SUKABUMI-BIDIK-KASUS.NEWS.COM – Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Suara Hati Sukabumi Raya, menyalurkan bantuan sosial berupa kaki palsu bagi warga Sukabumi bahkan datang dari Bogor dan Cianjur dan Padalarang. Hal itu disampaikan Ketua LKS Sukabumi Raya, Panji saat dihubungi wartawan, Kamis (12/2/2026). “Lembaga sosial ini berafiliasi dengan Dinas Sosial untuk menjembatani kegiatan-kegiatan kemasyarakatan bersama-sama dengan orang-orang yang memiliki jiwa dan kesetiakawanan sosial,” kata Panji. Panji menambahkan, kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak 2014 lalu. Artinya lebih dari 10 tahun sudah menyalurkan ratusan pasang kaki palsu untuk masyarakat yang membutuhkan. ‘Kita bekerjasama dengan Yayasan Tuna Daksa, jika kita dapatkan kesempatan bisa dua kali dalam satu tahun saat stok kaki palsunya ada,” ujarnya. Jumlah pendaftar kata Panji ada 75 orang. Namun karena kendala teknis, yang dapat direalisasikan ada sekitar 58 orang. “Saat diukur rata-rata belum siap atau kondisinya belum pulih,” terangnya. Panji juga menyatakan, pola penyebarluasan informasi dilakukan juga oleh para penerima manfaat sebelumnya baik secara spontanitas bertemu di satu tempat atau pun informasi dari sumber-sumber lainnya. “Kita tidak akan melihat latar belakang orang itu. Pokoknya jika mereka benar-benar membutuhkan kali palsu, selama persediaan barangnya ada, InsyaAllah akan dibantu,” tandasnya. Kegiatan ini lanjut dia, tidak hanya membantu menyediakan kaki palsu saja tapi juga membuat ekosistem usaha yang bisa mereka kembangkan. “Paling tidak setelah mendapatkan bantuan ini, bisa memotivasi mereka untuk menata kembali hidup, layaknya orang normal kebanyakan,” kata dia. Perlu diketahui ujarnya, bahwa para penerima bantuan ini adalah para pelaku usaha. Dengan bantuan kaki palsu ini akan meringankan beban kehidupan yang serba problematik. “Disamping itu mereka juga akan dibekali dengan pelatihan-pelatihan kerja untuk meningkatkan keahlian mereka di bidang tertentu yang tidak kalah bersaing dengan manusia normal,” ucapnya. Masih kata Panji, pihaknya juga membuka ruang komunikasi untuk bekerjasama dengan Kementrian Sosial dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Tidak berhenti di situ, LKS juga membantu mereka dalam memasarkan produk-produk hasil kreativitas dan produktivitas yang dihasilkan dari hasil pelatihan-pelatihan yang diinisiasi oleh lembaga. Selain bergerak dibidang usaha kecil menengah para disabilitas juga diarahkan untuk menggeluti bidang olahraga seperti tenis meja dan renang. Sementara itu Pembina LKS, yang juga Manajer Hotel Augusta di Jalan Raya Cikukulu Desa Cisande Kecamatan Cicanyayan Kabupaten Sukabumi, H. Asep Suparwan menuturkan, bahwa kegiatan sosial seperti ini sudah barang tentu merupakan tuntunan bukan tontonan. “Agama Islam mengajarkan pada seluruh umat manusia untuk saling membantu dan menolong sesama. Termasuk membantu nasib saudara-saudara kita para disabilitas,” kata H. Asep. Lebih jauh dia mengatakan, dengan kaki palsu ini diharapkan mereka lebih percaya diri untuk bersaing dengan orang normal di sekelilingnya. “Kita mendorong mereka untuk lebih produktif dan menghilang kesan bahwa kaum difabel itu menjadi beban bagi negara dan masyarakat,” ujarnya. Bahkan saat ini banyak dari mereka telah menjadi orang-orang sukses dan menjadi motor penggerak ekonomi,” kata Pembina Media Online Bidikkasusnews.com itu, Seorang penerima manfaat kaki palsu Fajar, seorang pengemudi Grab mengatakan, peran dan sepak terjang difabel sepertinya tidak bisa dipandang sebelah mata. “Saya pakai kaki palsu sejak 2014. Selama itu pula saya berdikari sendiri dan tidak menggantungkan hidup dari belas kasihan orang lain,” tegasnya. (Usep)
