‎Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Polresta Cirebon menyalurkan 9.000 liter air bersih untuk warga Desa Mekarsari dan Gunungsari, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, usai banjir merendam wilayah tersebut pada Rabu (19/11/2025) malam. Bantuan ini menjadi kebutuhan mendesak setelah air sumur warga berubah keruh akibat tingginya genangan. ‎ ‎Banjir yang melanda dua desa itu membuat aktivitas warga terganggu sejak malam hingga Kamis pagi. Selain merendam sejumlah rumah, luapan air juga mencemari sumber air bersih sehingga warga kesulitan mendapatkan pasokan layak konsumsi. Melihat kondisi tersebut, Polresta Cirebon bergerak cepat mengirimkan bantuan melalui Polsek Waled. ‎ ‎Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, melalui Kapolsek Waled AKP M. Fadholi, S.H., menegaskan bahwa bantuan air bersih ini menjadi langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. ‎ ‎”Kami dari Polresta Cirebon memberikan bantuan air bersih kepada Desa Mekarsari dan Gunungsari, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon,” ujarnya, Kamis (20/11/2025). ‎ ‎Menurutnya, air bersih segera disalurkan karena kondisi pascabanjir membuat pasokan air di dua desa tersebut tidak dapat digunakan. ‎ ‎”Mengingat peristiwa yang menimpa desa tersebut, Polresta Cirebon memberikan bantuan air bersih karena air di wilayah tersebut keruh imbas banjir tadi malam. Kami memberikan 9.000 liter air bersih,” ungkap Kapolsek Waled. ‎ ‎Kedatangan mobil tangki air disambut antusias oleh masyarakat yang sejak pagi sudah menunggu di beberapa titik distribusi. Warga tampak membawa jeriken, ember, dan galon untuk mendapatkan jatah air bersih yang disediakan aparat kepolisian. ‎ ‎Kuwu (Kepala Desa) Mekarsari, Gojin, menyampaikan apresiasi atas respon cepat Polresta Cirebon terhadap kebutuhan warganya. ‎ ‎”Kami mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan Polresta Cirebon,” ucapnya. ‎ ‎Ucapan serupa disampaikan Pemerintah Desa Gunungsari. Mereka berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang masih memulihkan diri dari dampak banjir. ‎ “Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat Desa Gunungsari,” tuturnya. ‎ ‎Banjir di Kecamatan Waled beberapa kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir, terutama saat intensitas hujan meningkat. Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait terus memperhatikan kondisi infrastruktur dan pengelolaan aliran air agar kejadian serupa tidak kembali terulang. ‎ ‎Sementara itu, Polresta Cirebon memastikan akan terus memantau kondisi di wilayah terdampak serta menyiapkan langkah bantuan tambahan apabila diperlukan. Bagi warga Mekarsari dan Gunungsari, distribusi 9.000 liter air bersih ini menjadi bantuan awal yang sangat berarti di tengah masa pemulihan. ‎ (Asep Rusliman)

Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka memastikan pelaksanaan tugas kepolisian berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Majalengka melaksanakan kegiatan Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) terhadap seluruh kegiatan operasional kepolisian di lingkungan Polres Majalengka, Kamis (20/10/2025). Kegiatan Wasdal ini merupakan wujud komitmen Propam Polres Majalengka dalam menjaga kedisiplinan, profesionalisme, dan integritas anggota Polri saat menjalankan tugas di lapangan. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pelaksanaan apel, kegiatan patroli, hingga operasi kepolisian yang melibatkan personel Polres maupun Polsek jajaran. Kasi Propam Polres Majalengka, IPTU Yudhi Simanjuntak, mengatakan bahwa Wasdal bertujuan memastikan tugas personel terlaksana sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) serta tetap menjunjung tinggi etika dan tata tertib kedinasan. “Kegiatan Wasdal ini menjadi sarana untuk memastikan pelaksanaan tugas personel tetap berada di jalur yang benar. Kami ingin memastikan setiap anggota melaksanakan tugas dengan disiplin, profesional, dan berintegritas,” ujar IPTU Yudhi Simanjuntak. Ia menegaskan bahwa pengawasan dan pengendalian akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. (Asep.R)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sesosok mayat laki-laki yang diduga kuat sebagai korban laka laut di Pantai Cikeueus akhirnya ditemukan oleh tim SAR pada Selasa sore, 18 November 2025. ‎ ‎Korban ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB di Perairan Pantai Cihurang, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, pada titik koordinat 06.24.70 LS – 106.32.32 BT. ‎ ‎Temuan ini mengakhiri proses pencarian intensif yang telah berlangsung sejak korban dilaporkan hilang pada Minggu pagi, 16 November 2025. ‎ ‎Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah tidak dapat dikenali. Pakaian telah terlepas, sementara bagian wajah mengalami kerusakan akibat lama terombang-ambing di laut. ‎ ‎Tim SAR menuturkan jenazah ditemukan dalam posisi telungkup sekitar satu mil dari lokasi kejadian awal dan sekitar dua mil dari garis pantai, sehingga keluarga tidak dapat melakukan identifikasi secara langsung. ‎ ‎Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk menjalani proses visum et repertum. Pemeriksaan tersebut diperlukan guna memastikan identitas serta kondisi korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. ‎ ‎Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja membenarkan penemuan jenazah tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian sejak awal telah berkoordinasi dengan tim SAR, BPBD, dan perangkat desa untuk melakukan pencarian secara menyeluruh. ‎ ‎Menurutnya, kondisi ombak besar sejak dua hari terakhir menjadi salah satu tantangan dalam proses penyisiran. ‎ ‎AKP Deni menambahkan bahwa penemuan jenazah ini merupakan hasil kolaborasi lapangan yang intens antara unsur SAR gabungan dan masyarakat sekitar. ‎ ‎“Kami terus memantau pergerakan arus laut dan memperluas area pencarian setiap hari. Alhamdulillah hari ini korban berhasil ditemukan,” ujarnya. ‎ ‎Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para pemancing dan nelayan, untuk lebih memperhatikan keselamatan saat beraktivitas di laut. ‎ ‎“Gelombang di wilayah Teluk Palabuhanratu sangat dinamis. Pastikan memeriksa kondisi cuaca dan selalu menggunakan perlengkapan keamanan,” tegas AKP Deni. (Dicky)

Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Cirebon melakukan pemusnahan barang hasil penindakan berupa rokok ilegal sebanyak 7.233.417 batang dari wilayah Ciayumajakuning. Pemusnahan dilakukan secara simbolis dengan membakar 60 ribu batang rokok ilegal di halaman Setda Kabupaten Kuningan usai apel pagi, Senin (17/11/2025). Sementara sisanya dimusnahkan di PT Indocement Tunggal Prakarsa Cirebon. Seluruh barang hasil penindakan dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat, Finarni Manan, menjelaskan bahwa rokok ilegal itu merupakan hasil penindakan gabungan di Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan sepanjang Juni hingga Agustus 2025. Menurutnya, nilai total barang hasil penindakan mencapai Rp 10.741.624.245 dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 5.396.192.082. Dari jumlah tersebut, penindakan di Kabupaten Kuningan mencapai 650.420 batang rokok ilegal. “Hasil penindakan ini ada yang dilakukan secara mandiri oleh Bea Cukai, ada juga yang merupakan hasil kerja sama dengan Satpol PP. Modus peredaran rokok ilegal meliputi kegiatan targeting, jalur perlintasan, barang kiriman melalui jasa titipan, hingga operasi pasar di toko dan warung,” ujarnya. Finarni menegaskan bahwa Jawa Barat bukan daerah produksi rokok ilegal, melainkan jalur perlintasan dan pemasaran dari Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Madura. Penindakan