BATURAJA, Bidik-kasusnews.com                    TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan _United States Army_ (US Army) meningkatkan interoperabilitas dan profesionalisme prajurit melalui Latihan Bersama (Latma) Ksatria Warrior 2026 yang resmi dibuka di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, Baturaja, Sabtu (15/8/2026). Latma Ksatria Warrior 2026 menjadi sarana bagi kedua angkatan darat untuk meningkatkan kemampuan tempur sekaligus memperkuat pemahaman terhadap taktik, teknik, dan prosedur masing-masing. Latihan ini juga diarahkan untuk membangun kepercayaan dan memperkokoh hubungan kerja sama serta persahabatan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Dalam amanatnya pada upacara pembukaan, Kolonel Inf Slamet, S.Sos., M.Han., Waaspers Kaskostrad selaku Komandan Latihan, menegaskan bahwa keberhasilan latihan tidak hanya diukur dari pencapaian sasaran latihan, tetapi juga dari kualitas komunikasi, disiplin, dan kerja sama antarpeserta. “Keberhasilan latihan tidak diukur semata-mata dari tercapainya sasaran latihan, tetapi juga dari terbangunnya komunikasi yang efektif, disiplin yang tinggi, kerja sama yang solid, dan kemampuan setiap peserta untuk belajar satu sama lain,” tegasnya. Hal senada disampaikan Lieutenant Colonel Joseph Esminger selaku pimpinan latihan dari Batalyon Infanteri 100 US Army. Menurutnya, interaksi dan komunikasi selama latihan menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman serta kemampuan prajurit kedua negara untuk bekerja secara terpadu. Seluruh peserta juga ditekankan untuk mengikuti setiap tahapan latihan secara disiplin, profesional, dan penuh tanggung jawab, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keprajuritan serta menghormati budaya masing-masing negara. Melalui Latma Ksatria Warrior 2026, TNI AD dan US Army terus memperkuat interoperabilitas dan profesionalisme prajurit sekaligus meningkatkan kepercayaan serta kemitraan pertahanan yang telah terjalin antara Indonesia dan Amerika Serikat. (Agus)

CIREBON,-Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon menggelar Apel Kebangsaan “Jaga Rawat Jawa Barat untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolresta Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika No. 1, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (14/8/2026) sore. Apel tersebut menjadi momentum memperkuat persatuan dan kesatuan sekaligus membangun komitmen bersama antara pemerintah, TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan serta kondusivitas Kabupaten Cirebon. Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., bertindak sebagai pimpinan apel. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag., Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., Kasdim 0620 Kabupaten Cirebon Mayor Arm Sulkhan, Ketua FKUB Kabupaten Cirebon KH. Wawan Arwani Amin, Ketua Dai Kamtibmas Polresta Cirebon KH. M. Arif Suhartono, Rektor UMC Cirebon Arif Nurudin, S.T., M.T., Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH. Aziz Hakim Syaerozie, perwakilan Danlanal Cirebon, para pejabat utama Polresta Cirebon, para Kapolsek jajaran, serta unsur instansi terkait. Apel juga diikuti personel gabungan dan berbagai komponen masyarakat, di antaranya jajaran Polri, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Satpol PP, Satpam Red Guard Cirebon, KBP3 Polresta Cirebon, Senkom Mitra Polri, Banser, Pemuda Muhammadiyah, mahasiswa UMC, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, seniman dan budayawan, komunitas ojek online, komunitas Motor Tiger Kabupaten Cirebon, aliansi buruh, gabungan Kuwu, kelompok tani, serta Pramuka Saka Bhayangkara. Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan penandatanganan dan deklarasi kebangsaan sebagai bentuk komitmen seluruh elemen untuk menjaga persatuan dan kesatuan, memperkuat sinergitas, serta mewujudkan Kabupaten Cirebon yang aman, damai dan kondusif. Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama mengatakan, Apel Kebangsaan tersebut merupakan gagasan Kapolda Jawa Barat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Jawa Barat. “Apel Kebangsaan ini merupakan ide dari Bapak Kapolda Jawa Barat dan dilaksanakan serentak pada sore ini di seluruh Jawa Barat. Bapak Kapolda Jawa Barat memberikan jargon atau tagline yaitu Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat,” ujar Kombes Pol. Imara Utama. Ia menegaskan, keamanan dan kenyamanan Kabupaten Cirebon merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat. “Kami semua di sini bersama Pak Bupati, kemudian Ibu Ketua Dewan, Pak Dandim, kemudian dari TNI lainnya, kami semua bersatu padu, berkomitmen dengan seluruh masyarakat dan elemen yang ada untuk menjaga Kabupaten Cirebon tetap aman dan merawat Kabupaten Cirebon sehingga warga Kabupaten Cirebon merasa nyaman tinggal di Kabupaten Cirebon,” jelasnya. Kapolresta menambahkan, seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. “Apel Kebangsaan ini melibatkan seluruh komponen masyarakat, baik itu dari ormas, kepemudaan, mahasiswa, kemudian juga ojek online, semuanya wajib memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat Kabupaten Cirebon ini,” tegasnya. Sementara itu, Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag., mengapresiasi pelaksanaan Apel Kebangsaan yang digelar Polresta Cirebon. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kebersamaan seluruh unsur dalam menjaga keamanan Kabupaten Cirebon. “Kami sebagai Pemerintah Kabupaten Cirebon dan masyarakat Kabupaten Cirebon mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Kapolresta, Pak Imara, yang telah mengadakan kegiatan Apel Kebangsaan ini. Mudah-mudahan Cirebon aman,” ujar Imron. Bupati juga mengajak generasi muda dan seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, kesatuan dan toleransi. “Kami berharap kepada anak-anak muda dan masyarakat Kabupaten Cirebon, jaga persatuan dan kesatuan, toleransinya kita jaga, rawat Kabupaten Cirebon,” katanya. Ia menambahkan, semangat merawat kebersamaan merupakan bagian penting dari nilai sejarah Cirebon. “Cirebon ini adalah dulu yang digagas oleh Sunan Syekh Syarif Hidayatullah, yaitu merawat dan memelihara kebersamaan untuk pembangunan Kabupaten Cirebon,” ungkapnya. Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., mengatakan bahwa Apel Kebangsaan memiliki makna penting dalam memperkuat sinergitas seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat. “Makna dari Apel Kebangsaan ini adalah kita selalu bersinergi antara seluruh unsur Forkopimda dan juga seluruh elemen masyarakat. Mudah-mudahan kita bisa bersatu padu untuk menjaga dan merawat Kabupaten Cirebon,” ujarnya. Selain itu, dalam Apel Kebangsaan disampaikan pula pernyataan kebangsaan oleh Kapolresta Cirebon, Bupati Cirebon dan Dandim 0620 Kabupaten Cirebon. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keamanan, persatuan dan kesatuan serta memperkuat sinergitas antara pemerintah, TNI-Polri dan seluruh komponen masyarakat. Kapolresta Cirebon menyatakan komitmen Polresta Cirebon untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengedepankan pelayanan, perlindungan, penegakan hukum dan pencegahan gangguan kamtibmas. Bupati Cirebon menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung Polri dalam memelihara kamtibmas melalui pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Dandim 0620 Kabupaten Cirebon menyatakan komitmennya mendukung Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai tugas dan fungsi serta ketentuan peraturan perundang-undangan. Apel Kebangsaan tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting Polda Jawa Barat dan diikuti seluruh Polres jajaran Polda Jawa Barat sebagai bentuk komitmen bersama menjaga persatuan, keamanan dan kondusivitas wilayah Jawa Barat. Kapolresta Cirebon berharap semangat “Jaga Rawat Jawa Barat” dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui toleransi, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan. “Dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, mari kita jaga dan rawat Kabupaten Cirebon agar tetap aman, damai, tertib dan kondusif,” pungkasnya. (Asep Rusliman)

