Sumsel – Bidik-kasusnews.com – Kepala Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Susnadi, S.I.K., menghadiri kegiatan Rembuk Buruh bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (tanggal menyesuaikan). Kegiatan ini menjadi wadah dialog antara pemerintah daerah dan perwakilan buruh dalam menyampaikan aspirasi serta membahas berbagai isu ketenagakerjaan di wilayah Sumatera Selatan. Selain Dansat Brimob, acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan, Kapolda Sumatera Selatan, Pangdam II/Sriwijaya, serta para pejabat utama (PJU) dari unsur pemerintah daerah. Dalam suasana yang kondusif dan penuh kebersamaan, para peserta rembuk buruh berdiskusi secara terbuka mengenai berbagai tantangan yang dihadapi para pekerja, termasuk kesejahteraan, perlindungan tenaga kerja, serta stabilitas hubungan industrial. Kehadiran unsur Forkopimda menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban, sekaligus mendukung terciptanya iklim kerja yang harmonis. Kombes Pol. Susnadi, S.I.K. menyampaikan bahwa jajaran Brimob Polda Sumsel siap mendukung pengamanan serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih efektif antara buruh dan pemerintah, sehingga setiap aspirasi dapat ditindaklanjuti secara konstruktif demi kemajuan bersama di Provinsi Sumatera Selatan. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMAN 1 Surade berlangsung penuh makna. Kepala sekolah, Hardika, S.Pd., menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh warga sekolah dengan menegaskan pentingnya mengamalkan nilai-nilai luhur pendidikan. Dalam sambutannya, Hardika mengutip semboyan pendidikan nasional warisan Ki Hajar Dewantara, “Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani,” sebagai pedoman utama dalam dunia pendidikan. Menurutnya, semboyan tersebut mengandung makna bahwa seorang pendidik harus mampu menjadi teladan di depan, membangun semangat di tengah, dan memberikan dorongan dari belakang. Nilai-nilai ini, kata dia, terus diterapkan oleh para guru di SMAN 1 Surade dalam membimbing siswa menjadi generasi yang berkarakter dan berdaya saing. “Selamat Hari Pendidikan Nasional. Terima kasih kepada seluruh guru dan siswa yang terus berinovasi dan tak lelah memberi inspirasi,” ujar Hardika, Sabtu (2/5/2026). Ia menambahkan, semangat inovasi dan kreativitas menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern. Menurutnya, baik guru maupun siswa memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan produktif. Peringatan Hardiknas tahun ini juga dimaknai sebagai momentum refleksi bagi seluruh warga sekolah untuk memperkuat komitmen dalam memajukan pendidikan. Dengan berpegang pada nilai-nilai yang memanusiakan manusia, SMAN 1 Surade diharapkan terus melahirkan prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Melalui peringatan ini, semangat Hari Pendidikan Nasional diharapkan terus tumbuh dan menginspirasi seluruh insan pendidikan, khususnya di lingkungan SMAN 1 Surade, demi kemajuan pendidikan Indonesia. (Dicky)

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Jepara dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara pekerja dan pemangku kebijakan. Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, hadir langsung untuk berdiskusi dengan ratusan buruh dari berbagai sektor industri. Acara yang berlangsung pada Jumat (1/5/2026) di pondok makan Numan Jepara, Nantersebut diinisiasi oleh Aliansi Serikat Buruh Jepara dan dihadiri sejumlah tokoh daerah, termasuk Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno serta Ketua Komisi C DPRD Jepara Nur Hidayat. Beragam serikat pekerja turut ambil bagian, mulai dari KSPSI, SPTI, hingga SPN.   Dalam kesempatan itu, Lestari Moerdijat menyoroti pentingnya kesiapan buruh menghadapi perubahan besar di dunia industri. Ia menyebut perkembangan teknologi seperti otomatisasi dan digitalisasi sebagai tantangan sekaligus peluang yang harus disikapi dengan peningkatan kapasitas diri.   Menurutnya, selain kompetensi, pekerja juga perlu memiliki pijakan kuat dalam nilai-nilai kebangsaan. Empat pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—dinilai menjadi pedoman penting dalam menjaga keseimbangan antara perjuangan hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. “Ketika buruh memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat, maka perjuangan yang dilakukan akan lebih terarah dan tetap menjaga persatuan,” ujarnya di hadapan peserta.   Ia juga mendorong agar penyampaian aspirasi dilakukan melalui jalur yang produktif, dengan mengedepankan dialog dan kerja sama lintas pihak. Hal ini dinilai penting agar solusi yang dihasilkan dapat berkelanjutan dan tidak merugikan semua pihak.   Dari sisi pekerja, pertemuan ini menjadi momentum untuk menyuarakan berbagai persoalan yang masih dihadapi. Isu kesejahteraan, perlindungan kerja, hingga penetapan upah minimum menjadi topik yang mencuat dalam diskusi.   Para buruh berharap kehadiran perwakilan pimpinan MPR RI tidak hanya menjadi simbol perhatian, tetapi juga mampu mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada pekerja, khususnya di daerah. Melalui peringatan May Day ini, terbangun harapan akan terciptanya hubungan industrial yang lebih harmonis, dengan buruh sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional.(Wely)