JATENG:Bidik-kasusnews.com BOYOLALI – Kamis pagi (10/4/2025), suasana di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, dipenuhi pelukan perpisahan dan senyum haru. Sebanyak 3.500 perantau asal Jawa Tengah kembali diberangkatkan ke tempat kerja mereka melalui program Balik Rantau Gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bukan sekadar perjalanan pulang, bagi banyak orang program ini menjadi simbol harapan dan semangat baru. Mujiono (43), warga Boyolali yang bekerja di Bekasi, mengaku lega bisa menghemat biaya transportasi yang kian mahal. “Kalau bayar sendiri, saya dan keluarga bisa habis dua juta. Sekarang bisa hemat dan uangnya dipakai untuk keperluan Lebaran di kampung,” katanya sambil tersenyum. Cerita serupa datang dari Tari, ibu dua anak asal Sragen yang bekerja sebagai admin di Balaraja, Tangerang. “Ini sangat membantu. Kalau harus bayar sendiri, pulang-pergi bisa habis tiga juta. Dengan program ini, saya bisa fokus ke biaya sekolah anak dan kebutuhan lain,” ujarnya. Bahkan lansia seperti Sarinem (90), turut merasakan manfaat program ini. Didampingi anaknya, Ningsih, ia naik bus dengan mata berbinar. “Kalau harus bayar sendiri, kami tidak sanggup. Program ini sangat membantu,” ucap Ningsih. Program ini mencakup berbagai titik keberangkatan di Jateng, mulai dari Boyolali, Sragen, Klaten, hingga Temanggung, dengan tujuan utama Jakarta dan Bandung. Total 85 bus disediakan, bekerja sama dengan rumah sakit daerah, BUMD, Baznas, dan pemerintah kabupaten/kota. Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Henggar Budi Anggoro menyatakan, sasaran utama program ini adalah para pekerja sektor informal. “Mereka ini para pejuang keluarga yang perlu dukungan, agar bisa kembali bekerja tanpa terbebani ongkos mahal,” jelasnya. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, program ini tidak hanya soal transportasi. “Ini adalah bentuk empati dan gotong royong antara pemerintah, BUMD, dan masyarakat. Ke depan, kami ingin jumlah armada ditambah dan layanan makin tertib,” katanya. Selain armada bus, Pemprov Jateng juga menyiapkan transportasi kereta api untuk mendukung arus balik. Dengan langkah ini, mereka berharap tidak hanya mengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga memastikan para perantau bisa kembali bekerja dengan aman dan nyaman. Karena di balik setiap kursi penumpang, ada cerita perjuangan. Dan dengan satu tiket gratis, ada secercah harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id

Bidik-kasusnews.com Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) menilai pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2025 oleh Polri menunjukkan kemajuan signifikan. Operasi Ketupat 2025 dinilai berjalan optimal, meskipun masih diperlukan evaluasi di sejumlah titik krusial. “Jumlah pemudik tahun ini memang turun menjadi sekitar 146,48 juta orang, dari 193,6 juta tahun lalu. Meski begitu, angka ini tetap besar. Polri berhasil menjaga situasi tetap kondusif di sebagian besar wilayah,” ujar Ketua Umum PP GMKI, Jefri Gultom, Rabu (9/4/2025). Menurut Ketua Umum PP GMKI, penurunan jumlah pemudik cukup membantu aparat dalam pengendalian lalu lintas dan pelayanan keamanan. Ia juga menyoroti data Korlantas Polri yang mencatat adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 30 persen selama masa Operasi Ketupat 2025. “Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan. Namun, kami berharap peningkatan tak hanya dilakukan pada kuantitas personel, tetapi juga pada kualitas pelayanan serta pendekatan humanis terhadap masyarakat pengguna jalan,” jelas Ketua Umum PP GMKI. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pengamanan mudik sebaiknya tidak hanya menjadi rutinitas tahunan. Evaluasi terhadap titik rawan kemacetan, pengelolaan lalu lintas berbasis data, dan kesiapan petugas di lapangan perlu menjadi fokus utama pemerintah ke depan. “Polri sudah berada di jalur yang tepat. Namun, pembenahan sistem dan komunikasi publik tetap penting agar pengamanan mudik dirasakan secara merata, tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga di daerah-daerah kecil yang kerap terabaikan,” tegasnya. Sebagai organisasi nasional yang konsisten mengadvokasi pelayanan publik, GMKI turut mendorong transparansi dalam pelaporan evaluasi pascamudik. Hal ini penting untuk terus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.(Wely-jateng) Sumber:Humas Polda jateng