Bandung, Bidik-kasusnews.com                Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., melaksanakan kunjungan kerja ke Situ Cisanti Sektor 1 Citarum Harum, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jumat (14/8/2026). Kunjungan tersebut bertujuan meninjau pelaksanaan program Citarum Harum sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber mata air Sungai Citarum. Dalam kegiatan tersebut, Pangdam melaksanakan penebaran benih ikan dan eco enzyme, penanaman pohon Kidamar di KM 0 Citarum, mengunjungi petilasan Prabu Siliwangi, melaksanakan salat Duha, serta menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat setempat. Pangdam III/Siliwangi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. “Mari kita jaga alam, karena alam akan menjaga kita. Jangan merusak alam,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan limbah ternak agar tidak dibuang langsung ke sungai, tetapi diolah sehingga dapat memberikan manfaat. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.56–09.48 WIB tersebut dihadiri sekitar 400 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, Satgas Citarum Harum, pelajar, tokoh masyarakat, dan warga. Turut hadir dari unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Provinsi Jawa Barat, serta pejabat terkait dari Pemerintah Kabupaten Bandung, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung dan jajaran perangkat daerah terkait, Hadir pula unsur instansi terkait, mitra swasta, dan komunitas lingkungan. Kunjungan ini menjadi momentum memperkuat sinergi TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan sumber mata air Sungai Citarum. (Agus)

Pandeglang, Bidik-kasusnews.com          Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., memimpin upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim 0601/Pandeglang yang digelar di Alun-Alun Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Kamis (13/8/2026). TMMD yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 tersebut melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat dalam rangka mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga pelaksanaan TMMD dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan tepat waktu. Ia menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud pengabdian TNI melalui kegiatan pembangunan fisik dan nonfisik yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, serta kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan TMMD Ke-129 juga mendukung lima program unggulan TNI AD, yaitu Ketahanan Pangan, TNI Manunggal Air, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan MCK, percepatan penurunan stunting, serta program Bersatu dengan Alam. Rangkaian penutupan ditandai dengan pembacaan laporan hasil TMMD, penandatanganan naskah hasil program, penyerahan hasil kegiatan dari Dandim 0601/Pandeglang kepada Bupati Pandeglang, penanggalan tanda peserta, serta pernyataan resmi penutupan TMMD. Kegiatan tersebut turut dihadiri Danrem 064/MY Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M., Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P., Bupati Pandeglang Hj. RD. Dewi Setiani, S.Sos., M.A., unsur Forkopimda, TNI-Polri, serta perwakilan instansi dan organisasi kemasyarakatan. Dengan berakhirnya TMMD Ke-129, keberlanjutan serta pemeliharaan hasil program menjadi tanggung jawab bersama sebagai upaya mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pandeglang. ( Agus ) Sumber: Pendam III/Siliwangi

KUNINGAN.-Bidik-kasusnews.com,.Sebuah gelora semangat kebersamaan kembali menyala di kaki Gunung Ciremai. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Imbangan ke-129 Tahun 2026 resmi diluncurkan di Desa Gunung Manik, Kecamatan Ciniru, pada Kamis (13/8/2026). Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, ajang ini menjadi panggung utama bagi bukti nyata sinergi solid antara jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Kuningan, dan masyarakat dalam wujud gotong royong yang tulus. Acara pembukaan yang berlangsung khidmat di Aula Desa Gunung Manik itu dihadiri oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., beserta unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, Kejaksaan Negeri, hingga perwakilan Muspika Ciniru dan Hantara. Kehadiran lengkap para pimpinan daerah dan instansi terkait menegaskan bahwa pembangunan di Kuningan adalah tanggung jawab kolektif yang dijalankan dengan penuh kebanggaan. Membuka Gerbang Potensi Wisata dan Ekonomi Kepala Desa Gunung Manik, Jauhari Hariyanto, menyambut hangat program ini dengan rasa syukur dan optimisme tinggi. Baginya, TMMD bukan hanya soal aspal dan beton, melainkan kunci pembuka isolasi menuju potensi emas desanya. “Infrastruktur yang dibangun melalui TMMD memiliki arti strategis. Kami membuka akses menuju