TEMANGGUNG-Bidik-Kasusnews.com – Dalam rangka mempererat tali persaudaraan dan menyatukan visi misi organisasi, Yayasan Ganisa menggelar acara silaturahmi dan Halal Bihalal yang berlangsung khidmat dan penuh semangat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 30 April 2026, bertempat di Rumah Makan Joglo Kisanak Lungge. Acara ini turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat, menandakan dukungan luas terhadap eksistensi dan peran Yayasan Ganisa. Hadir dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), perwakilan dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Temanggung (BNNK), Ketua DPD Yayasan Ganisa beserta sekitar 50 personil, serta perwakilan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat (Toma Toga) setempat. Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Ganisa, Darmanto, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran seluruh tamu undangan. Ia juga menyampaikan bahwa setelah kegiatan silaturahmi ini, Yayasan Ganisa siap untuk bergerak aktif dan memohon dukungan serta fasilitasi dari Kesbangpol dan BNNK agar setiap program yang dijalankan dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat luas tuturnya. Sinergi Pemerintah dan Organisasi Kepala Bidang Kesatuan Bangsa dan politik, Sri Widada, S.OS, MM yang mewakili Kepala Badan Kesbangpol, dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi dan menekankan beberapa poin penting. “Kami berharap Yayasan Ganisa dapat meningkatkan peran fungsinya secara profesional, penuh pengabdian, dan kepedulian sosial yang tinggi. Organisasi harus selalu berbuat positif demi bangsa dan negara sesuai hak dan kewajiban selaku warga negara,” ujar Sri Widada. Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya konsolidasi sosial, penguatan hubungan kelembagaan, serta penerapan budaya lapor yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak kalah penting, pemahaman mendalam terhadap regulasi serta optimalisasi manajemen organisasi dan kaderisasi menjadi kunci keberlanjutan organisasi ke depannya, termasuk dalam menyikapi dinamika Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Sementara itu, perwakilan dari BNNK, Ari Wijanarko, menyatakan dukungan penuh terhadap setiap kegiatan positif yang dilakukan oleh Yayasan Ganisa. “BNNK sangat mengapresiasi inisiatif Yayasan Ganisa. Kehadiran dan peran aktif organisasi ini sangat membantu kami dalam berbagai kegiatan positif, khususnya di bidang sosial dan pencegahan,” tegasnya. Acara yang berjalan lancar dan penuh kekeluargaan ini diakhiri dengan harapan agar Yayasan Ganisa dapat terus tumbuh, berkembang, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.pungkasnya. Jurnalis ( trm )
Bidik-kasusnews.com,Kapuas Hulu Kalimantan Barat Aktivitas penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Nanga Semangut, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu-kalimantan Barat, menuai sorotan. APMS dengan nomor 67.787.01 yang berada di jalur Tekalong–Putussibau diduga tidak melayani masyarakat secara terbuka sebagaimana mestinya. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (29/04/2026) sekitar pukul 10.47 WIB, pintu SPBU terlihat tertutup dan tidak ada aktivitas pelayanan umum. Namun, sejumlah jeriken berisi BBM tampak berada di sekitar lokasi. Warga menduga distribusi BBM dilakukan melalui jalur tidak resmi, seperti akses sungai atau “jalan tikus”, bukan melalui antrean kendaraan di APMS. Sejumlah masyarakat setempat mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM secara langsung. Mereka menyebutkan bahwa akses pembelian di APMS tersebut tidak terbuka untuk umum, sehingga memicu dugaan adanya praktik distribusi tertutup yang berpotensi merugikan masyarakat. “Kalau datang langsung, sering tutup.Tapi BBM tetap keluar, entah lewat mana,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Upaya konfirmasi kepada pengelola APMS berinisial TM telah dilakukan melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Kasus ini diharapkan mendapat perhatian dari pihak terkait, termasuk Pertamina serta instansi pengawas distribusi BBM, guna memastikan penyaluran berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedalaman seperti Putussibau dan sekitarnya. Masyarakat berharap adanya transparansi serta pengawasan ketat agar distribusi BBM tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu. Jika terbukti ada pelanggaran, warga meminta tindakan tegas dari pihak berwenang. (Tim/Red)