Sukabumi, Bidik-Kasusnews.com – Wakil Bupati Sukabumi H Andreas membuka seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 2025 di GOR Venue Tinju Palabuhanratu, Kamis (10/4/2025). Wabup menyampaikan bahwa proses seleksi calon Paskibraka tidak hanya menekankan aspek fisik, tetapi juga sikap, kedisiplinan, kerja keras, serta kemampuan bekerja dalam tim. “Semua nilai tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai Paskibraka, yang nantinya juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Ia berharap seleksi ini dapat mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi Mubarakah, yakni maju, unggul, berbudaya, dan berkah. Hal tersebut juga sejalan dengan misi ketiga Pemerintah Kabupaten Sukabumi, yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul, berbudaya, serta berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta iman dan takwa (imtaq). Wabup juga mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti seleksi dengan sungguh-sungguh dan memberikan kemampuan terbaik. “Saya berharap, proses seleksi ini dapat menghasilkan putra-putri terbaik yang unggul dan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya, sehingga bisa turut berkontribusi dalam mewujudkan Sukabumi yang Mubarakah,” kata dia. Tak lupa, ia juga mengingatkan agar para peserta menjaga kesehatan selama proses seleksi dan tetap berlatih agar bisa tampil maksimal. “Targetnya, insyaallah bisa sampai ke tingkat nasional,” singkatnya. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sukabumi, Tri Romadhono, menjelaskan bahwa seleksi calon Paskibraka Kabupaten Sukabumi tahun 2025 diikuti oleh siswa-siswi kelas X dari SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta se-Kabupaten Sukabumi. “Seleksi ini bertujuan untuk menjaring putra-putri terbaik yang akan menjalani pendidikan dan pelatihan, serta mampu melaksanakan tugas sebagai pengibar bendera pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 dan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026. Mereka juga akan mengemban tugas sebagai Purna Paskibraka Duta Pancasila,” jelasnya. Seleksi administrasi telah dilakukan secara online melalui Aplikasi Transparansi Paskibraka pada 10-23 Maret 2025. Dari 512 pendaftar yang membuat akun, 419 peserta berhasil melengkapi berkas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 253 peserta dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya, yang terdiri dari 153 putra dan 100 putri. Seleksi selanjutnya, yakni tes Pancasila dan wawasan kebangsaan serta seleksi tes intelegensia umum (TIU), dilaksanakan secara online terpusat pada hari ini Kamis 10 april 2025. Tahapan seleksi calon Paskibraka Kabupaten Sukabumi tahun 2025 dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, dengan menyesuaikan jenis seleksi yang dilakukan, antara lain GOR Palabuhanratu, Stadion Korpri dan GOR Cisaat, serta Aula Setda Palabuhanratu. DICKY, S

Kuningan, Bidik-kasusnews.com – Membangun desa tak cukup hanya dengan anggaran dan rencana. Perlu pemimpin yang mampu menggugah, menggerakkan, dan mempersatukan semangat warganya. Di Desa Margabakti, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, nama Asep Sewi Batara menjadi tokoh sentral dalam upaya tersebut. Sebagai Kepala Desa, Asep dikenal tegas, progresif, dan berpandangan jauh ke depan. Ia memegang teguh prinsip bahwa pembangunan tak akan berhasil tanpa partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, berbagai program pembangunan dan pemberdayaan yang dijalankannya selalu dimulai dengan musyawarah bersama warga. “Setiap keputusan yang kami ambil berangkat dari kesepakatan bersama. Pembangunan adalah milik semua, bukan hanya pemerintah desa,” ujar Asep saat berbincang dengan awak media. Desa Margabakti terus berbenah mengikuti perkembangan zaman. Asep memacu perbaikan infrastruktur, mendorong inovasi pelayanan publik, dan memprioritaskan pemberdayaan masyarakat lokal. Langkah-langkah ini sejalan dengan semangat Undang-undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Namun, Asep tak hanya bicara soal fisik bangunan atau angka program. Ia menekankan pentingnya pelayanan yang humanis dan optimal kepada warga. “Pemimpin desa adalah pelayan. Tugas kita melayani, bukan dilayani,” ucapnya. Salah satu tantangan yang ia soroti adalah akses jalan menuju Desa Margabakti yang sudah sangat memprihatinkan. Ia berharap pemerintah daerah hingga pusat memberikan perhatian lebih agar konektivitas antar desa lebih baik dan menunjang aktivitas warga. Asep menyadari bahwa memimpin adalah amanah, bukan kehormatan semata. “Saya sudah disumpah, itu janji saya kepada masyarakat dan kepada Tuhan. Maka saya harus menjadikan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi,” tegasnya. Meski Margabakti berada jauh dari pusat pemerintahan kabupaten, Asep menolak desanya tertinggal. Dengan semangat gotong royong dan komitmen pada pelayanan, ia membuktikan bahwa desa di pelosok pun bisa bergerak maju sejajar dengan desa lainnya.(Agus)

