JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 12 April 2026 — Rasa kepedulian dan solidaritas ditunjukkan oleh jajaran Ranting Tahunan kepada salah satu anggotanya, H. Zainal Mahfud, warga Desa Tahunan, Dukuh Bendan Sari RT 01 RW 02, Kecamatan Tahunan. Hal ini diwujudkan melalui penyaluran donasi untuk putra beliau, ananda Tshavara, yang tengah berjuang memulihkan kondisi kesehatan setelah menjalani operasi usus buntu. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu sore pukul 16.30 WIB tersebut dihadiri oleh perwakilan pengurus Ranting Tahunan. Hadir langsung dalam kesempatan itu Ketua Ranting Tahunan, H. Purwanto, beserta jajaran pengurus lainnya sebagai bentuk dukungan moral dan kebersamaan kepada keluarga yang sedang menghadapi ujian.   Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis dan diwakili oleh Srikandi, Mbak Novie Ferawati. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga serta memberikan semangat bagi ananda Tshavara dalam proses pemulihan pasca operasi. Ketua Ranting Tahunan, H. Purwanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian antar anggota. “Kami berharap ananda Tshavara segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Ini adalah bentuk kebersamaan dan kekeluargaan di antara kami,” ujarnya.   Kegiatan sosial seperti ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan rasa empati di lingkungan Ranting Tahunan terus terjaga, sekaligus mempererat hubungan antar anggota dalam suka maupun duka. (Wely)

Balangan, Bidik-kasusnews.com – Aparat kepolisian dari Polsek Banjang meningkatkan pemantauan terhadap kondisi Sungai Balangan yang mengalami kenaikan debit air hingga meluap ke badan jalan pada Minggu pagi, 12 April 2026. Kegiatan monitoring dilakukan sejak pukul 08.00 hingga 09.00 Wita guna memastikan situasi di wilayah hukum Polsek Banjang tetap terkendali di tengah meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pantauan di pintu air Desa Beringin, ketinggian air tercatat mencapai 2,80 meter dengan kenaikan signifikan sekitar 2,80 sentimeter. Kondisi tersebut saat ini berada pada status waspada. Meski terjadi peningkatan debit air, hingga saat ini belum ditemukan adanya dampak banjir yang menggenangi permukiman warga, fasilitas pendidikan, maupun tempat ibadah di wilayah tersebut. Namun demikian, luapan air terpantau terjadi di Desa Kaludan Kecil, di mana air telah menggenangi badan jalan dengan ketinggian sekitar 5 sentimeter sepanjang kurang lebih 50 meter. Kondisi ini masih dapat dilalui kendaraan, namun pengguna jalan diminta tetap berhati-hati. Kapolsek Banjang melalui laporan resminya menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan langkah antisipatif guna mencegah dampak yang lebih luas. Di antaranya dengan memberikan imbauan kepada warga yang tinggal di bantaran sungai agar selalu waspada terhadap potensi banjir bandang. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah desa juga terus dilakukan untuk mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi perkembangan situasi di lapangan. “Apabila curah hujan di Kabupaten Balangan masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan, maka debit air Sungai Balangan berpotensi kembali meningkat,” demikian disampaikan dalam laporan tersebut. Polsek Banjang memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil langkah cepat apabila terjadi kondisi darurat, guna menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (Agus)

KUNINGAN-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Upaya menjaga kestabilan harga pangan sekaligus memperkuat sektor pertanian terus didorong Pemerintah Kabupaten Kuningan. Hal itu ditegaskan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar saat membuka kegiatan Bazar Pangan Murah dan Segar di kawasan Pendopo Kabupaten Kuningan, Minggu (12/4/2026). Kegiatan yang diinisiasi Bagian Ekonomi dan SDA Setda Kuningan bersama PDAU dan Rumah Tani ini menjadi langkah awal menuju pembentukan program “Rumah Sayur” yang tengah dipersiapkan dalam waktu dekat. Dalam sambutannya, Dian menekankan bahwa sektor pertanian memiliki peran vital sebagai penopang ekonomi daerah, terutama di tengah ketidakpastian kondisi global. “Pertanian terbukti mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Ini