PADANG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Upaya mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Kota Padang, Sumatera Barat, terus dilakukan melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Dipimpin Teknisi Jibom Utama Tk. II Korbrimob Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang, didampingi Teknisi Jibom Madya Tk. III Korbrimob Kombes Pol. Dennie Andreas Dharmawan, beserta Tim Monev Korwil Padang, Sumatera Barat melakukan audiensi dan peninjauan lapangan guna memastikan penanganan pascabencana berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan target yang telah ditetapkan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (17/9/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait dalam mengawal proses pemulihan infrastruktur, hunian tetap, dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana di Kota Padang. Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang beserta tim Monev melakukan pembahasan bersama Sekretaris Daerah Kota Padang, Jajaran Organisasi Perangkat daerah (OPD), perwakilan Polres, Kodim, Kejaksaan Negeri, serta unsur terkait lainnya. Audiensi tersebut membahas perkembangan penanganan pascabencana, kendala pelaksanaan, dan langkah strategis untuk mempercepat realisasi program rehabilitasi dan rekonstruksi. Dalam audiensi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, tim Monev membahas perkembangan penanganan di wilayah Sumatera Barat. Khusus Kota Padang, sejumlah lokasi prioritas yang masih memerlukan perhatian, di antaranya Batang Kuranji dan kawasan Maransi. Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang juga mengawal pembahasan terkait kebutuhan normalisasi sedimentasi Batang Kuranji serta penanganan Sabo Dam di bagian hulu. Penanganan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pemulihan infrastruktur pengendali aliran sungai dan mengurangi risiko dampak bencana di wilayah terdampak. Bappenas menyampaikan bahwa pembaruan Renduk dijadwalkan dimulai pada Oktober 2026 melalui tahapan pengusulan, reviu, dan verifikasi, dengan target penyelesaian Renduk baru pada awal Desember 2026. Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang bersama tim monev mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar kebutuhan penanganan pascabencana, khususnya di kawasan Maransi–Air Pacah, dapat didukung oleh data dan bukti yang memadai. Tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur, tim Monev turut membahas percepatan penyediaan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Berdasarkan data Dinas Perkimtan Kota Padang, sebanyak ratusan rumah rusak berat telah ditetapkan untuk direlokasi melalui sejumlah lokasi hunian tetap, di antaranya Balai Gadang, Sungai Kai, dan Pawuh. Pada peninjauan Huntap bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi di Balai Gadang, diketahui pembangunan direncanakan mencapai ratusan unit pada 2026 dan tahun berikutnya. Namun, kebutuhan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU). Tim Monev juga membahas usulan percepatan pembangunan Jembatan Sawahlie dari rencana 2028 menjadi 2027, serta dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap penanganan Batang Kuranji melalui penyediaan anggaran. Melalui rangkaian audiensi dan peninjauan lapangan tersebut, Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang bersama tim Monev Sumatera Barat terus mengawal koordinasi dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Padang. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengidentifikasi kebutuhan prioritas, menyelesaikan berbagai kendala pelaksanaan, serta memastikan program pemulihan berjalan secara terarah, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku. (Agus)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan kembali ditunjukkan Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H. Kali ini, bantuan diberikan kepada pasangan suami istri, Herdi dan Elih, warga Kampung Pasir Sawo, Desa Talagamurni, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi. Bukan sekadar bantuan kebutuhan sehari-hari, Kapolres Sukabumi menyalurkan modal usaha dengan harapan pasangan tersebut memiliki peluang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Bantuan tersebut disampaikan pada Senin (21/9/2026) melalui Ustadz Yudi Pratama alias Si Peci Merah Tijampang, yang juga menjabat sebagai Ketua Perguruan Sapu Jagat Wilayah Pajampangan. Herdi dan Elih diketahui menghadapi keterbatasan fisik yang membuat aktivitas sehari-hari mereka tidak mudah. Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian setelah Ustadz Yudi menyampaikan informasi mengenai keadaan pasangan tersebut kepada Kapolres Sukabumi. Informasi itu mendapat respons. Bantuan modal usaha pun disalurkan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya membantu keluarga tersebut agar tetap memiliki sumber penghasilan. Saat menyerahkan bantuan, Ustadz Yudi menyampaikan doa dan penguatan agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan baik serta membawa keberkahan bagi keluarga. “Berkah, barokah, sing yakin ya Pak, Bu. Ini rezeki dari Allah. Semoga keuntungannya menjadi bekal makan sehari-hari, untuk anak-anak. Semoga anak-anak Bapak Ibu tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholihah,” ujar Ustadz Yudi. Ia juga mengingatkan Herdi dan Elih agar tidak minder dengan kondisi kehidupan yang mereka jalani. “Jangan pernah merasa minder dengan kehidupan, karena kehidupan di dunia ini hanya sementara. Kehidupan akhiratlah yang kekal selamanya,” katanya. Bantuan tersebut disambut haru oleh Herdi. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Kapolres Sukabumi. “Alhamdulillah, jazakallah khairan atas bantuannya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Bapak Kapolres dengan pahala yang berlipat ganda. Hatur nuhun,” ucap Herdi. Bantuan modal usaha ini diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk kepedulian sesaat, tetapi dapat menjadi pijakan bagi Herdi dan Elih untuk memperoleh penghasilan serta membantu memenuhi kebutuhan keluarga di tengah keterbatasan yang mereka hadapi. Langkah tersebut juga menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penanganan persoalan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dengan hadir membantu warga yang berada dalam kondisi membutuhkan. (Dicky)