GARUT, Bidik-kasusnews.com                                Dalam kunjungan kerja di wilayah Kodam III/Siliwangi, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meninjau sejumlah program TNI Angkatan Darat yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan lingkungan, mulai dari pemanfaatan energi _hydro micro_, penataan Situ Bagendit, hingga pengelolaan sampah, Jumat (4/9/2026). Di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Kasad meresmikan kincir air Curug Rahong yang memiliki kapasitas _hydro micro_ hingga 25.000 watt. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi contoh pemanfaatan teknologi sederhana yang dapat dikembangkan di wilayah lain dengan potensi serupa melalui kolaborasi TNI AD dan pemerintah daerah. “Di Garut kebetulan kita punya proyek _hydro micro_ itu bisa 25.000 watt, saya pikir ini akan menjadi contoh untuk di daerah-daerah lain. Kita lihat dalam perjalanannya, sehingga saya mencoba nanti di beberapa titik lagi, mudah-mudahan nanti bisa dikerjakan secara masif dan juga kita koordinasi dengan Pemda, dengan Kodim, dengan Polres,” ujar Kasad. Selain pengembangan energi, Kasad menyampaikan bahwa kebutuhan jembatan di wilayah Garut dan Tasikmalaya akan kembali didata untuk memastikan akses masyarakat yang membutuhkan dapat dipenuhi, termasuk jembatan sederhana, jembatan beton, jembatan gantung, serta penyediaan air bersih. “Mudah-mudahan bisa kita penuhi semua khususnya jembatan-jembatan sederhana, jembatan beton yang panjangnya 20 meter, dan jembatan gantung yang lebih panjang mungkin kita bisa kerjakan, dan juga kita kerjakan air bersih,” imbuh Jenderal Maruli. Dari Cisewu, Kasad meninjau perkembangan penataan Situ Bagendit melalui udara. TNI AD sebelumnya telah terlibat dalam pembersihan eceng gondok dan tanaman air yang menutupi sebagian besar permukaan situ. Penataan tersebut juga diarahkan untuk menghidupkan kembali aktivitas masyarakat, termasuk UMKM di sekitar kawasan. “Sebenarnya waktu saya datang ini udah hampir tertutup, tidak ada perahu dan sekitar 80 persen lebih tertutup (eceng gondok), kita coba bersihkan dan mulai ada warung-warung untuk menggerakan UMKM, di perjalanannya perawatan ternyata tidak mudah, ini yang akan kita evaluasi ke depannya,” jelas Kasad. Kasad kemudian meninjau insinerator (alat pembakaran sampah) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciwastra, Bandung. Terkait fasilitas tersebut, TNI AD berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengevaluasi kelayakan operasionalnya. Jika dinyatakan memenuhi persyaratan, pengoperasian akan dipercepat. Sementara, jika belum layak, akan dicari alternatif pengolahan lainnya. “Kita sudah menyampaikan kepada khususnya LH nanti, apakah ini sudah lulus untuk bisa dioperasionalkan. Kita bilang kalau ini bisa dipercepat, kalau memang sudah lulus evaluasinya, mungkin kita tingkatkan. Kalau memang tidak bisa, ya kita cari alternatif lain,” ujar Maruli. Selain itu, TNI AD bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan fasilitas pengolahan sampah menjadi solar yang ditargetkan mulai dibangun bulan ini, dengan masa pembangunan sekitar satu tahun dan kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari. Model tersebut diharapkan dapat direplikasi di daerah lain dengan kapasitas sesuai kebutuhan, termasuk insinerator berkapasitas 300 hingga 500 ton per hari. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD menghadirkan solusi yang dapat dirasakan langsung masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi, pemulihan lingkungan, dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait. (Agus)

BANDUNG, Bidik-kasusnews.com                    Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam kunjungan kerja di wilayah Kodam III/Siliwangi, Jumat (4/9/2026). Kunjungan tersebut mendatangi sejumlah lokasi di Kabupaten Garut dan Kota Bandung, mulai dari peresmian Kincir Air Curug Rahong, kunjungan ke pondok pesantren dan Situ Bagendit, hingga peninjauan ketahanan pangan serta satuan kewilayahan TNI AD. Kegiatan diawali dengan kedatangan Kasad beserta rombongan di Lapangan Bola Pamalayan, Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, sekitar pukul 08.37 WIB. Dari lokasi tersebut, Kasad didampingi Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Dr. Agus Bhakti, S.I.P., M.I.P., M.Han. menuju Kincir Air Curug Rahong untuk melaksanakan peresmian. Peresmian Kincir Air Curug Rahong menjadi salah satu agenda utama kunjungan Kasad di wilayah Garut. Pemanfaatan potensi sumber daya air tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi wilayah untuk mendukung kehidupan dan kesejahteraan warga. Usai melaksanakan kegiatan di Curug Rahong, Kasad beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Raudatul Jihad Alkoeri, Cisewu. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kembali ke Lapangan Bola Pamalayan untuk menuju Lapangan Sepak Bola Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler dengan menggunakan pesawat Helikopter. Dari Rancabango, Kasad beserta rombongan menuju Situ Bagendit, Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Kasad untuk melihat secara langsung potensi wilayah dan aktivitas masyarakat di salah satu kawasan strategis Kabupaten Garut. Setelah seluruh rangkaian kegiatan di Kabupaten Garut selesai, Kasad beserta rombongan bertolak menuju Kota Bandung menggunakan helikopter. Rombongan mendarat di Helipad Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Gedebage, sekitar pukul 14.40 WIB. Di Kota Bandung, Kasad didampingi Pangdam III/Siliwangi melanjutkan kunjungan ke TPS Pasar Ciwastra Mekarjaya, Kecamatan Rancasari. Agenda tersebut menjadi bagian dari peninjauan terhadap aktivitas ketahanan pangan dan distribusi kebutuhan masyarakat di wilayah. Selanjutnya, Kasad mengunjungi Koramil 1809/BRG di Jalan Ciwastra, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Rancasari. Dalam kunjungan tersebut, Kasad melihat secara langsung kondisi satuan kewilayahan sekaligus pelaksanaan tugas prajurit dalam menjalankan fungsi pembinaan teritorial dan membangun komunikasi dengan masyarakat. Kehadiran Kasad di sejumlah titik tersebut menunjukkan perhatian pimpinan TNI Angkatan Darat terhadap pelaksanaan tugas satuan jajaran di daerah, sekaligus terhadap berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Pangdam III/Siliwangi dalam kesempatan tersebut terus mendampingi seluruh rangkaian agenda Kasad, mulai dari Kabupaten Garut hingga Kota Bandung. Pendampingan tersebut sekaligus memperkuat sinergitas antara pimpinan satuan di tingkat pusat dan jajaran kewilayahan dalam memastikan pelaksanaan tugas TNI AD berjalan optimal. Setelah seluruh agenda kunjungan selesai, Kasad beserta rombongan kembali ke Mapolda Jawa Barat. Pada pukul 17.03 WIB, rombongan kemudian bertolak menuju Jakarta.(Red) Sumber : Pendam III/Siliwangi

LAMPUNG TIMUR, BIDIK-KASUSNEWS.COM      Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Dikreg LXVIII memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di wilayah terdampak Karhutla di Provinsi Lampung. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pendidikan yang mengasah kemampuan Pasis dalam memahami persoalan nyata di lapangan sekaligus merumuskan solusi bagi masyarakat. Kegiatan yang dipimpin Kolonel Inf. Hasroel Tamin tersebut melibatkan 14 Pasis Seskoad dan berlangsung selama 10 hari mulai 28 Agustus hingga 6 September 2026. KKL dilaksanakan di tiga provinsi terdampak Karhutla, yakni Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung. Khusus Lampung, kegiatan menyasar lima wilayah, yaitu Kota Metro, Lampung Timur, Lampung Barat, Way Kanan, dan Tanggamus. Di Lampung Timur, Pasis melaksanakan KKL Wilayah Pertahanan (Wilhan) di Kodim 0429/Lampung Timur selama lima hari. Selain mengumpulkan data lapangan, Pasis turun langsung memberikan edukasi dan berdiskusi dengan masyarakat di wilayah Koramil 429-05/Sukadana dan Desa Rantau Jaya Udik 2. Pasis juga berdialog dengan tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta komunitas guna menggali kondisi dan kebutuhan masyarakat dalam menghadapi Karhutla. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, Karhutla telah terjadi di Desa Braja Harjo Sari, Braja Kencana, Rantau Jaya, Karanganyar, Toto Projo, Rantau Jaya Udik, Tambah Dadi, dan Labuhan Ratu, dengan total luasan terdampak mencapai 1.721,23 hektare. Kondisi tersebut menjadi bahan penting bagi Pasis untuk menganalisis karakteristik ancaman dan kebutuhan penanganan Karhutla di wilayah Lampung Timur. Dari interaksi langsung dengan masyarakat, muncul masukan bahwa penanganan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan penyuluhan. Masyarakat membutuhkan aksi nyata dan kesiapan sarana pemadaman. Kepala Desa Toto Projo mengusulkan agar lokasi yang sering terjadi kebakaran dilengkapi sumur bor dan selang, sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat dan efektif ketika terjadi kebakaran. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan analisis para Pasis dalam menyusun rekomendasi penanganan Karhutla yang lebih aplikatif. Dengan turun langsung ke lapangan, Pasis tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga melihat kondisi faktual, mendengar kebutuhan masyarakat, serta mengidentifikasi solusi yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Kehadiran Pasis juga mendapat apresiasi dari masyarakat, komunitas, dan Forkopimda Lampung Timur. Apresiasi diberikan karena para Pasis dinilai tidak hanya melaksanakan tugas pendidikan, tetapi turut berinteraksi dan bekerja bersama masyarakat. Di sela kegiatan, Pasis bahkan terlibat dalam aksi sosial membersihkan tempat ibadah dan masjid bersama warga sebagai wujud umat yang berketuhanan serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat Untuk memperkuat pemahaman terhadap pola penanganan Karhutla, Pasis Seskoad juga melakukan audiensi dan koordinasi dengan BPBD, Polres Lampung Timur, serta Bupati Lampung Timur. Selain KKL Wilhan, Pasis melaksanakan KKL Pembinaan Satuan (Binsat) di Yonif TP 943/DPC selama lima hari, yang juga diisi dengan penyuluhan dan diskusi bersama masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Way Kambas. Kegiatan KKL tersebut menempatkan Pasis Seskoad sebagai calon pemimpin TNI AD yang dituntut mampu memahami persoalan secara menyeluruh, membangun komunikasi lintas sektor, menganalisis kondisi wilayah, serta merumuskan pemecahan masalah. Data, masukan, dan pengalaman yang diperoleh dari lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan kepemimpinan dan pengambilan keputusan para Pasis. Melalui KKL ini, pendidikan Seskoad diarahkan tidak hanya menghasilkan perwira yang kuat secara teori, tetapi juga mampu turun langsung, mendengar persoalan rakyat, dan menghadirkan solusi nyata. Kolaborasi Pasis Seskoad bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, komunitas, tokoh masyarakat, dan warga diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan serta membangun upaya pencegahan dan penanganan Karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com            Dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan membangun kesadaran bela negara di kalangan generasi muda, Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., memberikan materi pembinaan kepada mahasiswa baru STIKES Adila Bandar Lampung, Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Soekarno Hatta Nomor 110, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, ini merupakan bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STIKES Adila Tahun 2026. Kehadiran Dandim 0410/KBL disambut antusias oleh civitas akademika kampus tersebut. Dalam penyampaian materinya, Kolonel Arm Roni Hermawan mengupas tuntas tiga pilar utama, yaitu Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, Jati Diri Bangsa, serta Pembinaan Kesadaran Bela Negara. Beliau menekankan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kesadaran bela negara tidak selalu berarti angkat senjata. Bagi mahasiswa, bentuk bela negara dapat diwujudkan melalui prestasi akademik, pengabdian kepada masyarakat, serta menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Dandim di hadapan para peserta PKKMB. Kegiatan yang dipantau langsung oleh Babinsa Kelurahan Rajabasa, Pelda Merwansyah dari Koramil 410-06/KDT, berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Selain Dandim, turut hadir dalam acara tersebut Ketua Yayasan Rifky Assofani, S.H., M.H., Ketua STIKES Adila Samsopyan, S.ST., S.K.M., dan Ketua Senat STIKES Adila, Sutriningsih, S.ST., M.Keb. Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua STIKES Adila sebelum puncak acara penyampaian materi dari Dandim 0410/KBL. Kehadiran Dandim diharapkan mampu menjadi motivasi bagi mahasiswa baru untuk lebih mencintai tanah air dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com        Dalam rangka mempererat kepedulian sosial dan menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat, Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., bersama Babinsa jajaran Kodim 0410/KBL melaksanakan pengamanan sekaligus kegiatan pembagian sembako dalam rangka tradisi Cioko di Vihara Amurwa Bhumi Graha, Jalan Ikan Bawal, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Selasa (1/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut turut dihadiri Pangdam XXI/RI Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si.(Han), Suhu Riky, Letjen TNI (Purn.) Waris, serta Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan. Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Kelurahan Pesawahan Serma Wardiono bersama anggota Kodim 0410/KBL turut membantu pengamanan dan kelancaran pembagian paket sembako kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Tradisi Cioko merupakan kegiatan tahunan masyarakat Tionghoa yang menjadi momentum berbagi kepada sesama. Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat menjadi wujud nyata kepedulian serta komitmen Kodim 0410/KBL dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan harmonis di wilayah binaan. Dandim 0410/KBL menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti pembagian sembako merupakan bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com        Babinsa jajaran Koramil Kodim 0410/KBL turut berpartisipasi dalam kegiatan Karnaval Tapis yang menjadi rangkaian Festival Krakatau XXXV Tahun 2026, Minggu (30/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Bundaran Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, tersebut diikuti sekitar 6.000 peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung. Kehadiran kontingen Kodim 0410/KBL menjadi wujud nyata dukungan TNI AD dalam melestarikan budaya daerah sekaligus menyukseskan agenda budaya dan pariwisata Provinsi Lampung. Karnaval Tapis turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal beserta jajaran, para kepala daerah, tokoh adat Lampung, serta ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan kemeriahan kegiatan. Partisipasi Babinsa jajaran Koramil Kodim 0410/KBL dalam karnaval tersebut mencerminkan kedekatan TNI dengan masyarakat serta komitmen dalam mendukung pelestarian nilai-nilai budaya, mempererat persatuan, dan mendorong kemajuan pariwisata daerah. Seluruh rangkaian kegiatan Karnaval Tapis Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 berlangsung meriah, tertib, aman, dan lancar hingga selesai. (Agus)

Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Sebanyak 52 pelajar mengikuti pembukaan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Semester II Tahun 2026 yang digelar Kodim 0615/Kuningan di Makodim 0615/Kuningan, Sabtu (29/8/2026). Bukan sekadar kegiatan seremonial, pembukaan KKRI tersebut menjadi langkah awal untuk menempa generasi muda agar memiliki disiplin, karakter kebangsaan, jiwa kepemimpinan, serta semangat nasionalisme yang kuat di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis. Upacara pembukaan dipimpin Kasdim 0615/Kuningan Mayor Inf Syaefudin yang mewakili Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung. Kegiatan turut dihadiri para pelatih, pembina, panitia, serta seluruh peserta KKRI. Dalam amanat Dandim yang dibacakan Kasdim, ditegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus globalisasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan generasi muda. Kemajuan tersebut memberikan banyak peluang, mulai dari kemudahan memperoleh informasi, berkomunikasi hingga mengakses ilmu pengetahuan. Namun, di balik berbagai kemudahan itu, terdapat tantangan untuk memastikan generasi muda tetap memiliki karakter kuat dan tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. “Kadet bukan sekadar pelajar yang memakai seragam kebesaran, tetapi merupakan simbol disiplin, tanggung jawab, dan pengabdian tanpa pamrih,” pesan Dandim. Menurutnya, seorang kadet diharapkan mampu menjadi teladan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kemajuan pola pikir harus berjalan seiring dengan kokohnya identitas kebangsaan. Pembinaan KKRI Semester II Tahun 2026 mengusung tema, “Melalui Kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia TA 2026, Kita Satukan Tekad dan Semangat Juang Guna Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Rangka Menjaga Ruang Alat dan Kondisi Juang yang Tangguh.” Tema tersebut menjadi landasan pembinaan yang diarahkan untuk membangun generasi muda yang tidak hanya memiliki ketangguhan fisik, tetapi juga kekuatan mental, integritas, kedisiplinan, dan karakter kebangsaan. Selama mengikuti pembinaan, para peserta akan mendapatkan berbagai materi, di antaranya Survival, Pionir, Search and Rescue (SAR), Peraturan Baris-Berbaris (PBB), serta Peraturan Penghormatan Militer (PPM). Berbagai materi tersebut menjadi sarana pembelajaran untuk menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan menghadapi tantangan. Lebih dari sekadar pelatihan, KKRI diharapkan menjadi ruang pembentukan karakter bagi para pelajar. Dari proses tersebut, mereka dipersiapkan menjadi generasi yang memiliki wawasan kebangsaan, berjiwa Pancasila, mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus mampu menghadapi tantangan masa depan. Kodim 0615/Kuningan berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pembinaan dengan penuh kesungguhan. Setiap materi dan pengalaman yang diperoleh diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, KKRI tidak hanya melahirkan pelajar yang lebih disiplin, tetapi juga generasi muda yang memiliki karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta semangat untuk berkontribusi dalam menjaga persatuan dan membangun bangsa Indonesia. (Asep Rusliman)