sektor yang harus terus diperkuat,” ujarnya. Ia menjelaskan, bazar sayur bukan hanya berfungsi sebagai sarana distribusi pangan murah, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal teknologi pertanian modern. Menurutnya, pemanfaatan teknologi akan mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, Pemkab Kuningan juga menaruh perhatian pada standar kualitas hasil pertanian. Dengan pengelolaan yang baik, produk lokal diharapkan mampu bersaing di pasar dan memiliki daya serap yang tinggi. Dari sisi distribusi, program ini diyakini dapat memperkuat rantai pasok dan menekan potensi lonjakan harga, sehingga berkontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah. Pemkab Kuningan juga akan mengintegrasikan program ini dengan pembinaan petani, termasuk dukungan permodalan dan pendampingan melalui kolaborasi lintas pihak. Ke depan, konsep ini direncanakan berkembang menjadi pasar sayur yang lebih luas dan berkelanjutan. Bazar Sayur sendiri akan digelar rutin setiap Minggu pagi bertepatan dengan kegiatan Car Free Day di kawasan pendopo. Produk yang ditawarkan dipastikan segar dengan harga lebih terjangkau karena telah melalui survei harga sebelumnya. “Masyarakat bisa olahraga sekaligus belanja kebutuhan dapur dengan harga lebih murah,” kata Dian. Sementara itu, CEO Rumah Tani Nusantara, Bahtiar menambahkan bahwa program Rumah Sayur nantinya akan mengutamakan petani lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis daerah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Kuningan. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komitmen memberantas peredaran narkoba terus diperlihatkan jajaran Polres Sukabumi Kota. Sepanjang tiga bulan terakhir, aparat berhasil mengungkap puluhan kasus dan mengamankan puluhan pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran barang terlarang. Dari hasil pengungkapan tersebut, sebanyak 32 kasus berhasil ditindak dengan total 47 tersangka yang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Tenda Sukendar, menyebutkan bahwa jenis narkotika sabu masih menjadi ancaman paling dominan di wilayah Sukabumi Kota. “Peredaran sabu masih cukup tinggi dan menjadi fokus utama penindakan kami,” ujarnya, Minggu (12/4/2026). Dalam operasi yang dilakukan, petugas turut mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya ratusan gram sabu, ganja kering, tanaman ganja, tembakau sintetis, hingga ribuan butir obat keras terbatas dan ratusan butir psikotropika. Menurutnya, langkah pemberantasan tidak hanya dilakukan melalui penangkapan, tetapi juga dibarengi dengan upaya pencegahan yang masif. Polisi aktif turun ke lapangan memberikan sosialisasi serta mengintensifkan patroli di titik-titik rawan. “Kami ingin masyarakat memiliki kesadaran kolektif untuk menjauhi narkoba dan berani melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan,” jelasnya. Ia pun mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba membawa dampak serius, tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga masa depan pelaku karena berhadapan dengan proses hukum yang panjang. Polres Sukabumi Kota menilai, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengungkap jaringan peredaran narkoba. Dukungan informasi dari warga dinilai sangat membantu aparat dalam menekan ruang gerak para pelaku. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, kepolisian optimistis peredaran narkoba di wilayah Sukabumi Kota dapat ditekan secara signifikan. (Usep)

KUNINGAN-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Aparat Kepolisian Resor Kuningan mengungkap praktik kejahatan bermodus pengobatan spiritual yang dilakukan seorang pria berinisial AH (36). Pelaku diduga mencabuli lima orang korban dengan berpura-pura sebagai “orang pintar” yang mengaku mampu membersihkan aura negatif. Kapolres Kuningan, AKBP M. Ali Akbar, menjelaskan bahwa aksi tersebut dilakukan di kediaman pelaku di wilayah Kelurahan Kuningan pada Minggu, 5 April 2026. Kasus ini terungkap setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dua hari kemudian. Menurut Kapolres, pelaku memanfaatkan kepercayaan masyarakat dengan menawarkan jasa pengobatan alternatif. Namun, praktik tersebut justru dijadikan kedok untuk