara berhasil diselamatkan dari potensi kerugian yang ditaksir mencapai Rp570 miliar. Selain menyelamatkan penerimaan negara, penindakan ini juga dinilai penting untuk menjaga persaingan usaha tetap sehat dan melindungi masyarakat dari produk ilegal yang tidak memenuhi standar. Bea Cukai menegaskan akan terus memperkuat pengawasan serta meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum dan masyarakat dalam memberantas jaringan pita cukai ilegal di Indonesia. (Heri)
BEKASI KOTA, Bidik-kasusnews.com — Sekitar pukul 13.00 WIB hingga selesai, halaman Polres Metro Bekasi Kota menjadi saksi kegiatan Jumat Berkah. Kegiatan yang mengedepankan nilai empati dan kepedulian ini dipimpin langsung Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, S.H., S.IK., M.H., didampingi Wakapolres AKBP Davis Busin Siswara, S.IK., M.I.Kom, serta dihadiri para Pejabat Utama (PJU). Kehadiran para sahabat, tokoh, dan warga memperlihatkan bahwa sinergi untuk keamanan lingkungan dapat tumbuh dari hal-hal sederhana namun bermakna.( 23/5/26 ) Dalam kesempatan tersebut, penerima santunan dan berbagi datang dari komunitas pengemudi ojol serta unsur ormas. Mereka di antaranya LMP (Laskar Merah Putih) Kota Bekasi dan Solidaritas Masyarakat Bekasi (Somasi). Melalui rangkaian kegiatan ini, Polres menegaskan komitmen untuk membangun rasa solidaritas, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan dukungan nyata agar kondusivitas dan keamanan (kamtibmas) di Kota Bekasi tetap terjaga. Kapolres juga menyampaikan arahan yang humanis. Para pengemudi ojol dan perwakilan ormas diimbau untuk tidak ragu menyampaikan keluhan, masukan, dan saran agar pelayanan kepolisian semakin baik. Menanggapi kekhawatiran soal razia dan patroli, pihak kepolisian menegaskan bahwa upaya yang dilakukan berfokus pada pencegahan kejahatan. Bahkan ditegaskan bahwa patroli, razia, dan pemeriksaan dilakukan dengan sasaran pelaku kriminal, bukan sekadar pemeriksaan administrasi kendaraan—sehingga pengemudi ojol diharapkan lebih tenang. Terhadap informasi titik rawan yang disampaikan, seperti area Jalan Raya Legok—Jati Asih, Kapolres menegaskan selama tidak ada tindakan pidana, pihaknya belum bisa mengambil langkah penindakan. Suasana dialog berlangsung hangat. Salah satu pengemudi, Ibu Ari, menceritakan pengalaman membantu penanganan curanmor dan menanyakan alternatif bila layanan pengaduan 110 sedang sibuk. Kapolres dan pihak terkait merespons dengan menyediakan opsi nomor layanan pengaduan Polres 081326361995. Ada pula pertanyaan tentang sikap ketika menghadapi begal, dan dijelaskan bahwa tindakan membela diri pada prinsipnya adalah upaya mempertahankan keselamatan dan tidak semata-mata berujung pada Pelanggaran Hukum. Setelah diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian ratusan paket sembako kepada ojol dan ormas, disambut sukacita para penerima. Kegembiraan terlihat dari ekspresi wajah para pengemudi ojol dan ormas yang menerima bantuan. Ibu Ari menyampaikan terima kasih kepada Kapolres berharap Polres Metro Bekasi Kota semakin jaya. Sementara itu, Embay Eha, salah satu pengemudi ojol, mengungkapkan harapan agar ke depan semakin banyak kolaborasi antara ojol dan Polres dalam menjaga kamtibmas. Nuansa harmonis dan penuh keakraban pun menjadi penutup yang menegaskan: dengan empati, komunikasi, dan kebersamaan, keamanan Kota Bekasi dapat dipelihara bersama—adil, tegas, dan tetap manusiawi. (Agung)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Respons cepat ditunjukkan oleh Babinsa Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Kopka Ferdi Sopyansah, saat menerima laporan penemuan jenazah seorang mahasiswa Universitas Lampung (Unila) di sebuah rumah kos, Jumat (22/5/2026) malam. Kehadiran Babinsa di lokasi kejadian menjadi bukti nyata kesiapsiagaan aparat kewilayahan dalam memberikan rasa aman dan membantu penanganan situasi darurat di tengah masyarakat. Bersama unsur aparat terkait, pemerintah kelurahan, dan Linmas, Kopka Ferdi bergerak cepat mengamankan lokasi sekaligus memastikan proses evakuasi berjalan tertib dan kondusif. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah kos yang berada di Jalan Bumi Manti 2, RT 01 Lingkungan I, Kelurahan Kampung Baru. Korban diketahui bernama Kristian Thomas Tefsele (24), mahasiswa asal Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang. Berdasarkan informasi yang diterima Posko Koramil 410-06/Kedaton, penemuan jenazah bermula sekitar pukul 18.12 WIB. Salah seorang penghuni kos, Tazkii (22), merasa curiga karena pintu kamar korban tidak tertutup rapat. Setelah beberapa kali memanggil tanpa mendapat jawaban, saksi kemudian membuka pintu kamar dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan Ketua RT setempat. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Babinsa dan aparat terkait lainnya. Tak berselang lama, sekitar pukul 19.00 WIB, Kopka Ferdi Sopyansah tiba di lokasi dan langsung melakukan langkah-langkah pengamanan. Bersama aparat terkait, Babinsa membantu pendataan awal, mengamankan area sekitar TKP, serta memastikan situasi tetap terkendali agar tidak menimbulkan kepanikan warga. “Kami langsung melakukan pengamanan lokasi, membantu proses koordinasi dengan aparat terkait, dan memastikan keluarga korban segera dihubungi melalui pihak kampus maupun kelurahan,” ujar Kopka Ferdi di lokasi kejadian. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Sementara itu, pihak kepolisian telah meminta keterangan dari dua orang saksi yang merupakan tetangga kamar korban, yakni Tazkii (22) dan Ahmad Irvandi (24). Tim Inafis Polresta Bandar Lampung juga masih melakukan olah tempat kejadian perkara guna mendalami penyebab kejadian tersebut. Komandan Koramil 410-06/Kedaton memberikan apresiasi atas respons cepat dan profesionalisme Kopka Ferdi Sopyansah dalam menangani situasi di lapangan. “Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam kondisi darurat. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada warga,” ujarnya. Warga sekitar pun mengaku merasa terbantu dengan kehadiran aparat TNI di lokasi kejadian. Menurut mereka, situasi yang sempat menegangkan dapat dikendalikan dengan baik berkat koordinasi cepat yang dilakukan Babinsa bersama aparat terkait lainnya. Hingga malam hari, situasi di sekitar lokasi dilaporkan aman dan kondusif, sementara proses penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. (Agus)