OKU, Bidik-kasusnews.com                              Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa TNI harus hadir dan menjadi solusi atas kesulitan yang dihadapi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat meninjau Jembatan Gantung Garuda yang dibangun TNI AD bersama masyarakat di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2026). “TNI harus menjadi solusi, harus hadir di tengah kesulitan rakyat, dan harus menjadi garda terdepan dalam membantu menyejahterakan masyarakat,” tegas Kasad. Menurut Kasad, pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran TNI AD dalam membantu masyarakat sekaligus bagian dari inisiatif Presiden RI dan Panglima TNI. Jembatan tersebut diharapkan membuka akses warga dan memperlancar aktivitas sehari-hari, termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Kasad mengapresiasi hasil pembangunan jembatan yang dinilainya rapi dan kuat. Ia juga menilai keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menunjukkan kuatnya semangat gotong royong sekaligus tingginya kebutuhan warga terhadap akses tersebut. “Kami sudah melihat langsung hasil karya TNI AD bersama rakyat dalam membangun Jembatan Gantung Garuda. Jembatan ini adalah bukti nyata bahwa TNI hadir dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekitarnya,” ujar Kasad. “Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa fasilitas ini memang sangat dibutuhkan dan memberikan manfaat langsung. Jembatan ini merupakan akses vital yang telah lama dinantikan warga Desa Pusar dan sekitarnya,” imbuhnya. Dalam kesempatan tersebut, Kasad juga menyampaikan capaian pembangunan infrastruktur TNI dalam satu tahun terakhir. “Dalam kurun waktu satu tahun, TNI telah membangun sekitar 5.000 jembatan gantung dan 5.000 sumur bor di berbagai wilayah. Selain jembatan gantung, kita juga mengerjakan jembatan beton, jembatan Bailey, dan jembatan Armco,” ungkapnya. Selain meninjau jembatan, Kasad menyerahkan 1.000 boks sembako kepada masyarakat Desa Pusar dan sekitarnya. Ia juga mengajak warga bersama-sama menjaga dan merawat Jembatan Gantung Garuda agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Kepada prajurit TNI AD di wilayah Kodam II/Sriwijaya, Kasad berpesan untuk terus memberikan pengabdian terbaik dan terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (Red)

Maluku, Bidik-kasusnews.com  Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., meresmikan delapan unit jembatan penghubung antar desa yang dibangun melalui Program Karya Bakti (Karbak) Skala Besar TNI AD Tahun 2026 di Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan, Maluku, Selasa (25/8/2026). Peresmian dipusatkan di Jembatan Garuda Kali Walumnako, Desa Waeflan, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru. Kegiatan ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Pangdam XV/Pattimura, didampingi Dandim 1506/Namlea Letkol Inf. Heribertus Purwanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Buru Azis Tomia, serta sejumlah pejabat Kodam XV/Pattimura. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XV/Pattimura menjelaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari program pembangunan TNI AD yang dilaksanakan di wilayah Kodam XV/Pattimura, mencakup Maluku dan Maluku Utara. “Ini adalah satu dari 55 jembatan yang dibuat oleh TNI AD di Kodam XV/Pattimura. Kegiatan pembangunan jembatan ini merupakan program dari Presiden RI Bapak Prabowo Subianto melalui perintah Bapak KSAD. Alhamdulillah semuanya sudah selesai dan saya langsung melihat secara fisik,” ujar Pangdam. Pembangunan jembatan tersebut bertujuan meningkatkan konektivitas dan mempermudah mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses transportasi. Pangdam menyebutkan, sebelum adanya jembatan, perjalanan masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lainnya dapat memakan waktu hingga lima jam. Setelah jembatan tersedia, waktu tempuh dapat dipangkas menjadi sekitar satu jam. Menurut Pangdam, keberadaan jembatan diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan akses pendidikan di Desa Waeflan dan wilayah sekitarnya. Sebanyak delapan jembatan yang telah selesai dibangun tersebar di Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan. Di Kabupaten Buru, pembangunan dilakukan di dua titik di Desa Waeleman, serta masing-masing satu titik di Desa Waeflan, Desa Wabloy, Desa Kaki Air, dan Desa Namlea Ilath. Sementara itu, di Kabupaten Buru Selatan, jembatan dibangun masing-masing satu unit di Desa Hote dan Desa Wailikut. Seluruh pembangunan dilaksanakan oleh personel Kodim 1506/Namlea dan Yonif TP 821/Satria Bupolo bersama Pemerintah Daerah dan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan berada di bawah Satgas Karya Bakti Skala Besar TNI AD Tahun 2026 yang dikomandoi Dandim 1506/Namlea. Selain pembangunan jembatan, Satgas Karbak Skala Besar TNI AD juga melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan dan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi perbaikan dan rehabilitasi fasilitas sekolah, pembangunan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan sumur bor dan MCK, rehabilitasi jalan, renovasi rumah ibadah, serta pemeriksaan kesehatan masyarakat. Program Karya Bakti Skala Besar TNI AD Tahun 2026 merupakan salah satu program kerja unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Melalui program ini, TNI AD turut mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau. Pangdam XV/Pattimura juga mengimbau masyarakat untuk menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun serta menggunakannya dengan sebaik-baiknya agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat TNI setempat apabila ditemukan kendala atau kerusakan pada jembatan. Pangdam menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat, pemerintah daerah, perangkat desa, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Program Karbak Skala Besar TNI AD di Pulau Buru. Menurutnya, dukungan dan semangat gotong royong seluruh pihak menjadi salah satu faktor penting sehingga pembangunan dapat diselesaikan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. “Terima kasih kepada masyarakat, perangkat desa dan pemerintah daerah yang telah mendukung kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan program unggulan Bapak KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak,” pungkas Pangdam. Dengan rampungnya pembangunan delapan jembatan tersebut, akses antar desa di Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan diharapkan semakin terbuka. Keberadaan jembatan juga diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, meningkatkan akses pendidikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (Agus)

BANDUNG, Bidik-kasusnews.com                      Kodim 0618/Kota Bandung melaksanakan kegiatan tradisi dan serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Kodim 0618/Kota Bandung dari Kolonel Inf Robil Syaifullah, S.I.P. kepada Letkol Inf Albert Frantesca, M.Han, Kegiatan tersebut dipimpin oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., bertempat di Ruang Soedirman Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 45 orang tersebut dihadiri Pangdam III/Siliwangi beserta ibu, Kasdam III/Siliwangi, Irdam III/Siliwangi, Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi, para Asisten Kasdam III/Siliwangi, Danrindam III/Siliwangi, para Dansat dan Kabalak jajaran Kodam III/Siliwangi, para Perwira Liaison Officer TNI AL dan TNI AU, Dandeninteldam III/Siliwangi, serta Ketua Persit KCK Daerah III/Siliwangi beserta pengurus. Dalam sambutannya, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E. M.M., menyampaikan bahwa Kota Bandung memiliki posisi strategis sebagai ibu kota Jawa Barat sekaligus pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan keberagaman masyarakat. Oleh karena itu, Kodim 0618/Kota Bandung memiliki peran penting dalam pembinaan teritorial, menjaga stabilitas keamanan, serta mempererat hubungan TNI dengan masyarakat. Pangdam memberikan apresiasi kepada Kolonel Inf Robil Syaifullah atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya selama memimpin Kodim 0618/Kota Bandung, Menurutnya, selama menjalankan tugas, Kolonel Inf Robil Syaifullah telah memperkuat sinergitas dengan Pemerintah Kota Bandung, Polrestabes Bandung, serta berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan komunitas. Upaya tersebut turut diwujudkan melalui semangat “Bandung Rumah Kita Bersama”, sekaligus memperkuat kehadiran TNI di tengah masyarakat dan menjaga kondusivitas wilayah. “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya saya sampaikan kepada Kolonel Inf Robil atas segala pengabdian, loyalitas, dan prestasi yang telah ditorehkan,” ujar Pangdam III/Siliwangi. Kepada pejabat baru, Letkol Inf Albert Frantesca, M.Han., Pangdam menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas. Ia berharap pejabat baru dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dengan membawa energi baru bagi kemajuan Kodim 0618/Kota Bandung. “Saya percaya Letkol Inf Albert Frantesca akan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan ini dengan lebih baik, membawa energi baru untuk kemajuan Kodim 0618/Kota Bandung,” ungkapnya. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, penayangan profil pejabat baru, perkenalan pejabat baru, penayangan selayang pandang pejabat lama, penyampaian pesan dan kesan pejabat lama, serta sambutan Pangdam III/Siliwangi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan dan cinderamata kepada pejabat lama serta pembacaan doa. Usai acara sertijab, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 10.40 WIB. (Red)