Kuningan, Bidik-kasusnews.com — Ketika bicara soal kepemimpinan desa yang membumi namun berkualitas, nama Juned Junaedi tak bisa dilewatkan. Kepala Desa Kertawana, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan ini dikenal sebagai sosok pendiam namun penuh tekad, dengan dedikasi tinggi dalam membangun masyarakatnya. Meski tampil sederhana, Juned punya komitmen besar dalam memberdayakan dan menyejahterakan warga. Ia percaya bahwa kekuatan desa terletak pada gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat. “Membangun desa tidak bisa sendiri. Harus bersama, harus ada kebersamaan,” tuturnya saat ditemui awak media baru-baru ini. Sebagai pemimpin, Juned Junaedi memilih untuk lebih banyak bekerja daripada berbicara. Ia bukan hanya mengatur dari balik meja, tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, dan menuntaskan masalah secara langsung. Salah satu fokus utama Juned adalah menggerakkan potensi lokal demi kemajuan desa. Program-program pemberdayaan masyarakat terus digulirkan, dengan dukungan penuh dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan elemen desa lainnya. Tak sendiri, Juned juga didampingi oleh Lani, Sekretaris Desa yang dikenal cekatan dan ikhlas dalam menjalankan tugasnya. Duet kepemimpinan ini menciptakan harmoni dalam tata kelola pemerintahan desa, menjadikan Kertawana sebagai desa yang dinamis dan progresif. “Desa Kertawana tidak boleh tertinggal. Kami ingin mengejar ketertinggalan dan bahkan sejajar dengan desa-desa lain yang sudah lebih maju. Untuk itu, sinergi semua pihak adalah kunci,” tegas Juned. Konsistensinya dalam menggugah kesadaran masyarakat dan menyelaraskan semua lini pembangunan membuatnya layak disebut sebagai tokoh masyarakat. Kepemimpinannya bukan sekadar soal jabatan, melainkan tentang tanggung jawab dan dedikasi yang dijalankan dengan hati. Dengan cara kerja yang terarah, pendekatan humanis, serta komitmen pada kemajuan bersama, Juned Junaedi membuktikan bahwa menjadi pemimpin desa bukan hanya soal posisi, melainkan soal aksi nyata demi perubahan.(Rajak)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Suasana penuh semangat dan kekhidmatan mewarnai peringatan Hari Jadi ke-476 Kabupaten Jepara yang digelar di Alun-Alun 1 Jepara, Kamis (10/4/2025). Ribuan peserta dari berbagai elemen—mulai dari pelajar SMP dan SMA, anggota TNI-POLRI, hingga ASN Pemkab Jepara—turut ambil bagian dalam upacara tersebut. Bupati Jepara H. Witiarso Utomo memimpin langsung upacara sebagai inspektur, didampingi Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, jajaran Forkopimda, dan pimpinan perangkat daerah. Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Wiwit menekankan pentingnya peringatan ini sebagai ajang refleksi serta penguatan komitmen untuk membangun Jepara ke arah yang lebih baik. “Momentum ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan, dan memperbaiki yang masih kurang. Selaras dengan semangat candra sengkala ‘Trus Karya Tataning Bumi’, kita harus terus berkarya dan membangun,” tegas Wiwit. Bupati juga mengungkapkan sejumlah capaian penting. IPM Kabupaten Jepara saat ini berada di angka 74,32, naik 0,47 poin dari tahun sebelumnya. Angka kemiskinan pun menurun menjadi 6,09%, capaian terendah dalam beberapa dekade terakhir. Tak hanya pencapaian, Wiwit juga menekankan arah pembangunan ke depan yang terangkum dalam visi “Jepara Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius” melalui lima pilar utama yang dikenal dengan istilah 5 MULUS: birokrasi, pendidikan dan kebudayaan, ekonomi, kesehatan, serta infrastruktur. “Kami sudah mulai bergerak cepat. Dari target 101 km perbaikan jalan, 60 km telah kami tangani dalam 1,5 bulan ini. Hal ini penting demi mendukung mobilitas warga, apalagi di masa mudik dan libur lebaran lalu,” tambahnya. Sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik, Pemkab Jepara juga meresmikan layanan e-Ticketing destinasi wisata dan Mobil Layanan Samsat Keliling. Inovasi ini diharapkan mendorong efisiensi layanan sekaligus peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). “Digitalisasi adalah kunci. Layanan seperti e-Ticketing bisa mempermudah wisatawan dan berdampak langsung pada peningkatan PAD,” jelas Wiwit. Dengan semangat baru dan komitmen kuat, Jepara menatap masa depan dengan optimisme. Peringatan Hari Jadi ke-476 ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda tekad bersama untuk menjadikan Jepara sebagai kabupaten yang maju dan berdaya saing tinggi.