SUKABUMI, BIDIK-KASUSnews.com – Lima orang wisatawan asal kota hujan Bogor, Senin (7/4/2025) sekitar pukul 06.30 WIB terseret ganasnya ombak Karanghawu Kecamatan Cisolok Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, saat berenang di tepi pantai. Kelima korban tersebut masih berstatus pelajar. Mereka adalah Sukron Apriadi, Rifki, Akbar dan Daus berhasil diselamatkan Tim SAR gabungan yang terdiri dari Polairud Polres Sukabumi, Balawista dan relawan. Nahas, satu orang diantara keempat remaja terseret bernama Fatah diduga terseret jauh ke laut lepas dan hingga saat ini korban masih belum diketemukan. Salah seorang korban selamat Sukron menuturkan, mereka berlima tenggelam terseret ombak besar. “Alhamdulillah, kami berempat berhasil diselamatkan. Tapi teman kami Fatah, hingga saat ini belum ditemukan. Kami berharap Fatah bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya. Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Nandang membenarkan kejadian itu. Menurutnya hingga saat ini tim gabungan dikerahkan untuk mencari korban yang hilang. “Benar, peristiwa itu terjadi tadi pagi. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian. Semoga korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Kami mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat berenang di pantai karena ombak besar bisa muncul tiba-tiba,” ujarnya. (DICKY)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Polisi mengungkapkan hasil autopsi sementara terhadap jenazah wartawan berinisial SW (32) yang ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Hasil awal autopsi mengindikasikan bahwa korban meninggal dunia karena sakit, dengan dugaan kuat adanya infeksi pada paru-paru. “Berdasarkan hasil otopsi sementara, terdapat indikasi adanya infeksi pada paru-paru. Dugaan sementara dari dokter adalah penyakit TBC,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangan persnya pada Senin (7/4/2025). Meski demikian, Ade Ary menegaskan bahwa hasil ini masih bersifat sementara dan belum bisa dijadikan kesimpulan final. Menurutnya, diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab kematian korban secara menyeluruh. “Namun guna memastikannya, masih harus menunggu hasil pemeriksaan toksikologi dan histopatologi,” tambahnya. Selain hasil autopsi internal, polisi juga melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Dalam proses tersebut ditemukan luka lecet pada bagian bibir korban. Luka tersebut diduga akibat benturan dengan lantai, yang kemungkinan terjadi saat korban jatuh. Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil laboratorium untuk menyimpulkan secara resmi penyebab kematian SW. Sementara itu, kasus ini tetap dalam penanganan intensif pihak berwenang guna memastikan tidak ada unsur kekerasan atau faktor lain di balik kematian tersebut.(Wely-jateng) Sumber:inews.id(7/4/2025)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Tebet. Rumah Baca Zhaffa bersama lima taruna Akpol menggelar kegiatan belajar-mengajar bagi anak jalanan di daerah Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Kegiatan itu turut dihadiri Yudy Hartanto selaku Founder dari Rumah Baca Zhaffa. Rumah Baca Zhaffa pun sudah hampir 17 tahun beroperasi. Tempat yang dikonsepkan sebagai Taman Bacaan Masyarakat itu sudah berdiri sejak 24 Agustus 2008. “Terwujudnya kegiatan belajar mengajar bersama ini, berawal dari permintaan salah satu taruna, BST John Anderson, yang menghubungi via telepon,” ujar Yudy, Senin (7/4/25). Menurutnya, usai dihubungi, dirinya merasa sangat senang dan semangat karena kesempatan tersebut dianggapnya sangat langka. Lima Taruna Akpol yang terdiri dari BST John Anderson, BST Aiman Dzaky, ABT Satrio Akbar, ABT Rashya Resdianto, ABT Bizzahro Pharsa pun mengaku sangat senang dan bangga karena melihat semangat para anak jalanan. Para peserta belajar-mengajar sangat bergairah untuk meraih ilmu pengetahuan agar bermanfaat masa mendatang. Para taruna Akpol itu juga berharap agar anggota polisi dan masyarakat dapat terus bermitra, saling membantu, mendukung, serta menginspirasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. “kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi rekan-rekan kami (Calon Perwira Polri) untuk semangat mewujudkan salah satu tugas seorang polisi yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pendidikan sebagai salah satu wujud pemenuhan hak asasi manusia, yang dalam hal ini diberikan kepada anak jalanan,” jelas BST Jhon.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng

JATENG:Bidik-kasusnews.com JATENG – Anggota Tim Pengamanan Protokoler Kapolri, Ipda Endry Purwa, mendatangi kantor LKBN Antara Biro Jawa Tengah di Kota Semarang pada Minggu (6/4) malam. Kedatangannya untuk menyampaikan permintaan maaf atas insiden kekerasan yang dilakukannya terhadap fotografer Antara, Makna Zaezar, saat peliputan kegiatan Kapolri. Ipda Endry datang didampingi oleh tim dari Mabes Polri serta Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto. Rombongan tiba menjelang pukul 22.00 WIB dan disambut langsung oleh pihak redaksi LKBN Antara Jateng. Pertemuan berlangsung secara tertutup. Seusai pertemuan, Kombes Pol Artanto menyampaikan pernyataan resmi kepada wartawan. Ia menyampaikan bahwa institusinya menyesalkan insiden tersebut dan menegaskan bahwa Ipda Endry bukan ajudan Kapolri, melainkan bagian dari tim pengamanan protokoler. “Kondisi di lapangan saat itu cukup padat dan ramai. Namun demikian, tindakan emosional terhadap rekan media tentu tidak bisa dibenarkan,” ujar Artanto. Menurutnya, permintaan maaf telah disampaikan oleh Ipda Endry baik secara langsung kepada korban maupun secara terbuka di hadapan awak media. Meski permintaan maaf telah diterima, proses hukum internal tetap akan berjalan. Artanto memastikan bahwa Propam Mabes Polri dan Propam Polda Jateng akan melakukan penyelidikan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur. “Apabila ditemukan pelanggaran, akan ada sanksi yang dijatuhkan. Kami tegaskan, institusi kepolisian tidak mentolerir tindakan yang melanggar etika dan profesionalisme,” tambahnya. Ipda Endry sendiri menyatakan penyesalan atas tindakan yang dilakukan dan mengakui kesalahan tersebut di hadapan awak media. Sementara itu, Makna Zaezar menyatakan telah memaafkan pelaku, namun berharap proses penegakan aturan tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Direktur Pemberitaan LKBN Antara, Irfan Junaedi, menyambut baik langkah cepat pihak kepolisian yang secara langsung datang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. “Kami menghargai itikad baik dari Mabes Polri dan Polda Jateng. Namun tentu kami berharap ada langkah konkret agar insiden seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.(Wely-jateng) Sumber:inews.id(6/4/2025)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Ribuan warga memadati kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu, Jepara, sejak pagi hari pada Senin (7/4/2025), untuk menyaksikan prosesi larungan kepala kerbau dalam rangkaian Pesta Lomban. Tradisi tahunan ini menjadi puncak pekan syawalan dan merupakan warisan budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat pesisir Jepara. Sejak pukul 06.00 WIB, antusiasme masyarakat mulai terasa. Warga dari berbagai penjuru datang untuk menyaksikan momen sakral yang sarat nilai spiritual dan budaya. Prosesi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, pementasan tari tradisional Sernemi, dan ditutup dengan doa bersama. Nuansa khidmat menyelimuti pembukaan acara di tengah riuhnya kegembiraan warga. Puncak perayaan ditandai dengan arak-arakan kepala kerbau yang telah dihias dan diletakkan dalam miniatur kapal. Rombongan yang terdiri dari anak-anak nelayan, tokoh masyarakat, serta pejabat daerah mengiringi arakan dari dalam TPI menuju dermaga. Setelah itu, rombongan kapal nelayan mengantar miniatur tersebut ke laut lepas untuk dilarung, sebagai simbol sedekah