melakukan pelecehan seksual. “Pelaku mengaku bisa mengobati dan membersihkan aura negatif korban. Padahal, itu hanya modus untuk melakukan tindakan asusila,” ujar Kapolres saat memberikan keterangan, Sabtu (11/4/2026). Dalam aksinya, pelaku diduga melakukan pencabulan dengan cara menyentuh bagian sensitif korban saat proses yang disebut sebagai “pengobatan”. Bahkan, tindakan tersebut dilakukan berulang kali terhadap para korban. Kasus ini mulai terkuak setelah salah satu korban dewasa berinisial A.S. (23) merasa curiga melihat dua anak berada di rumah pelaku. Setelah didesak, kedua anak tersebut mengaku telah mengalami pelecehan selama menjalani “pengobatan”. Dari hasil penyelidikan, polisi mencatat terdapat lima korban, terdiri dari tiga anak di bawah umur serta dua perempuan dewasa. Pemeriksaan oleh psikolog klinis menunjukkan para korban mengalami trauma dan ketakutan mendalam akibat peristiwa tersebut. Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Kuningan bersama sejumlah barang bukti, termasuk pakaian korban dan dokumen pendukung lainnya. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan tahun. (Asep Rusliman)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 12 April 2026 — Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial melalui kegiatan santunan kematian yang dilaksanakan pada Minggu (12/4/2026) pukul 12.30 WIB di wilayah PAC Mlonggo.   Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Srikandi, Ibu Riana Shofa, bersama Kepala Bidang Sosial Bapak Sukur dan Wakil Kabid Sosial Ibu Dian. Kehadiran jajaran pengurus ini turut didampingi oleh anggota PAC Mlonggo yang bersama-sama memberikan dukungan kepada keluarga yang tengah berduka.   Santunan diberikan kepada keluarga almarhum, yakni ayahanda dari Bapak Ali Licin yang merupakan Ketua PAC Squad Nusantara Mlonggo. Kegiatan ini menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian antar anggota dalam keluarga besar Squad Nusantara. Dalam sambutannya, Ibu Riana Shofa menyampaikan belasungkawa yang mendalam serta doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. “Kami hadir sebagai bentuk kebersamaan dan rasa empati. Semoga santunan ini dapat membantu serta menjadi penguat bagi keluarga yang sedang berduka,” ungkapnya.   Suasana penuh haru terasa selama kegiatan berlangsung. Namun demikian, semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin di antara anggota menjadi kekuatan tersendiri bagi keluarga yang ditinggalkan.   Melalui kegiatan ini, Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan sosial biasa, tetapi juga dalam momen duka sebagai wujud solidaritas yang nyata.(Wely)

Jakarta Timur – Bidik-kasusnews.com  Kekhawatiran warga Kampung Sawah Indah Blok E RT 01/005, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, memuncak setelah seorang anak berusia tujuh tahun, Mutiara Melani Putri, terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan harus menjalani perawatan intensif di RS Resti. Kondisi tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat yang khawatir penyebaran penyakit akan meluas jika tidak segera dilakukan langkah penanganan cepat.(Minggu,12/04/2026) Warga menilai, respons dari pihak pemerintah terkait dinilai lamban dalam melakukan tindakan pencegahan, khususnya penyemprotan atau fogging di lingkungan yang terindikasi rawan penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Padahal, menurut warga, laporan mengenai adanya kasus DBD sudah disampaikan agar segera ditindaklanjuti demi mencegah munculnya korban berikutnya. Namun hingga kondisi semakin mengkhawatirkan, tindakan fogging belum juga dilakukan secara resmi. Merasa keselamatan lingkungan menjadi prioritas, warga akhirnya mengambil langkah tegas dengan melakukan fogging secara mandiri. Inisiatif ini dilakukan secara swadaya, mulai dari pengumpulan dana, penyediaan alat, hingga pelaksanaan penyemprotan di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi sarang nyamuk. Aksi gotong royong tersebut menunjukkan kepedulian tinggi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan. Namun di sisi lain, langkah ini juga menjadi kritik terbuka terhadap lambannya penanganan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pihak terkait. Warga berharap