JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Squad Nusantara PAC Tahunan. Organisasi tersebut turut bersinergi dalam membantu pengamanan dan kelancaran kegiatan Karnaval Kabumi yang digelar di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Minggu (10/5/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB itu berlangsung meriah dan dipadati warga yang antusias menyaksikan jalannya karnaval. Dalam agenda tersebut, Ketua PAC Tahunan hadir langsung bersama enam personel Squad Nusantara untuk membantu pengamanan serta menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Kehadiran Squad Nusantara di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata dukungan organisasi terhadap kegiatan budaya dan hiburan rakyat. Selain membantu kelancaran arus peserta dan penonton, personel juga turut menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif. Ketua PAC Tahunan menyampaikan bahwa keberadaan Squad Nusantara bukan untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan sebagai bentuk pengabdian sosial kepada masyarakat. “Kami hadir untuk masyarakat, hadir untuk organisasi bukan materi. Semoga keberadaan kami bisa membantu dan bermanfaat dalam setiap kegiatan warga,” ungkapnya. Sinergi antara organisasi masyarakat dan warga diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan dalam setiap agenda desa. Karnaval Kabumi Desa Kecapi pun berjalan lancar hingga selesai dengan suasana tertib dan penuh semangat kebudayaan.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-10-Mei-2026- Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Ketua PAC Pecangaan, Amir Yahya bersama jajaran anggota yang turun langsung membantu warga Desa Lebuawu RT 10 RW 02, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan sosial tersebut dilakukan untuk membantu seorang warga bernama Ibu Siti yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik dan viral di media sosial karena kondisi yang dialaminya. Dalam kegiatan itu, Amir Yahya bersama anggota PAC Pecangaan menyalurkan bantuan berupa sembako dan uang tunai guna membantu kebutuhan sehari-hari keluarga tersebut. Penyaluran bantuan turut didampingi Babinsa Desa Lebuawu, Rizqi Kurniawan, serta perangkat Desa Lebuawu sebagai bentuk sinergitas dan kepedulian bersama terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan. Ketua PAC Pecangaan, Amir Yahya menyampaikan bahwa aksi sosial tersebut merupakan bentuk rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap warga sekitar. “Kami bersama anggota hadir untuk memberikan dukungan moral dan sedikit bantuan kepada Ibu Siti. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban keluarga,” ungkapnya. Ia juga berharap kepedulian sosial seperti ini dapat terus terjalin di tengah masyarakat agar warga yang membutuhkan dapat merasakan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh rasa kebersamaan antara anggota PAC Pecangaan, aparat desa, dan masyarakat setempat.(Wely)
MAJALENGKA,BIDIK-KASUSNEWS.COM,. Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahudin angkat bicara terkait persoalan penambangan ilegal di wilayah Kabupaten Majalengka. “Penambangan galian C yang berlangsung tanpa izin (ilegal) di berbagai wilayah Kabupaten Majalengka menimbulkan persoalan yang mempertemukan dua kepentingan yang sama pentingnya: upaya mempertahankan mata pencaharian masyarakat dan upaya menjaga kelestarian lingkungan,” kata Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahudin kepada media, Minggu (10/05/26). Menurutnya, masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan cara yang sederhana atau hanya memihak satu kepentingan saja. “Ini adalah dilema yang nyata. Di satu sisi, aktivitas ini menjadi sumber penghidupan bagi sebagian warga, namun di sisi lain cara pelaksanaannya yang tidak teratur kerap menimbulkan kerusakan alam. Mengacu pada pemikiran Gustav Radbruch, penyelesaiannya tidak sekadar melarang atau membiarkan, tetapi bagaimana menciptakan keseimbangan yang adil bagi semua pihak,” papar Iing. Selanjutnya, kata Iing. ada tiga landasan utama yang harus dijadikan pedoman dalam menangani persoalan tersebut: Pertama, kepastian hukum. Ia menegaskan bahwa aktivitas penambangan yang dilakukan secara melawan hukum tidak dapat dibiarkan terus berlanjut. “Penambangan ilegal harus ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku. Penegakan hukum perlu dilakukan agar tidak ada pihak yang semena-mena merusak sumber daya alam yang menjadi milik bersama,” ujarnya. Kedua, prinsip