SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Yayasan Gunung Gede Bersahaja menggelar kegiatan pra opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SDN Bojongsari, Desa Sukaluyu, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, Rabu (6/8/2025). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pelayanan Dapur Sehat Wilayah Kodim 0622/Kab. Sukabumi yang mendistribusikan makanan sehat bergizi gratis bagi anak-anak sekolah. Sebanyak 241 porsi makanan disalurkan kepada siswa dari jenjang PAUD/TK hingga SMA/sederajat, dengan rincian 181 porsi untuk siswa SDN Bojongsari dan 60 porsi untuk anggota Paskibraka Kecamatan. Acara dihadiri oleh Camat Kalibunder Encep Iwan Kartawira, Kapolsek Kalibunder AKP Dodi Irawan, perwakilan Koramil Jampangkulon Peltu Kamaludin dan Kepala UPT/UPTD. Hadir pula para kepala sekolah penerima manfaat, para kepala desa se-Kecamatan Kalibunder, Ketua Yayasan Gunung Gede Bersahaja Bambang, Kepala SPPG Yuningsih, serta tamu undangan lainnya. Encep Iwan Kartawira, mengapresiasi program pemberian makan bergizi gratis dari pemerintah pusat yang dinilai strategis dalam meningkatkan kecerdasan generasi muda menuju Indonesia Emas. “Pengelolaan makanan itu harus benar-benar higienis dan aman untuk mencegah potensi masalah yang dapat mencoreng pelaksanaan program. Tak kalah penting MBG itu dapat meningkatkan kualitas kesehatan para siswa,” ujarnya. Menu makanan bergizi yang disajikan meliputi nasi putih, ayam goreng kecap, tahu goreng, tumis sayur (wortel, buncis, jagung manis), buah jeruk, dan susu. Kegiatan ini menjadi pemanasan menuju launching resmi SPPG Yayasan Gunung Gede Bersahaja pada 18 Agustus 2025 mendatang, yang menargetkan distribusi hingga 3.600 porsi makanan bergizi gratis bagi anak-anak di wilayah Kalibunder. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyebut ketua RT dan RW sebagai ujung tombak dalam mewujudkan percepatan pembangunan di wilayah. Hal itu ditegaskannya saat menghadiri Sosialisasi Peningkatan Kapasitas RT/RW di Kelurahan Nyomplong, Rabu (6/8/2025). Menurut Ayep, peran RT dan RW sangat vital karena mereka memahami langsung dinamika serta kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing. “Jika seluruh unsur pemerintahan bergerak serempak, mulai dari tingkat kota hingga RT/RW, maka pembangunan akan lebih efektif dan menyentuh akar persoalan warga,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam pelayanan publik dan keterbukaan terhadap masukan masyarakat. Pemkot, lanjut Ayep, membuka forum audiensi resmi setiap hari pukul 14.00–16.00 WIB sebagai sarana warga menyampaikan aspirasi dan kritik. “Kami menjamin ruang dialog terbuka sebagai bagian dari sistem pemerintahan yang demokratis dan akuntabel,” ujarnya. Sementara itu, Camat Warudoyong, Sandra Teguh Utama, menyatakan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pembaruan data kependudukan. Tujuannya, agar pelayanan publik yang tergambar dalam data statistik kependudukan semakin presisi dan sesuai regulasi. “Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap tahun. Kami terus memperbarui sistem administrasi kependudukan agar sejalan dengan aturan dan kebutuhan warga,” pungkasnya. (Usep)
Bidik-kasusnews.com,Sanggau Kalimantan Barat Penggunaan Dana Belanja Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2023 di Kabupaten Sanggau Terindikasi Bermasalah. Hasil penelusuran awak media menemukan adanya dugaan korupsi melalui praktik mark up harga penjualan buku pelajaran yang dilakukan oleh Penerbit Yudhistira. Berdasarkan temuan di lapangan, harga buku yang dijual ke sekolah-sekolah di wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Sanggau, tidak sesuai dengan harga resmi pada Katalog KTI (Katalog Luar Jawa) yang diterbitkan oleh Penerbit Yudhistira pusat. Karyawan marketing Yudhistira Kalimantan Barat diduga menaikkan harga Rp10.000 hingga Rp15.000 per eksemplar untuk setiap judul buku dari harga resmi katalog. Masalah ini disebut melibatkan sejumlah pihak di internal Yudhistira Kalimantan Barat, mulai