kepada alam. “Penting untuk dipahami, larungan bukan bentuk penyembahan, melainkan simbol syukur kepada Allah Swt. atas berkah hasil laut. Kepala kerbau yang dilarung merupakan bentuk sedekah kepada alam,” tegas Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit. Usai prosesi larung, arak-arakan dilanjutkan menuju Pantai Kartini dan disambung dengan Festival Kupat Lepat. Dua gunungan besar berisi ketupat dan lepat menjadi rebutan warga, menciptakan suasana penuh keceriaan dan kebersamaan. Mas Wiwit juga mengungkapkan rencana pengembangan perayaan tahun depan. Ia berencana menambah kemeriahan dengan parade pasukan dan pelibatan penyelenggara acara profesional. “Kami sudah koordinasi dengan TNI dan Polri demi kelancaran kegiatan. Pesta Lomban ini harus jadi ikon budaya maritim Jepara yang bisa mendunia,” ujarnya optimis. Tradisi ini tak hanya menyimpan nilai spiritual, tetapi juga nilai sejarah yang kuat. Catatan tentang Pesta Lomban telah ditemukan dalam jurnal Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië tahun 1868 dan koran Slompret Melajoe tahun 1893, menandakan bahwa tradisi ini telah menjadi bagian dari identitas kultural Jepara sejak abad ke-19. Lebih dari sekadar pelestarian budaya, Pesta Lomban juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan mendongkrak sektor UMKM pesisir. Pemerintah daerah berharap, ke depan, tradisi ini mampu menjadi magnet wisata budaya yang tak hanya menarik perhatian wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara.(Wely-jateng)

Bidik-kasusnews.com,Bengkayang kalimantan Barat Kalbaco bukanlah rokok yang tidak memiliki cukai resmi atau produk ilegal. Seperti yang di lansir di beberapa media piral baru-baru ini bahwa pruduk rokok kalbaco adalah rokok dengan pita cukai palsu, Senin (07/04/2024). Hal ini sempat dibantah oleh pihak manajemen PT, BORNEO TWINDO GRUP(BTG). Mengatakan dalam pertemuan dengan awak media senin 7/4/2024 bahwa pruduk kalbaco yang kami pasarkan itu legal dan memiliki dokumen resmi dan layak edar. Sesuai Produksi kalbaco taat pembayaran pajak kepada negara yaitu setoran/pembayaran pita cukai, setoran SPPR ( surat pemberitahuan pajak rokok). Selain itu pajak daerah, setoran PPN HT ( pajak pertambahan nilai hasil tembakau) setoran pajak penghasilan ( pph 21, pph 22, pph 23,pph 25/29, pph pasal 4 ayat 2). Selain taat dalam pembayar pajak Perusahaan rokok kalbaco juga banyak memberikan kontribusi/ manfaat kepada masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik, Lanjut, ia menjelaskan perusahaan rokok kalbaco telah diberikan beberapa penghargaan dari pemerintah diantaranya piagam penghargaan 100 Besar wajib pajak penentu penerimaan, KKP, dan beberapa piagam penghargaan lainnya dari pemerintah, kalbar. Lanjut, pihak manajemen kalbaco menyatakan kami sangat menyayangkan sebagaimana yang diberitakan rekan rekan awak media dimana tampa mengkonfirmasi dulu tentang kejelasan serta ke apsahan legalitas produk kalbaco yang dikeluarkan dari PT. BORNEO TWINDO GRUP. “Dan kami juga menyayangkan dari narasi yang dimuat melibatkan beberapa instansi terkait seolah melakukan pembiaran dalam peredaran kalbaco yang dianggap tidak resmi atau ilegal,” jelasnya. (Tim/red)

JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara, 7 April 2025 – Semarak tradisi kembali menggema di pesisir Jepara. Masyarakat tumpah ruah di TPI Ujungbatu untuk mengikuti dan menyaksikan prosesi adat Larungan Kepala Kerbau, bagian dari rangkaian Pesta Lomban Festival Kupat Lepet yang digelar satu minggu setelah Idul Fitri. Tradisi ini bukan sekadar seremoni. Bagi masyarakat pesisir Jepara, larungan adalah warisan leluhur yang menyatukan rasa syukur, doa keselamatan, dan harapan akan hasil laut yang melimpah. Kepala kerbau dilarung ke laut sebagai simbol sedekah, bukan pemujaan, sebagaimana ditegaskan oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo. “Larungan adalah bentuk syukur kepada Tuhan, bukan kepada laut. Ini