MAJALENGKA Bidikkasusnews.com,. Peredaran obat keras tanpa izin di wilayah Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, akhirnya terbongkar. Aparat dari Polres Majalengka mengamankan seorang pria berinisial SS, pada Senin (23/2/2026). Penangkapan itu, setelah menerima laporan masyarakat terkait aktivitas penjualan obat-obatan terlarang tanpa izin edar. Penindakan dilakukan di Kecamatan Jatiwangi, wilayah yang selama ini aktif secara sosial namun tetap dalam pengawasan aparat penegak hukum. Informasi warga menjadi pintu awal pengungkapan kasus hingga petugas Satresnarkoba bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Pria berusia 22 tahun asal Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka itu diduga menjalankan praktik penjualan obat keras jenis tramadol tanpa izin resmi. Aktivitas tersebut disinyalir telah berlangsung dengan sistem pengemasan rapi yang mengindikasikan distribusi ilegal. Dari tangan pelaku, petugas menemukan ratusan butir obat beserta perlengkapan pengemasan. Barang bukti yang diamankan di antaranya 179 butir pil tramadol, 17 bungkus plastik bertuliskan ‘Toffee’, serta sejumlah barang bukti lain yang diduga digunakan untuk mengemas dan mengedarkan obat keras ilegal. “Sejumlah barang bukti diamankan, di antaranya 179 butir pil tramadol dan 17 bungkus plastik bertuliskan ‘Toffee’ serta barang bukti lainnya,” ujar Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Narkoba AKP Sigit Purnomo, Selasa (24/2/2026). Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Majalengka untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga tengah mendalami jaringan distribusi serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam peredaran obat keras ilegal tersebut. Atas perbuatannya, pelaku terancam lebaran dipenjara dan akan dijerat pasal terkait peredaran sediaan farmasi tanpa izin sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Langkah tegas ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Majalengka dari ancaman penyalahgunaan obat-obatan terlarang. AKP Sigit menegaskan bahwa pemberantasan peredaran sediaan farmasi tanpa izin maupun narkoba akan terus digencarkan guna melindungi generasi muda dan menciptakan lingkungan yang aman di wilayah hukum Polres Majalengka. (Asep Rusliman)
KUNINGAN Bidik-kasusnews.com,. Di tengah kesibukannya menjaga kondusivitas wilayah,Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar didampingi PJU Polres Kuningan melakukan kunjungan yang menyentuh sisi kemanusiaan ke SDN 3 Sukadana, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Selasa (24/2/2026). Kunjungan ini menjadi momen penuh haru saat Kapolres Kuningan melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan yang masih jauh dari kata memadai. Dalam kunjungannya, AKBP Muhammad Ali Akbar tampak prihatin mengetahui sekolah tersebut hanya memiliki total 28 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Selain jumlah siswa yang sangat minim, sarana prasarana sekolah juga membutuhkan perhatian khusus untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Tak hanya datang berkunjung, Kapolres Kuningan memberikan tali asih perlengkapan sekolah kepada siswa-siswi SDN 3 Sukadana, cat untuk bangunan sekolah serta sembako untuk para gurunya. “Hati saya terenyuh melihat kondisi di sini. Meskipun jumlah siswanya hanya 28 anak, semangat mereka untuk belajar tidak boleh padam. Jarak dan keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Kami hadir membawa sedikit bantuan perlengkapan sekolah dan cat ini dengan harapan anak-anak bisa belajar di lingkungan yang lebih ceria dan layak. Polri ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang merasa sendirian dalam perjuangannya menuntut ilmu,” ujar Kapolres dengan nada haru. Kapolres juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para guru dan menyapa para siswa di dalam kelas. Beliau memberikan motivasi agar keterbatasan jumlah siswa tidak mengurangi kualitas semangat mengajar maupun belajar. Dalam kesempatan tersebut, Satlantas