dari marketing hingga Kepala Cabang Yudhistira Pontianak yang beralamat di Jalan Sungai Raya Dalam, Komp. Mediteranian Palace No. A18, Kota Pontianak. Penjualan dilakukan melalui SIPLah lokal yang dimiliki oleh oknum karyawan, sehingga harga yang dibebankan kepada sekolah jauh lebih tinggi dari ketentuan resmi. Judul buku yang terindikasi mengalami mark up di antaranya: Splash Matematika Kurikulum Merdeka SD/MI Kelas I, II, IV, dan V PJOK Kurikulum Merdeka SD/MI Kelas I, II, IV, dan V Informatika Kurikulum Merdeka SMP/MTs Kelas VII dan VIII Menurut sumber,praktik ini diduga dilakukan untuk menguntungkan pihak tertentu, termasuk Kepala Cabang,tanpa sepengetahuan kantor pusat. Padahal, biaya pengiriman buku sudah ditanggung oleh kantor pusat, sehingga tidak ada alasan penyesuaian harga di tingkat cabang. Dana BOS di Kabupaten Sanggau tahun 2023 tercatat sebesar : SD: Rp 27.659.836.934 SMP : Rp 13.298.668.748 Total keseluruhan mencapai Rp 40.958.505.682. Sekolah wajib membuat SPJ penggunaan dana BOS. Namun, di lapangan pembuatan SPJ untuk belanja rutin, khususnya buku, disebut diserahkan kepada pihak ketiga, yakni CV. Nuansa dan CV. Abinara yang menjadi penyedia kebutuhan sekolah. Temuan lain menyebutkan, pihak sekolah diarahkan untuk membeli buku Yudhistira oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Sanggau, Theopilus, dengan pengkondisian lapangan dilakukan oleh marketing Yudhistira bernama Salim. Adanya mark up ini juga disebut-sebut untuk memberikan fee kepada Kepala Dinas Pendidikan Sanggau, Drs. Alipius. Saat dikonfirmasi, Kadis Pendidikan Sanggau membantah keras tuduhan tersebut. “Saya tidak pernah menyuruh anggota saya untuk mengkoordinir mark up tersebut, dan saya tidak pernah menerima fee seperti yang dituduhkan. Jika terbukti dan ada buktinya, saya bersedia diproses secara hukum. Dana BOS langsung diterima oleh kepala sekolah masing-masing,” ujarnya. Ia mengakui kasus ini sudah mencuat dan pihaknya pernah dimintai klarifikasi oleh APH. Semua pihak yang diduga terlibat disebut sudah memberikan klarifikasi masing-masing. “Kalau saya dituduh menerima fee dari mark up tersebut, saya tidak merasa menerima dana itu. Artinya, saya adalah korban ujarnya . Kalau rekan media kurang puas, silakan temui Kepala Bidang SMP, Pak Theopilus,” tambahnya. Mengikuti arahan Kadis, awak media mencoba menemui Theopilus di ruang kerjanya lantai dua kantor Dinas Pendidikan Sanggau. Namun, yang bersangkutan sudah meninggalkan ruangan. Awak media kemudian menjumpainya di area parkir. Theopilus hanya memberikan jawaban singkat. “Kalau mau ketemu saya besok, saya ada kegiatan di The Garden Palace. Atau ajukan pertanyaan tertulis lewat WhatsApp, minta nomor saya ke staf,” ujarnya dari dalam mobil. Ketika awak media menemui para staf bidang SMP di ruangannya, salah satu staf hanya di berikan no kontak stafnya saja bukan no kontak kepala bidang (Theopilus)Sesulit itu kah koordinasi dengan jabatan sekelas kepala bidang SMP di kadis pendidikan kabupaten Sanggau. Kasus dugaan mark up buku Dana BOS ini menjadi tanda tanya publik karena melibatkan dana pendidikan yang jumlahnya miliaran rupiah, serta memerlukan pengusutan serius oleh APH yang menanganinya. Sumber:Majang (Team/read)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar rapat paripurna untuk mendengar pandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota pengantar Bupati mengenai Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, Selasa (5/8/2025). Rapat yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD ini dipimpin Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali dan dihadiri Wakil Bupati H. Andreas beserta jajaran eksekutif. Seluruh fraksi memberikan respons kritis terhadap materi perubahan anggaran yang diajukan. Isu-isu strategis yang mencuat dalam forum ini antara lain efektivitas belanja publik, prioritas pembangunan daerah, serta transparansi dalam proses penyusunan anggaran. Fraksi-fraksi juga menyoroti perlunya penajaman program yang berdampak langsung ke