KUNINGAN Bidik-kasusnews.com,., Tugas polisi lalu lintas (polantas) tidak melulu soal mengatur arus kendaraan di jalan raya. Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan membuktikan peran sosialnya dengan terjun langsung ke sawah, menanam jagung di lahan seluas 2 hektare di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kamis (29/1/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polres Kuningan terhadap program ketahanan pangan nasional, sekaligus wujud kepedulian Polri terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat desa. Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Pandu Renata Surya, mengatakan bahwa kehadiran polantas di tengah petani menjadi simbol bahwa Polri siap berkontribusi dalam berbagai bidang, tidak hanya penegakan hukum lalu lintas. “Polantas tidak hanya bertugas di jalan. Melalui kegiatan penanaman jagung ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri juga hadir mendukung ketahanan pangan dan membantu masyarakat, khususnya para petani,” ujar AKP Pandu Renata Surya. Menurutnya, pemanfaatan lahan pertanian seluas 2 hektare tersebut diharapkan mampu memberikan hasil yang produktif serta mendorong semangat petani dalam mengelola lahan secara berkelanjutan. “Ini bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat. Kami ingin kehadiran polisi benar-benar dirasakan manfaatnya, baik dalam aspek keamanan maupun ekonomi,” tambahnya. Kegiatan penanaman jagung ini juga disambut positif oleh warga setempat. Selain mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, kegiatan tersebut dinilai mampu menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga ketahanan pangan di daerah. Dengan turun langsung ke sawah, Satlantas Polres Kuningan menegaskan bahwa peran Polri semakin humanis dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, sejalan dengan semangat Polri Presisi. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Jumlah korban dugaan keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami pelajar dan guru di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, terus bertambah. Peristiwa tersebut terjadi sejak Rabu, 28 Januari 2026. Kepala Puskesmas Simpenan, Ade Setiawan, menyampaikan hingga Kamis pagi, 29 Januari 2026, total korban tercatat sebanyak 22 orang. Dari jumlah tersebut, enam orang dirujuk ke RSUD Palabuhanratu, satu orang menjalani observasi di Puskesmas, sementara 15 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang. “Dari 22 korban, enam dirujuk ke RSUD Palabuhanratu, satu orang diobservasi di Puskesmas, dan 15 orang sudah pulang,” ujar Ade saat dihubungi melalui sambungan telepon. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi bergerak cepat. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, H. Masykur Alawi, turun langsung ke Puskesmas Simpenan pada Rabu malam untuk memastikan penanganan di lapangan. “Malam itu juga saya langsung ke lokasi. Ketika ada laporan dari masyarakat terkait dugaan keracunan makanan dan pasien berdatangan ke Puskesmas, kami langsung melakukan triase,” jelasnya. Ia menerangkan, triase dilakukan untuk memilah dan menilai kondisi pasien berdasarkan derajat keparahan. Pasien yang masih dapat ditangani di Puskesmas mendapat perawatan langsung sesuai standar operasional prosedur. Sementara pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dirujuk ke rumah sakit setelah dilakukan stabilisasi. Pada malam kejadian, sejumlah pasien dirujuk ke RSUD Palabuhanratu. Dinas Kesehatan juga berkoordinasi langsung dengan pihak rumah sakit agar siap siaga menerima pasien rujukan. “Saya langsung berkoordinasi dengan RSUD Palabuhanratu sebagai fasilitas rujukan. Direkturnya dan jajaran manajemen kami undang ke Puskesmas untuk memastikan kesiapsiagaan,” tambahnya. Selain itu, Dinas Kesehatan menginstruksikan seluruh Puskesmas di wilayah satu untuk siaga sebagai bentuk respons cepat. Ke depan, Dinas Kesehatan akan melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. “Tim surveilans Dinas dan Puskesmas sudah saya instruksikan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap kasus ini,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dua personel Polsek Jampangkulon Aipda Hermanjaya dan Bripda Farraz mendonorkan darahya untuk membantu seorang pasien yang sudah dalam keadaan kritis. Secara kebetulan mereka berdua memiliki golongan darah sama dengan pasien tersebut. Kapolsek Jampangkulon AKP Muhlis menegaskan bahwa kegiatan donor darah yang dilakukan oleh