Polres Kuningan juga memberikan edukasi tentang bullying dan tertib di jalan raya. Suasana semakin meriah ketika hadir boneka polisi yang diberi nama Linggar. Kehadiran Linggar mampu membawa suasana ceria bagi siswa-siswi SDN 3 Sukadana. Langkah Kapolres Kuningan ini mendapat apresiasi luar biasa dari pihak sekolah. Kepala SDN 3 Sukadana, Haerul Ibad, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian spontan dan tulus dari orang nomor satu di Polres Kuningan tersebut. “Kami sangat terkejut sekaligus terharu atas kunjungan Bapak Kapolres. Jujur saja, selama ini kami merasa sedikit terlupakan karena kondisi sekolah yang kecil dan murid yang sedikit. Bantuan perlengkapan sekolah, sembako, hingga cat ini sangat berarti bagi kami. Kehadiran Bapak Kapolres hari ini memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi para guru dan siswa untuk terus bertahan dan memberikan yang terbaik bagi pendidikan di desa ini,” ungkap Haerul. Bantuan cat yang diberikan rencananya akan segera digunakan untuk melakukan revitalisasi ringan pada dinding-dinding kelas agar suasana belajar menjadi lebih segar dan nyaman bagi para siswa. Kunjungan ini diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis dan foto bersama yang penuh kehangatan. Aksi AKBP Muhammad Ali Akbar ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat melampaui tugas penegakan hukum, yakni hadir sebagai pelindung dan pengayom yang peduli terhadap masa depan generasi bangsa. (Asep Rusliman)
Cirebon kota Bidik-kasusnews.com,.Jajaran Polres Cirebon Kota meningkatkan patroli selama bulan suci Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama pada jam-jam rawan seperti saat berburu takjil menjelang magrib dan selepas sahur. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, mengatakan patroli rutin tetap dilaksanakan setiap hari dengan fokus pada waktu-waktu yang berpotensi terjadi gangguan kamtibmas. “Kita tetap melaksanakan patroli di jam-jam rawan seperti jam berburu takjil ataupun sehabis sahur. Upaya yang kita kedepankan bersifat preventif dan edukatif,” ujarnya, Selasa (24/2/2026). Menurutnya, fenomena yang kerap muncul saat Ramadan adalah anak-anak muda berkumpul atau nongkrong usai sahur. Jika tidak diawasi, aktivitas tersebut berpotensi berkembang menjadi aksi tawuran maupun balap liar. Ia mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hingga dini hari. “Berawal dari nongkrong, bisa berkembang menjadi tawuran ataupun trek-trekan dan kegiatan lain yang mengganggu ketertiban,” jelasnya. Ke depan, pihaknya akan terus mengintensifkan kegiatan preventif dan edukatif guna menekan potensi gangguan kamtibmas selama Ramadan. Terkait keterbatasan personel, patroli difokuskan pada wilayah yang dinilai rawan, terutama terhadap tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas). “Pola kasus curat dan curas ini selalu berubah. Kalau satu wilayah dipatroli, pelaku bisa menyasar daerah lain. Tapi tetap kita upayakan semaksimal mungkin,” tegasnya. Selain patroli, Polres Cirebon Kota juga mendorong peran aktif masyarakat melalui penguatan pengamanan swakarsa. RT dan RW diimbau mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) agar situasi tetap aman dan kondusif selama Ramadan. (Asep Rusliman)
Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Aparat kepolisian mengungkap praktik penipuan bermodus rekrutmen karyawan BUMN yang dilakukan seorang pria dengan menyamar sebagai anggota Polri. Pelaku memanfaatkan atribut kepolisian untuk meyakinkan korban dan meminta uang hingga ratusan juta rupiah. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kuningan Iptu Abdul Azis mengatakan tersangka berinisial MS (22), seorang mahasiswa, nekat menggunakan seragam polisi berpangkat AKP demi memperdaya korban. “Motifnya untuk menguntungkan diri sendiri dengan memakai kedudukan palsu sebagai anggota Polri,” ujar Azis di Kuningan, Senin (23/2/2026). Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan pada 12 Januari 2026 dari korban berinisial AS (52). Tersangka disebut mendatangi korban dengan mengenakan seragam polisi lengkap serta menunjukkan sejumlah dokumen yang seolah-olah terkait proses penerimaan karyawan. Pelaku menjanjikan dua anak korban bisa bekerja di Pertamina wilayah Balongan, Indramayu. Sebagai syarat kelulusan, tersangka meminta uang sebesar Rp100 juta. (Asep Rusliman)
