SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki menegaskan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) harus terbebas dari ijon. Hal tersebut disampaikan Ayep saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) se Kecamatan Baros, Senin (13/10/2025). ‎ ‎”Pokoknya P2RW harus steril dari ijon. Program ini jangan melibatkan pengusaha. Semua dikerjakan oleh masyarakat sehingga bisa saling mengawasi,” kata Ayep. ‎ ‎Dia juga menekankan bahwa P2RW itu bukan proyek untuk bagi-bagi keuntungan tapi merupakan program pembangunan di tingkat RW yang berasal dari warga oleh warga dan untuk warga. ‎ ‎”Jika ada bukti-bukti awal adanya penyalahgunaan anggaran oleh pelaksana di lapangan saya tak akan pandang bulu akan laporkan siapapun pada aparat penegak hukum,” ujarnya. ‎ ‎Kendati demikian kata dia, jika tidak ditemukan buktikan awal permulaan yang cukup tidak akan ada pelaporan. “Kalau tidak ada bukti kuat, salah-salah nanti ada pelaporan balik,” ujarnya. ‎ ‎Dia menambahkan, dana P2RW itu meupakan amanah yang perlu dijalankan dan diawasi bersama oleh semua elemen masyarakat. ‎ ‎”Dana P2RW adalah uang amanah. Saya minta semua orang yang terlibat harus mengedepankan kejujuran dan transparansi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan,” kata Ayep. ‎ ‎Sementara itu Plt Camat Baros Yanuar Ridwan mengatakan, sebelumnya semua ketua RW lebih dahulu menandatangani pakta integritas. Semua harus berjalan sesuai dengan SOP guna menghindari jerat hukum. ‎ ‎”Jumlah RW se Kecamatan Baros ada 40. Semua harus satu tekad dan komitmen bersama untuk mensukseskan program ini. Ada enam item diantaranya jalan lingkungan, talud, posyandu, sampah sarana keagamaan,” tutupnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menggelar razia gabungan bersama TNI dan Polri di sejumlah blok hunian warga binaan, Sabtu (11/10/2025). ‎ ‎Operasi mendadak yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia, menindaklanjuti instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat. ‎ ‎Razia ini menjadi bagian dari implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, terutama poin pertama yang menekankan pemberantasan peredaran narkoba dan penipuan di lapas/rutan. ‎ ‎Kegiatan ini juga selaras dengan 21 Perintah Harian Dirjen Pemasyarakatan Drs. Mashudi dan instruksi Kakanwil Ditjenpas Jabar, Kusnali. Penggeledahan menyasar enam kamar di Blok A (A3, A4, A5), Blok B (B1), dan Blok C (C7). ‎ ‎Operasi dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) bersama Kasi Administrasi Kamtib dan Kasubsi Keamanan, dengan dukungan 26 personel gabungan dari staf, regu pengamanan, CPNS, serta aparat TNI–Polri wilayah Warudoyong. ‎ ‎Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen pihaknya dalam menjaga keamanan dan integritas lingkungan pemasyarakatan. ‎ ‎“Razia ini bukan sekadar menindaklanjuti instruksi pimpinan, tetapi juga wujud tanggung jawab kami untuk menciptakan lapas yang bersih, aman, dan bebas dari narkoba maupun handphone,” tegasnya. ‎Hasil penggeledahan menunjukkan tidak ditemukan narkoba maupun alat komunikasi ilegal. ‎ ‎Namun petugas berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang seperti gunting, paku, pinset, potongan kawat, hanger logam, tali kain, dan tongkat besi, yang seluruhnya langsung diinventarisasi dan diamankan untuk dimusnahkan sesuai prosedur. ‎ ‎Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Lapas Kelas IIB Sukabumi menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan TNI–Polri guna mendukung kebijakan “Lapas Bersih dari Handphone, Pungli, dan Narkoba (Halinar). (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Warga Kampung Cijambe, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, digegerkan dengan penemuan seorang pria tewas tergantung di area perkebunan cengkih dan karet milik PT Mirzabuana Sentosa, Sabtu (11/10/2025) pagi. ‎ ‎Korban diketahui bernama Dulah (32), seorang buruh harian warga Kampung Cigaru RT 026 RW 004, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade. Ia ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB dalam kondisi tergantung di dahan pohon durian dengan menggunakan seutas tali kain. ‎ ‎Penemuan bermula ketika dua warga setempat, Asep (50) dan Ismail (48), hendak berangkat ke kebun. Keduanya sontak terkejut saat melihat sosok tubuh tergantung di antara rimbun pepohonan. ‎ ‎“Kami kaget sekali, begitu didekati ternyata korban sudah tidak bernyawa,” ungkap salah satu saksi. ‎ ‎Peristiwa itu segera dilaporkan kepada aparat desa dan Polsek Surade. Tak lama berselang, petugas gabungan dari Polsek Surade, Forkopimcam, Puskesmas Surade, dan pemerintah desa langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah korban. ‎ ‎Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, S.Pd membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan medis oleh petugas Puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. ‎ ‎“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada indikasi kekerasan fisik. Dugaan sementara, korban melakukan tindakan bunuh diri,” ujar Kapolsek. ‎ ‎Menurut Kapolsek, berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami depresi akibat tekanan ekonomi yang berkepanjangan. Pihak keluarga, termasuk istri korban, Dewi Natalia, menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. ‎ ‎“Pihak keluarga, terutama istri korban, sudah membuat surat pernyataan resmi penolakan autopsi. Mereka menerima peristiwa ini sebagai takdir,” tambahnya. ‎ ‎Petugas kemudian melakukan serangkaian langkah, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi, pendataan, hingga membantu proses pemulasaraan dan pemakaman korban di TPU setempat. ‎ ‎Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi mental dan sosial di lingkungan sekitar. ‎ ‎“Kami mengajak warga untuk saling memperhatikan dan peka terhadap orang-orang di sekitarnya. Bila ada yang tampak murung atau tertekan, segera ajak bicara atau laporkan agar bisa segera ditangani,” tutup Iptu Ade Hendra. (Dicky)

‎SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Semangat baru menyelimuti dunia olahraga karate di Kabupaten Sukabumi. H.M. Kamaludin Zen resmi dilantik sebagai Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Cabang Kabupaten Sukabumi periode 2025–2029. ‎Pelantikan yang digelar di Aula Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri, Cibadak, Jumat (10/10/2025), dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar. Dalam arahannya, Bupati Asep Japar menegaskan pentingnya peran FORKI dalam mencetak generasi muda berprestasi. Ia mendorong pengurus baru agar tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga membangun karakter dan semangat sportivitas di kalangan atlet muda. ‎“Karate bukan sekadar olahraga bela diri, tapi wadah pembentukan mental tangguh dan disiplin. Saya ingin FORKI melahirkan lebih banyak talenta muda yang mampu mengharumkan nama Sukabumi,” tegas Bupati. Bupati juga mengingatkan agar program kerja FORKI disusun secara terukur dan berpihak pada pembinaan atlet sejak usia dini. “Kalau pembinaannya kuat, prestasi akan mengikuti,” tambahnya. Sementara itu, Ketua FORKI yang baru dilantik, H.M. Kamaludin Zen, menegaskan bahwa pihaknya siap bergerak cepat. Sejumlah program sudah disiapkan, termasuk pembinaan intensif menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan penyelenggaraan Kejuaraan Bupati Cup dalam waktu dekat. ‎“Kami ingin karate kembali menjadi cabang andalan Sukabumi. Target kami bukan hanya medali, tapi juga regenerasi atlet yang berkesinambungan,” ujarnya. ‎Kamaludin juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya atas kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan. Ia menegaskan, kepengurusan baru akan melanjutkan tradisi prestasi dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme. “Kami siap melangkah bersama. FORKI Sukabumi harus menjadi rumah bagi para karateka dan wadah lahirnya juara masa depan,” pungkasnya. (Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi memastikan stok pupuk bersubsidi untuk musim tanam Oktober–Maret (Okmar) 2025/2026 dalam kondisi aman. ‎ ‎Antrean petani di sejumlah kios pengecer di wilayah selatan, seperti Kecamatan Cibitung dan Surade, disebut bukan akibat kekurangan stok, melainkan keterlambatan distribusi dari pihak distributor. ‎ ‎Kabid Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Deni Ruslan, menjelaskan bahwa realisasi tanam pada awal musim Okmar mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. ‎ ‎Hal itu berdampak pada meningkatnya kebutuhan pupuk bersubsidi di tingkat petani menjelang musim tanam. ‎ ‎“Kebutuhan pupuk meningkat seiring naiknya aktivitas tanam. Karena itu, ketersediaan di kios pengecer harus terjamin agar petani bisa menebus pupuk sesuai kebutuhan dan tepat waktu,” ujar Deni, Jumat (10/10/2025). ‎ ‎Ia menegaskan, dari sisi alokasi pupuk bersubsidi, Kabupaten Sukabumi masih memiliki sisa kuota yang mencukupi hingga akhir Desember 2025, yakni Urea 31.469 ton, NPK 15.420 ton, dan pupuk organik 1.676 ton. ‎ ‎“Yang perlu diperkuat adalah kelancaran distribusi dari gudang PT Pupuk Indonesia ke gudang distributor, dan selanjutnya ke kios pengecer,” tambahnya. ‎ ‎Terkait keterlambatan distribusi yang menyebabkan antrean petani di sejumlah wilayah, Dinas Pertanian telah berkoordinasi dengan PT Pupuk Indonesia untuk menambah armada pengangkut agar pengiriman bisa tepat waktu dan dalam jumlah yang memadai. ‎ ‎Selain faktor logistik, Deni menyebut aturan pemerintah tentang ODOL (Over Dimension Over Load) turut memengaruhi proses distribusi. ‎ ‎“Truk yang semula bisa mengangkut delapan ton pupuk kini hanya boleh membawa empat hingga lima ton. Akibatnya, distributor harus menambah armada hingga dua kali lipat untuk volume yang sama,” jelasnya. ‎ ‎Sementara itu, Deni menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi masih sesuai ketentuan pemerintah, yakni Urea Rp2.250 per kilogram (Rp112.500 per karung 50 kg) dan NPK Rp2.300 per kilogram (Rp115.000 per karung 50 kg). ‎ ‎“Kalau ada penjualan di atas HET, itu sudah pelanggaran. Silakan laporkan ke pihak PT Pupuk Indonesia,” tegasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodim 0607/Kota Sukabumi akan menggelar Festival dan Lomba Burung Berkicau Piala Dandim 0607, pada Minggu, 12 Oktober 2025, di Makodim 0607, Jalan R.A. Kosasih, Kota Sukabumi. ‎ ‎Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT TNI yang bertujuan mempererat silaturahmi antara TNI dan masyarakat, sekaligus memberikan ruang positif bagi komunitas pecinta burung berkicau di Sukabumi dan sekitarnya. ‎ ‎Festival yang diperkirakan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah tersebut akan menampilkan sejumlah kelas bergengsi, di antaranya D LIMA, BJB, STAR, HIS STADIUM, MIDDLE ROCK, RN7 BLACK, GONSOL BC, dan HUMMER. Para peserta akan memperebutkan hadiah menarik senilai jutaan rupiah, termasuk hadiah utama berupa sepeda motor. ‎ ‎Komandan Kodim 0607/Kota Sukabumi, Letkol Czi Indra Gunawan, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan wadah kebersamaan antara TNI dan masyarakat. ‎ ‎“Festival ini kami gelar bukan hanya untuk mencari juara, tapi juga untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Kami ingin momentum HUT TNI ke-80 ini membawa manfaat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya, Jumat (10/10/2025). ‎ ‎Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme, disiplin, dan sportivitas yang sejalan dengan nilai-nilai luhur TNI. ‎ ‎Letkol Indra menegaskan, pihaknya telah menyiapkan pelaksanaan kegiatan secara tertib, aman, dan kondusif. ‎ ‎“Mari rayakan HUT TNI dengan semangat kebersamaan. Menang bukan tujuan utama, yang penting kita mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan,” tambahnya. ‎ ‎Dengan dukungan berbagai komunitas kicau mania, lomba burung berkicau Piala Dandim 0607/Kota Sukabumi dipastikan menjadi salah satu event paling meriah dalam peringatan HUT TNI ke-80 tahun 2025. (Usep).

