SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Getaran mesin dan semangat persaudaraan akan kembali menggema di Cicurug. Club motor tertua di wilayah ini bersiap menggelar Anniversary ke-28, sebuah hajatan akbar. Perhelatan ini bukan hanya sekadar perayaan usia yang tergolong matang, tetapi juga momen mengikat kembali persaudaraan lintas generasi. Ketua panitia M. Rivaldi mengatakan pelaksanan akan berlangsung pada Minggu (21/9/2025). Untuk itu dia memastikan persiapan sudah 99 persen rampung. “Tahun ini kami usung konsep sederhana tapi penuh makna. Kami ingin momen ini mengingatkan anggota tentang sejarah panjang club, bagaimana kami memulai dari nol hingga bertahan hampir tiga dekade,” ujarnya, Rabu (17/9/2025). Rangkaian acara akan diisi doa bersama, napak tilas perjalanan club, ramah tamah, simbolis penanaman pohon di Gunung Salak Cidahu, hingga hiburan musik. Para pendiri dan senior akan hadir memberi semangat dan mengenang masa-masa awal komunitas ini dibentuk. Seorang sesepuh club berpesan agar generasi muda tetap menjaga semangat kebersamaan. “Club ini lahir ketika komunitas motor belum seramai sekarang. Dua puluh delapan tahun ini adalah bukti bahwa solidaritas dan kekompakan bisa membuat kita tetap eksis,” katanya. Tak hanya internal, club juga akan mengundang komunitas motor sahabat dari Sukabumi dan sekitarnya. Diharapkan, ajang ini memperkuat jaringan silaturahmi dan memperluas pertemanan antar riders. Menariknya, perayaan ini tidak hanya berisi hiburan, tetapi juga bernilai sosial. Sebagian hasil penjualan merchandise akan disalurkan untuk santunan anak yatim dan bantuan warga sekitar. “Anniversary ini harus membawa manfaat, tidak hanya bagi anggota, tapi juga untuk masyarakat,” tegas Ketua YMC Lili Sasmita. Panitia juga akan mengingatkan seluruh peserta untuk mengutamakan keselamatan di jalan. “Kami ingin menjadi contoh bahwa komunitas motor bisa solid, tertib, dan peduli keselamatan. Ride with pride, ride with respect,” tambah Rivaldi. Selain itu, club berencana memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan program regenerasi anggota, agar komunitas tetap segar dan relevan di era digital. “Anak muda sekarang harus punya tempat untuk menyalurkan hobi motor dengan cara yang positif,” ujar salah satu pengurus muda. Dengan semangat 28 tahun, perayaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas motor lain. “Jangan hanya jago di jalan, tapi juga bermanfaat bagi lingkungan. Itulah makna brotherhood sesungguhnya,” tutup Lili. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Minggu (14/09/25), Club Motor CB COC Cicurug merayakan ulang tahun ke-16 dengan acara syukuran yang hangat dan penuh makna. Bertempat di kediaman Dio, Kampung Lio, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, kegiatan sederhana ini menghadirkan suasana akrab yang sarat persaudaraan. CB COC Cicurug resmi berdiri pada 09 September 2009 dan sejak awal menjadi wadah para pecinta motor CB sekaligus penggerak berbagai kegiatan sosial. Dalam perjalanannya, komunitas ini konsisten menebar manfaat mulai dari program peduli lingkungan, santunan yatim piatu dan dhuafa, membantu program Rutilahu. Tidak hanya itu komunitas tersebut juga mendukung pembangunan masjid, pengecatan mushola, hingga mengantar orang sakit dari keluarga kurang mampu. Tak ketinggalan, aksi peduli sampah juga menjadi agenda rutin mereka. Semua kegiatan terlahir dari semangat kebersamaan. Terkadang kami patungan untuk membantu sesama, bahkan saat anniversary club di Jawa Barat maupun luar Jawa Barat, ”Kami biasa ngecrek bareng. Uang yang terkumpul selalu disalurkan tepat sasaran,” ujar Presiden COC dalam sambutannya, menegaskan komitmen sosial mereka. Momentum sakral ini semakin spesial karena dihadiri para pendiri COC, jajaran presiden dan wakil presiden, serta para sahabat komunitas seperti COC Purwakarta, Kuda Besi Purwakarta, dan berbagai komunitas motor klasik dari Cicurug dan Sukabumi. Ketua CB COC Cicurug, Azay, menegaskan pentingnya menjaga nama baik komunitas. “Saya berharap semua anggota tetap solid, saling menghormati, dan menjaga marwah CB COC Cicurug di manapun berada,” pesannya. Perayaan ini bukan sekadar ulang tahun, tetapi peneguhan kembali semangat solidaritas, kebersamaan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. CB COC Cicurug menegaskan siap terus melaju – bukan hanya di jalanan, tetapi juga dalam membawa kebaikan di setiap langkahnya. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Keluarga Besar Club COC Cicurug Sukabumi tengah sibuk mempersiapkan acara besar yang akan digelar Minggu, 14 September 2025. Seluruh pengurus dan anggota bergotong royong agar kegiatan berjalan lancar dan khidmat. Mengingat kegiatan tersebut memiliki history yang cukup panjang dan melekat di hati para anggota. Menariknya, sebelum acara dimulai, ucapan selamat dan dukungan sudah berdatangan dari berbagai club motor, baik dari Sukabumi maupun luar daerah. Dukungan ini disampaikan melalui pesan singkat, media sosial, hingga kunjungan langsung. Ketua COC Cicurug, Azay, berharap kegiatan ini menjadi momen mempererat persaudaraan antaranggota. “Meskipun sederhana, kami ingin acara ini bermakna dan jadi wadah silaturahmi antar club,” ujarnya. Humas COC, Ardan Ompong, menambahkan bahwa kegiatan ini murni hasil kebersamaan anggota. “Acara ini dari, oleh, dan untuk anggota. Semua berjalan dengan semangat gotong royong,”tegasnya. Panitia juga akan menghadirkan pencetus Club COC sebagai tamu spesial. Momen ini diharapkan memperkuat ikatan emosional antara anggota lama dan baru. Dengan dukungan yang terus mengalir, COC Cicurug optimistis acara ini akan menjadi ajang silaturahmi yang memperkuat solidaritas dan kebersamaan di dunia otomotif. ”Kami optimistis acara bisa berjalan dengan lancar didukung dengan kekompakan tim kerja yang solid dengan semangat yang sama untuk menggapai cita-cita bersama sadulur sauyunan,” tandasnya. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kehadiran Dapur MBG (Makanan Bergizi) di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, disambut antusias masyarakat. Program yang dikelola secara gotong royong ini tidak hanya menghadirkan makanan sehat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Dapur MBG dikelola oleh Relawan Ruang Peduli di bawah pimpinan Agus Slamet, SE.MM, bersama Christin, seorang ahli gizi di Cicurug. Keduanya menegaskan pentingnya keberlanjutan program. “Kami berharap Dapur MBG bisa terus beroperasi agar penerima manfaat mendapatkan makanan bergizi secara cuma-cuma. Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan,” ujar Agus Slamet, Kamis (4/9/2025). Pengelola juga menyampaikan apresiasi kepada pihak yang ikut mendukung, khususnya Ana Dwiyana, SE, selaku PIC Dapur Double L. Dukungan tersebut dinilai sangat membantu keberadaan dapur ini di tengah masyarakat. Selain menyediakan makanan sehat, Dapur MBG juga menjadi pusat edukasi gizi. Warga diajarkan pentingnya pola makan seimbang, cara memasak sehat, serta memilih bahan makanan yang higienis. Dukungan serupa datang dari kalangan pemuda, salah satunya Mega, yang berharap kualitas makanan tetap terjaga. “Program ini bagus, tapi yang paling penting makanan yang diberikan harus benar-benar bersih dan higienis supaya aman dikonsumsi,” ungkapnya. Salah satu fokus utama program adalah dunia pendidikan. Melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah di Cicurug, Dapur MBG menyediakan makanan bergizi bagi para pelajar agar lebih semangat belajar di kelas. Sejak berjalan, dapur ini juga memberi dampak ekonomi. Banyak ibu rumah tangga dan pemuda yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini terlibat dalam proses memasak, pengemasan, hingga distribusi makanan. Dengan hadirnya Dapur MBG, Kecamatan Cicurug tidak hanya memperkuat ketahanan gizi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran gizi keluarga dan kemandirian ekonomi berbasis gotong royong. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Warga Kampung Pasir Dalem dan Leuwipeucang, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, serta Kampung Pasir Dalem, Desa Babakanpari, mengeluhkan tebalnya debu di jalan pascalongsor beberapa hari lalu. Debu beterbangan setiap kali kendaraan melintas, membuat warga sulit bernapas dan mengganggu pandangan pengguna jalan. Jika ini berlangsung lama, dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan. “Kalau siang, debunya parah sekali. Kami sering batuk dan mata perih,” ujar Erni, warga setempat, Sabtu (9/8/2025). Menurutnya, masalah ini seharusnya bisa ditangani melalui anggaran penanggulangan bencana yang sudah diatur dalam peraturan pemerintah. Mengacu Permendesa PDTT No. 8 Tahun 2022, dana desa dapat digunakan untuk penanggulangan bencana, keadaan darurat, dan kebutuhan mendesak. Rincian kegiatan yang dapat didanai mencakup evakuasi korban, penyediaan logistik darurat, pembersihan lokasi terdampak, perbaikan infrastruktur desa, pembangunan tanggul darurat, hingga pelatihan kebencanaan. Dalam APBDes, pengeluaran ini masuk kategori Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat, dan Mendesak Desa, misalnya untuk tanggap darurat bencana longsor Rp30 juta, bantuan logistik Rp10 juta, dan pembangunan talud sementara Rp50 juta. Dasar hukum lain seperti Permendagri No. 20 Tahun 2018 memberi fleksibilitas perubahan APBDes saat darurat, sementara UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa menjamin penggunaan dana desa untuk kebutuhan prioritas masyarakat. Warga berharap pemerintah Desa Mekarsari segera melakukan penyiraman jalan atau pembersihan menyeluruh agar aktivitas kembali normal. Sebelumnya, material longsor sudah dibersihkan dengan alat berat, namun sisa tanah kering di jalan kini menjadi sumber debu. ”Siang malam debu masuk rumah, pernapasan kami terganggu, perabotan pun kotor. Kami akan terus menyuarakan ini sampai ada solusi,” tegas Erni. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Longsor susulan yang terjadi pada Senin malam di Jalan Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, menyebabkan tiga unit rumah kontrakan tergenang air dan lumpur. Satu di antaranya mengalami kerusakan cukup parah. Air bercampur lumpur masuk hingga setinggi mata kaki ke dalam rumah. Meski kondisi tidak layak huni, para penghuni terpaksa tetap tinggal karena belum ada tempat pengungsian yang disiapkan pemerintah. “Kami tidak punya tempat lain untuk mengungsi, jadi terpaksa tetap di dalam rumah,” ujar salah satu pemilik kontrakan, yang akrab disapa Abang Warung, Selasa (5/8/2025). Selain genangan yang belum juga surut, penghuni kesulitan memasak karena rumah masih kotor dan lembap. “Untuk makan dan minum, kami beli yang instan saja,” tambahnya. Kepala Desa Mekarsari, Iwan Bakar, menyampaikan bahwa pihak desa masih fokus menangani beberapa titik longsor lainnya. “Desa kami sedang dilanda bencana. Kami mohon warga bersabar. Kami berupaya memberikan yang terbaik,” ujarnya. Ia juga menyayangkan rendahnya kesadaran sebagian warga yang memaksakan melintas dengan kendaraan roda dua dan empat, sehingga memperparah kondisi lumpur di jalan yang baru dibuka. “Lumpurnya jadi menyebar ke mana-mana karena tidak sedikit pengendara motor yang memaksa melewati kubangan lumpur yang baru dikeruk alat berat,” ungkapnya. Longsor susulan ini merupakan peristiwa lanjutan dari kejadian sebelumnya, yang dipicu hujan deras terus-menerus sejak beberapa hari terakhir. Hingga berita ini diinformasikan, para relawan masih bergotong royong membersihkan lumpur, mengamankan barang warga, serta membuat jalur pembuangan air agar genangan bisa segera surut. Pemilik kontrakan, Bejo, berharap pemerintah segera memberi solusi agar rumah-rumah di daerah rawan longsor bisa kembali aman dan nyaman. “Kami baru kali ini merasakan dampak longsor sebesar ini,” tuturnya. Sementara itu, warga lain, Een, meminta agar sistem drainase dan gorong-gorong di kawasan tersebut segera dibenahi. “Air hujan tidak terarah, akhirnya meluap ke mana-mana,” pungkasnya. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Minggu (3/8/2025) sore, menyebabkan longsor di Jalan Desa Gang Tamrin, Kampung Cicewol. Material longsor berupa tanah basah dan batu menutup seluruh badan jalan, membuat akses kendaraan dari Kampung Cicewol dan Perumahan Bukit Citra Asri menuju jalur utama lumpuh total. Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.30 WIB saat hujan masih turun deras. Warga setempat bersama aparat desa segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. “Longsornya cukup besar, jalan tertutup total. Warga tidak bisa lewat, anak-anak yang hendak ke sekolah dan para pekerja pabrik harus memutar lewat jalur lain,” ujar Ardan, salah satu warga yang berada di lokasi saat kejadian. Untuk mempercepat proses evakuasi, satu unit alat berat jenis excavator mulai dikerahkan pada Senin (4/8/2025) sekitar pukul 16.30 WIB. Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum yang dipimpin Nandang, bersama Kepala Desa Mekarsari Iwan Bakar dan relawan, tampak sigap membersihkan material longsor meski hujan terus mengguyur lokasi. Foto dari lokasi menunjukkan proses evakuasi berlangsung dengan penerangan minim. Warga pun menutup akses masuk ke jalan guna memperlancar jalannya evakuasi. Selain menimbun jalan, hujan deras yang terus turun juga berdampak pada tiga rumah warga yang berada di bawah jalan. “Air hujan masuk ke rumah, peralatan jadi basah semua,” ungkap Ferry (Bejo), warga terdampak. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimbun dalam kejadian ini. Namun warga diimbau tetap waspada, mengingat kontur tanah di sekitar lokasi masih rawan longsor susulan. “Kami imbau warga untuk tidak melintasi jalan ini sementara waktu, apalagi saat hujan deras. Kami juga masih memantau kondisi tebing di sekitar Perumahan Bukit Citra Asri,” kata salah satu petugas evakuasi. Hingga pukul 20.30 WIB, proses pembersihan masih berlangsung. Jalur diperkirakan dapat dibuka kembali secara terbatas pada malam hari. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Setiap Jumat pagi, siswa-siswi SDN Nyangkowek 02 di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, melaksanakan kegiatan rutin bertajuk SEHATI (Sedekah, Duha, Tausiyah Islami). Program tersebut menjadi salah satu ciri khas sekolah dalam menanamkan nilai spiritual, kedisiplinan, dan kepedulian sosial sejak dini. Sejak pukul 07.00 WIB, siswa-siswi bersama orang tua dan guru berkumpul di lapangan sekolah untuk melaksanakan salat Duha berjamaah. Mereka datang lebih awal dengan membawa perlengkapan salat masing-masing. Seusai salat, kegiatan dilanjutkan dengan pengumpulan sedekah yang akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. “Alhamdulillah wasyukurillah, kegiatan ini sudah berjalan kurang lebih tiga tahun,” ujar guru agama Ibu Tati Lisnawati, S.Pd.I. kepada BIDIK-KASUSNEWS.COM, Jumat (25/7/2025). Ia menambahkan bahwa selain memperkuat keimanan, kegiatan ini juga membentuk karakter peduli sosial dalam diri siswa. Hal ini penting dilakukan agar jiwa mereka terpatri untuk selalu membantu sesama. Salah satu siswi kelas 3, Daniswara, berbagi kesan tentang kegiatan ini “Salat Duha dan bersedekah membuat saya merasa lebih dekat dengan Allah dan peduli terhadap orang lain.” Ungkapan tersebut sederhana namun menggambarkan makna mendalam dari rutinitas ibadah yang dijalani. Rutinitas yang ditanamkan sejak dini akan lekat membekas hingga akhir dikandung hayat. Aneng Setiawan, S.Pd.SD, selaku imam salat dan pencetus kegiatan SEHATI, berharap partisipasi orang tua bisa lebih meningkat. “Sekarang baru sebagian yang ikut, mungkin karena berhalangan atau belum tersentuh,” ungkapnya. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara sekolah dan orang tua penting dalam membentuk karakter anak yang utuh. Hal senada disampaikan Mamah Lilis, wali murid kelas 2, yang merasa sangat terinspirasi. “Kegiatan ini jadi motivasi juga buat saya. Ruhani dan jasmani anak-anak terpenuhi. Pokoknya, is the best! Hanya di SD Nyangkowek, hari Jumat jadi hari wajib salat Duha dan tausiyah keagamaan,” tuturnya penuh semangat. Selain salat Duha dan sedekah, kegiatan SEHATI juga diisi dengan tausiyah islami yang disampaikan oleh guru atau tokoh masyarakat. Materi tausiyah meliputi akhlak mulia, pentingnya berbagi, hingga semangat menjalankan ajaran agama dalam keseharian. Sesi ini menjadi penguatan rohani yang memberi bekal moral kepada para siswa. Kegiatan SEHATI mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dan komite. Kepala sekolah SDN Nyangkowek 02 mengapresiasi keterlibatan semua pihak yang menjaga keberlangsungan kegiatan. “Kami ingin menjadikan SEHATI sebagai identitas sekolah bukan hanya unggul akademis, tapi juga membentuk karakter religius dan berakhlak,”ujarnya. Ke depan, sekolah berencana memperluas jangkauan program ini dengan melibatkan alumni serta masyarakat sekitar. ”Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, SEHATI diharapkan menjadi gerakan kebaikan yang menginspirasi sekolah lain di Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya,”tuturnya. (Reno)