pemerintah tidak hanya menunggu laporan berulang, tetapi proaktif melakukan pemantauan dan tindakan cepat ketika ada kasus DBD yang muncul. Menurut sejumlah warga, kondisi lingkungan dengan genangan air di beberapa titik dan cuaca yang tidak menentu semakin meningkatkan risiko berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Tanpa tindakan cepat seperti fogging dan edukasi intensif, dikhawatirkan kasus serupa akan kembali terjadi, terutama pada anak-anak yang lebih rentan terhadap penyakit tersebut. Selain melakukan fogging mandiri, warga juga mengimbau seluruh masyarakat untuk memperketat upaya pencegahan melalui gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya jangka panjang dalam menekan angka penyebaran DBD. Warga Kampung Sawah Indah berharap kondisi Mutiara Melani Putri segera pulih dan tidak ada lagi korban berikutnya. Mereka juga mendesak agar pemerintah segera turun tangan secara serius, tidak hanya melakukan fogging, tetapi juga pemeriksaan jentik, sosialisasi kesehatan, serta pengawasan lingkungan secara berkala. “Keselamatan warga jangan sampai menunggu korban berikutnya. Kami bergerak karena kondisi sudah mendesak,” ungkap salah satu warga. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penanganan DBD membutuhkan respons cepat, koordinasi, serta kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah. Tanpa langkah sigap, ancaman penyakit yang sebenarnya bisa dicegah ini berpotensi terus berulang dan menimbulkan korban baru. (Heri)

CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP/LPK) Grand Wisata kembali menunjukkan konsistensinya dalam menyalurkan lulusan ke dunia kerja internasional melalui jalur resmi sesuai ketentuan pemerintah. Direktur LKP/LPK Grand Wisata, Ali Wardana, menyampaikan bahwa program penempatan kerja ke luar negeri ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan sebelumnya. Para peserta yang diberangkatkan merupakan siswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan, baik teknis maupun administratif. “Alhamdulillah, beberapa hari lalu alumni kami kembali diberangkatkan untuk berkarier di industri perhotelan di Turki. Ini melalui jalur resmi yang difasilitasi lembaga,” ujarnya, Sabtu (12/04). Dalam pemberangkatan kali ini, terdapat lima alumni yang berangkat secara bertahap. Tiga di antaranya telah lebih dulu berangkat pada 5 April 2026, yakni M. Zulkarnaen asal Bekasi, Iswara Mutiara Rasa asal Majalengka, serta Dafa Riskie Arkaan asal Purwokerto. Sementara dua lainnya, Abdi Syahguna asal Bekasi dan Nurwindi asal Majalengka, menyusul pada 6 April 2026. Kelima alumni tersebut merupakan lulusan pelatihan akhir tahun 2025. Mereka ditempatkan di sejumlah hotel internasional di Turki, menjadi bukti bahwa lulusan Grand Wisata mampu bersaing dan dipercaya oleh industri global. Ali Wardana menegaskan, capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi alumni lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya dalam bidang perhotelan, penguasaan bahasa asing, serta kesiapan mental menghadapi dunia kerja internasional. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri dengan menjunjung tinggi profesionalisme, disiplin, dan etos kerja. Program ini sendiri merupakan hasil kerja sama dengan berbagai mitra industri hospitality global di Turki. Selain memberikan pengalaman kerja internasional, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia serta memperkuat citra tenaga kerja nasional di kancah global. Salah satu peserta, Nurwindi asal Majalengka, mengaku bersyukur atas kesempatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak lembaga atas bimbingan yang diberikan. “Saya akan berusaha bekerja dengan maksimal dan menjaga nama baik Indonesia. Ini kesempatan besar untuk berkembang di lingkungan internasional,” ungkapnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pemberangkatan ini menjadi bagian dari rangkaian penyaluran alumni Grand Wisata yang akan terus berlanjut seiring proses administrasi dan visa kerja yang diselesaikan secara bertahap. (Asep Rusliman)

