Majalengka Bidik-kasusnews.com,. Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas di kalangan generasi muda, Satuan Lalu Lintas Polres Majalengka Polda Jabar. melaksanakan kegiatan Polantas Menyapa melalui program Police Goes To Campus dalam rangka Operasi Keselamatan Lodaya 2026, bertempat di Kampus Instbunas Majalengka, pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi Instbunas Majalengka dengan tujuan memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) terkait Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), sebagai upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Pandu Renata S., S.T.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan Police Goes To Campus merupakan langkah strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini, khususnya di kalangan mahasiswa sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. “Melalui kegiatan ini, kami memberikan sosialisasi Kamseltibcarlantas dalam rangka Ops Keselamatan Lodaya 2026, agar para mahasiswa memahami pentingnya disiplin berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar AKP Pandu Renata. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut melibatkan Kasat Lantas Polres Majalengka, Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Majalengka, serta anggota Kamsel Sat Lantas Polres Majalengka yang secara interaktif menyampaikan materi dan imbauan keselamatan berlalu lintas. Dengan adanya kegiatan ini, Sat Lantas Polres Majalengka berharap tercipta kesadaran kolektif di lingkungan kampus untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, sehingga dapat mewujudkan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Kabupaten Majalengka. (Asep.R)
Indramayu Bidik-kasusnews.com,. Pemerintah Kabupaten Indramayu menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi yang diraih Archilles Alexsyah Junior atau yang akrab disapa Alex. Dia adalah atlet pencak silat muda asal Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Alex berhasil menembus seleksi nasional Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Program Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMPN), yang diumumkan pada 29 Oktober 2025 yang lalu. Keberhasilan tersebut menempatkan Alex sebagai bagian dari pembinaan atlet nasional. Saat ini, Alex tengah menempuh pendidikan dan latihan di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta, salah satu pusat pendidikan olahraga unggulan di Indonesia. Dalam proses seleksi yang berlangsung sangat ketat dan kompetitif, Alex terpilih sebagai satu dari tiga peserta terbaik dari seluruh Indonesia. Konsistensi latihan, kemampuan teknik, serta potensi besar di cabang olahraga pencak silat, serta tekadnya yang membaja, menjadi faktor utama yang mengantarkannya lolos ke program pembinaan Kemenpora. Tidak berhenti sampai di situ, Alex kembali mengharumkan nama Indramayu dengan meraih medali emas pada Kejuaraan Antar Pelajar Nasional yang diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat. Kementerian Pemuda dan Olahraga turut memberikan apresiasi atas prestasi tersebut serta menyatakan komitmen untuk mendukung pengembangan Alex agar mampu berprestasi hingga tingkat internasional. “Kami berharap Archilles Alexsyah Junior dapat terus berprestasi dan menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya, khususnya di Kabupaten Indramayu,” ujar perwakilan Kemenpora. Di sisi lain, orang tua Alex, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan pembinaan yang telah diberikan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras kolektif para pelatih, guru, dan seluruh pihak yang konsisten mendampingi perkembangan Alex. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan bimbingan yang telah diberikan kepada Alex. Prestasi ini tidak akan tercapai tanpa peran para pelatih, guru, dan semua pihak yang telah mendampingi,” ujar orang tuanya. Sebelum bergabung dalam pembinaan nasional, Alex merupakan siswa SMP Negeri 2 Sindang. Alex menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Indramayu yang juga Kepala SMPN 2 Sindang, Fajar Ismadi, serta Ketua Padepokan Pencak Silat BDS Silatindo, Master Dukim Pray, bersama jajaran pelatih dan pendamping. Alex menyampaikan rasa syukur dan tekadnya untuk terus meningkatkan kemampuan. “Saya ingin terus berprestasi dan suatu hari bisa membawa nama Indonesia di tingkat internasional. Terima kasih kepada para guru di SMP Negeri 2 Sindang dan SD Negeri 2 Jatibarang yang telah mendidik dan mendukung saya,” ungkap Alex. Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap, prestasi Archilles Alexsyah Junior dapat menjadi motivasi bagi generasi muda daerah untuk terus berlatih, berprestasi, dan berani bermimpi membawa nama Indramayu dan Indonesia di kancah nasional maupun internasional. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Acara Shymphony Ecolution 2025 digelar di Gedung Juang 45, Selasa 25 November 2025. Ketua Panitia Muhamad Wildan Rajaba dengan Humas Sabrina menjelaskan, kegiatan ini merupakan implementasi mata kuliah Eko Wisata. ”Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk mengenalkan potensi pariwisata Garut melalui eksplorasi budaya dan cerita rakyat,” kata Wildan, Selasa (25/11/2025). Dia menambahkan, dalam pagelaran tersebut ditampilkan kisah-kisah lokal seperti Situbagendit, teatrikal budaya, serta berbagai souvenir bertema perairan, termasuk ikon Sungai Cimanuk. Masih kata dia, sebelum acara berlangsung, panitia terlebih dahulu melakukan riset dan menghimpun informasi dari sejumlah narasumber,” ujarnya. Alasan dipilihnya Garut karena wilayah tersebut dikenal akan keunikan dan keberagaman dan kekayaan budaya, ditambah adanya mahasiswa asal Garut yang memahami akar budaya masyarakat. ”Sejalan dengan perkembangan era, turut dipamerkan produk kesehatan dan souvenir yang dikemas lebih modern,” ujarnya. Salah satu yang menarik perhatian ialah minuman herbal, yang menurut panitia ditampilkan karena generasi muda kini kurang mengenal ragam minuman tradisional. Produk tersebut dibuat dengan kemasan menarik dan dilengkapi informasi manfaatnya. Dari 12 UMKM yang ada kata dia, tiga di antaranya ikut memeriahkan acara. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa semester 1, 2, dan 3 serta alumni Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan total peserta mencapai 150 orang. Untuk memperkuat nuansa budaya, seluruh panitia menggunakan kostum bernuansa batik. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Pemerintah Kota Sukabumi bersama sejumlah kementerian dan lembaga tengah mendorong pengembangan kebudayaan serta pariwisata daerah melalui kegiatan One Stop Culture Museum yang digelar selama tiga hari. Kegiatan tersebut melibatkan Kementerian Kebudayaan, BRIN, Bappeda, dan Dinas Pariwisata, dengan fokus pada kebijakan, penelitian, serta penguatan potensi wisata budaya. Salah satu topik utama yang menarik perhatian publik adalah hasil penelitian tim BRIN di Gunung Tangkil, yang menyimpan jejak peradaban megalitik bernilai sejarah tinggi. Dari penelitian tersebut ditemukan sejumlah artefak seperti arca batu, batu dakon, menhir, hingga struktur punden berundak. Pimpinan Ponpes Dzikir Modern Al-Fath, KH Fajar Laksana, menjelaskan bahwa penelitian lanjutan dilakukan selama lima hari dengan dukungan teknologi pemetaan udara untuk mendeteksi kemungkinan struktur bawah tanah di kawasan tersebut. “Hasil foto udara akan memberikan gambaran jelas mengenai bentuk asli situs Gunung Tangkil pada masa lalu. Para ahli yang akan menyimpulkan, saya hanya ikut menyaksikan,” ujar Kiai Fajar, saat diwawancarai wartawan, Selasa (7/10/2025). Ia menambahkan, Gunung Tangkil saat ini masih berstatus kawasan hutan lindung di bawah Kementerian Kehutanan sehingga belum ditetapkan sebagai situs cagar budaya. Namun, jika hasil penelitian udara menunjukkan bukti kuat, langkah berikutnya adalah koordinasi lintas kementerian agar kawasan itu dapat dilindungi secara resmi sebagai situs budaya nasional. Selain sesi penelitian dan diskusi kebijakan, kegiatan One Stop Culture Museum juga melibatkan pelajar dan guru dari berbagai sekolah di Sukabumi guna menumbuhkan kesadaran budaya sejak dini. Peserta diajak mengunjungi sejumlah destinasi unggulan seperti Kampung Naga, pemandian alam, museum, dan Situ Gunung untuk mengenalkan kekayaan budaya serta alam Sukabumi. “Sukabumi ini kecil, tapi harus jadi etalase kabupaten. Informasi, kuliner, dan pusat kebudayaan harus berpusat di kota,” tambahnya. Penelitian Gunung Tangkil sendiri dilakukan secara mandiri oleh Museum Prabu Siliwangi bekerja sama dengan BRIN. Hasil pemetaan udara ditargetkan rampung dalam satu bulan dan akan dipresentasikan dalam seminar nasional bulan depan sebagai langkah awal menuju penetapan Gunung Tangkil sebagai situs budaya resmi. (Usep).
