SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Di momentum Hari Ibu ke-97, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Erpa Aris Purnama, S.Si, menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh ibu atas kasih sayang tanpa batas yang telah diberikan. ‎ ‎Menurutnya, cinta dan pengorbanan seorang ibu merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter keluarga dan masyarakat. ‎ ‎“Terima kasih atas kesabaran yang tak pernah habis, kelembutan yang menenangkan, serta pelukan hangat yang selalu menjadi tempat pulang, kata Erpa,” Senin 22 Desember 2025 ‎ ‎Perjuangan dan cinta seorang ibu adalah kekuatan besar yang menopang tumbuhnya generasi masa depan yang tangguh dan produktif dan berintegritas, tambahnya. ‎ ‎Ia menuturkan bahwa ibu tidak hanya berperan sebagai pendidik pertama dalam keluarga, tetapi juga penjaga nilai, penanam akhlak, dan sumber keteladanan yang membentuk karakter anak sejak usia dini. ‎ ‎Peran mulia tersebut sering kali dijalani dalam keheningan, namun dampaknya sangat menentukan arah pembangunan bangsa. ‎ ‎Lebih lanjut, Erpa menegaskan bahwa penghormatan kepada ibu tidak cukup dimaknai secara seremonial semata. ‎ ‎Lebih dari itu, harus diwujudkan melalui sikap nyata dan kebijakan yang berpihak pada perlindungan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, serta peningkatan kesejahteraan ibu dan anak. ‎ ‎Melalui peringatan Hari Ibu ke-97 ini, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya saling menghargai, memperkuat peran perempuan. ‎ ‎”Kita pastikan setiap ibu mendapatkan ruang yang aman serta setara untuk berkontribusi secara optimal dalam berbagai aspek kehidupan,” ujarnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peringatan Hari Ibu ke-97 di Kabupaten Sukabumi menjadi momentum refleksi kebangsaan sekaligus penegasan arah pembangunan yang berkeadilan. ‎ ‎Di hadapan jajaran Forkopimda dan kader PKK, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa perempuan, khususnya ibu, memegang peran strategis sebagai penentu kualitas generasi dan masa depan bangsa. ‎ ‎Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Ibu ke-97 yang dirangkaikan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53 di Grand Sulanjana, Senin, 22 Desember 2025. ‎ ‎Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Sekda H. Ade Suryaman, unsur Forkopimda, serta jajaran Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi. ‎ ‎Asep Japar menegaskan bahwa Hari Ibu tidak boleh dipahami sebatas agenda seremonial tahunan, melainkan sebagai ruang refleksi atas sejarah perjuangan perempuan Indonesia dan perannya dalam membangun peradaban. ‎ ‎“Ibu adalah jantung keluarga dan fondasi utama pembentukan karakter generasi penerus. Dari tangan seorang ibu, lahir nilai, etika, dan kekuatan bangsa,” tegasnya. ‎ ‎Menurut Bupati, ketangguhan perempuan Indonesia telah terbukti mampu menjadi motor penggerak perubahan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, hingga pembangunan nasional. ‎ ‎Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat dukungan terhadap pemberdayaan perempuan agar semakin berdaya, terlindungi, dan memiliki ruang partisipasi yang setara di berbagai sektor. ‎ ‎Ia menambahkan, semangat perjuangan perempuan terdahulu harus terus dihidupkan sebagai inspirasi dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. ‎ ‎Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti peran strategis Tim Penggerak PKK sebagai mitra utama pemerintah daerah. Ia menilai PKK dengan 10 program pokoknya telah menjadi garda terdepan dalam pembangunan berbasis keluarga. ‎ ‎“PKK bukan hanya organisasi, tetapi kekuatan sosial yang nyata dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” ujarnya. ‎ ‎Namun demikian, Bupati menegaskan perlunya penguatan kapasitas kader PKK melalui pelatihan yang relevan dengan tantangan zaman, serta peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah agar setiap program berjalan efektif dan tepat sasaran. ‎ ‎Ia juga menekankan fokus prioritas yang harus terus diperkuat, antara lain percepatan penurunan stunting, pengembangan ekonomi