Bidik-kasusnews.com Jakarta, 12 April 2026 — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkap praktik korupsi di daerah melalui operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Dalam perkara ini, kepala daerah aktif bersama ajudannya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemerasan terhadap pejabat di lingkungan pemerintah daerah. GSW, yang menjabat sebagai Bupati Tulungagung periode 2025–2030, bersama YOG selaku ajudan, resmi ditahan untuk 20 hari pertama sejak 11 April 2026 di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK. Skema Dugaan Setoran dari OPD Berdasarkan hasil penyelidikan, kasus ini berawal dari kebijakan pelantikan pejabat yang disertai dengan penandatanganan surat pengunduran diri tanpa tanggal. Dokumen tersebut diduga menjadi alat kontrol untuk menekan pejabat agar tetap mengikuti arahan pimpinan daerah. Dalam praktiknya, melalui ajudan, bupati disebut meminta sejumlah uang kepada para kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Total permintaan mencapai sekitar Rp5 miliar dari 16 OPD, dengan nominal yang bervariasi. Tak hanya itu, indikasi penyimpangan juga terlihat dari dugaan intervensi terhadap anggaran OPD. Sejumlah pejabat disebut diminta menyerahkan sebagian dari anggaran yang mereka kelola, bahkan hingga separuh dari nilai kegiatan. Aliran Dana dan Barang Bukti KPK mencatat, dari total permintaan tersebut, sekitar Rp2,7 miliar telah berhasil dikumpulkan. Dana itu diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk pembagian tunjangan hari raya (THR) kepada sejumlah pihak di lingkup Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam OTT tersebut, penyidik mengamankan berbagai barang bukti berupa uang tunai Rp335,4 juta, dokumen, barang bukti elektronik, serta barang mewah seperti sepatu bermerek Louis Vuitton. Tekanan hingga Gunakan Dana Pribadi Fakta lain yang terungkap, sejumlah pejabat OPD disebut sampai harus meminjam uang bahkan menggunakan dana pribadi untuk memenuhi permintaan tersebut. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan sistematis yang berpotensi merusak tata kelola pemerintahan daerah. KPK menilai praktik ini bisa berkembang menjadi pola korupsi yang lebih luas, termasuk pengaturan proyek dan pemberian gratifikasi sebagai upaya menutup kebutuhan setoran kepada pimpinan daerah. Jerat Hukum dan Pengembangan Kasus Para tersangka dijerat dengan ketentuan dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya terkait pemerasan dan penerimaan gratifikasi oleh penyelenggara negara. KPK menegaskan akan terus mendalami kasus ini, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain. Sepanjang tahun 2026, lembaga tersebut juga telah mengungkap sejumlah kasus serupa di berbagai daerah, menandakan praktik korupsi berbasis jabatan masih menjadi tantangan serius di tingkat pemerintahan daerah.(Wely) Sumber:humas kpk

MAJALENGKA-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas dalam kondisi aman menjelang Idul Adha 2026. Ia menilai keputusan pemerintah pusat yang tidak menaikkan harga BBM per 1 April 2026 merupakan langkah tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada harga energi. “Atas keputusan tersebut, kami memberikan apresiasi. Pemerintah menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga BBM di masyarakat serta memastikan ketersediaan stok tetap terjaga,” ujar Ateng, Minggu (12/4/2026). Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bukti keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga daya beli di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Ateng juga mengingatkan agar tidak terjadi penyalahgunaan BBM bersubsidi. Ia meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan atau penggunaan yang tidak tepat sasaran. “Kalau ada penyalahgunaan atau penimbunan BBM subsidi, segera laporkan. Kami di Komisi XII akan menindaklanjuti,” tegasnya. Lebih lanjut, ia memastikan stok BBM bagi masyarakat masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan. “Masyarakat tidak perlu panik. Pemerintah bersama stakeholder telah merancang ketersediaan BBM yang cukup,” katanya. Selain itu, Ateng juga mendorong peningkatan produksi energi dalam negeri guna memperkuat ketahanan energi nasional. Ia turut mengimbau masyarakat untuk mulai beralih ke energi alternatif, seperti penggunaan kompor listrik, serta mendorong instansi terkait memanfaatkan kendaraan listrik sebagai langkah efisiensi. (Asep Rusliman)