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.PT Crystal Biru Meuligo yang beralamat di Jln.Raya Cirebon Bandung No.001 Dusun.04 RT 001 RW 011 Desa Ciborelang Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka adalah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang berkantor pusat di Jakarta dan telah resmi terdaftar, dengan fokus pada transformasi digital . PT. Crystal Biru Meuligo adalah P3MI yang menyediakan pelatihan dan penempatan pekerja migran Indonesia, ke berbagai Negara diantaranya ,Malaisia,Singapur,Hongkong,Taiwan bukan sebagai perusahaan manufaktur atau pabrik,Perusahaan ini terdaftar secara resmi di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Perusahaan ini tengah beradaptasi dengan era digital dan melakukan transformasi digital dalam operasionalnya di Majalengka Haji Ana selaku Kepala cabang PT Crystal Biru Meuligo Majalengka bertanggung jawab dalam pembinaan calon tenaga kerja ,berkomitmen penuh guna memberantas pengangguran hingga sukses di luar negri . Kami berkomitmen menjadi mitra terpercaya bagi Pekerja Migran Indonesia dengan layanan yang legal, aman, dan profesional. Tidak ada indikasi bahwa PT. Crystal Biru Meuligo memiliki pabrik atau operasional utama , fokusnya adalah pada bisnis penempatan pekerja migran secara nasional dengan ijin resmi dan bertanggung jawab penuh guna kesuksesan para calon tenaga kerja diluar negri. Dengan izin resmi dari Kementerian P2MI, kami memastikan setiap proses penempatan PMI ke Taiwan, Malaysia, Singapura, dan Hongkong berjalan sesuai aturan. Mulai dari rekrutmen, pelatihan, hingga pendampingan keberangkatan, semuanya kami jalankan dengan penuh tanggung jawab demi kesejahteraan pekerja dan keluarganya Harapan kami segera bergabung bersama PT Crystal Biru Meuligo dengan tujuan : Malaisia ,Singapur ,Hongkong , Taiwan ,kami jamin Sukses anda kepuasan kami. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Puluhan kelompok tani di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menggelar Syukuran Bumi selama tiga hari, Kamis–Sabtu (11–13/9/2025). Acara bertema “Ngahiji Ngajagi Tradisi, Ngaraksa Budaya Bangsa, Binarung Rasa Syukur ka Hiyang Widi” ini dihadiri anggota DPR RI Drs. Slamet (PKS), Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi H. Dadang Hermawan (PKB). Selain itu turut hadir Camat Ciracap Drs. Iwan Muhdiawan, Kepala Desa Pasir Panjang Mamat Slamet (Ade Onyod), Ketua Umum PJTM H. Hendra Permana, serta jajaran penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, karang taruna, dan warga. Kepala Desa Pasir Panjang, Mamat Slamet (Ade Onyod) mengatakan, syukuran bumi merupakan wujud rasa syukur atas hasil panen sekaligus sarana mempererat hubungan antarpetani dan masyarakat. Ia menekankan, acara ini juga menjadi momentum untuk memecahkan tantangan utama petani, yakni minimnya pasokan air di sawah tadah hujan. “Jika kemarau panjang, kami kesulitan air bahkan untuk minum. Tapi melalui pendampingan PPL dan Gapoktan, produktivitas padi kini meningkat. Hasil panen per patok naik dua kali lipat, dari sekitar 200 kilogram menjadi 400 kilogram,” ujar Onyod. Ia berharap sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah desa terus berlanjut agar kesejahteraan masyarakat meningkat. “Dengan kebersamaan, Pasir Panjang akan semakin maju,” tambahnya. Ketua Umum PJTM, H. Hendra Permana, mengapresiasi komitmen para petani yang terus menjaga tradisi syukur bumi sebagai wujud sujud syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil bumi. Senada, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Dadang Hermawan, menyebut kegiatan ini menjadi contoh positif bagi desa-desa lain. Ia berharap acara serupa terus dilaksanakan setiap tahun, sekaligus mendorong pengembangan agrowisata. “Kolaborasi pertanian dan pariwisata dapat menjadi daya tarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya optimistis. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jampang Tandang Makalangan (JTM) Citamiang menggelar pertunjukan seni budaya dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia. Acara berlangsung meriah di Lapang PB Mars, Jalan Pelabuhan II Cipoho, Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Sabtu (30/8/2025). Berbagai kesenian tradisional khas Jampang ditampilkan, mulai dari Pencak Silat, Ulin Awi Jampang, hingga atraksi Debus. Penampilan para seniman ini sukses memukau masyarakat yang hadir memenuhi lokasi acara. Ketua JTM DPC Citamiang Kota Sukabumi , Uwa Ruslan menyebut kegiatan ini bukan sekadar perayaan kemerdekaan, tetapi juga upaya memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan lokal. “Dengan adanya Jampang Tandang Makalangan, seni Kabupaten Sukabumi bisa terus berjalan dan tidak kalah dengan kesenian dari luar daerah bahkan luar negeri,” ungkapnya. Menurutnya, gelaran ini juga menjadi sarana sosialisasi agar anak-anak muda semakin tertarik untuk belajar dan bergabung dalam paguyuban Jampang Tandang Makalangan. Ia berharap ke depan JTM Citamiang dapat terus berkembang dengan dukungan fasilitas yang lebih memadai. Dalam kesempatan yang sama, praktisi seni Sukabumi Utara, Ki Maung, menegaskan pentingnya menggelar kegiatan serupa secara rutin setiap tahun demi menjaga eksistensi seni budaya lokal. Acara tersebut juga dihadiri Ketua Korwil Sukabumi Utara, Ace Saepul Rahman, serta Abah Fery Watugunung selaku perwakilan DPP sekaligus Wanhat Korwil Sukabumi Utara. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya Jampang. Pertunjukan seni budaya ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan lewat lomba dan hiburan, tetapi juga melalui upaya melestarikan tradisi dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Festival dan Gelar Budaya Anak Pesisir Series III sukses digelar di Saung Alam Buruan Ajar Indonesia, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Minggu (3/8/2025). Mengusung tema “Membangun Generasi Berbudaya di Era Digital”, kegiatan ini menjadi wujud nyata pelestarian budaya lokal yang selaras dengan perkembangan zaman. Festival yang berlangsung penuh semangat gotong royong ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Camat Ciracap, Kapolsek Ciracap. Hadir pula Kapolsek Surade, serta perwakilan DPRD, TNI, ormas dan komunitas budaya. Mereka memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan festival yang kini memasuki tahun ketiga. Dalam sambutannya, Wabup H. Andreas menekankan pentingnya pewarisan budaya kepada anak-anak sebagai investasi peradaban. Sebab generasi saat ini lah yang akan mewarisinya di masa mendatang. “Budaya adalah jati diri dan kekuatan masa depan. Pelibatan anak-anak bukan sekadar seremonial, tapi strategi membangun generasi yang berakar,” ujarnya. Wabup juga menyoroti potensi besar wilayah pesisir sebagai gudang kekayaan budaya, dari seni pertunjukan hingga tradisi lisan. Namun, tantangan modernisasi menjadi ancaman jika tidak diimbangi dengan edukasi dan pelestarian yang tepat. Wamenbud Giring Ganesha turut mengapresiasi inisiatif lokal tersebut. “Saung Alam Buruan Ajar Indonesia menjadi contoh ruang budaya yang hidup dari masyarakat dan untuk masyarakat. Ini bentuk kolaborasi yang harus diperluas ke daerah lain,” katanya. Festival ini tak hanya menampilkan seni budaya, tapi juga memberikan ruang edukatif bagi anak-anak untuk memahami nilai filosofis di balik setiap karya. Harapannya, festival ini melahirkan ekosistem budaya pesisir yang inklusif dan berkelanjutan. “Gunakan teknologi untuk memperkenalkan warisan daerahmu ke dunia. Jadilah generasi yang menjaga akar dan sekaligus menjangkau langit,” pesan Wamenbud kepada para peserta festival. (Dicky)
