Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Sebanyak 20 Perwira Korps Marinir TNI AL yang mengikuti Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Dikreg Seskoal) Angkatan LXV/65 dan Dikreg Seskoad LXVII/67 Tahun 2026 menjalani uji kompetensi di Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Minggu (10/05/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting untuk mengukur kesiapan, wawasan, dan profesionalisme perwira sebelum melanjutkan ke penugasan. Uji kompetensi ini berada di bawah pengawasan langsung Kadisminpers Kormar Kolonel Marinir Augustinus Purba, S.E., CRMP., selaku Ketua Panitia. Para peserta digembleng melalui materi ujian tertulis yang meliputi keangkuman, nikgarlat/sisbinlat, dan profesi, serta ujian lisan visi dan misi. Setiap komponen dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir strategis, mampu mengintegrasikan pengetahuan akademis, kemampuan analitis, pengalaman operasional, pengambilan keputusan dalam konteks lintas matra dan instansi serta memperkuat karakter kepemimpinan dalam menghadapi dinamika tugas di era globalisasi. Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. berpesan bahwa Korps Marinir menuntut calon-calon komandan satuan mampu menjawab setiap tantangan tugas secara profesional, adaptif, dan berkarakter prajurit pejuang, dengan tetap menjaga nama baik serta kehormatan Korps Marinir. Pangkormar menegaskan bahwa para Perwira Marinir harus menjadi sosok yang cerdas, tangguh, berintegritas, serta memiliki naluri tempur yang kuat sebagai calon pemimpin satuan yang nantinya dituntut mampu menggerakkan prajurit dalam setiap penugasan operasi amfibi, pertahanan pantai, dan operasi tempur lainnya demi menjaga kedaulatan NKRI, khususnya di wilayah laut Nusantara. Sebagai lembaga pendidikan tertinggi TNI AL, Seskoal secara konsisten menyelenggarakan Dikreg untuk mencetak perwira yang unggul secara intelektual dan berintegritas tinggi. Angkatan LXV/65 Tahun 2026 dipersiapkan untuk mengisi posisi-posisi strategis di lingkungan TNI AL, sehingga hasil uji ini akan menjadi tolok ukur penting dalam pembinaan karier dan penempatan tugas mereka setelah lulus. Pelaksanaan uji kompetensi berlangsung tertib sesuai standar kurikulum yang ditetapkan. Diharapkan, tempaan di Seskoal ini melahirkan perwira Marinir yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki semangat pengabdian dan kehormatan sebagai penjaga kedaulatan laut Nusantara. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Kesigapan aparat teritorial kembali terbukti dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Babinsa Kelurahan Pahoman, Pelda Hermanto, bergerak cepat meredam keributan antar kelompok suporter sepak bola di halaman Cafe Wiseman, Jalan Way Rarem, Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal, Minggu (10/5/2026) malam. Insiden tersebut bermula usai acara nonton bareng pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta yang digelar di dua lokasi berbeda. Setelah pertandingan berakhir, sekitar 50 orang suporter The Jakmania mendatangi Cafe Wiseman yang menjadi tempat berkumpulnya pendukung Persib Bandung, The Viking atau Bobotoh. Namun saat tiba di lokasi, kelompok Bobotoh diketahui telah meninggalkan tempat. Situasi yang semula menegang kemudian berubah ricuh ketika sejumlah oknum meluapkan emosi dengan menyerang petugas keamanan dan juru parkir cafe. Akibat kejadian itu, Suhendi (54), petugas keamanan Cafe Wiseman, mengalami luka di bagian kepala. Sementara Afan Johar Ardiansyah (28), juru parkir, mengalami memar di wajah akibat tindakan kekerasan tersebut. Mendapat laporan dari warga, Pelda Hermanto langsung menuju lokasi. Sekitar pukul 18.25 WIB, ia bersama aparat terkait tiba di tempat kejadian dan segera mengambil langkah cepat untuk membubarkan massa, mengamankan area, serta menenangkan masyarakat yang sempat panik. Berkat respons cepat Babinsa, potensi bentrokan yang lebih besar berhasil dicegah. Situasi di sekitar Cafe Wiseman dan wilayah Kelurahan Pahoman pun kembali aman dan kondusif. Ketua RT 03 Lingkungan 1 Kelurahan Pahoman, Wahadi Bin Nurhadi, mengapresiasi tindakan cepat Babinsa. “Kalau Babinsa tidak segera datang, situasinya bisa jauh lebih parah. Pak Hermanto langsung bertindak dan berkoordinasi dengan aparat. Kami sangat bersyukur,” ujarnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan Suhendi, salah satu korban dalam insiden tersebut. “Saya sempat panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Pak Babinsa datang, membantu melindungi saya, dan segera mengamankan lokasi,” tuturnya. Dandim 0410/KBL turut memberikan apresiasi atas tindakan Pelda Hermanto. Menurutnya, peran Babinsa sangat penting sebagai garda terdepan yang selalu hadir di tengah masyarakat. “Pelda Hermanto menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab tinggi sebagai aparat teritorial. Ini merupakan contoh nyata Babinsa yang selalu siap membantu rakyat,” ujar Dandim melalui pesan singkat. Saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Teluk Betung Timur masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku pengeroyokan. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa Babinsa tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan wilayah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan, mencegah konflik, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. (Agus)
