SUKABUMI, BIDIK-KASUSnews.com – Kebijakan tarif masuk terbaru di objek wisata Pantai Minajaya, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan publik setelah seorang wisatawan membagikan pengalaman tak menyenangkan di media sosial. Ia mengaku harus membayar Rp72.000 untuk satu mobil berisi enam orang, karena sistem tarif kini berlaku per individu, bukan lagi per kendaraan. Dalam unggahan yang viral di Facebook, wisatawan lokal itu menyayangkan kebijakan tersebut. “Biasanya cukup bayar Rp25.000 per mobil. Sekarang malah dihitung per kepala. Jadi mahal banget!” tulisnya kecewa. Pihak pemerintah daerah melalui Kepala Dinas Pariwisata Sukabumi, Sendi Apriadi, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa sistem tarif baru ini sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 15 Tahun 2023. Perda tersebut menggantikan Perda sebelumnya yang menetapkan tarif berdasarkan kendaraan. Saat ini, pengunjung dikenakan tarif Rp12.000 untuk dewasa dan Rp7.000 untuk anak-anak, termasuk asuransi jiwa. “Kami memahami keresahan masyarakat. Kami akan melakukan evaluasi bersama DPRD. Tapi perlu diketahui, perubahan tarif harus melalui proses perubahan perda,” ujarnya, Jumat (4/4/2025). Sendi juga memastikan bahwa perbaikan infrastruktur dan fasilitas di Pantai Minajaya akan menjadi prioritas dalam rencana kerja 2024–2025, apalagi mengingat kondisi pasca bencana di kawasan tersebut. Di media sosial, reaksi netizen cukup beragam. Banyak yang mendukung keluhan wisatawan, namun ada pula yang memaklumi jika tarif digunakan untuk peningkatan layanan. Kini, publik menantikan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menjawab keresahan pengunjung setia Pantai Minajaya. Agar prospek pariwisata Kabupaten Sukabumi makin baik dan tidak dirusak dengan praktik-praktik pungli yang masih kerap terjadi. (DICKY)
Sukabumi,Bidik-Kasusnews.com – Suasana Pantai Minajaya di Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi, yang awalnya adem ayem tiba-tiba dibuat riuh kala sekelompok sapi masuk area wisata yang cukup terkenal tersebut. Para wisatawan kalangkabut atas kehadiran tamu tak diundang itu. Tak sedikit dari pengunjung yang berpindah tempat untuk menghindari sapi-sapi milik warga yang dibiarkan berkeliaran di luar kandang. Tapi ada juga warga yang mengabadikan kedatangan binatang mamalia itu. Salah seorang pengunjung Dendi sapan akrabnya King mengatakan, kehadiran rombongan sapi itu peristiwa yang langka terjadi. Karena pada umumnya menjadi sebuah kebiasaan warga pemilik ternak membiarkan ternak miliknya mencari makan sendiri. “Biasanya sih hewan itu tidak sampai masuk ke area wisata meski pun dilepasbebaskan para pemiliknya. Bagi sebagian besar pengunjung agak mengganggu tapi tidak membahayakan,” ujarnya, Rabu (2/4/2025). Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pengelola pantai Minajaya dan Pokdarwis Minajaya Beach dibantu warga setempat menggiring sapi-sapi itu keluar. Meski bersusah payah, akhirnya sekelompok ternak itu berhasil dievakuasi. “Alhamdulillah, kondisi kembali pulih dan terkendali. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Semoga ke depan kejadian ini tidak terulang kembali. Bagi warga setempat ini fenomena biasa tapi bagi warga pendatang ini agak mengganggu,” tandasnya. DICKY,S