Majalengka,Bidik-kasusnews.com – Kapolres Majalengka AKBP Indra Novianto mendampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Akhmad Wiyagus sambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Desa Randegan Wetan Kecamatam Jatitujuh Kabupaten Majalengka dalam rangka Panen Raya serentak di 14 Provinsi, Minggu (7/4/2025). Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana mengatakan panen raya yang dilakukan langsung Presiden, merupakan simbol produktivitas pertanian secara nasional. Sebab, kata dia, panen raya tersebut juga diikuti di 14 Provinsi dan 157 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sehingga panen raya ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan musim nasional, Tetapi juga bukti nyata dari peningkatan produktivitas pertanian nasional,” kata Yusuf dalam keterangannya. Sementara itu, dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto langsung melakukan panen raya dengan menaiki mesin panen padi modern (harvester) di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. Usai melakukan panen raya padi di Kabupaten Majalengka tersebut, Kepala Negara juga akan langsung kembali melakukan penanaman padi untuk menyiapkan musim panen selanjutnya. Ditempat terpisah Kapolres Majalengka AKBP Indra Novianto menyampaikan bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Desa Randegan Wetan Kecamatam Jatitujuh Kabupaten Majalengka dalam rangka Panen Raya serentak di 14 Provinsi. Selama kegiatan tersebut mendapat pengamanan dari Polres Majalengka bersama dengan unsur pengamanan lainya dari TNI dan stakeholder terkait, Polres Majalengka menerjunkan sedikitnya 200 Personil untuk mengamankan Kunker Presiden RI Prabowo Subianto dilakukan baik secara terbuka dan tertutup dibawah kendali dari Paspampres. Terang Kapolres Majalengka AKBP Indra Novianto. Polres Majalengka dibantu Personil gabungan TNI-Polri dan dinas terkait melaksanakan pengamanan dengan sebelumnya sudah mengantisipasi kerawanan yang akan menimbulkan gangguan, sampai dengan selesai, sehingga kunjungan kerja Presiden RI diwilayah Majalengka berjalan kondusif. Pungkasnya. Asep Rusliman
Majalengka,Bidik-kasusnews.com – Bersama dengan unsur pengamanan lainya dari TNI dan stakeholder terkait, Polres Majalengka Polda Jawa Barat menerjunkan ratusan personelnya untuk mengamankan kunjungan kerja (Kunker) Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Majalengka, Senin (7/4/2025). Kunjungan Presiden yang didampingi sejumlah Menteri tersebut dalam Rangka Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi Sentra Utama Padi. Sedikitnya 200 personel Polres Majalengka diterjunkan untuk pengamanan disekitar lokasi ataupun jalur yang dilalui oleh Presiden RI tersebut. Kapolres Majalengka AKBP Indra Novianto bersama Dandim 0617/Majalengka sebelumnya juga memimpin apel kesiapan pengamanan yang digelar di halaman BIJB Kertajati Majalengka. Kapolres Majalengka bersama Dandim mengungkapkan pengamanan dilakukan baik secara terbuka dan tertutup dibawah kendali dari Paspampres. Pelaksanaan Kunjungan kerja Presiden diwilayah Majalengka berjalan lancar dan kondusif, seluruh personil Polres Majalengka yang terlibat pengamanan melakukan pengamanan semaksimal mungkin. Begitupun para personil yang melakukan pengamanan jalur melaksanakan tugas pokok masing-masing dengan menguasai wilayah-wilayah yang sudah ditempatkan atau diploting. Polres Majalengka dibantu Personil gabungan TNI-Polri dan dinas terkait melaksanakan pengamanan dengan sebelumnya sudah mengantisipasi kerawanan yang akan menimbulkan gangguan, berharap kunjungan kerja Presiden RI diwilayah Majalengka berjalan kondusif. Dari pantauan dilapangn Presiden RI tiba dilokasi sekitar pukul 10.00 Wib, Ribuan masyarakat Majalengka ikut menyambut kedatangan Presiden RI beserta rombongan, saat ini masih berlangsung kegiatan acara Panen raya Padi. Asep Rusliman
SUKABUMI, BIDIK-KASUSnews.com – Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui partisipasi dalam kegiatan Panen Raya Nasional 2025 yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, Senin (7/4/2025). Wali Kota H. Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana serta jajaran Forkopimda mengikuti kegiatan ini secara daring dari Kota Sukabumi. Mereka juga turut serta dalam panen padi lokal bersama petani di lahan persawahan kota sebagai bentuk nyata dukungan terhadap sektor pertanian. Kegiatan utama dipusatkan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, di mana Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya di lahan pertanian seluas 25 hektar milik petani di Desa Randegan Wetan. Presiden juga menyoroti pentingnya modernisasi pertanian dengan penggunaan alat panen mekanis. Tak hanya petani, pelajar dan masyarakat Sukabumi turut menyaksikan kegiatan ini secara langsung sebagai bagian dari edukasi dan peningkatan kesadaran publik terhadap peran penting pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman menyebutkan harga gabah yang meningkat serta penyederhanaan distribusi pupuk sebagai capaian positif yang berdampak pada kesejahteraan petani. Ia juga menekankan perlunya peningkatan kualitas dan kuantitas produksi ke depan. Meski dihadapkan pada tantangan iklim, sektor pertanian Indonesia dinilai tetap tangguh. Cadangan beras nasional telah mencapai 2,4 juta ton, mendekati target 3 juta ton pada akhir April. Dengan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan. (UM)
SUKABUMI, BIDIK-KASUSnews.com – Lima orang wisatawan asal kota hujan Bogor, Senin (7/4/2025) sekitar pukul 06.30 WIB terseret ganasnya ombak Karanghawu Kecamatan Cisolok Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, saat berenang di tepi pantai. Kelima korban tersebut masih berstatus pelajar. Mereka adalah Sukron Apriadi, Rifki, Akbar dan Daus berhasil diselamatkan Tim SAR gabungan yang terdiri dari Polairud Polres Sukabumi, Balawista dan relawan. Nahas, satu orang diantara keempat remaja terseret bernama Fatah diduga terseret jauh ke laut lepas dan hingga saat ini korban masih belum diketemukan. Salah seorang korban selamat Sukron menuturkan, mereka berlima tenggelam terseret ombak besar. “Alhamdulillah, kami berempat berhasil diselamatkan. Tapi teman kami Fatah, hingga saat ini belum ditemukan. Kami berharap Fatah bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya. Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Nandang membenarkan kejadian itu. Menurutnya hingga saat ini tim gabungan dikerahkan untuk mencari korban yang hilang. “Benar, peristiwa itu terjadi tadi pagi. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian. Semoga korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Kami mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat berenang di pantai karena ombak besar bisa muncul tiba-tiba,” ujarnya. (DICKY)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Polisi mengungkapkan hasil autopsi sementara terhadap jenazah wartawan berinisial SW (32) yang ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Hasil awal autopsi mengindikasikan bahwa korban meninggal dunia karena sakit, dengan dugaan kuat adanya infeksi pada paru-paru. “Berdasarkan hasil otopsi sementara, terdapat indikasi adanya infeksi pada paru-paru. Dugaan sementara dari dokter adalah penyakit TBC,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangan persnya pada Senin (7/4/2025). Meski demikian, Ade Ary menegaskan bahwa hasil ini masih bersifat sementara dan belum bisa dijadikan kesimpulan final. Menurutnya, diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab kematian korban secara menyeluruh. “Namun guna memastikannya, masih harus menunggu hasil pemeriksaan toksikologi dan histopatologi,” tambahnya. Selain hasil autopsi internal, polisi juga melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Dalam proses tersebut ditemukan luka lecet pada bagian bibir korban. Luka tersebut diduga akibat benturan dengan lantai, yang kemungkinan terjadi saat korban jatuh. Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil laboratorium untuk menyimpulkan secara resmi penyebab kematian SW. Sementara itu, kasus ini tetap dalam penanganan intensif pihak berwenang guna memastikan tidak ada unsur kekerasan atau faktor lain di balik kematian tersebut.(Wely-jateng) Sumber:inews.id(7/4/2025)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Tebet. Rumah Baca Zhaffa bersama lima taruna Akpol menggelar kegiatan belajar-mengajar bagi anak jalanan di daerah Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Kegiatan itu turut dihadiri Yudy Hartanto selaku Founder dari Rumah Baca Zhaffa. Rumah Baca Zhaffa pun sudah hampir 17 tahun beroperasi. Tempat yang dikonsepkan sebagai Taman Bacaan Masyarakat itu sudah berdiri sejak 24 Agustus 2008. “Terwujudnya kegiatan belajar mengajar bersama ini, berawal dari permintaan salah satu taruna, BST John Anderson, yang menghubungi via telepon,” ujar Yudy, Senin (7/4/25). Menurutnya, usai dihubungi, dirinya merasa sangat senang dan semangat karena kesempatan tersebut dianggapnya sangat langka. Lima Taruna Akpol yang terdiri dari BST John Anderson, BST Aiman Dzaky, ABT Satrio Akbar, ABT Rashya Resdianto, ABT Bizzahro Pharsa pun mengaku sangat senang dan bangga karena melihat semangat para anak jalanan. Para peserta belajar-mengajar sangat bergairah untuk meraih ilmu pengetahuan agar bermanfaat masa mendatang. Para taruna Akpol itu juga berharap agar anggota polisi dan masyarakat dapat terus bermitra, saling membantu, mendukung, serta menginspirasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. “kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi rekan-rekan kami (Calon Perwira Polri) untuk semangat mewujudkan salah satu tugas seorang polisi yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pendidikan sebagai salah satu wujud pemenuhan hak asasi manusia, yang dalam hal ini diberikan kepada anak jalanan,” jelas BST Jhon.