dilakukan di berbagai titik, mulai dari truk lintas provinsi hingga kios kecil di wilayah desa. Ia mengingatkan bahwa menawarkan, menjual, menyimpan, atau menyerahkan rokok ilegal dapat dikenai hukuman penjara 1 hingga 5 tahun serta denda 2 sampai 10 kali nilai cukai. Atas terselenggaranya kegiatan ini, Finarni menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan yang dinilai konsisten mendukung pemberantasan rokok ilegal melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Advertisement Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyatakan bahwa pemusnahan bukan sekadar penegakan hukum, tetapi bentuk komitmen untuk menjaga kepentingan negara dan melindungi masyarakat. “Jumlah ini tentu tidak kecil. Jika rokok-rokok ilegal tersebut beredar di pasaran, negara dapat mengalami kerugian miliaran rupiah. Selain itu, masyarakat dapat dirugikan karena produk tersebut tidak memiliki jaminan kesehatan maupun standar mutu,” ujarnya. Bupati menambahkan bahwa peredaran rokok ilegal bukan hanya pelanggaran fiskal, tetapi juga merusak ekosistem ekonomi daerah. Karena itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Pemda dan Bea Cukai dalam upaya penindakan. Ia juga mengajak seluruh pihak produsen, pedagang, hingga konsumen untuk tidak membeli atau mengedarkan rokok yang tidak memenuhi ketentuan, seperti tanpa pita cukai, menggunakan pita palsu, atau pita bekas. Acara pemusnahan turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan, Sekda, unsur Forkopimda, Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat, Kepala KPKNL Cirebon, Kepala KPP Pratama Kuningan, Kepala BNN Kuningan, jajaran perangkat daerah, perwakilan Satpol PP Ciayumajakuning, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Kehadiran mereka meneguhkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih tertib dan sehat. (Asep.R)

Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Kapolres Majalengka AKBP Willy Andrian, S.H., S.I.K., M.H. memimpin langsung pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Lodaya 2025 yang digelar di Lapangan Apel Polres Majalengka. Apel tersebut diselenggarakan sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapan personel dalam mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang pelaksanaan Operasi Lilin 2025 yang akan datang, Senin (17/11/2025). Dalam amanatnya, Kapolres Majalengka menegaskan bahwa Operasi Zebra Lodaya 2025 mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Lilin 2025.” Ia menekankan pentingnya sinergitas seluruh personel untuk mewujudkan kondisi lalu lintas yang kondusif, sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas. Apel gelar pasukan tersebut dihadiri oleh Wakapolres Majalengka Kompol Asep Agustoni, S.E., M.M., para Pejabat Utama Polres Majalengka, para Kapolsek jajaran, personel Polri dan ASN Polres Majalengka, serta perwakilan dari Subden POM Majalengka dan Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka. Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan kolaborasi yang kuat dalam mewujudkan keamanan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Majalengka. Kapolres Majalengka menyampaikan bahwa Operasi Zebra Lodaya 2025 diharapkan dapat menekan angka pelanggaran, kecelakaan, dan fatalitas lalu lintas. Tidak hanya itu, operasi ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih tertib dan disiplin dalam berkendara. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Keamanan jalan raya adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkap Kapolres. Seluruh rangkaian kegiatan apel berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Melalui Apel Gelar Pasukan ini, Polres Majalengka menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam rangka pengamanan arus lalu lintas menjelang periode akhir tahun. Dengan persiapan yang matang dan sinergi lintas sektor, diharapkan pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2025 dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Majalengka. (Asep.R)

Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Polres Kuningan menggelar Apel Pasukan Operasi Zebra Lodaya 2025 dipimpin Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar. Apel berlangsung di halaman Mapolres Kuningan Jl. RE Martadinata Ancaran, Senin (17/11). diikuti pejabat utama, kapolsek jajaran, TNI, Dinas Perhubungan , Satpol PP serta personel yang terlibat dalam operasi. Operasi Zebra tahun ini difokuskan pada peningkatan disiplin berlalu lintas serta upaya menekan angka kecelakaan menjelang liburan natal dan tahun baru di wilayah Kabupaten Kuningan. Sejumlah pelanggaran prioritas menjadi sasaran, antara lain tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, pengendara di bawah umur, penggunaan ponsel saat berkendara, serta pelanggaran marka jalan. Dalam amanatnya, Kapolres AKBP Ali Akbar menegaskan, bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. “Melalui Operasi Zebra 2025 ini, kami ingin menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Setiap pelanggaran lalu lintas memiliki potensi menimbulkan kecelakaan, dan itu yang ingin kita cegah bersama,” ujarnya. Kapolres Ali Akbar mengimbau personel agar tetap profesional dalam menjalankan tugas serta mengedepankan tindakan humanis. “Kami tidak hanya menindak, tetapi juga memberikan edukasi. Tujuan akhirnya adalah menurunkan angka kecelakaan dan membangun budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Kuningan,” katanya. Operasi Zebra Lodaya 2025 akan berlangsung selama dua pekan di (17-30 November 2025) mendatang dengan pola penindakan stasioner dan mobile. Selain itu, Polres Kuningan juga menyiapkan kegiatan sosialisasi melalui berbagai saluran masyarakat. Dengan pelaksanaan operasi ini, Polres Kuningan berharap tingkat kepatuhan masyarakat meningkat dan angka fatalitas kecelakaan menurun. “Dengan Operasi Zebra, kita ingin masyarakat lebih siap menghadapi kepadatan arus libur panjang. Polisi bukan semata menilang, tetapi mengedukasi dan mengingatkan agar keselamatan menjadi prioritas,” pungkasnya.** (Asep.R)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polres Sukabumi Kota mengambil langkah keras dalam upaya memulihkan kenyamanan publik. Ribuan knalpot brong yang menjadi sumber keresahan warga akhirnya digilas satu per satu. ‎ ‎Total 1.538 unit knalpot bising hasil penertiban resmi masuk tahap pemusnahan. Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Haga Deo Kaslan, menegaskan bahwa gerakan ini bukan operasi biasa. ‎ ‎”Seluruh jajaran mulai dari satuan fungsi hingga polsek dikerahkan setelah gelombang aduan masyarakat terus berdatangan melalui layanan kepolisian 110 maupun akun resmi media sosial Polres dan Satlantas,” kata AKP Haga, Senin (17/11/2025). ‎ ‎Ia memastikan penindakan tidak mengenal batas waktu. Setiap pelanggar, mayoritas remaja dan pemuda, dikenakan sanksi mulai dari teguran, tilang, hingga kewajiban mengganti knalpot standar. ‎ ‎Semua knalpot bising langsung disita sebagai barang bukti. Bahkan empat unit mobil yang memakai knalpot modifikasi turut diamankan. ‎ ‎Polisi juga menyasar modifikasi ekstrem pada knalpot standar, termasuk praktik membobok knalpot sehingga menghasilkan suara lebih keras. ‎ ‎Haga menyebut tindakan tersebut tetap melanggar karena mengganggu kenyamanan warga dan akan diproses tanpa kecuali. ‎ ‎Sebagian barang bukti dihancurkan pada Senin, 17 November 2025, sementara sisanya akan dimusnahkan secara bertahap. ‎ ‎Kepolisian masih menunggu arahan Kapolres mengenai pemanfaatan material bekas, termasuk kemungkinan dijadikan tugu atau monumen edukasi. ‎ ‎Untuk menekan peredaran dari hulu, Satlantas memberi imbauan kepada penjual knalpot di wilayah Sukabumi Kota agar tidak menyediakan knalpot brong kepada masyarakat. ‎ ‎Haga kembali mengingatkan warga agar memakai knalpot standar dan tidak melakukan modifikasi berisik yang dapat mengganggu ketenangan lingkungan. (Usep)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Jajaran Polresta Cirebon melaksanakan Operasi Zebra Lodaya 2025 mulai hari ini. Operasi tersebut bertujuan mewujudkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran (kamseltibcar) lalu lintas di Kabupaten Cirebon. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.H, S.I.K, M.H, mengatakan, tujuan Operasi Zebra Lodaya 2025 adalah meningkatkan disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, menurunnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, dan menurunnya angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. “Outputnya adalah terciptanya kamseltibcar lantas yang aman dan nyaman, meningkatkan disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, berkurangnya jumlah kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas serta menurunnya angka fatalitas korban kecelakaan,” kata Kombes Pol Sumarni, S.H, S.I.K, M.H, saat ditemui usai Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Lodaya 2025 di Mapolresta Cirebon, Senin (17/11/2025). Ia mengatakan, operasi tersebut dilaksanakan selama 14 hari dari mulai tanggal 17 hingga 30 November 2025. Pihaknya memastikan Operasi Zebra Lodaya 2025, akan mengedepankan upaya preemtif, preventif, dan sikap-sikap humanis. Adapun terdapat tujuh jenis pelanggaran berlalu lintas yang menjadi sasaran utama Operasi Zebra Lodaya 2025 di Kabupaten Cirebon. Di antaranya, pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara dan pengemudi yang masih dibawah umur. Selain itu, sasaran lainnya adalah pengemudi kendaraan bermotor yang berboncengan lebih satu orang, pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI dan pengemudi mobil yang tidak menggunakan safety belt atau sabuk keselamatan. “Pengemudi dalam pengaruh atau mengkonsumsi alkohol, pengendara kendaraan bermotor yang melawan arus, dan pengemudi yang melebihi batas kecepatan juga menjadi sasaran dalam Operasi Zebra Lodaya 2025,” ujar Kombes Pol Sumarni, S.H, S.I.K, M.H. Pihaknya berpesan kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut agar selalu panjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum melaksanakan tugas, mengutamakan keselamatan dalam bertugas, dan melaksanakan kegiatan edukasi tentang tertib berlalulintas. “Semoga operasi ini dapat menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, menurunkan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, dan meningkatkan disiplin serta kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas,” kata Kombes Pol Sumarni, S.H, S.I.K, M.H. (Asep Rusliman)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Kapolresta Cirebon KOMBES POL SUMARNI, S.I.K., S.H., M.H, memberikan Ceramah Kamtibmas Dalam Kegiatan Pengajian Rutin Bulanan Muslimat NU Se-Kabupaten Cirebon di Pendopo Bupati Cirebon, Kegiatan tersebut turut dihadiri Kyai Haji Lutfi dan Ketua Muslimat NU . “Hari ini kita bersilaturahmi bersama para Muslimat NU Kabupaten Cirebon. Untuk orang tua awasi anak – anaknya dan selalu dijaga agar tidak terlibat geng motor, perang konten, tawuran, kenakalan remaja dan tindak kriminalitas lainnya. Jangan sampai ada anak – anak yang mengkonsumsi miras, narkoba, dan obat – obatan terlarang lainnya,” katanya. Ia meminta Orangtua mengingatkan kepada anak-anaknya nasehati jangan pernah mencoba hal-hal negatif karena sangat merugikan. Apabila ada anak-anak yang terlibat segera hubungi bhabinkamtibmasnya, Polsek, Polres atau telfon layanan call center 110 Polresta Cirebon, akan kita bina agar menjadi lebih baik. “Kalau belum pulang anak-anaknya jam 7 malam suruh pulang, kalau