masyarakat, serta penguatan koordinasi antar-perangkat daerah dalam menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan. Beberapa catatan lainnya menyinggung pentingnya pengelolaan fiskal yang disiplin dan akuntabel, termasuk evaluasi terhadap realisasi anggaran tahun berjalan sebagai dasar dalam menyusun perubahan APBD. Agenda ini menjadi bagian penting dalam mekanisme check and balance antara legislatif dan eksekutif untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan warga. Rapat paripurna akan dilanjutkan dengan agenda penyampaian jawaban eksekutif atas pandangan fraksi pada Rabu, 6 Agustus 2025. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat Wilayah I mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara aktivitas tiga perusahaan tambang yang memasok tanah urug untuk proyek strategis nasional (PSN) Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3. Usut punya usut ketiga perusahaan yang ikut ambil bagian dalam menyuplai tanah urug untuk nemenuhi kebutuhan proyek strategis nasional tersebut diduga beroperasi tanpa mengantongi izin resmi. Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah I Provinsi Jawa Barat, Iman Budiman, menyatakan bahwa penghentian ini dilakukan setelah ditemukan adanya pelanggaran serius terhadap peraturan yang berlaku. “Sebelum mereka mengantongi izin, tidak boleh ada kegiatan. Ini jelas pelanggaran, dan kami sudah keluarkan surat penghentian kegiatan,” kata Iman di Sukabumi, Selasa (5/8/2025). Dia menambahkan, para pemasok tanah untuk proyek infrastruktur sebesar Tol Bocimi seharusnya tidak memerlukan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang kompleks. Sebaliknya, mereka cukup mengajukan Izin Penjualan yang prosesnya jauh lebih sederhana, cepat dan tidak jelimet. “Tahapannya lebih pendek daripada izin tambang. Kalau dokumennya lengkap, pelayanan perizinan bisa selesai dalam 14 hari kerja,” jelasnya. Namun, karena aktivitas penambangan dan penjualan tanah urug ini telah berjalan tanpa izin sama sekali, maka konsekuensinya tidak lagi sebatas administrasi. Iman menegaskan bahwa praktik ini masuk dalam ranah pidana. “Itu pelanggaran pidana, dan ranahnya ada di aparat penegak hukum (APH). Kami sudah tembuskan surat penghentian ke Polres dan Satpol PP untuk penindakan,” tegas Iman. Pihaknya juga telah memberikan peringatan keras kepada kontraktor utama proyek, termasuk PT Waskita Karya dan PT Transjabar Tol, untuk tidak lagi menerima pasokan material dari sumber-sumber ilegal. “Kami sudah tegaskan kepada semua pihak, termasuk Waskita dan Transjabar, untuk tidak menerima suplay dari perusahaan yang belum berizin. Ini untuk memastikan proyek berjalan sesuai koridor hukum,” katanya. Penghentian aktivitas ilegal ini, lanjut Iman, merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan dan menindak tegas setiap pelanggaran di sektor pertambangan dan sumber daya mineral. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kepatuhan dari semua pelaku usaha. “Kami akan terus memantau dan mengawasi kegiatan pemasok tanah urug untuk memastikan bahwa semua kegiatan dilakukan dengan benar dan sesuai dengan peraturan,” ujarnya. Di akhir keterangannya, Iman turut mengimbau partisipasi aktif masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan adanya kegiatan penambangan atau penjualan material yang berpotensi merugikan lingkungan serta masyarakat luas. “Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam mengawasi dan melaporkan kegiatan yang tidak sesuai dengan peraturan. tegas dia. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Longsor susulan yang terjadi pada Senin malam di Jalan Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, menyebabkan tiga unit rumah kontrakan tergenang air dan lumpur. Satu di antaranya mengalami kerusakan cukup parah. Air bercampur lumpur masuk hingga setinggi mata kaki ke dalam rumah. Meski kondisi tidak layak huni, para penghuni terpaksa tetap tinggal karena belum ada tempat pengungsian yang disiapkan pemerintah. “Kami tidak punya tempat lain untuk mengungsi, jadi terpaksa tetap di dalam rumah,” ujar salah satu pemilik kontrakan, yang akrab disapa Abang Warung, Selasa (5/8/2025). Selain genangan yang belum juga surut, penghuni kesulitan memasak karena rumah masih kotor dan lembap. “Untuk makan dan minum, kami beli yang instan saja,” tambahnya. Kepala Desa Mekarsari, Iwan Bakar, menyampaikan bahwa pihak desa masih fokus menangani beberapa titik longsor lainnya. “Desa kami sedang dilanda bencana. Kami mohon warga bersabar. Kami berupaya memberikan yang terbaik,” ujarnya. Ia juga menyayangkan rendahnya kesadaran sebagian warga yang memaksakan melintas dengan kendaraan roda dua dan empat, sehingga memperparah kondisi lumpur di jalan yang baru dibuka. “Lumpurnya jadi menyebar ke mana-mana karena tidak sedikit pengendara motor yang memaksa melewati kubangan lumpur yang baru dikeruk alat berat,” ungkapnya. Longsor susulan ini merupakan peristiwa lanjutan dari kejadian sebelumnya, yang dipicu hujan deras terus-menerus sejak beberapa hari terakhir. Hingga berita ini diinformasikan, para relawan masih bergotong royong membersihkan lumpur, mengamankan barang warga, serta membuat jalur pembuangan air agar genangan bisa segera surut. Pemilik kontrakan, Bejo, berharap pemerintah segera memberi solusi agar rumah-rumah di daerah rawan longsor bisa kembali aman dan nyaman. “Kami baru kali ini merasakan dampak longsor sebesar ini,” tuturnya. Sementara itu, warga lain, Een, meminta agar sistem drainase dan gorong-gorong di kawasan tersebut segera dibenahi. “Air hujan tidak terarah, akhirnya meluap ke mana-mana,” pungkasnya. (Reno)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 4 Agustus 2025 — Sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial, DPC Squad Nusantara Srikandi Jepara melaksanakan kegiatan tahjiah dan pemberian santunan kepada keluarga almarhum Bapak Rusnadi pada hari Senin, 4 Agustus 2025. Kegiatan ini berlangsung khidmat di kediaman almarhum yang beralamat di Keling Ngancar, RT 1 RW 05, Jepara. Dipimpin langsung oleh Ketua Srikandi, Ibu Riana Shofa, serta didampingi oleh Bendahara, Ibu Dian, beserta jajaran pengurus lainnya, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Srikandi Squad Nusantara untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam momen-momen duka. “Ini adalah bentuk empati kami sebagai bagian dari keluarga besar Squad Nusantara. Kami berharap kehadiran kami bisa sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” ujar Ibu Riana Shofa. Selain doa bersama untuk almarhum, rombongan Srikandi juga menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa rasa kebersamaan dan kekeluargaan harus selalu dijaga, terutama dalam masa-masa sulit. Melalui kegiatan seperti ini, DPC Squad Nusantara Srikandi berharap dapat terus menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat, serta menebar manfaat dan kebaikan secara nyata.(Wely-jateng)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) mengevakuasi seekor ular yang muncul di area terdampak longsor di Gang Tamrin, Kampung Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, pada Senin (4/8/2025) malam. Evakuasi dilakukan setelah petugas dari Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, dan aparat desa melaporkan kemunculan ular di dekat timbunan tanah longsor yang sedang dikeruk alat berat. Boleh jadi sarang ular tersebut terciduk alat berat. Untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi warga dan petugas di lokasi, tim Damkar dikerahkan ke titik kejadian. Apalagi kondisi penerangan di lokasi sangat minim. Oleh karena itu bagi warga yang tidak berkepentingan untuk menjauh dari lokasi. Proses pencarian cukup memakan waktu karena ular sempat bersembunyi di sela-sela tumpukan karung di pinggir sebuah gudang kosong. Setelah pencarian intensif, dua personel DamkarEka dan Pradipta Wahyu berhasil menemukan dan mengamankan ular tersebut menggunakan alat penjepit khusus. “Ular ditemukan di sekitar tumpukan karung dekat gudang kosong. Diduga keluar dari sarangnya akibat pergeseran tanah dan curah hujan yang tinggi,” ujar salah satu petugas Damkar di lokasi. Setelah diamankan, ular dimasukkan ke dalam wadah khusus dan dibawa keluar dari area longsor. Petugas memastikan penanganan dilakukan tanpa melukai hewan tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa bencana alam seperti longsor tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga bisa mengganggu habitat satwa liar. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi kemunculan hewan-hewan liar di sekitar lokasi bencana. “Sekali lagi kami mengimbau pada warga untuk lebih berhati-hati, karena hewan seperti ular bisa jadi ancaman serius,” ungkapnya. (Reno)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 4 Agustus 2025 — Dalam suasana penuh kekhidmatan dan empati, DPC Srikandi Squad Nusantara melaksanakan kegiatan tahjiah dan santunan di rumah duka almarhum ayahanda dari Bendahara DPC, yang berlokasi kec keling di RW 4 dan RW 7, Desa Kling Ngasem, Sutamar. Acara ini berlangsung pada Senin (4/8/2025), dipimpin langsung oleh Ketua Srikandi, Ibu Riana Shofa, dan dihadiri oleh jajaran pengurus serta anggota Srikandi lainnya. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas internal Srikandi terhadap keluarga besar anggotanya yang sedang berduka. Selain melantunkan doa bersama untuk almarhum, DPC Srikandi juga turut memberikan santunan sebagai bentuk dukungan moral dan materi kepada keluarga yang ditinggalkan. “Kami hadir bukan hanya sebagai organisasi perempuan yang aktif di sosial kemasyarakatan, tetapi juga sebagai keluarga besar yang saling menopang dalam suka dan duka. Ini adalah wujud empati dan kebersamaan yang menjadi ruh perjuangan Srikandi Squad Nusantara,” ujar Ibu Riana Shofa. Dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan, kegiatan ini sekaligus memperkuat silaturahmi antaranggota dan masyarakat sekitar. Harapannya, nilai-nilai kemanusiaan seperti ini dapat terus dirawat dan diwariskan dalam setiap gerakan sosial yang dilakukan Srikandi Squad Nusantara di berbagai wilayah.(Wely-jateng)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Minggu (3/8/2025) sore, menyebabkan longsor di Jalan Desa Gang Tamrin, Kampung Cicewol. Material longsor berupa tanah basah dan batu menutup seluruh badan jalan, membuat akses kendaraan dari Kampung Cicewol dan Perumahan Bukit Citra Asri menuju jalur utama lumpuh total. Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.30 WIB saat hujan masih turun deras. Warga setempat bersama aparat desa segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. “Longsornya cukup besar, jalan tertutup total. Warga tidak bisa lewat, anak-anak yang hendak ke sekolah dan para pekerja pabrik harus memutar lewat jalur lain,” ujar Ardan, salah satu warga yang berada di lokasi saat kejadian. Untuk mempercepat proses evakuasi, satu unit alat berat jenis excavator mulai dikerahkan pada Senin (4/8/2025) sekitar pukul 16.30 WIB. Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum yang dipimpin Nandang, bersama Kepala Desa Mekarsari Iwan Bakar dan relawan, tampak sigap membersihkan material longsor meski hujan terus mengguyur lokasi. Foto dari lokasi menunjukkan proses evakuasi berlangsung dengan penerangan minim. Warga pun menutup akses masuk ke jalan guna memperlancar jalannya evakuasi. Selain menimbun jalan, hujan deras yang terus turun juga berdampak pada tiga rumah warga yang berada di bawah jalan. “Air hujan masuk ke rumah, peralatan jadi basah semua,” ungkap Ferry (Bejo), warga terdampak. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimbun dalam kejadian ini. Namun warga diimbau tetap waspada, mengingat kontur tanah di sekitar lokasi masih rawan longsor susulan. “Kami imbau warga untuk tidak melintasi jalan ini sementara waktu, apalagi saat hujan deras. Kami juga masih memantau kondisi tebing di sekitar Perumahan Bukit Citra Asri,” kata salah satu petugas evakuasi. Hingga pukul 20.30 WIB, proses pembersihan masih berlangsung. Jalur diperkirakan dapat dibuka kembali secara terbatas pada malam hari. (Reno)