adalah budaya yang harus terus kita uri-uri,” ujar Bupati yang akrab disapa Wiwit, sesaat sebelum menaiki kapal untuk memimpin pelarungan. Rangkaian Pesta Lomban dimulai sehari sebelumnya, Minggu (6/4), dengan penyembelihan kerbau di RPH Ujungbatu, ziarah ke makam tokoh-tokoh bersejarah Jepara, dan ditutup dengan pagelaran Wayang Kulit Dewa Ruci, simbol pencarian jati diri dan kebijaksanaan. Yang istimewa tahun ini adalah kembalinya Tradisi Kupat Lepet, yang sempat absen tahun lalu. Sebanyak 4.000 ketupat dan lepet disusun membentuk dua gunungan besar, melambangkan kebersamaan dan kelimpahan. Kepala Disparbud Jepara, Moh Eko Udyyono, menyebutkan bahwa tradisi ini telah berlangsung ratusan tahun dan menjadi identitas budaya masyarakat nelayan Ujungbatu. “Dengan Pesta Lomban, kita tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga memberi semangat baru bagi sektor pariwisata dan perekonomian lokal,” ujar Eko. Pesta Lomban bukan sekadar ritual, tetapi momentum mempererat ikatan sosial dan spiritual masyarakat pesisir. Tradisi ini membuktikan bahwa kearifan lokal tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Pati -7-Aprel-2025 Polda Jateng | Kapolresta Pati bersama rombongan Pejabat Utama (PJU) Polresta Pati melaksanakan pemantauan di Waduk Gunung Rowo di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati pada Minggu (6/4/2025) sore. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 16.00 WIB hingga selesai ini bertujuan untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta kondisi pengunjung di obyek wisata tersebut. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan, terutama pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H yang masih dalam suasana liburan. Kapolresta Pati, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama menjelaskan pengecekan ke beberapa titik di Waduk Gunung Rowo, termasuk storeng (pintu air), limpasan air, serta berinteraksi dengan para pengunjung di tepi waduk untuk memastikan keamanan waduk tersebut, jelasnya. “Kami ingin memastikan keamanan masyarakat Pati” terangnya. Lebih lanjut Kapolresta Pati menambahkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan pengunjung selama libur lebaran ini, untuk itu kami akan selalu mendampingi masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban, tambahnya. Pada kesempatan tersebut rombongan Kapolresta Pati ditemani oleh pengurus wisata Waduk Gunung Rowo. “Terima kasih Pak Kapolresta telah atensi terhadap keamanan di tempat kami” terang salah satu pengurus wisata Waduk Gunung Rowo. Polresta Pati mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sedang menikmati libur lebaran untuk bersama sama menjaga keamanan serta melaporkan tindak kriminalitas di lokasi wisata ke kantor polisi terdekat atau melalui call center 110.(Kasnadi) Sumber:humas Resta pati

JATENG:Bidik-kasusnews.com Pati – 7-Aprel-2025 Bupati Pati Sudewo menggelar acara selamatan menempati rumah dinas di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (6/4/2025). banner 336×280 Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pati, Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Pati, Sekda Kabupaten Pati, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati, hingga para Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kerabat dan keluarga besar Bupati dan Wakil Bupati Pati. Dalam kesempatan tersebut, Sudewo menyampaikan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk memohon doa keselamatan, ketenangan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Hari ini saya mulai menempati rumah dinas ini, dan saya berharap agar bisa lebih optimal dalam bekerja untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Pati. Sesuai dengan tradisi Jawa dan ajaran agama Islam yang saya anut, kami melakukan selamatan dan doa agar rumah dinas ini membawa berkah bagi kita semua, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Pati,” ungkap Sudewo. Dalam acara yang diawali