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com JATENG – Anggota Tim Pengamanan Protokoler Kapolri, Ipda Endry Purwa, mendatangi kantor LKBN Antara Biro Jawa Tengah di Kota Semarang pada Minggu (6/4) malam. Kedatangannya untuk menyampaikan permintaan maaf atas insiden kekerasan yang dilakukannya terhadap fotografer Antara, Makna Zaezar, saat peliputan kegiatan Kapolri. Ipda Endry datang didampingi oleh tim dari Mabes Polri serta Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto. Rombongan tiba menjelang pukul 22.00 WIB dan disambut langsung oleh pihak redaksi LKBN Antara Jateng. Pertemuan berlangsung secara tertutup. Seusai pertemuan, Kombes Pol Artanto menyampaikan pernyataan resmi kepada wartawan. Ia menyampaikan bahwa institusinya menyesalkan insiden tersebut dan menegaskan bahwa Ipda Endry bukan ajudan Kapolri, melainkan bagian dari tim pengamanan protokoler. “Kondisi di lapangan saat itu cukup padat dan ramai. Namun demikian, tindakan emosional terhadap rekan media tentu tidak bisa dibenarkan,” ujar Artanto. Menurutnya, permintaan maaf telah disampaikan oleh Ipda Endry baik secara langsung kepada korban maupun secara terbuka di hadapan awak media. Meski permintaan maaf telah diterima, proses hukum internal tetap akan berjalan. Artanto memastikan bahwa Propam Mabes Polri dan Propam Polda Jateng akan melakukan penyelidikan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur. “Apabila ditemukan pelanggaran, akan ada sanksi yang dijatuhkan. Kami tegaskan, institusi kepolisian tidak mentolerir tindakan yang melanggar etika dan profesionalisme,” tambahnya. Ipda Endry sendiri menyatakan penyesalan atas tindakan yang dilakukan dan mengakui kesalahan tersebut di hadapan awak media. Sementara itu, Makna Zaezar menyatakan telah memaafkan pelaku, namun berharap proses penegakan aturan tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Direktur Pemberitaan LKBN Antara, Irfan Junaedi, menyambut baik langkah cepat pihak kepolisian yang secara langsung datang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. “Kami menghargai itikad baik dari Mabes Polri dan Polda Jateng. Namun tentu kami berharap ada langkah konkret agar insiden seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.(Wely-jateng) Sumber:inews.id(6/4/2025)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Ribuan warga memadati kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu, Jepara, sejak pagi hari pada Senin (7/4/2025), untuk menyaksikan prosesi larungan kepala kerbau dalam rangkaian Pesta Lomban. Tradisi tahunan ini menjadi puncak pekan syawalan dan merupakan warisan budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat pesisir Jepara. Sejak pukul 06.00 WIB, antusiasme masyarakat mulai terasa. Warga dari berbagai penjuru datang untuk menyaksikan momen sakral yang sarat nilai spiritual dan budaya. Prosesi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, pementasan tari tradisional Sernemi, dan ditutup dengan doa bersama. Nuansa khidmat menyelimuti pembukaan acara di tengah riuhnya kegembiraan warga. Puncak perayaan ditandai dengan arak-arakan kepala kerbau yang telah dihias dan diletakkan dalam miniatur kapal. Rombongan yang terdiri dari anak-anak nelayan, tokoh masyarakat, serta pejabat daerah mengiringi arakan dari dalam TPI menuju dermaga. Setelah itu, rombongan kapal nelayan mengantar miniatur tersebut ke laut lepas untuk dilarung, sebagai simbol sedekah kepada alam. “Penting untuk dipahami, larungan bukan bentuk penyembahan, melainkan simbol syukur kepada Allah Swt. atas berkah hasil laut. Kepala kerbau yang dilarung merupakan bentuk sedekah kepada alam,” tegas Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit. Usai prosesi larung, arak-arakan dilanjutkan menuju Pantai Kartini dan disambung dengan Festival Kupat Lepat. Dua gunungan besar berisi ketupat dan lepat menjadi rebutan warga, menciptakan suasana penuh keceriaan dan kebersamaan. Mas