SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V, Muhammad Jaenudin, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memastikan sekolah negeri, khususnya SMA, SMK, dan SLB, tidak melakukan pungutan biaya kepada siswa di luar ketentuan yang berlaku. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kota Sukabumi, Sabtu (22/8). “Saya minta sekolah negeri mematuhi kebijakan pemerintah dan tidak membebani peserta didik dengan pungutan. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya dugaan pungutan di sekolah negeri,” kata Jaenudin. Setiap laporan, kata dia, dapat ditindaklanjuti bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD. Selain persoalan pungutan, Jaenudin menegaskan sekolah negeri tidak diperbolehkan menahan ijazah siswa. Menurutnya, ijazah merupakan hak peserta didik yang harus diberikan setelah menyelesaikan pendidikan. Dia menegaskan, apabila masih ditemukan praktik penahanan ijazah, masyarakat dipersilakan menyampaikan laporan agar persoalan tersebut dapat segera ditangani. Untuk sekolah swasta, Jaenudin mengakui terdapat kondisi berbeda karena operasional sekolah masih banyak ditopang pembayaran SPP. “Persoalan tunggakan biaya pendidikan tidak semestinya menjadikan ijazah siswa sebagai jaminan. Penyelesaian persoalan administrasi pendidikan harus tetap memperhatikan hak siswa untuk memperoleh dokumen kelulusannya,” ujarnya. Di bidang pendidikan tinggi, Jaenudin menyampaikan program beasiswa bagi mahasiswa asal Jawa Barat masih dalam pembahasan. Kondisi efisiensi dan keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberlanjutan program bantuan pendidikan. Meski demikian, terdapat skema pendampingan bagi mahasiswa kurang mampu yang memiliki KTP Jawa Barat agar tetap mendapatkan akses terhadap bantuan pendidikan. Sementara pada sektor kesehatan, Jaenudin menyoroti keberadaan fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Sukabumi, salah satunya Rumah Sakit Jampang Kulon. Ia mengingatkan masyarakat agar memilih fasilitas kesehatan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan dan jarak tempuh. Masyarakat tidak harus memaksakan diri menuju rumah sakit yang lokasinya jauh apabila terdapat fasilitas kesehatan yang lebih dekat dan mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan. Kegiatan tersebut turut mendapat perhatian dari Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi, Erik Erwanda. Ia menegaskan kehadiran jajaran partai dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan fungsi pengawasan legislatif sekaligus memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat. Erik mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut, mulai dari ketua RT dan RW, alim ulama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, hingga jajaran PAC dan ranting PDI Perjuangan Kecamatan Cikole. Ia berharap penjelasan Muhammad Jaenudin mengenai tugas dan fungsi DPRD Provinsi Jawa Barat dapat memberikan pemahaman lebih luas kepada masyarakat, terutama terkait fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Jaenudin menegaskan berbagai aspirasi dan persoalan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan DPRD Jawa Barat dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah. Ia menilai keterlibatan masyarakat sangat penting agar kebijakan pemerintah tidak berhenti pada aturan, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya sungai, menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi PDIP, Raden Koesoemo Hutaripto. Ia mendorong masyarakat untuk menjadikan kebersihan sungai sebagai bagian dari kepedulian bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Pesan tersebut disampaikan Raden saat menghadiri kegiatan Mancing Mania dan Kobok Mania yang digelar warga RW 01 dan RW 06 Kelurahan Citamiang bersama komunitas Barudak Sisi Susukan (Basis) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Dia menambahkan, kegiatan memancing di sungai dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Ketika sungai dijaga kebersihannya, keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai aliran air, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara positif oleh warga. “Acara hari ini memperingati 17 Agustus 2026, di mana kita mengedukasi masyarakat supaya menjaga kebersihan sungai. Sekarang kita mancing, kita tanam ikan, kita berharap mereka dapat menjaga sungai ini,” kata Raden. Ia menegaskan, masyarakat harus mengubah pola pikir dalam memperlakukan sungai. Sungai tidak boleh dijadikan tempat membuang sampah atau dianggap sebagai bagian belakang permukiman yang tidak perlu diperhatikan. “Mari kita juga edukasi masyarakat supaya tetap menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak juga menjadikan sungai sebagai halaman belakang,” tegasnya. Raden justru mengajak masyarakat menjadikan sungai sebagai bagian depan lingkungan yang harus dirawat dan dibersihkan secara rutin. “Kalau menjadikan sungai sebagai halaman depan pasti akan kita jaga, akan kita bersihkan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kekompakan warga RW 01 dan RW 06 Citamiang yang sejak sebelumnya telah bergotong royong membersihkan sungai. Menurutnya, kepedulian terhadap sungai harus dilakukan secara menyeluruh karena persoalan kebersihan sungai tidak berhenti pada satu wilayah. “Memang bersih sungai ini bukan hanya di sini saja tapi dari hulu ke hilir,” jelasnya. Selain mengajak masyarakat menjaga kebersihan, Raden juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi fisik sungai dengan merespons aspirasi mengenai pengerukan dan pendangkalan. Sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi yang salah satunya berkaitan dengan sektor sumber daya air, Raden mengatakan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada dinas terkait sekaligus mengecek kemungkinan dukungan penganggarannya. “Kita sekarang lagi penyusunan RAPBD Murni 2027, harapannya itu bisa dimasukkan sebagai program prioritas,” katanya. Menurut Raden, perhatian terhadap kondisi sungai juga berkaitan erat dengan upaya mengantisipasi banjir. Sampah dan pendangkalan sungai, terutama ketika curah hujan tinggi, dapat meningkatkan risiko meluapnya air dan berdampak kepada masyarakat. “Biasanya di bulan Januari sampai Maret curah hujan agak tinggi dan dapat mengakibatkan kenaikan ketinggian air. Kalau di sini banyak sampah, pendangkalan, tentu otomatis akan berdampak pada banjir kepada warga,” ungkapnya. Raden berharap momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial dan hiburan, tetapi juga melahirkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Sementara itu, Ketua Panitia Mancing Mania, Dedi Supriadi, mengapresiasi partisipasi warga RW 01 dan RW 06 serta dukungan Raden Koesoemo sehingga kegiatan dapat terlaksana. Ia berharap kegiatan yang saat ini melibatkan dua RW tersebut ke depan dapat diperluas hingga tingkat Kelurahan Citamiang. “Depannya mudah-mudahan kalau sekarang ini RW 01 dan RW 06, mungkin untuk berikutnya bisa dilaksanakan se-Kelurahan Citamiang,” kata Dedi. Lurah Citamiang, Dorry, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan RW, Karesian, Karang Taruna, Barudak Sisi Susukan (Basis), dan masyarakat itu memiliki manfaat langsung terhadap lingkungan. Dorry menilai kegiatan tersebut semakin bermakna karena diawali dengan aksi bersih-bersih dan pengerukan brangkal di sungai sebelum kegiatan mancing bersama dilaksanakan. “Ini bukan sekadar hanya hiburan memeriahkan, tapi ada nilai kebermanfaatan bagi lingkungan,” ujarnya. Ia berharap kepedulian terhadap kebersihan sungai yang ditunjukkan warga bersama komunitas Barudak Sisi Susukan (Basis) dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi wilayah lain yang dilalui aliran sungai. Dorry juga mengapresiasi Raden Koesoemo yang dinilainya aktif mengawal aspirasi masyarakat, termasuk menyampaikan usulan terkait pembangunan dan persoalan lingkungan kepada dinas terkait. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kelurahan dan DPRD, kepedulian terhadap kebersihan sungai diharapkan tidak berhenti pada momentum HUT RI, tetapi menjadi gerakan bersama dalam menjaga lingkungan Kota Sukabumi. (Usep)