KUNINGAN,Bidik-kasusnews.com,. Setahun lalu, seorang pelajar SMP ditemukan telah meninggal dunia di salah satu kelurahan di Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan. Diduga penyebab kematiannya akibat terjadi perang sarung antar kelompok masjid yang masih di daerah bersangkutan. . Kejadian kelam Maret 2025 lalu yang melibatkan sejumlah pelajar tersebut, jangan sampai terulang lagi. Jangan sampai ada orangtua kembali menangis akibat anaknya meninggal. Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kuningan melakukan langkah antisipasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. . Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar langsung turun ke sejumlah daerah untuk memastikan setiap aparat desa beserta kecamatan selalu siaga menjaga anak muda dari bahaya kerawanan sosial seperti geng motor dan perang sarung. Hal itu demi terciptanya keamanan dan kenyamanan sekaligus kondusifitas daerah. . Namun kali ini, orang nomor satu di Kota Kuda menekankan penjagaan ekstra ketat selama Ramadan hingga lebaran tiba tersebut disampaikan kepada seluruh kepala desa se-Kecamatan Ciawigebang di sela-sela kegiatan buka puasa bersama (Bukber) di kantor camat setempat. . Ia mengatakan, fenomena perang sarung yang belakangan ini kerap melibatkan remaja, sudah bergeser dari aktivitas tradisi permainan menjadi aksi berbahaya karena sering kali disertai penggunaan benda tajam sehingga hal tersebut sangat membahayakan dan harus diantisipasi. . Di samping itu, laporan mengenai pergerakan kelompok motor yang membawa senjata tajam di beberapa titik wilayah kecamatan harus menjadi perhatian khusus karena aparat kepolisian Polres Kuningan sendiri sudah mengamankan pelaku dan barang bukti tersebut yang hendak digunakan untuk tawuran. . “Saya meminta para kepala desa, camat hingga jajaran Polsek dan Koramil di seluruh kecamatan di Kabupaten Kuningan untuk lebih aktif melakukan patroli terutama pada jam-jam rawan menjelang waktu sahur. Jangan sampai niat anak-anak membangunkan sahur malah berakhir duka karena terlibat tawuran atau perang sarung,” ucapnya, baru-baru ini. . (Asep Rusliman)
KUNINGAN,Bidik-kasusnews.com,.Satuan Reserse Narkoba Polres Kuningan kembali mengungkap peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Kuningan. Sepanjang Februari 2026, aparat berhasil mengungkap 4 kasus penyalahgunaan narkoba dengan menangkap 5 orang tersangka dari sejumlah lokasi berbeda. . Kasat Resnarkoba Polres Kuningan, AKP Jojo Sutarjo, mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan dari 4 laporan polisi yang diterima selama Februari 2026. Kasus yang diungkap meliputi peredaran narkotika jenis sabu, psikotropika, hingga obat keras terbatas. . “Selama Februari 2026 kami berhasil mengungkap 4 kasus dengan 5 tersangka. Kasusnya terdiri dari satu kasus narkotika jenis sabu, satu kasus psikotropika, serta 2 kasus peredaran obat keras terbatas,” ujar Jojo dalam konferensi pers, Senin (9/3/2026). . Kelima tersangka yang diamankan yakni T.S (31) warga Kecamatan Ciwaru, Y.S.T (32) dan A.D.P (32) warga Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur, R.S (31) warga Kabupaten Cianjur, serta D.G (28) warga Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kuningan. . Dari tangan para tersangka, polisi menyita berbagai barang bukti narkoba dan obat-obatan terlarang. Barang bukti tersebut di antaranya 37 paket sabu dengan berat total 7,4 gram, 260 butir psikotropika berbagai jenis, serta 2.811 butir obat keras terbatas seperti tramadol dan trihexyphenidyl. . Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang pendukung seperti timbangan digital, plastik klip, telepon genggam, serta beberapa unit kendaraan yang digunakan para tersangka dalam menjalankan aksinya. . Jojo menjelaskan, modus yang digunakan para pelaku beragam. Sebagian menggunakan sistem “tempel” dengan memanfaatkan peta digital untuk menunjukkan lokasi penyimpanan narkoba, sementara sebagian lainnya melakukan transaksi secara langsung atau cash on delivery (COD).. . Salah satu kasus menonjol terjadi di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciwaru, pada 22 Februari 2026 sekitar pukul 05.00 WIB. Polisi menangkap tersangka T.S di pinggir jalan desa setempat. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap ponselnya, petugas menemukan peta lokasi penyimpanan sabu yang telah ditebar di beberapa titik. . “Dari pengembangan peta tersebut, petugas menemukan 37 paket sabu yang disimpan dalam sedotan plastik. Seluruh barang bukti itu diakui milik tersangka,” jelasnya. . Sementara itu, dua tersangka lain yakni Y.S.T dan A.D.P ditangkap di wilayah Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur dengan barang bukti ribuan pil tramadol serta ratusan butir psikotropika seperti alprazolam, merlopam, prohiper, dan camlet. . Kasus lain melibatkan tersangka R.S yang ditangkap di depan sebuah apotek di Jalan Siliwangi dengan barang bukti 1.280 butir tramadol. Sedangkan tersangka D.G diamankan di rumahnya di Kelurahan Purwawinangun dengan ratusan pil tramadol dan trihexyphenidyl serta uang hasil penjualan. . Polisi menduga sebagian barang terlarang tersebut diperoleh para tersangka dari jaringan luar daerah, seperti Bogor, Jakarta, hingga Bekasi. Hingga kini penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pemasok utama. . Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal berbeda sesuai jenis pelanggaran. Untuk kasus narkotika jenis sabu, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal empat tahun penjara. . Sedangkan pelaku psikotropika dijerat Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman maksimal lima tahun penjara. Adapun kasus peredaran obat keras terbatas dijerat Pasal 435 dan/atau 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. . Polres Kuningan menegaskan akan terus memperketat pengawasan serta menindak tegas pelaku peredaran narkoba yang merusak generasi muda di daerah tersebut. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi Asep Japar meminta seluruh camat di wilayahnya meningkatkan kesiapsiagaan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, terutama pada periode H-7 hingga H+7 Lebaran. Hal tersebut disampaikan Bupati saat memimpin Rapat Dinas Bulan Maret yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Senin (9/3/2026). Rapat yang dipandu Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman itu dihadiri para kepala perangkat daerah, asisten daerah, staf ahli, kepala bagian, serta camat se-Kabupaten Sukabumi. Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah kecamatan harus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski memasuki masa libur Lebaran. Namun demikian, ia memberikan kebijakan khusus bagi camat yang memiliki keluarga di luar daerah agar tetap dapat pulang kampung dengan pengaturan teknis yang tidak mengganggu pelayanan publik. “Saya berikan rekomendasi. Tolong BKPSDM menyiapkan rekomendasi bagi camat yang ingin pulang ke kampung halaman,” ujar Bupati. Menurutnya, cukup banyak pejabat di lingkungan Pemkab Sukabumi yang berasal dari luar daerah, sehingga perlu pengaturan yang baik agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. “Banyak teman-teman dari luar daerah, seperti Medan atau daerah lain di Jawa. Diatur saja teknisnya, barangkali ada yang merencanakan mudik Lebaran,” katanya. Selain itu, Bupati juga meminta Dinas Ketahanan Pangan untuk terus memantau perkembangan harga bahan pokok di pasaran selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Ia bahkan menyatakan siap turun langsung ke lapangan jika diperlukan untuk memastikan harga tetap terkendali. Dalam rapat tersebut turut dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi terkait penyelenggaraan kegiatan pemerintah daerah di bidang perdata dan tata usaha negara. Pada kesempatan yang sama, Pemkab Sukabumi juga menerima penyerahan dividen secara simbolis dari Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri dan Perumda Pesona Pariwisata Kabupaten Sukabumi, serta buku digitalisasi Sistem Informasi Pangan Kabupaten Sukabumi. Sejumlah penghargaan turut diserahkan, di antaranya penghargaan partisipasi program Sabilulungan untuk Harga Stabil Kabupaten Sukabumi serta penghargaan bagi desa dan kelurahan berkinerja terbaik dalam Anugerah Gapura Sri Baduga tingkat Jawa Barat. Rapat dinas tersebut juga diisi dengan paparan dari sejumlah instansi, mulai dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Dinas Perhubungan, Dinas Ketahanan Pangan hingga Dinas Pariwisata. (Dicky)
Bidik-kasusnews.com, Melawi Kalimantan Barat Polres Melawi Polda Kalbar Kapolres Melawi Polda Kalbar AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla tegaskan kan tidak ada ampun terhadap personel yang terlibat penyalah gunaan narkoba, ketegasan ini di sampaikannya pada apel pagi jam pimpinan di lapangan apel bhayangkara Polres Melawi, Senin (09/03/26) “Saya tegaskan kepada seluruh personel agar tidak main main lagi dengan narkoba, saya pastikan menindak tegas dan personel sudah tau resikonya,” tegas Kapolres Melawi. Ketegasan ini sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan pimpinan kepada personel, lanjutnya saat ini fokus pada pelaksanaan tugas pokok Polri dan mendukung Asta Cita Program Pemerintah. “Tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan oleh personel, sebagai pimpinan saya menyampaikan ucapan terima kasih hingga saat ini tidak ada pelanggaran yang dilakukan,” terang AKBP Harris. Apel pagi di hadiri Waka Polres Melawi Kompol Aang Permana, S.I.P., S.H., M.A.P, para Kabag, Kasat, Kasie, Perwira, Bintara dan ASN di lingkungan Polres Melawi. Wartawan Si Juli
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, memasang baliho Muhibah Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di area Masjid Al-Jalil, Bundaran Surade, Senin (9/3/2026). Pemasangan baliho tersebut dilakukan sebagai bentuk syiar sekaligus upaya mempererat ukhuwah Islamiah di tengah masyarakat menjelang dan selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, dan bernuansa religius di kawasan pusat Kecamatan Surade. Proses pemasangan baliho dilakukan oleh anggota Satpol PP Kecamatan Surade bersama pengurus Masjid Al-Jalil serta masyarakat sekitar. Kasi Trantib Kecamatan Surade, H. Rimbayana mengatakan, keberadaan baliho tersebut diharapkan dapat menambah semangat masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan. Menurutnya, pesan yang disampaikan dalam baliho tersebut mengajak masyarakat untuk memperkuat persaudaraan serta meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadan. “Kami berharap keberadaan baliho ini dapat menghadirkan suasana Ramadan yang lebih khidmat sekaligus mempererat ukhuwah Islamiah di tengah masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari dukungan terhadap visi Kabupaten Sukabumi Mubarokah, yakni Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah. Melalui semangat kebersamaan dengan slogan “Bersatu dalam aqidah, berjamaah dalam ibadah, toleransi dalam khilafiyah, serta bekerja sama dalam dakwah”, masyarakat diharapkan terus menjaga kerukunan sekaligus menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan harmonis selama Ramadan. (Dicky)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Jakarta – Biro Pengawasan Penyidikan (Wassidik) Bareskrim Polri memfasilitasi proses mediasi antara para pihak yang terlibat dalam perkara yang melibatkan N.O dan Z.K. Mediasi tersebut berlangsung di Kantor Bareskrim Polri pada Minggu (8/3/2026). Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa langkah mediasi ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat dua proses peristiwa hukum yang saling berkaitan, yakni perkara yang ditangani di Polsek Mampang, Polres Jakarta Selatan, serta laporan yang berada di Bareskrim Polri. Oleh karena itu, Biro Wassidik Bareskrim Polri melakukan analisis mendalam guna menemukan penyelesaian terbaik. “Berdasarkan pertemuan hari ini, seluruh pihak terkait telah hadir secara langsung, yakni Saudara Z beserta istrinya Saudari E, serta Saudari N.O dan Saudara K.D.H,” ujar Trunoyudo. Dalam pertemuan tersebut, keempat pihak sepakat menempuh jalur damai yang dituangkan dalam perjanjian perdamaian. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, masing-masing pihak juga telah menandatangani pencabutan laporan polisi di unit penyidik yang menangani perkara mereka. Selain penandatanganan berita acara mediasi dan pencabutan laporan, para pihak juga sepakat untuk menghapus konten di media sosial masing-masing sesuai dengan poin-poin kesepakatan yang telah disetujui bersama. Ia menuturkan bahwa langkah damai tersebut dilandasi semangat introspeksi diri, terlebih di bulan suci Ramadan yang identik dengan nilai silaturahmi dan saling memaafkan. “Proyeksi ke depan dari hasil mediasi ini adalah untuk memberikan rasa keadilan yang seutuhnya bagi kedua belah pihak dan masyarakat luas,” jelasnya. Dengan adanya kesepakatan damai serta pencabutan laporan dari seluruh pelapor, maka proses hukum dalam perkara tersebut dinyatakan selesai melalui mekanisme perdamaian. Polri pun mengapresiasi sikap para pihak yang memilih menyelesaikan permasalahan secara musyawarah demi menjaga hubungan baik serta kondusivitas di masyarakat. (Heri/Red)
Surabaya,Bidik-kasusnews.com,.DPP PJI (Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Jurnalis Indonesia) menggelar giat sosial berbagi 1.100 paket takjil, di depan Pos Polisi Polrestabes Surabaya Plaza Marina Surabaya, Sabtu sore (07/03/2026). Agenda rutin setiap Ramadhan, satu satunya Organisasi Wartawan yang lahir dan berpusat di Kota Pahlawan Surabaya itu, disambut antusias para pengguna jalan di Margorejo Surabaya yang masih dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Sekitar 50 pengurus/anggota PJI, guyub rukun dengan penuh kehangatan, membagikan paket berbuka puasa kepada masyarakat/pengguna jalan. Bahkan Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori beserta istri turut hadir turun langsung ke jalan bersama para anggota. Menurut Hartanto, kegiatan berbagi di bulan Ramadhan merupakan wujud kepekaan sosial yang terus dijaga PJI. “Wartawan bukan hanya menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial serta hadir memberi manfaat di tengah masyarakat”, ujarnya. Usai pembagian takjil, dilanjutkan buka puasa bersama dalam suasana penuh kehangatan di Café Skut Sidosermo yang juga sebagai Pos PJI. Momentum itu juga dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi melalui rapat internal membahas sejumlah agenda penting, termasuk persiapan Musyawarah Nasional (Munas) PJI yang direncanakan akan digelar pada Agustus 2026 mendatang. Hartanto menegaskan bahwa organisasi jurnalis memiliki peran strategis dalam membina dan mendidik wartawan, termasuk yang baru terjun ke dunia jurnalistik. “Melalui organisasi, wartawan dapat saling belajar, bertukar pengalaman, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap kode etik jurnalistik yang harus dijunjung tinggi jurnalis”, jelas Tokoh Pers itu. Untuk memotivasi seluruh anggota agar terus menjaga marwah PJI, Ketua Umum PJI kharismatik itu juga mengingatkan adanya pengakuan tertulis Dewan Pers/Ketua Dewan Pers, bahwa PJI di bawah kepemimpinan Hartanto Boechori adalah satu satunya PJI yang tercatat di Dewan Pers. Diingatkannya juga keberadaan PJI yang didirikan pada era reformasi 20 Agustus 1998 oleh Almarhum Darwin Hulalata, SH., Junius Tarigan dan kawan kawan. Di penghujung rapat, Boechori memberi penekanan agar seluruh anggota PJI tetap menjaga kekompakan dan soliditas serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas jurnalisme di Indonesia. “Kegiatan seperti ini bukan hanya berbagi dengan masyarakat, tetapi juga untuk menjaga kekompakan kita, mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat persaudaraan kita”, pungkas Pembina/Penasehat berbagai Organisasi Massa itu. (Asep Rusliman)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bekasi – Longsor gunung sampah terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa serta menimpa sejumlah truk sampah yang berada di lokasi. Longsor terjadi di kawasan TPST DKI Jakarta Zona 4C, RT 004 RW 004, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang. Tumpukan sampah yang longsor menutup akses jalan di area TPST dan menimpa warung kopi serta beberapa truk sampah yang sedang beroperasi. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, dari hasil pendataan sementara terdapat empat orang yang meninggal dunia akibat tertimbun longsoran sampah. “Korban meninggal dunia masing-masing berinisial S (60) seorang pedagang kopi di lokasi, E.W. (26) pemulung, D.S. (22) sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, dan I.S. (40) yang juga bekerja sebagai sopir truk,” kata Kusumo dalam keterangannya. Selain korban meninggal dunia, dua orang sopir truk dilaporkan selamat dalam kejadian tersebut, yakni J (sopir truk) dan R (sopir truk). Polisi juga menduga masih ada korban lain yang tertimbun longsoran. Berdasarkan data sementara, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 10 orang, terdiri dari lima sopir truk sampah dan lima warga sekitar yang beraktivitas sebagai pemulung. Peristiwa longsor pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang saat itu sedang melakukan kontrol keamanan di area TPST setelah beristirahat di warung kopi. Saksi mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah. Setelah kejadian tersebut, informasi langsung disebarkan melalui grup komunikasi keamanan TPST sehingga petugas segera menuju lokasi. Anggota piket Polsek Bantargebang yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan, pendataan korban, serta membantu proses evakuasi. Hingga saat ini proses pencarian korban masih terus dilakukan menggunakan alat berat berupa ekskavator. Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI-Polri, BPBD Kota Bekasi dan BPBD DKI Jakarta, Basarnas Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar Kota Bekasi, PMI, relawan, serta aparat Kecamatan Bantargebang dan Kelurahan Sumur Batu. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono juga turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses evakuasi serta memastikan penanganan korban berjalan maksimal. Keduanya memberikan arahan kepada personel gabungan agar fokus pada pencarian korban yang diduga masih tertimbun longsoran sampah. Kerugian materi akibat peristiwa ini masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian tersebut. (Heri/Red)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bekasi – Sigap dan penuh kepedulian, prajurit Yonarmed 7/Biringgalih bergerak cepat membantu penanganan bencana longsor “gunung sampah” yang terjadi di kawasan TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu (8/3/2026). Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di Zona 4 TPST Bantargebang. Tingginya intensitas hujan diduga menyebabkan tumpukan sampah menjadi labil hingga bergeser dan runtuh, menimbun sejumlah truk pengangkut sampah yang tengah mengantre untuk melakukan pembuangan. Menindaklanjuti permintaan bantuan dari pihak pengelola TPST, Danyon Armed 7/Biringgalih, Letkol Arm Vicky Haryanto Mamonto, segera menginstruksikan personelnya untuk bergerak menuju lokasi guna membantu proses evakuasi bersama unsur terkait. Sebanyak 50 personel diterjunkan ke lokasi dan langsung mendirikan tenda posko sebagai pusat koordinasi sekaligus memberikan dukungan bagi tim penanganan di lapangan. Kehadiran prajurit TNI diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi serta penanganan dampak bencana. Hingga saat ini proses evakuasi dan penanganan masih terus berlangsung dengan melibatkan unsur TNI, pengelola TPST, relawan, serta instansi terkait lainnya, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan sinergi seluruh pihak di lokasi. (Agus/Red)