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Menjelang musim tanam padi, keresahan melanda para petani di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, stok pupuk bersubsidi semakin sulit didapat di sejumlah kios, terutama di Kecamatan Cibitung dan Surade. ‎ ‎Kelangkaan ini bahkan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Seorang warga Cibitung menulis keluhannya di akun Facebook, meminta pemerintah menambah kuota pupuk. ‎“Kami bukan minta, tapi mau beli. Kasihan para petani,” ketusnya. ‎ ‎Pantauan di lapangan pada Kamis (9/10/2025), menunjukkan antrean panjang petani di salah satu kios pupuk di Kampung Pasirjampang, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung. Mereka menunggu giliran untuk mendapatkan pupuk urea dan phonska bersubsidi yang jumlahnya terbatas. ‎ ‎“Sekarang sudah mulai masa tanam, jadi pupuk sangat dibutuhkan. Saya baru bisa setor uang dan menyerahkan e-KTP untuk verifikasi kuota. Katanya baru bisa diambil besok,” ujar Kurdi (55), petani setempat. ‎ ‎Pemilik kios pupuk, Rismawan (39), membenarkan keterbatasan stok yang menyebabkan antrean panjang. Ia mengaku pengiriman dari distributor di Kota Sukabumi sering terlambat sehingga penyaluran harus diatur. ‎ ‎“Memang tadi ada sekitar 50–60 petani datang. Karena stok terbatas, pembagian kami batasi supaya semua kebagian. Misalnya yang minta lima kuintal, kami kasih tiga kuintal dulu,” jelasnya. ‎ ‎Menurut Rismawan, kiosnya baru menerima kiriman 4 ton pupuk phonska dan 4 ton urea, yang langsung disalurkan kepada petani terdaftar. ‎ ‎Sedangkan harga jual tetap sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp2.300 per kilogram untuk phonska dan Rp2.250 per kilogram untuk urea. ‎ ‎“Besok juga ada kiriman baru. Sebagian petani sudah bayar dan menunggu pengambilan,” tambahnya. ‎ ‎Para petani berharap pasokan pupuk segera normal agar masa tanam tidak terganggu dan hasil panen tetap optimal. “Kami cuma ingin pupuk tersedia tepat waktu, itu saja,” ujar Kurdi. (Dicky)

‎Bidik-kasusnews.com,Sintang kalimantan Barat ‎Pada hari Kamis tanggal 9 Oktober 2025, sekitar jam 10.00 wib Polsek Sepauk telah melaksanakan pengecekan Jembatan gantung sungai sepauk yang roboh di dusun ensibau desa nanga libau,dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Jembatan panjang 150 Meter,Lebar 1,2 Senti Meter.Usia Jembatan Sudah Mencapai 25 tahun,Penghubung dari desa Nanga Libau ke desa sekujam Timbai kecamatan sepauk kabupaten Sintang kalbar. Dikarenakan termakan usia sabtu-08-Okt-2025 Ungkap Warga” Petrus warga desa nanga Libau yang lagi bersama kapolsek Sepauk Saat di TKP   Petrus Warga desa Nanga Libau saat dikonfirmasi awak media,lewat Via Whatssap mengatakan ya pak betul,jembatan ini sudah lama sekitar 25 tahun dan panjang 150 meter,Jembatan tersebut di bangun Dana Swadaya,Oleh Pemgusaha Sukses Bernama pak Apui pangilan sehari harinya Alias pak rajali. Warga desa nanga libau mengatakan pada tahun 2015 jembatan tersebut sekarang sudah diserahkan ke Pemkab Sintang,sekarang menjadi wewenang pemkap sintang untuk membangun kembali,tuturnya”. Dalam hal ini jembatan tersebut akses utama perekonomian masyarakat setempat,akses utama masyarakat dalam ber’aktifitas sehari hari baik siang dan malam dan anak sekolah setiap harinya baik dari PAUD,SD,SMPN, Dan SMA Melalui jembatan tersebut.dengan robohnya jembatan tersebut kini aktifitas kami terhambat,dan bagi warga yang punya sampan kecil masih bisa melakukan berlalu lalang dari seberang,bagi yang ngak punya sampan harus keluarkan uang setiap hari untuk biaya nyebrang,”ungkapnya” Kami warga sekitar berharap kepada pemkap sintang untuk segera membangun jembatan tersebut dan harus di bangun dengan bahan permanen,tidak boleh pakai bahan material bekas ungkapnya dengan nada sedih. Hal senada diucapkan pak rajali alias Apui sapaan hari-hari,Mengatakan jembatan ini saya bangun Dana Swadaya dengan modal Sendiri dan sekarang sudah menjadi kewenangan Pemkap kabupaten Sintang kalbar,diserahkan pada tahun 2015 dan saya berharap jembatan tersebut segera di bangun lewat instansi terkait,dan jangan di tunda tunda lagi,tegasnya. ‎Kapolsek Sepauk