dengan khataman Quran dan dilanjutkan dengan selamatan ini, Sudewo juga berharap agar keberadaan rumah dinas ini menjadi tempat yang membawa kedamaian dan memberikan kontribusi positif dalam menciptakan suasana yang kondusif dan sejahtera bagi masyarakat Kabupaten Pati. “Semoga dengan doa dan harapan yang kita panjatkan hari ini, Kabupaten Pati akan semakin maju, damai, dan sejahtera, serta masyarakat merasa tenteram,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Jumani, yang juga hadir di acara tersebut berharap agar acara ini bisa menjadi momentum untuk mendukung Bupati dalam menjalankan tugasnya dengan lebih optimal, Acara selamatan ini diakhiri dengan ramah tamah, silaturahmi, serta halal bihalal antara seluruh tamu undangan dan pejabat Kabupaten Pati. Selain itu, kesempatan ini juga digunakan untuk mempererat hubungan antara pemimpin daerah dengan tokoh masyarakat serta untuk menciptakan suasana kebersamaan yang penuh kedamaian. Jumani menyampaikan bahwa rumah dinas ini akan digunakan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Mudah-mudahan Bapak Bupati dalam mengemban amanah ke depan, tentunya dengan menempati rumah dinas ini bisa lebih optimal dalam menjalankan tugas. Kemudian, nanti masyarakat dapat semakin bisa merasakan apabila Bapak Bupati adalah bapaknya masyarakat Pati sehingga nanti bisa menyampaikan apapun masukan kepada beliau,” tutupnya. (Kasnadi)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Pati – 7-Aprel-2025 Bupati Pati Sudewo menggelar acara selamatan menempati rumah dinas di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (6/4/2025). banner 336×280 Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pati, Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Pati, Sekda Kabupaten Pati, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati, hingga para Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kerabat dan keluarga besar Bupati dan Wakil Bupati Pati. Dalam kesempatan tersebut, Sudewo menyampaikan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk memohon doa keselamatan, ketenangan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Hari ini saya mulai menempati rumah dinas ini, dan saya berharap agar bisa lebih optimal dalam bekerja untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Pati. Sesuai dengan tradisi Jawa dan ajaran agama Islam yang saya anut, kami melakukan selamatan dan doa agar rumah dinas ini membawa berkah bagi kita semua, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Pati,” ungkap Sudewo. Dalam acara yang diawali dengan khataman Quran dan dilanjutkan dengan selamatan ini, Sudewo juga berharap agar keberadaan rumah dinas ini menjadi tempat yang membawa kedamaian dan memberikan kontribusi positif dalam menciptakan suasana yang kondusif dan sejahtera bagi masyarakat Kabupaten Pati. “Semoga dengan doa dan harapan yang kita panjatkan hari ini, Kabupaten Pati akan semakin maju, damai, dan sejahtera, serta masyarakat merasa tenteram,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Jumani, yang juga hadir di acara tersebut berharap agar acara ini bisa menjadi momentum untuk mendukung Bupati dalam menjalankan tugasnya dengan lebih optimal, Acara selamatan ini diakhiri dengan ramah tamah, silaturahmi, serta halal bihalal antara seluruh tamu undangan dan pejabat Kabupaten Pati. Selain itu, kesempatan ini juga digunakan untuk mempererat hubungan antara pemimpin daerah dengan tokoh masyarakat serta untuk menciptakan suasana kebersamaan yang penuh kedamaian. Jumani menyampaikan bahwa rumah dinas ini akan digunakan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Mudah-mudahan Bapak Bupati dalam mengemban amanah ke depan, tentunya dengan menempati rumah dinas ini bisa lebih optimal dalam menjalankan tugas. Kemudian, nanti masyarakat dapat semakin bisa merasakan apabila Bapak Bupati adalah bapaknya masyarakat Pati sehingga nanti bisa menyampaikan apapun masukan kepada beliau,” tutupnya. (Kasnadi)