Wiwit juga mengungkapkan rencana pengembangan perayaan tahun depan. Ia berencana menambah kemeriahan dengan parade pasukan dan pelibatan penyelenggara acara profesional. “Kami sudah koordinasi dengan TNI dan Polri demi kelancaran kegiatan. Pesta Lomban ini harus jadi ikon budaya maritim Jepara yang bisa mendunia,” ujarnya optimis. Tradisi ini tak hanya menyimpan nilai spiritual, tetapi juga nilai sejarah yang kuat. Catatan tentang Pesta Lomban telah ditemukan dalam jurnal Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië tahun 1868 dan koran Slompret Melajoe tahun 1893, menandakan bahwa tradisi ini telah menjadi bagian dari identitas kultural Jepara sejak abad ke-19. Lebih dari sekadar pelestarian budaya, Pesta Lomban juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan mendongkrak sektor UMKM pesisir. Pemerintah daerah berharap, ke depan, tradisi ini mampu menjadi magnet wisata budaya yang tak hanya menarik perhatian wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara.(Wely-jateng)
Bidik-kasusnews.com,Bengkayang kalimantan Barat Kalbaco bukanlah rokok yang tidak memiliki cukai resmi atau produk ilegal. Seperti yang di lansir di beberapa media piral baru-baru ini bahwa pruduk rokok kalbaco adalah rokok dengan pita cukai palsu, Senin (07/04/2024). Hal ini sempat dibantah oleh pihak manajemen PT, BORNEO TWINDO GRUP(BTG). Mengatakan dalam pertemuan dengan awak media senin 7/4/2024 bahwa pruduk kalbaco yang kami pasarkan itu legal dan memiliki dokumen resmi dan layak edar. Sesuai Produksi kalbaco taat pembayaran pajak kepada negara yaitu setoran/pembayaran pita cukai, setoran SPPR ( surat pemberitahuan pajak rokok). Selain itu pajak daerah, setoran PPN HT ( pajak pertambahan nilai hasil tembakau) setoran pajak penghasilan ( pph 21, pph 22, pph 23,pph 25/29, pph pasal 4 ayat 2). Selain taat dalam pembayar pajak Perusahaan rokok kalbaco juga banyak memberikan kontribusi/ manfaat kepada masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik, Lanjut, ia menjelaskan perusahaan rokok kalbaco telah diberikan beberapa penghargaan dari pemerintah diantaranya piagam penghargaan 100 Besar wajib pajak penentu penerimaan, KKP, dan beberapa piagam penghargaan lainnya dari pemerintah, kalbar. Lanjut, pihak manajemen kalbaco menyatakan kami sangat menyayangkan sebagaimana yang diberitakan rekan rekan awak media dimana tampa mengkonfirmasi dulu tentang kejelasan serta ke apsahan legalitas produk kalbaco yang dikeluarkan dari PT. BORNEO TWINDO GRUP. “Dan kami juga menyayangkan dari narasi yang dimuat melibatkan beberapa instansi terkait seolah melakukan pembiaran dalam peredaran kalbaco yang dianggap tidak resmi atau ilegal,” jelasnya. (Tim/red)
JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara, 7 April 2025 – Semarak tradisi kembali menggema di pesisir Jepara. Masyarakat tumpah ruah di TPI Ujungbatu untuk mengikuti dan menyaksikan prosesi adat Larungan Kepala Kerbau, bagian dari rangkaian Pesta Lomban Festival Kupat Lepet yang digelar satu minggu setelah Idul Fitri. Tradisi ini bukan sekadar seremoni. Bagi masyarakat pesisir Jepara, larungan adalah warisan leluhur yang menyatukan rasa syukur, doa keselamatan, dan harapan akan hasil laut yang melimpah. Kepala kerbau dilarung ke laut sebagai simbol sedekah, bukan pemujaan, sebagaimana ditegaskan oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo. “Larungan adalah bentuk syukur kepada Tuhan, bukan kepada laut. Ini adalah budaya yang harus terus kita uri-uri,” ujar Bupati yang akrab disapa Wiwit, sesaat sebelum menaiki kapal untuk memimpin pelarungan. Rangkaian Pesta Lomban dimulai sehari sebelumnya, Minggu (6/4), dengan penyembelihan kerbau di RPH Ujungbatu, ziarah ke makam tokoh-tokoh bersejarah Jepara, dan ditutup dengan pagelaran Wayang Kulit Dewa Ruci, simbol pencarian jati diri dan kebijaksanaan. Yang istimewa tahun ini adalah kembalinya Tradisi Kupat Lepet, yang sempat absen tahun lalu. Sebanyak 4.000 ketupat dan lepet disusun membentuk dua gunungan besar, melambangkan kebersamaan dan kelimpahan. Kepala Disparbud Jepara, Moh Eko Udyyono, menyebutkan bahwa tradisi ini telah berlangsung ratusan tahun dan menjadi identitas budaya masyarakat nelayan Ujungbatu. “Dengan Pesta Lomban, kita tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga memberi semangat baru bagi sektor pariwisata dan perekonomian lokal,” ujar Eko. Pesta Lomban bukan sekadar ritual, tetapi momentum mempererat ikatan sosial dan spiritual masyarakat pesisir. Tradisi ini membuktikan bahwa kearifan lokal tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.(Wely-jateng)