CIREBON Kasusnews.com,.Komitmen menjaga integritas dan profesionalitas kembali ditegaskan Polresta Cirebon melalui pemeriksaan tes urine narkoba terhadap seluruh personel dan ASN usai Apel Jam Pimpinan, Senin (23/2/2026), di Lapangan Apel Mapolresta Cirebon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., serta diikuti para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, personel, dan ASN. Sebanyak 200 anggota Polri dan ASN menjalani tes urine dengan enam parameter pemeriksaan, yakni amphetamine, methamphetamine, THC, cocaine, benzodiazepine, dan morphine. Pemeriksaan dilakukan oleh Sie Dokkes dan Sie Propam secara terbuka dan transparan. Dari hasil pemeriksaan, seluruh personel dinyatakan negatif atau tidak mengandung zat narkoba. Kapolresta Cirebon menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen tegas dalam menjaga marwah institusi dan memastikan tidak ada anggota yang terlibat penyalahgunaan narkoba. “Tes urine ini adalah komitmen kami untuk memastikan seluruh personel Polresta Cirebon bersih dari narkoba. Tidak ada toleransi bagi anggota yang bermain-main dengan narkoba,” tegasnya. Ia menambahkan, pengawasan internal akan terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. “Kita harus menjadi contoh di tengah masyarakat. Penegakan hukum harus dimulai dari internal. Jika ingin memberantas narkoba di luar, maka kita harus bersih terlebih dahulu,” ujar Kapolresta. Dengan hasil negatif secara keseluruhan, Polresta Cirebon memastikan kesiapan dan integritas personelnya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri. (Asep Rusliman)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Wakapolres Majalengka Kompol Dani prasetya, S.H., M.H., memimpin apel persiapan pengamanan kunjungan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) ke Pondok Mufidah Santi Asromo dalam rangka menghadiri Puncak Resepsi Milad PUI Ke-108 dan Doa Bersama Untuk Bangsa. Apel yang digelar pada Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Lapangan Apel Polres Majalengka tersebut dihadiri oleh seluruh personel yang terlibat dalam surat perintah pengamanan. Kunjungan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, ke Pondok Mufidah Santi Asromo menjadi perhatian khusus mengingat kegiatan tersebut merupakan agenda besar Persatuan Ummat Islam (PUI) yang dihadiri para ulama, tokoh nasional, serta masyarakat dari berbagai daerah. Dalam arahannya, Kompol Dani prasetya menegaskan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, serta tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat. “Kegiatan ini merupakan agenda penting yang melibatkan banyak pihak. Saya tekankan kepada seluruh personel agar memahami ploting masing-masing, meningkatkan kewaspadaan, serta menjaga sinergitas antarinstansi demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” tegasnya. Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan arahan teknis dan taktis dari Kabag Ops terkait Tactical Wall Game (TWG). Dalam arahannya, Kabag Ops memaparkan skema pengamanan, pembagian tugas di lapangan, jalur kedatangan dan kepulangan tamu VVIP, serta langkah-langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas. Pengamanan kegiatan ini melibatkan personel gabungan yang telah tersprint, dengan penempatan di sejumlah titik strategis mulai dari jalur yang akan dilalui Kapolri, area lokasi acara di Pondok Mufidah Santi Asromo, hingga pengaturan arus lalu lintas dan kantong parkir. Dengan dilaksanakannya apel kesiapan dan Tactical Wall Game tersebut, Polres Majalengka menyatakan siap mengamankan seluruh rangkaian kunjungan Kapolri dalam rangka Puncak Resepsi Milad PUI Ke-108 dan Doa Bersama Untuk Bangsa agar berjalan aman, tertib, dan lancar. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Apel pagi di lingkungan Polres Sukabumi, Senin (23/2/2026), tak sekadar menjadi rutinitas seremonial. Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, itu dirangkai dengan tes urine bagi personel sebagai bagian dari pengawasan internal. Dalam arahannya, Kapolres menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus memperkuat disiplin dan profesionalisme anggota. “Personel diminta tetap siaga, responsif, dan adaptif terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Sukabumi,” kata AKBP Samian. Usai apel, seluruh personel yang telah dijadwalkan mengikuti tes urine. Langkah ini disebut sebagai upaya deteksi dini sekaligus penegasan komitmen institusi dalam menjaga integritas aparat penegak hukum. Kapolres menekankan bahwa pelanggaran terkait narkotika merupakan pelanggaran serius yang berdampak langsung pada kepercayaan publik. “Integritas anggota adalah fondasi utama pelayanan kepolisian,” tegasnya. Kegiatan tersebut juga menjadi pesan internal bahwa pengawasan dan pembinaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak ada ruang toleransi bagi tindakan yang mencederai nama baik institusi. “Dengan penguatan disiplin dan kontrol internal, Polres Sukabumi berharap kinerja pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga, profesional, dan berintegritas,” pungkasnya. (Dicky)
Kota Cirebon Bidik-kasusnews.com,. (Senin, 23/2/2026), – Babinsa Kelurahan Sukapura, Sertu Anur Hanapi, bersama Bhabinkamtibmas melaksanakan kegiatan pendampingan pemberian Imunisasi Susulan ORI Campak dan Rubela yang dilaksanakan oleh petugas tenaga kesehatan dari Puskesmas Sukapura. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari ini dengan lokasi awal di RW 07, kemudian dilanjutkan di SD Silih Asuh 1, 2, dan 3 yang berada di wilayah Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan kegiatan imunisasi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat serta para orang tua siswa. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga merupakan bentuk sinergitas TNI-Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan, khususnya pencegahan penyakit campak dan rubela pada anak-anak. Sertu Anur Hanapi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen aparat kewilayahan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. “Kami siap mendampingi dan membantu tenaga kesehatan agar pelaksanaan imunisasi berjalan optimal serta target cakupan imunisasi dapat tercapai,” ujarnya. Sementara itu, petugas kesehatan dari Puskesmas Sukapura mengapresiasi dukungan yang diberikan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, karena sangat membantu kelancaran kegiatan di lapangan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi. Dengan adanya kegiatan imunisasi susulan ORI Campak dan Rubela ini, diharapkan anak-anak di wilayah Kelurahan Sukapura mendapatkan perlindungan kesehatan yang maksimal serta terhindar dari penyakit menular yang berbahaya. Pada kegiatan tersebut, Babinsa Kelurahan Sukapura Sertu Anur Hanapi berharap dan menekankan agar para orang tua dapat mendukung penuh program imunisasi yang dicanangkan pemerintah. Ia mengimbau supaya orang tua tidak ragu membawa anak-anaknya untuk mengikuti imunisasi, karena imunisasi Campak dan Rubela sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta mencegah penyebaran penyakit menular sejak dini. Babinsa juga menegaskan bahwa kegiatan ini aman dan dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang profesional sesuai prosedur. (pendim0614)* (Asep Rusliman)
Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan membubarkan aksi balapan liar yang meresahkan warga di sejumlah titik wilayah Kabupaten Kuningan, Sabtu Malam (21/2/2026). Kegiatan penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Satlantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon. Petugas bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat terkait adanya aktivitas balapan liar yang kerap dilakukan pada malam hingga dini hari. Operasi yang dilakukan tersebut menyasar lokasi yang kerap dijadikan balap liar. Selain membubarkan kerumunan, petugas juga mengamankan sejumlah kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat dan knalppt brong. Para remaja yang terlibat juga diberikan pembinaan dan imbauan agar tidak mengulangi perbuatannya karena membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Kasat Lantas AKP Aktuin Moniharapon menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli rutin, khususnya pada jam-jam rawan. Hal tersebut diambil untuk menjamin keamanan, keselamatan dan kelancaran lalu lintas. “Kami tidak akan memberikan ruang bagi aksi balapan liar di wilayah hukum Polres Kuningan. Selain melanggar aturan lalu lintas, kegiatan ini sangat membahayakan keselamatan pelaku maupun masyarakat sekitar,” tegasnya. Kasat menambahkan bahwa mayoritas pelaku balap liar tersebut merupakan anak-anak usia remaja yang masih membutuhkan perhatian khusus terutama bagi pihak kepolisian untuk memberikan edukasi. Langkah yang dilakukan pihak kepolisian yakni melakukan patroli rutin dengan meningkatkan intensitas patroli di jam-jam rawan (malam minggu dan dini hari), penindakan Tilang dengan memberikan sanksi tegas bagi pelanggar aturan lalu lintas dan memberikan edukasi kepada masyarakat dengan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang bahaya balap liar. AKP Aktuin juga menghimbau kepada para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anak mereka, terutama saat keluar malam menggunakan sepeda motor. ”Kami meminta kerja sama dari para orang tua. Jangan biarkan anak-anak kita menjadi korban atau pelaku kecelakaan lalu lintas hanya demi kesenangan sesaat di jalanan,” kata Kasat.. Satlantas Polres Kuningan memastikan penindakan akan terus dilakukan secara tegas dan terukur sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Kuningan. “Jalan raya adalah fasilitas umum, bukan sirkuit. Nyawa taruhannya jika prosedur keselamatan diabaikan. Kami tidak ingin ada lagi pemuda Kuningan yang masa depannya hilang karena kecelakaan akibat aksi konyol seperti ini,” pungkas Kasat. (Asep Rusliman)
Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Praktik ilegal penjualan obat-obatan terlarang jenis Eximer dan Tramadol diduga dilakukan oleh sebuah Warung Kecil , yang berlokasi di Jalan baru Cilimus Kuningan, yang lebih tepatnya lokasi tersebut pas berada di depan rumah makan Sunda Alam Kabupaten Kuningan Saat awak media melakukan Konfirmasi kepada salah satu masyarakat 18/02/2026 selaku narasumber yang tidak mau disebutkan namanya itu, “Benar mas saya tahu akan aktivitas adanya Warung kecil yang di duga telah menjual/mengedarkan obat jenis golongan G yang berada di lokasi jalan baru cilimus Kuningan pas depan rumah makan Sunda Alam tersebut yang saya tahu itu milik saudara (A) alias Kumis ” Ujarnya. Dari pantauan kami di sekitar lokasi memperlihatkan bahwa Warung tersebut kerap kali di datangi pembeli atau pelanggan yang hilir mudik untuk membeli obat Eximer dan Tramadol tanpa izin resmi , Sungguh ini melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi pidana, karena keduanya termasuk dalam daftar obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Aktivitas semacam ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga membahayakan keselamatan generasi muda. Polsek Cilimus Kabupaten Kuningan seharusnya sudah monitor tentang keberadaan Warung obat tersebut, yang jaraknya itu tidaklah terlalu jauh dari Polsek Cilimus , hal ini setidaknya dapat meredam tingkat kriminalitas pemuda yang diakibatkan efek meminun obat keras tersebut, Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Cilimus belum terlihat melakukan penindakan. Masyarakat berharap agar aparat kepolisian khususnya Polres Kabupaten Kuningan segera turun tangan untuk menyelidiki dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam peredaran obat-obatan terlarang berkedok usaha Warung itu. (A.R)