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Menjelang Hari Jadi ke-476 Kabupaten Jepara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara beserta jajaran Forkopimda menggelar kirab dan melakukan prosesi buka luwur di Kompleks Makam Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, pada Rabu (9/4/2025). Diketahui, kegiatan ini dipimpin oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar dengan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Jepara Ny. Dessy Erick Budi Santoso. Sebelum prosesi buka luwur, Bupati dan wakil Bupati Jepara beserta jajaran forkopimda menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu dan shalat ashar di Masjid Mantingan. Bupati Jepara yang akrab disapa Wiwit menyampaikan, bahwa kegiatan buka luwur merupakan serangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Jepara dan bentuk memperingati perjuangan Ratu Kalinyamat. “Makna buka luwur merupakan suatu kegiatan rutin nguri-nguri budaya, dengan harapan membuka harapan baru dan mendapatkan doa dari leluhur kita, sehingga perjuangan kita ke depannya bisa mendapatkan ridho dari Allah SWT,” ujarnya. Dalam momentum Hari Jadi ke-476 Kabupaten Jepara, Wiwit berharap pemerintah dan masyarakat setempat bisa kompak dalam membangun Jepara menjadi lebih baik lagi. “Terima kasih atas partisipasi masyarakat Jepara sehingga acara ini bisa sukses. Mudah-mudahan bisa membawa berkah untuk kita semua, dan program Jepara MULUS (makmur, unggul, lestari, dan religius) bisa terealisasi secepatnya,” pungkasnya.(Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara

JATENG: Bidik-Kasusnews.com. Pati;Bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Bupati Pati Sudewo, Rabu (9/4/2025), menghadiri Halalbihalal Dinas Kesehatan. Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati, Sekda, DPRD, Kepala Dinkes beserta staf, Ketua TP PKK Kabupaten Pati, Direktur RSUD Sowondo Pati, Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Pati dan para tamu undangan. Bupati Pati Sudewo dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya menjaga tali persaudaraan diantara sesama pegawai pemerintah dan masyarakat, serta memperkuat komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah. “Halalbihalal ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antarindividu dan memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas-tugas negara, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Sudewo. Acara dilanjutkan dengan sesi saling memaafkan dan doa bersama. Para peserta juga tampak antusias berinteraksi dan berbincang santai setelah saling memaafkan, dalam suasana yang penuh kebersamaan. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan yang telah bekerja keras untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayahnya. “Kami terus berupaya agar pelayanan kesehatan di daerah ini dapat lebih baik dan lebih merata bagi seluruh masyarakat,” tambahnya. Kegiatan halalbihalal ini, imbuh Bupati, diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk menguatkan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat, serta menjadi semangat baru dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan. “Mari manfaatkan momentum ini untuk menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada mereka sekaligus memberikan semangat kepada semua jajaran Dinas Kesehatan untuk bekerja secara serius dan lebih detail memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Pati dan nanti saya akan turun juga di Puskesmas-Puskesmas untuk mengecek sejauh mana kerja pelayanan mereka kepada masyarakat”, pungkasnya.(Kasnadi)