tiga destinasi wisata alam unggulan: Curug Payung, Curug Sama, dan Bumi Perkemahan Ciputri,” ujar Jauhari dengan antusias. Selain keindahan alam, Desa Gunung Manik juga menyimpan jejak sejarah perjuangan yang heroik melalui Gua Lempong Selamet, tempat persembunyian pejuang Kuningan Selatan selama 17 tahun. Dengan adanya akses yang lebih baik melalui TMMD, nilai sejarah dan pariwisata religi desa ini diharapkan semakin dikenal luas, membawa berkah ekonomi bagi warga setempat. Fisik Terbangun, Mentalitas Kebersamaan Diperkuat Pelaksana Tugas Kasdim 0615/Kuningan, Kapten Kav Suharto, yang mewakili Dandim, menjelaskan bahwa selama 30 hari ke depan (13 Agustus – 13 September 2026), prajurit TNI akan bahu-membahu dengan warga menyelesaikan sasaran fisik utama: pembangunan jalan rabat beton sepanjang 820 meter dengan lebar 2,5 meter, serta talud penahan tanah sepanjang 30 meter. Jalan ini akan menjadi nadi baru penghubung lahan perkebunan warga dan jalur utama menuju wisata Curug Payung. Namun, menurut Kapten Suharto, nilai terbesar dari TMMD terletak pada ikatan kemanunggalan. “Nilai utama yang hendak ditumbuhkembangkan adalah ikatan batin antara TNI, masyarakat, dan pemerintah. Kita saling bahu-membahu, bergotong royong, dan membuktikan bahwa ketika kita kompak, tidak ada tantangan pembangunan yang tidak bisa diselesaikan,” tegasnya. Bupati: Ini Wajah Asli Kuningan yang Gotong Royong Dalam arahannya, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI Kodim 0615/Kuningan dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai kehadiran TMMD sebagai cerminan karakter asli masyarakat Kuningan yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan. “TMMD tidak semata-mata berbicara infrastruktur. Ini adalah sarana memperkuat kesadaran kita semua tentang pentingnya tanggung jawab bersama. Mari kita buktikan bahwa tugas membangun daerah bukan hanya beban pemerintah, tetapi tugas mulia kita bersama,” ucap Bupati Dian dengan nada bangga. Ia meyakini, jalan sepanjang 820 meter tersebut akan menjadi pengungkit signifikan bagi mobilitas warga dan percepatan ekonomi lokal. Dengan akses yang lancar, potensi pertanian dan pariwisata Desa Gunung Manik akan bangkit, menciptakan peluang usaha baru bagi generasi muda dan pelaku UMKM setempat. Harapan Bersama Dengan dimulainya TMMD ke-129 ini, Pemkab Kuningan menaruh harapan besar agar seluruh target tercapai tepat waktu dengan kualitas terbaik. Lebih dari itu, acara ini menjadi momen refleksi bagi seluruh elemen masyarakat Kuningan untuk terus merawat semangat kekompakan. Di bawah langit Ciniru, seragam loreng TNI berbaur dengan pakaian warga dan dinas pejabat, melukiskan pemandangan indah tentang persatuan. Sebuah pesan kuat tersirat: Kuningan Maju, karena warganya Kompak. (Asep Rusliman)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com      Setelah berlangsung selama 30 hari dengan penuh semangat, kebersamaan dan gotong royong, pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0410/Kota Bandar Lampung resmi ditutup. Upacara penutupan dilaksanakan di Lapangan Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Kamis (13/8/2026), Upacara penutupan tersebut menjadi momentum penting sekaligus penanda berakhirnya rangkaian program TMMD yang selama satu bulan menghadirkan prajurit TNI, Polri, pemerintah daerah, berbagai instansi, mahasiswa, organisasi masyarakat serta warga untuk bekerja bersama membangun wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Suasana upacara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., Asintel Kasdam XXI/RI Kolonel Inf Erwin Agung T.W.A., S.T., M.Tr.(Han), Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr.(Han), Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., serta unsur Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat. Turut hadir perwakilan Wali Kota Bandar Lampung, jajaran Kodam XXI/Radin Inten, Lanal Lampung, Lanud P.M. Bunyamin, Brigif 4 Mar/BS, Denpom, BPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, serta unsur masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Dalam pelaksanaan upacara, sebanyak 446 personel dari berbagai unsur turut ambil bagian. Mereka terdiri dari Yonif TP, Kodim 0410/KBL, Lanal Lampung, Lanud P.M. Bunyamin, Brigif 4 Mar/BS, Polresta Bandar Lampung, Satpol PP, Dishub, Damkar, BPBD, Mitra Kodim, Hipakad, FKPPI, PPM, Banser, Hansip/Linmas, mahasiswa UIN, SMAN 7 Bandar Lampung dan masyarakat. TMMD Ke-129 bukan semata-mata tentang pembangunan fisik. Di balik setiap pembangunan jalan, rumah, sarana air bersih, MCK dan fasilitas umum, terdapat semangat pengabdian untuk menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Selama pelaksanaan TMMD, personel Satgas bersama masyarakat bekerja bahu-membahu menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan. Keringat prajurit bercampur dengan semangat warga dalam suasana gotong royong yang menjadi ciri khas kemanunggalan TNI dengan rakyat. Berbagai sasaran fisik yang dilaksanakan diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari peningkatan akses dan konektivitas wilayah, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan sarana air bersih, MCK hingga fasilitas pendukung lainnya. Sementara itu, melalui sasaran nonfisik, masyarakat mendapatkan berbagai pembekalan yang berkaitan dengan kesehatan, pencegahan stunting, wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, mitigasi bencana hingga ketahanan pangan. Dengan demikian, TMMD tidak hanya meninggalkan bangunan baru, tetapi juga berupaya meninggalkan pengetahuan, kesadaran, semangat kemandirian dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menegaskan bahwa TMMD merupakan salah satu bentuk nyata Operasi Bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral sebagai wujud pengabdian TNI kepada masyarakat. TMMD menjadi sarana untuk mendorong percepatan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selama 30 hari pelaksanaan TMMD Ke-129, seluruh personel Satgas bersama pemerintah daerah dan masyarakat dinilai telah menunjukkan semangat pengabdian yang luar biasa. Dengan penuh ketulusan, seluruh unsur bekerja keras dan bergotong royong menyelesaikan program yang telah direncanakan. “Ketika TNI, pemerintah dan rakyat bergerak dalam satu tekad dan tujuan yang sama, berbagai tantangan dapat dihadapi, serta pembangunan dapat diwujudkan dengan lebih cepat, efektif dan tepat sasaran,” demikian inti pesan dalam amanat tersebut. Apresiasi dan penghargaan juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan TMMD Ke-129, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda hingga masyarakat Kelurahan Pinang Jaya. Hal yang menjadi perhatian utama dalam penutupan TMMD Ke-129 adalah keberlanjutan hasil pembangunan. Penutupan kegiatan bukan berarti berakhirnya semangat pengabdian. Sebaliknya, hasil pembangunan yang telah diwujudkan bersama harus dipelihara dan dimanfaatkan sebaik-baiknya agar memberikan manfaat dalam jangka panjang. Masyarakat diharapkan dapat menjaga berbagai fasilitas yang telah dibangun sehingga tetap dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh generasi berikutnya. Semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD juga diharapkan tidak berhenti setelah Satgas meninggalkan lokasi. Karena sesungguhnya, TMMD bukan hanya meninggalkan pembangunan fisik, tetapi juga meninggalkan semangat kebersamaan. Bagi Kodim 0410/KBL selaku pelaksana TMMD Ke-129, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama. Dandim 0410/KBL sekaligus Dansatgas TMMD Ke-129 Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., bersama jajaran Satgas dan Babinsa telah menjadi bagian dari proses panjang dalam menggerakkan kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan, tetapi juga membangun komunikasi, kepedulian dan rasa persaudaraan. Dari proses tersebut lahir sebuah pesan sederhana namun kuat: ketika TNI dan rakyat bersatu, pembangunan akan menjadi lebih kuat dan manfaatnya akan semakin luas. Dengan ditutupnya TMMD Ke-129 TA 2026, seluruh hasil kegiatan secara resmi diserahkan kepada pemerintah daerah untuk selanjutnya dimanfaatkan dan dipelihara bersama. Upacara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan tanda peserta TMMD, pembacaan doa dan penghormatan pasukan kepada Inspektur Upacara. Pada pukul 09.45 WIB, rangkaian upacara penutupan selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke sejumlah lokasi sasaran TMMD untuk melihat secara langsung hasil pembangunan yang telah dilaksanakan selama program berlangsung. TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL akhirnya sampai pada penghujung kegiatan. Namun, semangat yang dibawanya diharapkan tetap tumbuh di tengah masyarakat. (Agus)