keluarga melalui UMKM, serta optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan lewat program Hatinya PKK. ‎ ‎Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kader PKK di semua tingkatan atas dedikasi dan pengabdian yang konsisten dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sukabumi. ‎ ‎Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sukabumi Hj. Rina Rosmaniar menyampaikan bahwa PKK hadir di tengah masyarakat dengan semangat gotong royong dan kebersamaan sebagai fondasi utama gerakan. ‎ ‎Ia mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk menyatukan langkah dan komitmen dalam membangun keluarga yang tangguh sebagai basis pembangunan daerah dan nasional. ‎ ‎“Dengan kebersamaan, kerja keras, dan komitmen yang kuat, PKK akan terus berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas,” ujarnya. ‎ ‎Hj. Rina juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Ibu sebagai momentum untuk lebih menghargai, mencintai, dan memuliakan sosok ibu. ‎ ‎“Ibu adalah sosok mulia. Jasanya tidak akan pernah terbalaskan. Hormati dan cintai ibu selagi masih ada kesempatan,” tutupnya. ‎ ‎Peringatan Hari Ibu ke-97 ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, ditandai dengan penyerahan penghargaan serta bantuan, dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur. (Dicky)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 21 Desember 2025 – Suasana hangat dan kekeluargaan mewarnai pertemuan antara Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Eko Basuki yang akrab disapa Mbah So, bersama Sekjen Squad Nusantara DPC Jepara, Baidon Safi’i, dengan Ketua DPW Squad Nusantara, BPK Didik Nalogo. Pertemuan berlangsung pada hari Minggu, 21 Desember 2025, pukul 13.00 WIB di rumah makan Pondok Indah yang terletak di kawasan Pantai Bondo, Bondo Mlonggo, Kabupaten Jepara. Kegiatan ini merupakan agenda santai sekaligus jalan-jalan bersama keluarga besar Squad Nusantara. Namun, di balik suasana rileks, pertemuan ini dimanfaatkan untuk membahas sejumlah persoalan yang tengah dihadapi ormas Squad Nusantara, serta merumuskan strategi ke depan agar organisasi bisa terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mbah So menjelaskan, “Pertemuan ini selain menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antar pengurus dan keluarga, juga kami gunakan untuk evaluasi dan berdiskusi tentang langkah-langkah strategis yang harus diambil agar Squad Nusantara dapat semakin solid dan berperan aktif di masyarakat.” Didik Nalogo, Ketua DPW Squad Nusantara, menambahkan bahwa koordinasi yang intensif antara pengurus di tingkat daerah dan pusat sangat penting untuk menjaga konsistensi visi dan misi ormas ini. “Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil oleh DPC maupun ranting-ranting di bawahnya selaras dengan tujuan organisasi. Dengan komunikasi yang terbuka dan rutin seperti ini, kami yakin Squad Nusantara akan semakin kuat,” ujarnya. Pertemuan yang berlangsung di tepi pantai ini juga menjadi kesempatan bagi para anggota untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat komitmen dalam menjalankan program-program sosial dan kemasyarakatan yang selama ini menjadi ciri khas Squad Nusantara. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara– Squad Nusantara Ranting Pecangaan menggelar kegiatan kumpulan rutin bulanan pada Minggu, 21 Desember 2025. Kegiatan yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan serta meningkatkan kekompakan antaranggota. Acara dipimpin langsung oleh Ketua Ranting Pecangaan, Saudara Amir, dan dimulai pada pukul 10.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di rumah Mas Endy Susanto yang beralamat di Desa Troso, RT 06 RW 09, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Ketua Ranting Pecangaan, Amir, menyampaikan bahwa kegiatan rutin bulanan ini memiliki peran penting dalam menjaga silaturahmi dan soliditas organisasi. “Kumpulan rutin ini kami adakan sebagai wadah untuk mempererat persaudaraan, menjaga kekompakan, serta memperkuat komunikasi antaranggota Squad Nusantara Ranting Pecangaan,” ujar Amir. Ia juga berharap melalui kegiatan ini, seluruh anggota dapat terus menjaga kebersamaan dan saling mendukung dalam setiap kegiatan organisasi maupun sosial di masyarakat. Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Para anggota yang hadir mengikuti acara dengan antusias hingga selesai. Squad Nusantara Ranting Pecangaan berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan rutin sebagai bentuk konsistensi dalam menjaga persatuan dan kebersamaan antaranggota. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Solidaritas dan rasa kekeluargaan terus dijaga oleh Squad Nusantara PUTU SHIMA Ranting Keling. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosial menjenguk salah satu anggota yang sedang sakit, yakni Saudara Ali, pada Sabtu malam, 20 Desember 2025. Kegiatan tersebut berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB di kediaman Saudara Ali yang berlokasi di Desa Kelet, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Ranting Keling, Bapak Teguh Setiawan, didampingi Wakil Ketua Ranting, Saudara Suprayitno, beserta anggota Squad Nusantara PUTU SHIMA Ranting Keling. Tidak hanya dari tingkat ranting, kegiatan ini juga mendapat perhatian dari jajaran pengurus DPC. Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Bapak Eko Basuki yang akrab disapa Mbah So, turut hadir bersama pengurus DPC untuk memberikan dukungan moril secara langsung.Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyampaikan doa serta semangat kepada Saudara Ali agar segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.Kehadiran para pengurus dan anggota menciptakan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Ketua Ranting Keling, Bapak Teguh Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap anggotanya. Menurutnya, Squad Nusantara tidak hanya sebagai wadah organisasi, tetapi juga sebagai keluarga besar yang saling mendukung dalam kondisi apa pun. “Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan rasa solidaritas di Squad Nusantara tetap terjaga. Kami berharap kehadiran kami bisa memberi semangat dan motivasi bagi Saudara Ali,” ujarnya. Melalui kegiatan sosial ini, Squad Nusantara PUTU SHIMA Ranting Keling menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kekompakan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan nilai kepedulian antaranggota. (Wely-jateng)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Eks Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo, kini memiliki jabatan baru sebagai Kapolres Sukabumi Kota Polda Jabar menggantikan pejabat lama AKBP Rita Suwadi. ‎ ‎Sedangkan AKBP Rita Suwadi akan melanjutkan kiprahnya di Polres Majalengka. ‎ ‎Informasi seputar pergantian pucuk pimpinan di Polres Sukabumi Kota tersebut disampaikan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan persnya Sabtu (20/12/2025). ‎ ‎Sedangkan mengenai berpindahnya AKBP Rita Suwadi ke Polres Majalengka tertuang dalam Surat Telegram (ST) Kopolri nomor ST 2781/XII/KEP/2025 ditandatangani Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen. Pol Anwar per tanggal 15 Desember 2025. ‎ ‎Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan bahwa mutasi merupakan bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya penguatan kinerja Polri dalam menjawab tantangan tugas ke depan. ‎ ‎“Mutasi hal yang wajar di tubuh Polri, ini bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya penguatan kinerja Polri,” ungkap Brigjen Trunoyudo. ‎ ‎Perlu diketahui bahwa AKBP Rita Suwadi menjabat Kapolres Sukabumi Kota terhitung mulai Juni 2024 dan dilantik Kapolda Jabar saat itu pada 16 Juli 2024, atau kurang lebih 18 bulan lalu bertugas di Polres Sukabumi Kota. (Usep)

Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengangkat Kapolres Majalengka AKBP Willy Andrian ke jabatan strategis di lingkungan Polda Metro Jaya. Willy dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kepala Bagian Pengendalian Personel (Kabagdalpers) RO SDM Polda Metro Jaya. Pengangkatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2781/XII/KEP./2025 tertanggal 15 Desember 2025, yang mengatur pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di tubuh Polri. Dalam surat telegram itu, AKBP Willy Andrian yang sebelumnya menjabat Kapolres Majalengka Polda Jawa Barat, secara resmi dimutasi dan diangkat dalam jabatan barunya di Polda Metro Jaya. Kasubsi PIDM Polres Majalengka Ipda Dony Arivanto membenarkan mutasi tersebut. “Iya benar, Pak Willy ke Polda Metro Jaya,” kata Dony, Sabtu (20/12/2025). AKBP Willy Andrian menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya, menjadikan Polri sebagai pelayan, pelindung, pengayom masyarakat, sekaligus penegak hukum yang berintegritas. Selama bertugas di Majalengka, ia juga membawa misi besar menjaga kondusivitas wilayah, memperkuat kerukunan warga, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui stabilitas keamanan. Selama menjabat Kapolres Majalengka sejak April 2025, AKBP Willy Andrian dikenal sebagai pemimpin hands-on yang kerap turun langsung ke lapangan. Ia menekankan pencegahan kriminalitas, pelayanan publik yang transparan, serta penguatan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Pendekatan humanis dan dialogis menjadi ciri kepemimpinannya. Namun demikian, ia tetap tegas dalam penegakan hukum. Tak heran, dalam waktu relatif singkat, Willy mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat Majalengka. Pria kelahiran Pematangsiantar, Sumatera Utara, 18 Juni 1982 ini dikenal dekat dengan warga dan aktif memimpin berbagai kegiatan kepolisian, mulai dari apel, operasi pengamanan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. (Asep.R)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – ncaman cuaca ekstrem menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, ‎ ‎Bupati Sukabumi H. Asep Japar turun langsung meninjau ketersediaan dan harga pangan di Pasar Cibadak, Sabtu, 20 Desember 2025. ‎ ‎Dari hasil pemantauan, Bupati memastikan stok pangan strategis di Kabupaten Sukabumi dalam kondisi aman dan mencukupi hingga beberapa bulan ke depan. ‎ ‎“Persediaan pangan aman. Sampai Maret 2026 stok masih tersedia, termasuk beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya,” ujar Asep Japar. ‎ ‎Ia mengakui terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas, seperti ayam dan telur. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum berdampak signifikan terhadap stabilitas pasar. ‎ ‎“Secara umum harga masih terkendali. Kami terus pantau agar tidak terjadi lonjakan yang merugikan masyarakat,” katanya. ‎ ‎Lebih jauh, Bupati menegaskan faktor cuaca menjadi tantangan utama saat ini. Curah hujan tinggi yang terjadi hampir setiap hari berpotensi mengganggu distribusi logistik, terutama ke pasar tradisional dan wilayah rawan bencana. ‎ ‎“Cuaca ekstrem tidak boleh sampai mengganggu pasokan pangan. Karena itu, seluruh perangkat daerah, camat, hingga pemerintah desa sudah diinstruksikan untuk siaga penuh,” tegasnya. ‎ ‎Menurutnya, kesiapsiagaan dan kecepatan respons menjadi kunci dalam menghadapi potensi gangguan distribusi selama periode Nataru. ‎ ‎“Kalau ada hambatan di lapangan, harus segera ditangani. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok,” pungkas Bupati. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua Umum Yayasan Forum Silaturahmi Barisan Benteng Pajampangan (YFSBBP), H. Isep Dadang Sukmana, mengutarakan komitmen organisasinya untuk berkolaborasi dengan Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Pajampangan (PKPP) dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya wilayah Pajampangan. ‎ ‎”Hadirnya PKPP adalah langkah strategis dalam membangun komunikasi, sinergi, dan kerja sama antara aparatur desa dengan organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan,” Kata Isep, Sabtu (20/12/2025). ‎ ‎Ia juga menekankan bahwa pembangunan desa tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, organisasi sosial, dan pemerintah daerah. ‎ ‎Dalam konteks ini, PKPP dipandang sebagai wadah pemersatu yang mampu menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menguatkan peran desa tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. ‎ ‎Dia menyatakan kesiapan YFSBBP untuk terlibat aktif dalam berbagai program