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus mengintensifkan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas. Pada Senin (11/5/2026), Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Sat Lantas Polres HSU melaksanakan kegiatan edukasi dan himbauan kepada para pengguna jalan dengan membagikan brosur keselamatan lalu lintas di sejumlah titik strategis di Kota Amuntai. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 Wita tersebut dipusatkan di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Amuntai Tengah, serta Jalan Abdul Azis, Kelurahan Antasari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kasat Lantas Polres HSU menjelaskan bahwa pembagian brosur ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan selalu mengutamakan kehati-hatian saat berkendara,” ujarnya. Selain membagikan brosur, personel Unit Kamsel juga memberikan edukasi secara langsung kepada pengendara mengenai pentingnya disiplin di jalan raya. Materi yang disampaikan meliputi kewajiban menggunakan helm standar, sabuk pengaman, mematuhi rambu-rambu, serta larangan menggunakan telepon genggam saat berkendara. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kesadaran sejak dini bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga menjadi kewajiban seluruh pengguna jalan. Sat Lantas Polres HSU menegaskan bahwa terciptanya situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat terhadap peraturan yang berlaku. Dengan meningkatnya disiplin berkendara, angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres HSU diharapkan dapat terus ditekan. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat yang melintas. Dengan semangat “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan”, Sat Lantas Polres Hulu Sungai Utara terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi mewujudkan budaya berlalu lintas yang lebih aman dan berkeselamatan bagi seluruh masyarakat. (Agus)
Indramayu,-BIDIK-KASUSNEWS.COM,. Kenaikan harga bahan bakar dinilai berpotensi memicu meningkatnya pengangguran masyarakat pesisir wilayah Pantura Jawa Barat. Kondisi tersebut muncul setelah aktivitas melaut sejumlah kapal nelayan mulai terhenti akibat tingginya biaya operasional. Ketua Gerakan Nelayan Pantura, Kajidin, mengaku khawatir dampak kenaikan bahan bakar semakin meluas terhadap masyarakat pesisir. Menurutnya, banyak awak kapal hanya mengandalkan pekerjaan melaut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya selama ini. “Yang paling menakutkan adalah ketika kapal mandek,” ujarnya kepada Media pada Jumat, 8 Mei 2026. Ia mengatakan kondisi tersebut dapat menyebabkan ribuan pekerja pesisir kehilangan sumber penghasilan utama keluarga mereka. Kajidin menjelaskan sebagian besar awak kapal tidak memiliki kemampuan kerja lain selain menjadi nelayan tradisional sehari-harinya. Menurutnya, keterbatasan pendidikan membuat masyarakat pesisir sulit memperoleh pekerjaan alternatif ketika kapal berhenti beroperasi. Ia menilai pemerintah perlu segera menghadirkan langkah konkret mengatasi persoalan kenaikan harga bahan bakar nelayan saat ini. Langkah tersebut dinilai penting demi mencegah memburuknya kondisi sosial masyarakat pesisir berbagai daerah wilayah Pantura. “Ribuan orang akan menjadi pengangguran,” katanya. Ia khawatir kondisi tersebut berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial akibat meningkatnya tekanan ekonomi masyarakat pesisir. Menurutnya, pemerintah perlu menjaga keseimbangan harga bahan bakar serta pendapatan hasil tangkapan ikan para nelayan. Ia berharap aktivitas ekonomi nelayan tetap berjalan sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terus terjaga stabil. (Asep.R)
MAJALENGKA,BIDIK-KASUSNEWS.COM,. Anggota DPR RI Dapil Jabar IX dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka tepatnya di Komplek Kebon Dalem Desa Lengkonag Wetan Kecamatan Sindangwangi untuk bertemu dengan DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Majalengka. “Hari ini saya memfasilitasi untuk pelatihan penyembelihan hewan secara halal dan toyiban untuk anggota juru sembelih halal,DPD Juleha Kabupaten Majalengka. Harusnya kan penyembelihan hewan itu berada di rumah potong tetapi kebiasaan di kita itu boleh tidak di rumah potong sehingga bida dilaksanakan di masing masing tempat tetapi sebaiknya yang sudah mengikuti pelatihan karena bukan hanya bisa memotong dan membacakan doa nya saja. Yang baik itu bagaimana menyembelih hewan dalam posisi hewannya tidak stres, secara hewani harus diperlakukan dengan baik jangan sampai disembelih saat hewan sudah lari lari,” papar Ateng, Minggu (10/05/26). Sambung dia, kalau kita melihat di beberapa media, ada sapi yang mau disembelih malah sapinya lari lari dulu atau dalam kondisi ngos ngos an kan berarti itu hewan tersebut dalam keadaan stres. Nah sebaiknya hewan itu disembelih dalam keadaan rileks. “Dan ini ada pelatihannya yang kita lakukan,” imbuhnya. Masih kata Ateng, keberadaan Juru Sembelih Halal atau Jukeha saya dukung pembentukan juleha di Kab Majalengka, kan sebelum itu yang menyembelih hewan itu siapa saja yang penting dia berani bisa baca doa dan lainnya. Akan tetapi bukan hanya bisa memotong dan baca doa saja akan tetapi ada teknik teknik cara menyembelih yang baik. Nampk peserta antusias mengikuti pelatihan tersebut yang dikolaborasikan dengan dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka. (Asep Rusliman)