CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP/LPK) Grand Wisata kembali menunjukkan konsistensinya dalam menyalurkan lulusan ke dunia kerja internasional melalui jalur resmi sesuai ketentuan pemerintah. Direktur LKP/LPK Grand Wisata, Ali Wardana, menyampaikan bahwa program penempatan kerja ke luar negeri ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan sebelumnya. Para peserta yang diberangkatkan merupakan siswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan, baik teknis maupun administratif. “Alhamdulillah, beberapa hari lalu alumni kami kembali diberangkatkan untuk berkarier di industri perhotelan di Turki. Ini melalui jalur resmi yang difasilitasi lembaga,” ujarnya, Sabtu (12/04). Dalam pemberangkatan kali ini, terdapat lima alumni yang berangkat secara bertahap. Tiga di antaranya telah lebih dulu berangkat pada 5 April 2026, yakni M. Zulkarnaen asal Bekasi, Iswara Mutiara Rasa asal Majalengka, serta Dafa Riskie Arkaan asal Purwokerto. Sementara dua lainnya, Abdi Syahguna asal Bekasi dan Nurwindi asal Majalengka, menyusul pada 6 April 2026. Kelima alumni tersebut merupakan lulusan pelatihan akhir tahun 2025. Mereka ditempatkan di sejumlah hotel internasional di Turki, menjadi bukti bahwa lulusan Grand Wisata mampu bersaing dan dipercaya oleh industri global. Ali Wardana menegaskan, capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi alumni lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya dalam bidang perhotelan, penguasaan bahasa asing, serta kesiapan mental menghadapi dunia kerja internasional. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri dengan menjunjung tinggi profesionalisme, disiplin, dan etos kerja. Program ini sendiri merupakan hasil kerja sama dengan berbagai mitra industri hospitality global di Turki. Selain memberikan pengalaman kerja internasional, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia serta memperkuat citra tenaga kerja nasional di kancah global. Salah satu peserta, Nurwindi asal Majalengka, mengaku bersyukur atas kesempatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak lembaga atas bimbingan yang diberikan. “Saya akan berusaha bekerja dengan maksimal dan menjaga nama baik Indonesia. Ini kesempatan besar untuk berkembang di lingkungan internasional,” ungkapnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pemberangkatan ini menjadi bagian dari rangkaian penyaluran alumni Grand Wisata yang akan terus berlanjut seiring proses administrasi dan visa kerja yang diselesaikan secara bertahap. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Desa Cibenda bersama masyarakat menggelar aksi gotong royong membersihkan kawasan wisata Geosit Curug Puncak Manik yang berada di Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Cibenda, Ade Rizwan yang akrab disapa Hurung. Kegiatan bersih-bersih ini merupakan bagian dari penerapan program K4 yang dicanangkan Pemerintah Desa Cibenda, yakni Kebersihan, Keindahan, Ketertiban, dan Kegotongroyongan. Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih tertata sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan wisata setempat. Dalam kegiatan tersebut, Kades bersama perangkat desa dan masyarakat bergotong royong membersihkan sampah, merapikan area sekitar curug, serta memangkas rumput yang tumbuh di sepanjang jalur menuju lokasi wisata. Hurung mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar kawasan Geosit Curug Puncak Manik tetap terjaga kebersihannya sehingga memberikan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan serta keindahan kawasan wisata yang menjadi salah satu kebanggaan Desa Cibenda,” kata dia, Selasa (17/3/2026). Menurutnya, melalui kegiatan gotong royong seperti ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat semakin meningkat. Pemerintah Desa Cibenda berharap, dengan kondisi kawasan wisata yang bersih, rapi, dan tertata, Geosit Curug Puncak Manik dapat terus berkembang serta mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang berkunjung. Upaya ini sekaligus diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat ssetempat (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kawasan Pajampangan di selatan Kabupaten Sukabumi sejak lama dikenal sebagai gudangnya wisata pantai. Nama-nama seperti Ujunggenteng, Minajaya, Pangumbahan hingga Cibuaya sudah akrab di telinga wisatawan, bahkan sebagian di antaranya dikenal hingga mancanegara. Namun di balik popularitas itu, masih tersimpan destinasi yang belum banyak tersentuh, salah satunya Pantai Karanggantungan yang berada di Desa Pasiripis, Kecamatan Surade. Pantai Karanggantungan kerap dijuluki sebagai Tanah Lot-nya Sukabumi. Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Gugusan tebing karang yang mengelilingi pantai, berpadu dengan deburan ombak Samudera Hindia, menghadirkan panorama alam yang kuat dan eksotis. Suasana yang tenang membuat pantai ini cocok bagi wisatawan yang ingin bersantai, menikmati alam, hingga berburu konten fotografi dan video. Salah satu spot favorit pengunjung adalah undakan tangga bambu yang mengarah langsung ke bibir pantai, menghadirkan sudut pandang unik dari ketinggian. Camat Surade, Suryana, mengatakan akses menuju Pantai Karanggantungan dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun pengunjung diimbau ekstra hati-hati karena sebagian ruas jalan masih berupa batu dan belum beraspal. “Jika dikelola secara profesional, Pantai Karanggantungan berpotensi menyamai bahkan melampaui ketenaran pantai-pantai lain yang sudah lebih dulu dikenal,” ujarnya, Minggu (8/2/2026). Tak hanya kaya akan wisata alam, Kecamatan Surade juga memiliki kuliner khas yang telah melegenda, yakni Bakakak Hayam Surade. Ayam panggang utuh ini lazim disajikan dalam berbagai acara adat seperti pernikahan, khitanan, hingga ritual budaya. Bakakak Surade racikan Nana Juanda (57) dan Neneng Savanah (53), warga Kampung Kateu, dikenal memiliki cita rasa berbeda. Meski proses pengolahannya tergolong sederhana, racikan bumbu dan teknik pemanggangan khas membuat bakakak ini memiliki kelezatan tersendiri. Sejumlah pejabat hingga tamu dari luar daerah pernah mencicipinya, termasuk mantan Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami. Bahkan tamu dari Aceh, Kalimantan, hingga Bali disebut pernah merasakan langsung keunikan Bakakak Hayam Surade. Perpaduan pesona Pantai Karanggantungan dan kekayaan kuliner lokal ini menjadi potensi besar bagi Surade untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata alam dan budaya di selatan Sukabumi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sukabumi, Jawa Barat, terus menjadi tujuan wisata alternatif bagi warga perkotaan yang ingin melepas penat. Salah satu destinasi yang tetap diminati adalah Curug Cikaso di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, yang dikenal memiliki panorama alam eksotis dengan tiga aliran air terjun sekaligus. Curug Cikaso terdiri dari Curug Asepan, Curug Meong, dan Curug Aki. Ketiga air terjun ini berdampingan dengan ketinggian sekitar 80 meter dan lebar tebing mencapai 100 meter, menjadikannya salah satu air terjun terindah di Sukabumi. Salah seorang wisatawan, Suta Widhya, mengaku sangat menikmati kunjungannya ke Curug Cikaso. Menurutnya, keindahan alam dan suasana alami kawasan tersebut menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin berlibur dari hiruk-pikuk kota. “Kami menikmati sekali liburan di sini. Alamnya masih bagus dan suasananya menenangkan,” ujar Suta saat ditemui di lokasi, Minggu (14/12/2025) siang. Namun demikian, Suta juga menyoroti perlunya peningkatan pada aspek kebersihan dan keselamatan. Ia berharap pengelola lebih memperhatikan kondisi bebatuan di sekitar air terjun yang licin dan berpotensi membahayakan pengunjung. “Yang perlu diperbaiki adalah kebersihan lingkungan, termasuk bebatuan di bawah air terjun agar tidak licin. Kalau sampai orang jatuh, bisa mencelakai wisatawan,” tambahnya. Curug Cikaso berlokasi di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, dan dapat diakses menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum dari Kota Sukabumi. Di kawasan wisata ini tersedia fasilitas parkir, warung makan, toilet, mushola, serta aktivitas wisata seperti susur Sungai Cikaso menggunakan perahu, trekking ringan, berenang, dan berfoto. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai mematangkan persiapan menyambut momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah tersebut ditekankan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Nataru yang dibuka oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Rabu (10/12) di Pendopo Sukabumi. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, H. Ali Iskandar, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan destinasi wisata selama masa libur panjang. “Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kami mengajak seluruh pelaku pariwisata dan masyarakat untuk bersama-sama menyelenggarakan wisata yang aman, nyaman, tertib, dan berkesan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa periode libur Nataru merupakan kesempatan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata unggulan yang dimiliki Kabupaten Sukabumi. Sementara itu, Wakil Bupati H. Andreas dalam arahannya menegaskan kesiapan jalur dan titik pengamanan jelang liburan akhir tahun. “Kemarin sudah dibahas bahwa Pemkab Sukabumi siap mengamankan Nataru 2025. Lokasi-lokasi pengamanan pun telah disiapkan untuk menjamin kenyamanan masyarakat yang akan berlibur di Kabupaten Sukabumi,” jelasnya. Wabup juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, khususnya pelaku pariwisata, untuk memastikan destinasi wisata memenuhi unsur Sapta Pesona. “Harapannya, wisatawan yang menghabiskan libur Nataru di Sukabumi dapat merasakan pengalaman yang aman, nyaman, dan memberikan kesan baik,” tegasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, meninjau langsung persiapan pelaksanaan kegiatan Touring Ngabumi di Lapang Lodaya Setra, Kecamatan Surade, pada Selasa (21/10/2025). Ali menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh rencana kegiatan yang telah disusun sebelumnya berjalan sesuai harapan. “Hari ini kami berkunjung ke Kecamatan Surade untuk memastikan rencana yang sudah disusun, baik berdasarkan hasil pertemuan, data sekunder, maupun informasi dari perangkat daerah di lapangan,” ujarnya. Menurutnya, Kecamatan Surade menjadi salah satu titik penting dalam pelaksanaan Touring Ngabumi karena banyak kegiatan sosial yang akan digelar di wilayah tersebut. “Di Kecamatan Surade ini luar biasa. Akan ada kegiatan khitanan massal, santunan bagi kaum duafa dan lansia, bantuan bagi warga terdampak gagal panen, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis,” terangnya. Ali juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Surade yang turut berpartisipasi dalam menyambut kegiatan ini. “Pak Camat bersama warga bergotong royong menyiapkan jamuan khas daerah untuk para peserta dan tamu yang datang dari berbagai wilayah. Ini menjadi wujud nyata semangat Ngabumi, Nya’ah ka Warga, Bela ka Cahaya. Mudah-mudahan semua dimudahkan dan berjalan lancar,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Tersasar saat berwisata biasanya dianggap pengalaman menyulitkan. Namun, di jalur menuju Kawah Ratu, Gunung Salak, Desa Cidahu Kecamatan Cidahu, banyak wisatawan justru menemukan cerita berbeda. Salah jalan ke perkampungan warga malah membuat perjalanan mereka lebih berkesan sekaligus membawa berkah bagi masyarakat setempat. Di sebuah kampung di kaki Gunung Salak, jalan yang dulunya sepi kini ramai oleh pendatang. Wisatawan yang mengendarai sepeda motor maupun mobil kerap kebingungan ketika jalur bercabang tanpa petunjuk arah jelas. Tak sedikit yang akhirnya berhenti dan bertanya kepada warga. “Awalnya saya sempat panik karena Google Maps membawa kami ke jalan kecil, padahal niatnya mau ke Kawah Ratu. Tapi ternyata warga di sini ramah-ramah, langsung ditunjukkan jalur yang benar, bahkan ada yang menawarkan ojeg untuk mengantar,” ujar Islaeni (29), wisatawan asal Jakarta, Minggu (7/9/2025). Bagi mereka yang sudah lelah berkendara di jalan berbatu, keberadaan ojeg pegunungan menjadi penyelamat. Tarif yang terjangkau membuat banyak pendatang memilih jasa ini ketimbang memaksa mobilnya melaju di jalur terjal. “Saya merasa terbantu sekali. Sopir ojeg di sini hafal jalur, jadi perjalanan lebih cepat dan aman. Sambil jalan juga mereka banyak cerita tentang sejarah kampung dan Gunung Salak. Rasanya seperti dapat bonus pengalaman lokal,” kata Deni, wisatawan lain. Berkah “tersasar” ini juga membuka peluang ekonomi baru. Warga membuka warung kecil yang menyediakan kopi panas, teh manis, mie instan, hingga gorengan untuk wisatawan yang singgah. Ada pula yang menawarkan penitipan kendaraan sederhana. “Kalau tamu mampir, biasanya beli dulu sekadar minum. Jadi meski awalnya salah jalan, mereka tetap merasa disambut. Kami pun dapat tambahan penghasilan,” tutur Icoh (40), pemilik warung di jalur desa. Kini suasana kampung terasa lebih hidup. Anak-anak muda desa aktif menjadi pemandu dadakan, sementara orang tua mengelola warung. Dari yang awalnya hanya mengandalkan hasil kebun, kini warga punya pemasukan tambahan dari arus wisata. Pemerintah desa menyambut positif fenomena ini, meski tetap mengingatkan soal keselamatan. “Kita apresiasi kreativitas warga, tapi tetap harus menjaga aturan dan keamanan wisatawan. Ke depan, jalur desa akan diberi rambu supaya lebih tertata,” ujar seorang perangkat desa. Bagi wisatawan, salah jalan ke perkampungan bukan lagi dianggap kesialan. Justru di sanalah mereka menemukan keramahan warga, sekaligus pengalaman otentik yang sulit didapat di tempat lain. Sementara bagi masyarakat pegunungan, kehadiran para pendatang menjadi pintu rezeki baru yang menggerakkan roda ekonomi. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bintang muda dari Tanah Jampang kembali bersinar. Setelah Tessa Yasmin Sophia dinobatkan sebagai Putri Otonomi Kabupaten Sukabumi 2025, dan Siti Nurhalimah menjuarai MQKAN 2025 tingkat nasional, kini giliran Repan Agwino mencuri perhatian publik. Pemuda kelahiran Sukabumi, 7 Agustus 2000, ini terpilih sebagai Duta Pelopor Seni Budaya Jawa Barat 2025. Sosoknya dikenal penuh semangat, disiplin, dan kreatif, terutama dalam bidang seni tari yang telah digelutinya sejak lama. Saat menyambut tim penilai Pemuda Pelopor Jabar, Repan tampil memukau. Dengan balutan kostum yang dirancang khusus, ia menyuguhkan tarian khas daerah lengkap dengan senyum dan sikap percaya diri menjawab pertanyaan para juri. Kepiawaiannya di atas panggung membuatnya kerap diundang tampil di berbagai event kesenian. Sepanjang Juli 2025, ia turut memeriahkan tiga hajatan besar nelayan, masing-masing di Ujunggenteng, Ciwaru, dan Minajaya. Namun, padatnya aktivitas membuat kondisi fisiknya sempat menurun. “Maaf ya saya masih di rumah sakit, mungkin kecapean. Sepulang dari Minajaya saya langsung tumbang,” ujarnya, Jumat (25/7/2025) malam. Pemuda yang tinggal di Kampung Cisuren, Desa Jagamukti, Kecamatan Surade ini mengisi kesehariannya dengan berkreasi lewat seni tari. Baginya, kesenian bukan sekadar ekspresi budaya, melainkan sarana untuk membangun semangat pemuda di Pajampangan. “Saya ingin memotivasi remaja agar terus mengembangkan potensi dan menoreh prestasi. Selain itu, saya juga ingin ikut memajukan daerah saya tercinta ini,” pungkas Repan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peringatan Hari Nelayan ke-13 di Pantai Minajaya, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Kamis (24/7/2025), menjadi ajang syukur dan pesta rakyat nelayan. Kegiatan yang menyedot animo masyarakat itu sebagai wujud rasa syukur atas limpahan rezeki dari laut, sekaligus momentum penguatan ekonomi dan pariwisata pesisir. Asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Sukabumi, Puji Widodo, menyatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk rasa syukur dan pengungkit kesejahteraan nelayan serta UMKM lokal. “Dengan bersyukur, mudah-mudahan nelayan Minajaya makin sejahtera. Ke depan, acaranya harus lebih meriah untuk menarik wisatawan dan mendongkrak ekonomi,” ujarnya. Kegiatan tahunan kata dia diramaikan berbagai atraksi Memukau berupa parade drumband ibu-ibu nelayan, bazar murah, lomba, olahraga, upacara adat, dan hiburan rakyat. Sementara itu, Kadis Perikanan Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menilai syukuran ini strategis untuk membangkitkan semangat nelayan sekaligus menggairahkan sektor perikanan dan pariwisata. “Jumlah nelayan Minajaya ribuan, tapi sarana seperti dermaga masih minim. Kami terus perjuangkan agar dibangun sandaran perahu. Harapannya didengar Pemprov Jabar dan KKP,” katanya. Ketua Panitia Ambari menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak dan memohon maaf jika terdapat kekurangan dalam pelayanan. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Kadis Perikanan, Kabid Disbudpora Luki Mufti, unsur Forkopimcam Surade, Danposal Ujunggenteng Letda Laut Andri Kurniawan, Polsus KKP, Kades Pasiripis, pengurus HNSI, dan para tokoh masyarakat. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Seekor penyu hijau (Chelonia mydas) ditemukan dalam kondisi mati di Pantai Minajaya, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu (20/7/2025). Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis Minajaya) kepada petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) sekitar pukul 11.00 WIB. Dari hasil identifikasi, penyu tersebut berjenis kelamin betina, memiliki panjang karapas 80 cm dan lebar 60 cm, serta diperkirakan berusia sekitar 50 tahun — usia produktif bagi spesies ini. “Saat ditemukan tubuhnya sudah membengkak dan mengeluarkan bau busuk. Tidak ditemukan tanda-tanda luka luar,” ujar Ujan, petugas konservasi penyu. Meski penyebab pasti kematian belum diketahui, dugaan sementara mengarah pada faktor penyakit atau dampak polusi laut. Karena kondisi bangkai yang telah membusuk, petugas tidak melakukan nekropsi. Penguburan bangkai penyu dilakukan tak jauh dari lokasi penemuan oleh anggota Pokdarwis Minajaya, pegiat lingkungan, dan warga setempat. “Kami bersama warga langsung menguburkannya untuk mencegah pencemaran,” ungkap Dedi Kurniadi dari Pokdarwis Minajaya. Kematian penyu hijau berusia produktif ini menimbulkan kekhawatiran terkait kelestarian satwa yang dilindungi tersebut. “Sangat disayangkan. Kami mengajak semua pihak lebih peduli terhadap laut dan kehidupan penyu, termasuk menghentikan perburuan liar,” pungkas dia. (Dicky)