TEMANGGUNG- BIDIK KASUSNEWS.COM.– Uri-Uri Budaya Dan Tradisi Nenek moyang Ratusan warga mengenakan pakaian adat Jawa lengkap mengikuti prosesi tahunan Kirab Budaya Merti Dusun dalam rangka Regeng Suro 2025 di Dusun Krajan, Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Jumat (25/7/2025) pagi. Arak-arakan membawa tumpeng bucu, ingkung ayam, dan aneka jajanan pasar dimulai dari Kantor Desa menuju Komplek Makam Panjang, yang merupakan lokasi pemakaman leluhur atau pepunden pembuka wilayah permukiman setempat. Kirab dipimpin langsung oleh Bupati Temanggung, Agus Setyawan, didampingi istri, Panca Dewi. Kehadiran Bupati bukan tanpa alasan—Desa Campurejo merupakan kampung halamannya, sekaligus tempat ia pernah mengabdi sebagai kepala desa sejak 2007 sebelum menjadi Bupati Temanggung. Di lokasi, warga menggelar doa bersama (umbul donga) dan makan bersama (kembul bujono) dengan tumpeng yang mereka bawa dari rumah masing-masing. Prosesi ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni tradisional seperti topeng ireng dan jaran kepang. Ketua panitia, Guris Ma’arif, menjelaskan bahwa Merti Dusun merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Muharam atau Suro dalam penanggalan Jawa. “Ritual utama berupa selamatan rutin kami gelar di Makam Panjang, yang merupakan makam tokoh pepunden atau pembuka wilayah (bubak alas) di dusun ini,” jelas Guris. Ia menambahkan, acara ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan warga Dusun Krajan, yang dikenal memiliki semangat gotong royong tinggi. “Ini adalah wujud penghormatan kami kepada sesepuh dusun, sekaligus doa menyambut musim panen tembakau,” imbuhnya. Selain prosesi kirab, berbagai agenda turut digelar sebagai rangkaian Regeng Suro, antara lain pagelaran seni budaya lokal, pengajian, hingga pementasan wayang kulit semalam suntuk. Juga untuk menghidupkan seni Budaya.pungkasnya. Jurnalis ( trm )
SUKABUMI, BIDIK-KASUSNEWS.COM– Dua evaluator dari UNESCO Global Geopark (UGGp), Zhang Chenggong asal Tiongkok dan Bojan Rezun dari Slovenia, memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan budaya dan edukasi yang disuguhkan di SMPN 1 Surade, Kabupaten Sukabumi, Rabu (2/7/2025). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses validasi lanjutan terhadap status Ciletuh-Palabuhanratu sebagai UNESCO Global Geopark (CPUGGp). Tamu mancanegara itu disambut pertunjukan seni khas Sunda, permainan tradisional, hingga pameran karya lukis. Mereka juga menelusuri ruang-ruang edukatif yang menampilkan keunikan geologis dan keindahan lanskap CPUGGp. Zhang menilai Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menunjukkan komitmen nyata dalam mengelola geopark secara berkelanjutan. “Tidak ada geopark yang sempurna, tapi kami di sini untuk membantu agar CPUGGp semakin berkembang,” ujarnya. Senada dengan itu, Bojan mengaku kagum dengan sambutan masyarakat dan keaslian alam Sukabumi. Ia bahkan memilih tinggal lebih lama di kawasan geopark sebagai bentuk penghormatan pribadi atas pesona yang ditawarkan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyatakan bahwa kunjungan ini bukan sekadar penilaian teknis, tetapi juga bagian dari diplomasi pariwisata. “Yang membuat mereka kagum bukan hanya pertunjukan, tetapi juga lanskap asli dan temuan fosil Megalodon di kawasan ini,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa para evaluator lebih tertarik menikmati langsung alam Ciletuh-Palabuhanratu dibandingkan menyaksikan dokumentasi visual. Hal ini menandakan bahwa kawasan ini memiliki daya tarik autentik yang kuat dan layak diperhitungkan di kancah internasional. Validasi ini diharapkan semakin memperkokoh posisi CPUGGp sebagai geopark kelas dunia dan mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Selain menyoroti aspek geologis dan budaya, para evaluator juga memperhatikan peran pelibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan. Mereka mengapresiasi antusiasme para pelajar, guru, dan warga lokal yang aktif mempromosikan geopark melalui edukasi dan kesenian. Bahkan selama kunjungan berlangsung, terlihat interaksi hangat antara evaluator dengan siswa yang mempresentasikan kekayaan alam Sukabumi dalam bahasa Inggris. Hal ini menunjukkan kesiapan generasi muda dalam memperkenalkan potensi daerah ke kancah global. Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap, melalui validasi ini, CPUGGp dapat terus dipertahankan statusnya dan menjadi model pengelolaan geopark berkelanjutan berbasis kearifan lokal dan partisipasi masyarakat. (DICKY)