LAMPUNG, BIDIK-KASUSnews.com – Operasi Ketupat Krakatau 2025 telah berakhir dan berlangsung selama 17 hari. Dimulai dari tanggal 23 Maret 2025 hingga 8 April 2025. Hasil operasi ini menunjukkan penurunan signifikan dalam jumlah kecelakaan lalu lintas dan korban meninggal dunia. Rabu(09/04/2025) Berdasarkan data Posko Terpadu Operasi Ketupat Krakatau terjadi penurunan angka kecelakaan Lalu Lintas yang menyebabkan korban meninggal dunia selama pelaksanaan operasi, terjadi penurunan hingga 26% dibanding tahun 2024. Tren penurunan ini, berkat upaya preemtif dan preventif yang masif dilakukan sebelum Ops Ketupat. “Pelaksaan Operasi Ketupat pada tahun 2025 ini bertambah selama 17 hari yang dimana berbeda dari tahun 2024 sebelum nya hanya selama 14 hari, maka dilihat dari data yang ada mengalami kenaikan pada laka lantas, kejadian laka lantas ini didominasi oleh kendaraan R2 dan bukan pada puncak arus mudik dan arus balik lebaran 2025 kemarin”, jelas Kombes Yuni Selama pelaksanaan arus mudik dan balik terpantau lancar baik dijalur arteri maupun jalur TOL, sesuai tema operasi ketupat saat ini yaitu “Mudik Aman Keluarga Nyaman” Dalam meningkatkan pelayanan terhadap para pemudik, Polda Lampung dan jajarannya telah mendirikan 60 pos pengamanan dan 20 pos pelayanan serta 1 pos terpadu, dengan jumlah personil yang melaksanakan pengamanan sebanyak 3.979 personil terdiri dari 190 personil polda lampung, 1.817 personil polres/ta jajaran serta 1.972 personil dari instansi terkait. Volume kendaraan mengalami kenaikan yang pada tahun 2024 sebanyak 257.037 dan pada tahun 2025 sebanyak 268.493, sehingga naik 11.456 dengan persentase 4% dan untuk penumpang mengalami penurunan sebesar -39.796 atau -3% yaitu pada tahun 2024 sebanyak 1.174.507 lalu pada tahun 2025 sebanyak 1.134.711 Kabid Humas Kombes Pol Yuni menegaskan, “Selama pelaksanaan operasi ketupat krakatau 2025 tidak ada kendala dan tidak ada kejadian khusus, semua berjalan dengan skenario maupun rekayasa sehingga berjalan dengan lancar dan aman” Lancarnya Arus lalu lintas selama Operasi Ketupat Krakatau tahun 2025 ini karena rekayasa lalu lintas yg diterapkan, seperti Screning tiket dan Delay System pada saat terjadi kepadatan Arus Mudik maupun Balik yang dilakukan di Rest Area sepanjang ruas jalan tol maupun Buffer zone yang berada diruas jalan Arteri. Dari hasil akhir kegiatan Operasi Ketupat Krakatau 2025 ini menunjukkan hasil yang positif dalam mengurangi angka kecelakaan dan korban meninggal dunia. Namun, perlu dilakukan evaluasi dan peningkatan upaya untuk mengurangi jumlah pelanggaran dan meningkatkan keselamatan jalan. Kombes Pol Yuni selaku Kabid Humas Polda Lampung berpesan, “Kepada Pemudik yang telah melaksanakan libur lebaran dan mudik ke kampung halaman terimakasih telah melaksanakan perjalanan yang baik dan mematuhi aturan yang ada, setelah liburan ini silahkan kembali ke aktivitas seperti biasa tetap patuhi aturan berlalu lintas dan berkendara dengan aman dan nyaman”, tutupnya. (Mgr)

.Kuningan, Bidik-kasusnews.com – Di tengah dinamika pembangunan desa yang semakin kompleks, sosok Maman Abdurrahman, Kepala Desa Kadugede, Kabupaten Kuningan, tampil sebagai pemimpin yang membumi namun penuh visi. Karakter pribadinya yang ramah dan bersahaja tak menyurutkan wibawanya sebagai figur yang dihormati warga. Kepemimpinan Maman tak lahir dari ambisi pribadi, melainkan dari kepercayaan tulus masyarakat Desa Kadugede. Dengan tekad kuat menjadi pemimpin yang amanah, Maman dikenal selalu mengedepankan kepentingan warganya dalam setiap kebijakan. “Menjadi kepala desa bukan sekadar jabatan, tapi amanah yang harus saya pertanggungjawabkan, bukan hanya di dunia, tapi juga di hadapan Tuhan,” ucap Maman saat ditemui tim media dalam bincang santai di kantor desa. Sejak menakhodai desa, Maman telah mendorong berbagai kemajuan signifikan, mulai dari pelayanan publik yang semakin responsif, hingga pembangunan infrastruktur yang merata. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif turun ke lapangan, mendengar keluh kesah warga, dan sigap memberikan solusi. Desa Kadugede sendiri merupakan bagian dari Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Letaknya yang strategis membuat peran kepemimpinan Maman menjadi sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial dan geliat pembangunan desa. Warga sekitar pun menilai Maman bukan sekadar pemimpin, tapi juga sahabat dan pelindung. Ia mampu menciptakan kedekatan emosional dengan masyarakat tanpa mengorbankan integritasnya sebagai kepala desa. Dengan gaya kepemimpinan yang luwes namun tegas, Maman Abdurrahman diyakini mampu membawa Desa Kadugede menuju arah yang lebih maju dan berdaya saing tinggi, tanpa meninggalkan akar nilai budaya dan semangat gotong royong yang selama ini menjadi ruh desa.(Rajak)