keadilan. Ia menyampaikan bahwa dampak buruk akibat kerusakan lingkungan akan dirasakan oleh seluruh masyarakat, bukan hanya yang melakukan penambangan. “Setiap warga berhak mendapatkan lingkungan yang sehat dan layak huni, dan hak ini wajib kita lindungi. Kerusakan ekosistem sungai yang terjadi akibat penambangan yang tidak terkontrol merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak-hak masyarakat umum, sehingga hal ini harus menjadi perhatian utama,” katanya. Ketiga, prinsip kemanfaatan. H. Iing mengingatkan bahwa penindakan hukum tidak boleh dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. “Jika kita hanya melarang aktivitas ini tanpa memberikan solusi yang jelas, maka masalah baru akan muncul. Banyak warga yang menggantungkan kehidupannya dari kegiatan ini, sehingga pemerintah memiliki kewajiban untuk menyediakan pilihan mata pencaharian lain agar mereka tidak kehilangan sumber penghasilan,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa keadilan dalam menjaga lingkungan harus menjadi prioritas, namun negara juga bertanggung jawab memastikan kesejahteraan rakyatnya. “Negara tidak bisa hanya diam atau hanya menindak, tetapi harus hadir dengan solusi nyata. Solusi tersebut dapat berupa penyuluhan mengenai cara penambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, maupun proses pelegalan kegiatan penambangan rakyat yang disusun sedemikian rupa agar tidak merusak lingkungan dan ekosistem yang ada,” tutupnya. Ia berharap dengan penerapan pendekatan yang seimbang ini, persoalan penambangan galian C ilegal dapat diselesaikan dengan baik, sehingga kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam dapat terwujud sekaligus. (Asep.R)
Cirebon Kota,BIDIK-KASUSNEWS.COM,.Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota, Jawa Barat, menerapkan rekayasa arus lalu lintas di jalur heritage Kota Cirebon saat pelaksanaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda pada Minggu (10/5) malam. Kepala Satlantas Polres Cirebon Kota AKP Hadi Suryanto di Cirebon, Sabtu, mengatakan rekayasa lalu lintas itu diterapkan untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan. Ia menyampaikan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 diperkirakan dipadati masyarakat karena menghadirkan delegasi seni budaya dari 27 kabupaten dan kota, serta melintasi kawasan heritage Kota Cirebon. “Kegiatan akan dimulai dari Gedung BAT, kemudian melintasi Jalan Pasuketan, Jalan Pekiringan, Jalan Petratean, Jalan Pulasaren, Jalan Aryodinoto, hingga finis di Alun-alun Sangkala Buana Kasepuhan,” katanya. Ia mengatakan sterilisasi jalur kirab, dilakukan mulai pukul 16.00 WIB atau sekitar dua jam sebelum kegiatan berlangsung. Menurut dia, lokasi star dan titik finis, serta ruas jalan yang dilintasi peserta kirab akan disterilisasi untuk mendukung kelancaran kegiatan budaya tersebut. Dia pun mengimbau masyarakat agar menghindari ruas jalan yang menjadi lintasan kirab dan memanfaatkan jalur alternatif, yang telah disiapkan selama rekayasa arus lalu lintas berlangsung. Ia menyampaikan bagi pengendara dari Simpang Karanggetas Pekiringan, arus lalu lintas kendaraan dialihkan melalui Jalan Pandesan, Jalan Kebon Cai, Jalan Parujakan, dan Jalan Pekalipan. Kemudian, kendaraan dari arah Jalan Bahagia diarahkan melalui Jalan Kolektoran dan Jalan Kenduran, sedangkan akses menuju kawasan BAT dapat melalui Jalan Benteng serta Jalan Gendunara. “Selanjutnya, pengalihan arus di Simpang Petratean dilakukan melalui Jalan Pekalipan dan Jalan Utagara, sementara kendaraan dari arah Aryodinoto, Lemahwungkuk, dan Pegajahan diarahkan melalui Jalan Pekawatan,” katanya. Hadi meminta masyarakat mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan, selama pelaksanaan kirab budaya berlangsung. Selain rekayasa arus lalu lintas tersebut, pihak kepolisian juga menyiapkan sejumlah kantong parkir bagi masyarakat yang akan menyaksikan kirab budaya tersebut. “Lokasi parkir di sekitar titik star disediakan di depan pintu masuk Pelabuhan Cirebon, kawasan Cirebon Waterland atau Ade Irma, Jalan Kantor depan Bank Mandiri, serta Jalan Bahagia,” katanya. Hadi mengatakan Satlantas Polres Cirebon Kota menerjunkan 80 personel untuk pengamanan kegiatan tersebut dengan rincian 50 personel ditempatkan di jalur kirab budaya, sedangkan 30 personel lainnya melakukan patroli mobile. “Nanti pelaksanaannya akan dimulai oleh Bapak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi,” tuturnya. (Asep Rusliman)