Bandung, Bidik-kasusnews.com                Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., memimpin Tradisi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Danrindam III/Siliwangi dan sejumlah pejabat Kodam III/Siliwangi di Ruang Sudirman Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, Rabu (12/8/2026). Kegiatan berlangsung pukul 09.20–10.25 WIB dan dihadiri sekitar 150 peserta. Rangkaian kegiatan meliputi penyerahan tongkat komando, tanda jabatan dan pangkat, penyerahan Sempana Rindam III/Siliwangi, penandatanganan BAST dan Pakta Integritas, serta tradisi penerimaan dan pelepasan pejabat. Pejabat yang melaksanakan Sertijab yaitu Brigjen TNI Bagus Budi Adrianto, S.E., M.Si., M.Tr. (Han.) sebagai Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi, Brigjen TNI Nurul Yakin, S.E., M.M., M.A., M.Han. sebagai Danrindam III/Siliwangi, Brigjen TNI Robertson Ismail, S.I.P., M.Si., M.M. sebagai Irdam III/Siliwangi, Kolonel Inf Hendra Cipta, S.Sos., M.Si. sebagai Kapendam III/Siliwangi, Kolonel Ckm dr. Haikal Mufid Hamid, Sp.PD. sebagai Kakesdam III/Siliwangi, Kolonel Ctp Rujito, S.Si., M.Sc. sebagai Katopdam III/Siliwangi, Kolonel Kav Ivan Alfa, S.Sos. sebagai Kajasdam III/Siliwangi, dan Letkol Inf Dudu Badrusalam, S.Ag. sebagai Kasetumdam III/Siliwangi. Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI AD untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memberikan penyegaran dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara. Pangdam meminta pejabat baru segera beradaptasi, membangun sinergi, dan menghadirkan inovasi guna mendukung keberhasilan tugas satuan. Menghadapi tantangan lingkungan strategis, kemajuan teknologi informasi dan ancaman multidimensi, seluruh prajurit dituntut meningkatkan profesionalisme, kemampuan beradaptasi dan kecepatan bertindak. “Setiap pejabat harus membangun budaya kerja yang kolaboratif, inovatif, responsif, dan menjadi teladan melalui integritas, disiplin, serta loyalitas,” tegas Pangdam. Pangdam juga menegaskan Kodam III/Siliwangi harus mampu menjaga stabilitas keamanan Jawa Barat dan Banten serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Prajurit Siliwangi diminta memegang teguh nilai Wangsit Siliwangi berupa kejujuran, kesatria, keberanian, kecintaan kepada rakyat dan kewibawaan. Pangdam mengajak seluruh keluarga besar Kodam III/Siliwangi menjaga soliditas, kebersamaan, integritas, disiplin dan semangat pengabdian agar Kodam III/Siliwangi semakin profesional, modern, adaptif, dicintai rakyat dan menjadi kebanggaan bangsa. Kegiatan berlangsung aman dan lancar, dilanjutkan dengan acara lepas sambut dan ramah tamah. (Agus) Sumber : Pendam III/Siliwangi

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com    Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 TA 2026 Kodim 0410/KBL terus menunjukkan progres menggembirakan di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Pada Rabu (12/8/2026), Dansatgas TMMD ke-129 Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan bersama jajaran Babinsa dari seluruh Koramil Kodim 0410/KBL terus mengerahkan personel untuk menyelesaikan berbagai sasaran fisik yang telah ditentukan. Sejumlah pekerjaan bahkan telah mendekati dan mencapai tahap akhir. RTLH Ibu Nur Hayati di Jalan Bukit Pinang Jaya telah mencapai 90 persen, rabat beton Jalan Nangka 2 Gang Alpukat II sepanjang 210 meter dengan lebar 2 meter telah mencapai 100 persen, MCK-5 Jalan Nangka 1 mencapai 99 persen, tempat wudu Musala Baitul Saudah mencapai 100 persen, bedah rumah Bapak Syahrul mencapai 98 persen, serta drainase Jalan Rajawali RT 02 sepanjang 100 meter juga telah mencapai 100 persen. Di sisi lain, pembangunan RTLH Bapak Siswanto dan RTLH Bapak Hendi serta kegiatan pengecoran Jalan Nangka terus dikerjakan secara maksimal. Deretan sasaran tersebut memperlihatkan bahwa TMMD ke-129 bukan hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan perubahan yang langsung dirasakan masyarakat. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam setiap pekerjaan. Prajurit TNI dan warga berdiri bersama, bekerja bersama, serta menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan satu tujuan, yaitu menciptakan lingkungan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Kolonel Arm Roni Hermawan selaku Dansatgas TMMD ke-129 menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari persentase pekerjaan, tetapi dari sejauh mana hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL di Pinang Jaya pun menjadi gambaran nyata bahwa ketika TNI dan rakyat bersatu, pembangunan bukan sekadar program, melainkan gerakan bersama untuk menghadirkan perubahan dan menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat. (Agus)