anggota Polsek Jampangkulon merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Dia menambahkan, kehadiran polisi tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga harus mampu hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal tersebut disampaikan AKP Muhlis usai kegiatan donor darah di RSUD Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (3/1/2026). AKP Muhlis menyampaikan bahwa kebutuhan darah bagi pasien kritis sering kali bersifat mendesak dan tidak bisa menunggu lama. Dalam kondisi seperti itu, setiap tetes darah sangat berarti dan dapat menjadi penentu keselamatan nyawa seseorang. Ia menambahkan, kegiatan donor darah ini juga menjadi bentuk empati dan solidaritas Polri terhadap masyarakat. Anggota didorong untuk memiliki kepekaan sosial serta kesiapsiagaan dalam membantu sesama, tanpa memandang latar belakang siapa yang ditolong. “Ketika ada masyarakat yang sedang berjuang melawan sakit, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk saling menolong,” ujarnya. Donor darah ini ungkapnya adalah bentuk ikhtiar kecil kami, namun kami berharap bisa memberikan harapan besar bagi pasien dan keluarganya,” ujar AKP Muhlis. Semangat kemanusiaan harus terus ditanamkan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan kepedulian dan keikhlasan, kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus rasa empati. AKP Muhlis berharap, kegiatan sosial seperti donor darah dapat menjadi budaya di lingkungan Polsek Jampangkulon serta menginspirasi berbagai pihak untuk bersama-sama menumbuhkan semangat tolong-menolong demi kemanusiaan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Camat Jampangkulon, Dading, kembali menunjukkan sikap humanis dan responsif pada warga lansia. Hal itu ditunjukkan saat memantau penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kemensos sebesar Rp 900 ribu, Rabu (26/11/2025). Saat berada di lokasi, Dading melihat seorang nenek penerima bantuan yang kesulitan berjalan karena kondisi fisiknya yang sakit. Tanpa sungkan dan ragu, ia langsung menghampiri dan menggendong nenek tersebut menuju area pelayanan di Kantor Pos Jampangkulon. “Ini bukan pencitraan, tapi kondisi yang mendesak. Nenek ini sedang sakit dan tidak kuat berjalan. Saya hanya berupaya mempercepat prosesnya karena bantuan ini tidak bisa diwakilkan dan wajib foto saat penerimaan,” ujarnya. Penyaluran BLTS Kemensos senilai Rp 900 ribu ini diberikan kepada 2.359 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Jampangkulon. Distribusi dilakukan di 10 desa dan 1 kelurahan, yaitu Desa Ciparay, Mekarjaya, Karanganyar, Cikarangeusan, Bojongsari, Cikarang, Bojong Genteng, Nagraksari, Tanjung, Padajaya, serta Kelurahan Jampangkulon. Camat Dading berharap bantuan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan dasar warga. Ia memastikan, bagi KPM yang berhalangan hadir pada jadwal utama, penyaluran susulan tetap akan dilayani setelah pembagian di seluruh desa selesai. ”Saya berharap, dana tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya untuk memenangkan kebutuhan dasar warga sehari-hari,” ujarnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Baznas Kota Sukabumi, menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) kepada Yandi warga Kampung Tegalwangi Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, Jumat (22/11/2025). Jumlah bantuan sebesar Rp2 juta. Bantuan diserahkan staf lapangan BAZNAS Kota Sukabumi, Wawan Setiawan dan diterima langsung oleh Yandi selaku kepala rumah tangga. Wawan mengatakan, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian Baznas terhadap warga yang tengah dapat musibah. ”Alhamdulillah, hari ini saya bisa menyampaikan amanat ini. Mudah-mudahan bantuan bermanfaat untuk memulihkan kembali kondisi bangunan agar bisa ditempati secara layak,” kata Wawan. Sebagai lembaga terpercaya, BAZNAS sangat konsen dengan hal-hal yang bersifat kemanusiaan apalagi menyangkut hajat hidup orang banyak terutama warga yang rumahnya terkena dampak bencana beberapa waktu lalu. Sementara itu penerima bantuan, Yandi yang didampingi istri Rani menghaturkan banyak terimakasih pada BAZNAS yang telah mengulurkan bantuan berupa uang tunai untuk membantu menyelesaikan perbaikan rumahnya. “Kami sangat berterimakasih pada BAZNAS atas bantuan yang diberikan. Semoga dengan bantuan ini dapat mempercepat proses penyelesaian perbaikan rumah kami,” ujarnya. (Usep)
CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Aroma ketidakpekaan sosial kembali mencuat dari program pemberdayaan ekonomi yang sejatinya ditujukan untuk membantu masyarakat kecil. Alih-alih memberikan kenyamanan yang terjadi malah arogansi dan aksi tak simpatik. Kali ini, keluhan datang dari seorang nasabah PNM Mekar di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, yang mengaku ditekan oleh petugas penagih lantaran keterlambatan pembayaran angsuran mingguan. Kepada tim media, nasabah yang enggan disebut namanya itu menuturkan dirinya belum dapat membayar karena kondisi ekonomi keluarga yang sedang terpuruk. Suaminya, pekerja serabutan, sudah tiga bulan terakhir jarang mendapat panggilan kerja. Akibatnya, penghasilan keluarga nyaris tak ada sementara kebutuhan hidup terus merangkak naik. “Suami saya belum dapat uang, belum ada yang nyuruh kerja. Saya sudah bilang akan bayar besok kalau sudah ada uang, tapi mereka tetap datang malam-malam,” tuturnya kepada media, Sabtu (18/10/2025). Ironisnya, meski sudah memberi penjelasan, petugas penagih berinisial ELS itu tetap bersikeras menagih pembayaran. Ia bahkan menunggu di rumah nasabah hingga pukul 21.00 malam dengan alasan mengikuti “perintah atasan”. “Katanya nggak bisa, bu. Harus malam ini. Saya tunggu di rumah ibu, perintah atasan,” ujarnya sebagaimana diceritakan sang nasabah. Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan warga sekitar. Mereka menilai lembaga pembiayaan seharusnya memahami situasi ekonomi masyarakat yang sedang sulit, bukan justru memberi tekanan. “Kami sadar punya kewajiban membayar, tapi kalau sampai malam-malam datang ke rumah, itu bukan membantu, tapi menakut-nakuti,” ungkapnya lagi. Sebagai informasi, PNM Mekar (Permodalan Nasional Madani – Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) merupakan program pemerintah di bawah Kementerian BUMN. Di mana seharusnya mereka membantu perempuan pelaku usaha mikro agar lebih mandiri secara finansial. Namun praktik di lapangan sering kali dinilai jauh dari semangat pemberdayaan dan justru berubah menjadi tekanan psikologis bagi para ibu rumah tangga yang sedang kesulitan. Publik kini menanti sikap tegas dari manajemen PNM Mekar maupun Kementerian BUMN untuk menertibkan pola penagihan yang dinilai memaksa dan tidak manusiawi. Sebab di balik angka-angka target dan laporan keuangan, ada rakyat kecil yang berjuang sekadar untuk bertahan hidup. “Kami butuh solusi dan pengertian, bukan penagihan sampai malam. Kami juga sadar punya tanggungan, tapi hidup kami sedang tidak mudah,” ujarnya menutup. Tim
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus merangkak, kini warga kecil Kota Sukabumi kembali harus menanggung beban baru. Sejak April 2025, biaya pendaftaran poliklinik di RSUD R. Syamsudin, S.H., naik dari Rp40.000 menjadi Rp65.000 lonjakan 62,5 persen yang terasa berat bagi masyarakat berpenghasilan pas-pasan. “Kalau buat orang mampu mungkin biasa saja. Tapi buat kami, uang segitu bisa buat makan sehari,” ucap Lisna Wati (50), warga Gunungpuyuh, dengan nada getir, Rabu (15/10/2025). Lisna rutin membawa suaminya berobat jalan ke rumah sakit milik Pemkot Sukabumi itu. Kini, setiap kunjungan terasa seperti beban ganda yaitu biaya obat, transportasi, dan tarif administrasi yang ikut naik. “Kasihan masyarakat kecil. Pemerintah seharusnya paham kondisi ekonomi rakyat sekarang. Jangan semua dilihat dari angka, tapi dari kenyataan hidup,” ujarnya. Tak hanya warga kota, masyarakat dari Kabupaten Sukabumi yang berobat ke rumah sakit itu pun ikut terdampak. Terlebih setelah banyak kartu KIS daerah yang kuotanya ditutup. “Mereka sekarang harus bayar sendiri. Tarif naik begini jelas menyesakkan,” tambah Lisna. Kenaikan tarif itu diatur melalui Perda Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pihak