kolaboratif bersama PKPP, baik di bidang sosial, budaya, maupun pemberdayaan masyarakat desa. ‎ ‎”Saya berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan warga di wilayah Pajampangan,” tandasnya. ‎ ‎Dengan sinergi yang kuat, Haji Isep optimistis Pajampangan dapat berkembang menjadi wilayah yang maju, mandiri, dan tetap berpegang pada jati diri budaya. ‎ ‎Selain itu, YFSBBP bersama Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) yang dipimpin Hendra Permana juga sepakat mendukung lahirnya PKPP. Ia berharap PKPP dapat menjadi paguyuban yang solid dan terbaik di Kabupaten Sukabumi. ‎ ‎“Kami sepakat mendukung penuh kehadiran PKPP. Harapannya, paguyuban ini mampu memberi kontribusi terbaik bagi pembangunan dan kemajuan Pajampangan,” pungkas Isep. (Dicky)

Bidik-kasusnews.com,Sanggau Kalimantan Barat Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali beroperasi secara terang-terangan di aliran Sungai Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Dari hasil pantauan awak media di lapangan, sejumlah lanting dan mesin sedot emas terlihat aktif beroperasi di seberang Desa Semerangkai hingga wilayah Desa Mapai.   Aktivitas ilegal ini diduga telah berlangsung cukup lama tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH) setempat. Mesin-mesin penambang tampak berjejer di sepanjang aliran sungai, bekerja siang dan malam, mengeruk material sungai yang mengandung emas. Ironisnya, berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, kuat dugaan bahwa aktivitas PETI tersebut berjalan mulus karena adanya setoran rutin mingguan kepada oknum APH setempat. Setoran itu disebut-sebut menjadi “jaminan keamanan” agar para pelaku penambangan ilegal tidak tersentuh hukum. Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi dan pendalaman lebih lanjut. Seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa persoalan PETI di wilayah Sungai Kapuas Sanggau sudah menjadi rahasia umum. > “Kalau hanya aparat di tingkat bawah, rasanya sulit berharap banyak. Kami menduga ada keterlibatan oknum APH. Ini perlu tindakan dari tingkat pusat agar penegakan hukumnya benar-benar berjalan,” ujarnya. Ancaman Serius bagi Lingkungan dan Kesehatan Warga Aktivitas PETI tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menimbulkan dampak lingkungan yang sangat serius. Penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri (air raksa) dalam proses pemisahan emas berpotensi mencemari air Sungai Kapuas, yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat, mulai dari kebutuhan air bersih hingga mata pencaharian nelayan sungai. Kerusakan ekosistem sungai, pendangkalan alur sungai, hingga hilangnya habitat ikan menjadi ancaman nyata. Dalam jangka panjang, pencemaran merkuri dapat memicu gangguan kesehatan, seperti kerusakan saraf, gangguan tumbuh kembang anak, hingga penyakit kronis lainnya. Pasal-Pasal yang Diduga Dilanggar Aktivitas PETI jelas melanggar sejumlah peraturan perundang-undangan, di antaranya: 1. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) Pasal 158: Setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar. 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 98 dan 99: Setiap orang yang dengan sengaja atau lalai menyebabkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan dapat dipidana penjara dan denda miliaran rupiah. 3. Jika terbukti adanya setoran atau pembiaran oleh oknum aparat, maka dapat dijerat dengan ketentuan dalam UU Tindak Pidana Korupsi, khususnya terkait penyalahgunaan wewenang dan penerimaan gratifikasi. Desakan Penindakan Tegas Masyarakat mendesak agar pemerintah pusat, Mabes Polri, serta Kementerian terkait turun langsung ke lapangan untuk melakukan penertiban dan penegakan hukum secara menyeluruh. Penanganan PETI dinilai tidak akan efektif jika hanya menyasar pekerja lapangan, tanpa mengungkap aktor-aktor besar dan dugaan keterlibatan oknum aparat di baliknya. Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak kepolisian setempat serta instansi terkait guna mendapatkan klarifikasi dan tanggapan resmi atas maraknya kembali aktivitas PETI di Sungai Kapuas Sanggau. (Tim)