Bandar Lampung – Bidik-kasusnews.com Kepedulian dan kesigapan aparat kewilayahan kembali terlihat saat terjadi kebakaran hebat yang melanda Gudang Frozen milik PT. Prima Food Internasional di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, Selasa malam, 11 Agustus 2026. Mendapat informasi dari Ketua RT 19, Bapak Sandi, Babinsa Kelurahan Sukaraja Koramil 410-02/TBS, Serka S. Abidin, segera bergerak menuju lokasi kejadian. Kehadiran Babinsa tidak hanya untuk memonitor perkembangan situasi, tetapi juga membantu mengamankan area, berkoordinasi dengan unsur terkait serta memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi kebakaran. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), Serka S. Abidin bersama unsur kewilayahan langsung melakukan pemantauan dan membantu mengendalikan situasi di tengah kepanikan warga. Langkah cepat tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mencegah warga mendekati lokasi yang masih diliputi kobaran api dan asap tebal. Berdasarkan keterangan awal, kebakaran diketahui oleh seorang petugas keamanan bernama Angga (23). Saat menjalankan tugas, Angga melihat adanya saklar listrik yang terbakar. Tidak lama kemudian terdengar suara api dan kobaran api dengan cepat membesar. Melihat kondisi tersebut, Angga berupaya menyelamatkan kendaraan yang berada di dalam gudang. Sebanyak tiga unit mobil Grand Max berhasil dikeluarkan dari lokasi, sementara satu unit lainnya tidak sempat diamankan sehingga ikut terbakar. Warga dan Ketua RT yang mengetahui kejadian tersebut kemudian segera menghubungi Babinsa sekaligus melaporkan kejadian kepada petugas pemadam kebakaran. Respons cepat seluruh unsur membuat armada pemadam dapat segera dikerahkan ke lokasi. Petugas pemadam kebakaran tiba sekitar 10 menit setelah menerima laporan. Sebanyak kurang lebih delapan unit mobil pemadam kebakaran dari unsur Kecamatan dan Kota Bandar Lampung diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Proses pemadaman berlangsung cukup intensif karena material yang berada di dalam gudang merupakan barang-barang yang mudah terbakar. Setelah kurang lebih satu jam dilakukan penanganan, kobaran api berhasil dikendalikan dan proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Di tengah situasi tersebut, Serka S. Abidin menunjukkan peran Babinsa sebagai aparat teritorial yang selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kondisi darurat. Bersama aparat terkait, pemerintah kecamatan dan kelurahan, Linmas, perangkat RT serta masyarakat, Babinsa membantu memastikan proses penanganan kebakaran berjalan dengan aman dan tertib. Kehadiran Babinsa di lokasi juga menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap keselamatan masyarakat. Bukan hanya menjalankan fungsi pemantauan wilayah, Babinsa turut membantu masyarakat menghadapi situasi sulit dengan mengedepankan koordinasi, kewaspadaan dan semangat gotong royong. Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar. Berdasarkan pendataan sementara, satu unit mobil Grand Max terbakar, sekitar 10 kontainer berisi ayam beku, serta sejumlah barang berupa nugget, sembako, beras, minyak dan berbagai barang lainnya mengalami kerusakan. Nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai kurang lebih Rp2 miliar, namun angka tersebut masih dalam proses pendataan dan inventarisasi lebih lanjut. Turut hadir dalam penanganan kejadian tersebut Camat Bumi Waras Budi Ardianto, S.T., M.M., Kepala Dinas Kebakaran Kota Bandar Lampung, Kapolsek Bumi Waras AKP Hasbi, S.I.K., M.H., Lurah Sukaraja Ari Oktara, S.T., Babinsa Kelurahan Sukaraja Serka S. Abidin,aparat terkait Kelurahan Sukaraja Aiptu Agus Setiawan, personel Polsek Bumi Waras, perangkat RT dan pamong Kelurahan Sukaraja, Linmas serta masyarakat sekitar Jalan Slamet Riyadi. Hingga sekitar pukul 22.15 WIB, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung dan kobaran api telah hampir sepenuhnya berhasil dipadamkan. Aparat bersama petugas terkait tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api. Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kecepatan informasi dan koordinasi antara masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah wilayah dan petugas pemadam kebakaran. Laporan masyarakat yang diterima dengan cepat memungkinkan aparat segera mendatangi lokasi dan mengerahkan unsur penanganan kebakaran. Bagi Serka S. Abidin, membantu masyarakat dalam kondisi darurat merupakan bagian dari pengabdian sebagai aparat kewilayahan. Babinsa harus selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan, terlebih dalam situasi bencana yang membutuhkan tindakan cepat dan kepedulian bersama. Kehadiran Babinsa di tengah musibah bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Saat warga menghadapi musibah, Babinsa hadir untuk membantu, menguatkan dan memastikan masyarakat tidak menghadapi keadaan tersebut sendirian. “Cepat merespons, hadir di tengah masyarakat, dan membantu hingga situasi aman merupakan bagian dari pengabdian Babinsa kepada rakyat.” (Agus)

JEMBER, Bidik-kasusnews.com                  Sebanyak 326 siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2026 resmi menyelesaikan pendidikan dan dilantik menjadi prajurit berpangkat Sersan Dua (Serda). Penutupan pendidikan tersebut dipimpin Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) V/Brawijaya Brigadir Jenderal TNI Mukhamad Albar, S.E., M.M., di Lapangan Hitam Secaba Rindam V/Brawijaya, Jember, Selasa (11/8/2026). Ratusan prajurit muda itu sebelumnya menjalani pendidikan militer sebagai tahap awal pembentukan bintara TNI AD. Setelah dinyatakan menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan, mereka kini dipersiapkan untuk melanjutkan pengabdian di satuan masing-masing. Upacara penutupan berlangsung tertib dan penuh nuansa kebanggaan. Sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Jember Dr. H. Djoko Susanto, S.H., M.H., Dan Secaba Letkol Inf Yunif Risa Putra, Danyonif 509/Balawara Yudha Kostrad, Wakapolres Jember, Danyon Tepbek, perwakilan Armed 8/Uddhata Yudha, Yonif 515/Ugra Tapa Yudha serta jajaran pejabat utama Rindam V/Brawijaya. Bintara Baru Diminta Tak Berhenti Belajar Dalam amanat Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. yang disampaikan Danrindam V/Brawijaya, para bintara yang baru dilantik diingatkan agar menjadikan belajar dan berlatih sebagai bagian dari kehidupan seorang prajurit. Pesan tersebut dinilai penting karena tugas seorang prajurit terus berkembang dan menuntut kemampuan yang semakin profesional. “Budaya belajar dan berlatih harus menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap prajurit,” demikian pesan Pangdam yang disampaikan dalam amanatnya. Para bintara baru juga diingatkan mengenai peran mereka sebagai komandan tingkat bawah. Posisi tersebut menuntut kemampuan memimpin, memberikan contoh serta membina anggota di lingkungan satuan. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan diharapkan tidak berhenti setelah upacara penutupan, tetapi terus dikembangkan melalui pengalaman dan latihan di satuan. Momentum Bersejarah bagi Prajurit dan Keluarga Pangdam V/Brawijaya melalui Danrindam juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh 326 prajurit yang telah berhasil menuntaskan pendidikan. Kelulusan tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan pengabdian para prajurit. Bukan hanya menjadi kebanggaan bagi mereka, tetapi juga bagi keluarga dan orang tua yang selama proses pendidikan memberikan dukungan. Dengan berakhirnya pendidikan, para bintara baru selanjutnya akan melaksanakan tugas di satuan masing-masing. Mereka diharapkan mampu menerapkan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai keprajuritan yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan. Penutupan Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Secaba Rindam V/Brawijaya tersebut sekaligus menjadi awal bagi para prajurit muda untuk memasuki tahapan pengabdian yang sesungguhnya. Bekal disiplin, loyalitas, profesionalisme serta semangat untuk terus belajar dan berlatih diharapkan menjadi fondasi dalam menjalankan setiap tugas demi kepentingan satuan, bangsa dan negara. (Agus)