Halmahera Utara, Bidik-kasusnews.com Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., bergerak cepat terjun langsung membantu proses evakuasi korban terdampak erupsi Gunung Api Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (9/5/2026). Kehadiran Pangdam di lokasi bencana menjadi bukti nyata kepedulian TNI dalam memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mendukung efektivitas proses evakuasi di tengah situasi darurat akibat aktivitas vulkanik Gunung Dukono. Didampingi Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, S.E., Pangdam tiba di lokasi dan disambut langsung oleh Bupati Halmahera Utara bersama jajaran Forkopimda. Selanjutnya, Pangdam langsung menuju Pos Pemantauan guna memperoleh gambaran terkini terkait proses pencarian dan penyelamatan para pendaki yang terjebak akibat erupsi. Berdasarkan laporan Dandim 1508/Tobelo, saat erupsi terjadi terdapat 20 pendaki berada di kawasan gunung. Hingga saat ini, tim gabungan berhasil mengevakuasi 18 orang, terdiri dari 17 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara itu, dua warga negara asing (WNA) masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Suasana duka menyelimuti kunjungan Pangdam saat melihat langsung jenazah salah satu korban di RSUD Tobelo, yakni seorang perempuan berusia 29 tahun yang merupakan pegawai Pertamina Ternate. Kehadiran Pangdam bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moril bagi keluarga korban dan seluruh petugas yang berjibaku di lapangan. Dalam keterangannya, Pangdam menegaskan bahwa keselamatan jiwa manusia harus menjadi prioritas utama. Ia juga menyayangkan masih adanya aktivitas pendakian meskipun status Gunung Dukono telah berada pada Level II (Waspada). “Kami hadir di sini untuk memastikan seluruh pihak bekerja maksimal dalam misi kemanusiaan ini. Saya juga ingin menekankan bahwa ketika gunung sudah menunjukkan tanda-tanda bahaya dan statusnya meningkat, maka tidak ada alasan lagi untuk melakukan pendakian. Ke depan, koordinasi antara petugas pemantau, perangkat desa, dan masyarakat harus lebih diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegas Pangdam. Pangdam XV/Pattimura turut memberikan apresiasi kepada tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan masyarakat yang terus berjuang menyisir jalur evakuasi sepanjang kurang lebih 11,2 kilometer dengan kondisi medan yang berat dan berisiko tinggi. Ia juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas agar tetap mengutamakan faktor keselamatan selama melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak erupsi, Pangdam XV/Pattimura turut menyerahkan bantuan sosial kepada warga sekitar guna membantu meringankan beban masyarakat akibat bencana tersebut. Sinergi yang ditunjukkan dalam operasi kemanusiaan ini menjadi wujud nyata kerja sama antara Kodam XV/Pattimura, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Polda Maluku Utara, Basarnas, serta seluruh unsur terkait yang selalu hadir di tengah kesulitan rakyat. (Agus)
JATENG-Bidik-kasusnews.com Jepara – Pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, Pengurus Anak Cabang (PAC) Squad Nusantara Kecamatan Nalumsari menggelar kegiatan rutinan perdana sebagai bentuk loyalitas dan semangat kebersamaan dalam membesarkan organisasi di wilayah Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PAC Nalumsari, Bapak Sopiyan yang akrab disapa “Meng”. Dalam suasana penuh kekeluargaan, anggota yang hadir menunjukkan antusias dan semangat tinggi untuk membangun PAC Squad Nusantara Nalumsari agar semakin solid dan berkembang. PAC Nalumsari sendiri merupakan PAC baru yang terbentuk di Kabupaten Jepara. Meski masih terbilang baru, semangat para anggota yang dikenal dengan sebutan “Elang Hitam” terlihat sangat luar biasa dalam mengikuti kegiatan rutinan perdana tersebut. Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Eko Basuki atau yang akrab disapa “Mbah So”, turut memberikan dukungan dan harapan besar kepada PAC Nalumsari. Ia berharap Squad Nusantara di wilayah Nalumsari dapat terus berkembang, memiliki banyak anggota, serta merata di seluruh wilayah Kecamatan Nalumsari. “Semoga PAC Nalumsari bisa terus maju, solid, dan semakin besar sehingga mampu menjadi wadah persaudaraan serta kekompakan masyarakat,” ujar Mbah So. Dengan digelarnya rutinan perdana ini, diharapkan PAC Squad Nusantara Nalumsari semakin kompak dan mampu menjaga semangat kebersamaan dalam menjalankan kegiatan organisasi ke depannya.(Wely)