dalam Upaya ini yang telah dilakukan ‎Mendatangi dan melakukan cek situasi sekitaran jembatan bersama forkopimcam dan staf unit kerja PPK DJBM kementrian PUPR perwakilan provinsi Kalbar. ‎ ‎Peristiwa ambruknya jembatan gantung disebabkan faktor usia, Kapolsek melalui bhabinkamtibmas melakukan himbaun dan pemberitahuan kepada masyarakat yang biasa melintas melalui jembatan tersebut. ‎ ‎Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan pihak desa dan memberi solusi supaya aktivitas masyarakat tidak terhambat. Bahwa dari pihak Unit kerja PPK DJBM perwakilan Kementrian PUPR sdr.Taufik menyampaikan akan dilakukan proses pengajuan pembangunan jembatan baru di lokasi yg sama pada tahun 2026. Wartawan Ridwan Sandra ‎ ‎

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik menyusul penanganan kasus dugaan korupsi kredit oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi. ‎ ‎Menariknya, kasus tersebut justru terungkap berkat hasil pengawasan internal BRI sendiri. Temuan itu kemudian ditindaklanjuti secara tegas oleh manajemen dengan menyerahkan penanganan hukum kepada aparat berwenang. ‎ ‎Pemimpin Cabang BRI Sukabumi, Zul Hendra, menyampaikan bahwa langkah tersebut menjadi bukti nyata penerapan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik di lingkungan BRI. ‎ ‎“Kami memiliki sistem pengawasan internal yang berjalan efektif. Dari sana, kami menemukan indikasi penyimpangan dan langsung mengambil langkah tegas. Ini bentuk nyata komitmen BRI terhadap prinsip zero tolerance terhadap kecurangan,” ujar Zul, Kamis (9/10/2025). ‎ ‎Zul menambahkan, terhadap oknum yang terlibat, BRI telah menjatuhkan sanksi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan melaporkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. BRI juga menyatakan siap memberikan dukungan penuh terhadap proses hukum yang sedang berjalan. ‎ ‎“Kami menghargai langkah cepat Kejari Kota Sukabumi dalam menangani laporan ini. BRI akan terus bekerja sama dan mengawal proses hukum hingga tuntas,” tegasnya. ‎ ‎Sebagai bank milik negara, BRI memastikan langkah korektif tersebut tidak mengganggu layanan kepada masyarakat. Seluruh kegiatan perbankan tetap berjalan normal dengan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang konsisten. ‎ ‎“Kepercayaan nasabah merupakan prioritas utama kami. Karena itu, BRI akan terus memperkuat sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup Zul. (Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Gapura Pancawaluya SMAN 1 Surade dengan bangga mempersembahkan program SMAN 1 Surade JAWARA (Jati Waluya Rancage). ‎ ‎Salah satu program unggulannya adalah PALISADE (Peduli Lingkungan Satu Surade) yang berfokus pada kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. ‎ ‎Kepala SMAN 1 Surade, Suhendi, memimpin langsung kegiatan bersih-bersih lingkungan di area sekolah. ‎ ‎Ia menyampaikan bahwa program PALISADE merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menjaga kebersihan, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus membentuk karakter siswa yang Cageur, Bageur, dan Singer. ‎ ‎“Lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat menjadi faktor penting dalam mendukung kenyamanan serta keberhasilan proses pembelajaran,” ujar Suhendi pada media, Kamis (9/10/2025). ‎ ‎Senada dengan itu, Ina Eka Sulastri, Koordinator Kebersihan SMAN 1 Surade, menuturkan bahwa program PALISADE sejalan dengan salah satu dari sembilan langkah pembangunan karakter di Jawa Barat, yakni kebersihan lingkungan. ‎ ‎”Melalui kegiatan ini, seluruh warga sekolah mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik terlibat aktif dalam menjaga kebersihan ruang kelas, taman, dan area umum sekolah,” tuturnya. ‎ ‎Gotong royong tersebut diharapkan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekitar. ‎ ‎Selain kegiatan rutin kebersihan, program PALISADE juga akan dikembangkan melalui lomba kebersihan antarkelas, penanaman pohon, serta edukasi pengelolaan sampah ramah lingkungan. ‎ ‎Dengan langkah nyata ini, SMAN 1 Surade bertekad menjadi sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun karakter dan budaya peduli lingkungan. (Dicky)