belum pulang bisa hubungi kami. Anak-anak perempuan untuk menjaga harga dirinya jangan mudah dirayu atau dibujuk oleh laki-laki lawan jenis. Dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak, para orang tua untuk selalu menjaga dan mengawasi,” ujarnya. Pihaknya mengimbau untuk memberikan edukasi kepada anak – anak untuk saling menghargai satu sama lain jangan sampai terjadinya kasus bullying/perundungan. Kemajuan teknologi, digitalisasi, pola pergaulan anak-anak jaman sekarang berbeda dengan jaman dulu, sehingga harus sering diajak ngobrol. “Doakan anak-anak kita agar menjadi orang yang baik, semangat dalam meraih cita-cita dimasa depan sebagai generasi penerus bangsa. Kami mengingatkan saat berkendara roda dua untuk selalu menggunakan helm dan kelengkapan kendaraannya lainnya, serta patuhi peraturan lalu lintas untuk keselamatan kita semua,” jelasnya. Ia mengatakan, orang tua harus selalu memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya seperti selalu menggunakan helm saat berkendara. Selain itu, ia mengajak untuk bersama memberantas bersama dan perangi narkoba karena masih maraknya obat-obatan keras, narkoba dan peredaran miras lainnya. “Apabila ibu-ibu mengetahui dan melihat adanya penjualan obat-obatan keras, narkoba dan peredaran miras yang berbahaya segera laporkan atau hubungi layanan 110 Polresta Cirebon. Karena kami ingin di Kabupaten Cirebon ini bersih dari peredaran miras, narkoba, dan obat-obatan lainnya,” paparnya. Ia juga Mengajak seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing-masing demi mewujudkan kondusivitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Cirebon. “Sekali lagi apabila menemukan atau melihat tindak kriminalitas tolong segera diinformasikan kepada kepolisian terdekat atau segera menghubungi Layanan Call Center 110 Polresta Cirebon,” ungkapnya. Kapolresta Cirebon juga menyampaikan bahwa kegiatan hari ini merupakan kesempatan yang berbahagia bisa berada di hadapan tiang-tiang negara. ‘Tentunya kedepan nasib dari Negara dan Bangsa Indonesia tergantung dari ibu-ibu sekalian bagaimana ibu-ibu menjaga putra-putrinya sebagai generasi penerus bangsa. Karena putra-putri kita akan menggantikan posisi kita dimasa depan nanti,” pungkasnya. (Asep Rusliman)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon melaksanakan Penanggulangan pasca Bencana Alam Angin Puting Beliung, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Slangit, Desa Bangodua Kecamatan Klangenan dan Desa Bakung Kidul Kec. Jamblang Kabupaten Cirebon. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Klangenan IPTU DIDING, S.H.,M.H, dan Danramil Klangenan KAPTEN ARH. EDI HARTONO serta turut melibatkan 148 Personil gabungan TNI, Polri, Dishub, BPBD, hingga lainnyam Dalam kegiatan tersebut juga turut dilaksanakan juga Bhakti Kesehatan Pengobatan Gratis dan kerja bhakti membersihkan yang terdampak angin puting beliung, yang di ikuti oleh Para Perwira, Bintara Polsek Plered Polresta Cirebon. “Personil gabungan yang terlibat dalam kegiatan ini dibagi dalam 3 kelompok, dilanjutkan dengan pelaksanaan penanganan pasca Bencana Puting Beliung di 3 Desa Wilkum Polsek Klangenan yaitu Desa Slangit, Desa Bangodua dan Desa Bakung Kidul,” kata Kapolsek Klangenan IPTU DIDING, S.H.,M.H. Ia mengatakan, para personel gabungan dikerahkan untuk membantu warga setempat membersihkan rumah dari bekas reruntuhan atap dan pohon. Pihaknya juga turut melakukan trauma helling kepada korban bencana alam. “Bencana Puting Beliung di Wilkum Polsek Klangenan terjadi Pada Jumat (14/11/2025) pukul 16.00 Wib di Desa Slangit, Desa Bangodua Kecamatan Klangenan dan Desa Bakung Kidul Kecamatan Jamblang yang mengakibatkan beberapa Kerusakan serta Korban Luka – Luka. Namun, dipastikan Tidak Ada Korban Jiwa, karena Hanya Kerugian Materil saja,” ujarnya. (Asep Rusliman)