rumah sakit menyebut kebijakan ini hanya mengikuti aturan pemerintah daerah. “Mulai 8 April 2025 diberlakukan tarif baru pendaftaran poliklinik dari Rp40.000 menjadi Rp65.000,” ujar Direktur RSUD R. Syamsudin, S.H., dr. Yanyan Rusyandi, saat dikonfirmasi. Namun hingga kini, belum ada penjelasan tentang kemungkinan keringanan atau skema khusus bagi warga kurang mampu. Kebijakan yang tampak “teknis” di atas kertas ini berubah menjadi beban nyata di meja pendaftaran rumah sakit. Di balik angka Rp65.000 itu, ada wajah-wajah letih para pasien miskin yang tetap datang demi sembuh meski dompet mereka semakin tipis. Kini publik menunggu, apakah Pemkot Sukabumi akan mendengar suara lirih masyarakatnya atau membiarkan biaya berobat menjadi kemewahan bagi yang tak punya lebih. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hidup serba kekurangan masih dirasakan Rosad (56), warga Kampung Cimenteng, Desa Bunwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Bersama keluarganya, ia terpaksa tinggal di rumah tak layak huni yang rawan ambruk dan selalu kebanjiran saat hujan deras. Kondisi Rosad kian berat sejak ia divonis menderita diabetes sehingga tak lagi mampu bekerja mencari nafkah. Praktis, keluarganya hanya bisa bertahan dari bantuan sosial PKH dan belas kasih warga sekitar. “Benar, rumahnya sangat memprihatinkan. Rosad memang penerima PKH, tapi tetap saja belum cukup,” kata Hendi, tetangga dekatnya. Prihatin dengan keadaan itu, pemerhati sosial Dedi Kurniadi tengah menggalang donasi untuk membantu perbaikan rumah Rosad. “Saya berharap pemerintah daerah hingga pusat ikut turun tangan, agar keluarga ini bisa hidup lebih layak,” ujarnya. Lebih ironis, rumah yang ditinggali Rosad sejatinya bukan hanya sekadar tempat berteduh, tetapi kini justru menjadi ancaman keselamatan. Atap bocor, dinding lapuk, dan kondisi lantai yang tidak rata membuat setiap hujan turun selalu disertai rasa was-was. Situasi ini bukan hanya masalah satu keluarga, melainkan cermin dari masih lemahnya perhatian terhadap warga miskin di pelosok. Banyak dari mereka yang harus berjuang sendiri, meski sebenarnya negara menjamin hak tempat tinggal yang layak bagi seluruh rakyat. Cerita Rosad seharusnya bisa mengetuk hati banyak pihak. Sudah saatnya masyarakat, pemerintah, dan para dermawan bergandeng tangan, agar kisah menyayat hati seperti ini tidak terus terulang di bumi Sukabumi maupun di daerah lain. (Dicky)
Bidik-kasusnews.com,Pontianak Kalimantan Barat Sebagian Hartamu Ada Hak Fakir miskin Dan Anak Yatim-Piatu maka dari itu marilah berlomba-Lomba untuk Bersedekah Semoga di hari ini kita semua di beri panjang umur, kesehatan Dan rezeki yang halal. Ungkapan Rizky Agung Pambudi kepada Awak Media Bidik-kasusnews.com,Kalimantan Barat. Sabtu-13-September-2025 firman Allah SWT dan Hadits Nabi Saw tentang zakat. “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bahagian” (QS. Adz-Dzariyat: 19). “Hai orang-orang yang beriman, keluarkanlah/nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah: 267). “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung, dan punggung mereka, (lalu dikatakan) kepada mereka: ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu’.” (QS. At-Taubah: 34-35). “Ada tiga hal yang aku bersumpah, maka hafalkanlah, yaitu tidak akan berkurang harta mereka karena bersedekah, tidak ada seorang hamba pun yang dizalimi kemudian ia bersabar, pasti Allah akan menambahkan kemuliaan, dan tidak ada seorang hamba pun yang membuka pintu meminta-minta, kecuali Allah akan membukakan baginya pintu kefakiran.” (HR. At-Tirmidzi)..بسم الله الرحمن الرحيم وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. (QS. Adz Dzariyaat : 19) فَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ ذَلِكَ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung. (QS. Ar Ruum : 38) وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. (QS. Al Insaan : 8) الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّى Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, (QS. Al Lail : 18) مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ Wartawan Basori