BIDIK-KASUSNEWS.COM Kota Bekasi – Polres Metro Bekasi Kota menggelar apel gabungan Operasi Ketupat Jaya 2026, dan menghadapi dimulainya musim arus mudik lebaran 2026. Apel gabungan di laksanakan di Pendopo Walikota Bekasi pada Kamis (12/03/26). Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu mengatakan bahwa sebanyak 964 personil gabungan dilibatkan dalam apel tersebut. “Lalu kaitan juga dengan pospam dan posyan, kita juga ada 5 pos yaitu 2 pos pelayanan dan 3 pos pengamanan,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro kepada media. Personil gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Pemadam Lebaran serta unsur terkait lainnya. Skema pengamanan akan dilakukan secara dinamis dengan TNI. “Kita melihat bagaimana perkembangan situasi kita juga yang jelas kalau di pospam, pos yan itu personil selalu ada, sementara juga personil-personil cadangan yang baik dengan di Polres dan di Kodim ini sewaktu-waktu juga bisa kita terapkan,” ungkap Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro. Seperti tahun-tahun sebelumnya pada musim mudik lebaran, Polres Metro Bekasi Kota juga akan membuka penitipan kendaraan bagi para pemudik yang tidak ingin membawa kendaraan. “Kalau di Polres nanti kita di satpas. di satpas itu nanti akan ada penitipan motor kita nanti akan melihat secara fluktuatif,” katanya. Selain itu, petugas juga akan ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan yang dilintasi para pemudik baik dari Jakarta dan sekitarnya yang akan melintasi Kota Bekasi melewati Kalimalang. “Tadi udah disampaikan oleh bapak Walikota terutama di tempat-tempat yang perbaikan-perbaikan jalan di sepanjang Kalimalang itu termasuk rawan juga terhadap kepadatan terutama kita antisipasi adalah saat hari-hari Jumat, Sabtu, Minggu,” katanya kepada media. Kapolres menambahkan bahwa pada hari-hari tersebut, diperkirakan sepanjang Jalan Kalimalang dan juga ruas-ruas yang lain dimungkinkan akan banyak pemudik dengan sepeda motor yang akan melewati jalanan tersebut. Sedangkan untuk Pospam dan Posyan akan segera dibangun di depan Mega Bekasi Jl. Ahmad Yani, Bulan-bulan jalan Ir Juanda, Pasar Sumber Artha yang berbatasan dengan Jakarta Timur, dan juga di Jl. Chairil Anwar Kalimalang Bekasi Timur. Selian itu, pengaman wilayah terutama saat ditinggal mudik lebaran, pihaknya juga berkoordinasi dengan Koramil setempat melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk mendata warga yang mudik di lingkungannya. “Kita semua sudah mendata lewat bhabinkamtibmas dan Babinsa itu siapa-siapa yang masyarakat yang kembali, kemudian juga kita juga sudah komunikasi dengan RT RW supaya kira-kira apabila ada yang meninggalkan rumah ini supaya melaporkan nanti sudah rencana kapan kembali, tanggal berapa, kita sama-sama kegiatan sat kamling, pos kamling untuk kegiatan untuk pengamanan rumah-rumah kosong,” pungkasnya. (Agung) Sumber : Humas Polres Metro Bekasi Kota

BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung, 13 Maret 2026 – Di tengah derai hujan dan duka yang menyelimuti warga, seorang Babinsa (Bintara Pembina Desa) kembali membuktikan bahwa tugasnya adalah tentang kemanusiaan, bukan sekadar seragam. Sertu Toto Susilo, Babinsa setempat, terpantau langsung turun ke lokasi tanah longsor untuk memonitor situasi serta memberikan bantuan moril dan materil kepada warganya yang tertimpa musibah. Peristiwa tanah longsor yang terjadi [Sebutkan waktu kejadian, misalnya: pada Senin dini hari] itu merusak sejumlah rumah dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban. Di tengah kepanikan dan kesedihan, kehadiran Sertu Toto menjadi oase penyejuk bagi para penyintas. Tak menunggu perintah dari atasan, Sertu Toto langsung melesat menuju lokasi kejadian begitu menerima laporan dari warga. Kedatangannya bukan sebagai aparat yang kaku, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat desa. “Babinsa adalah saya, dan warga adalah keluarga saya sendiri. Ketika keluarga tertimpa musibah, sudah menjadi kewajiban saya untuk hadir,” ujar Sertu Toto Susilo saat ditemui di lokasi pengungsian, Rabu (12/3). Kehadirannya disambut haru oleh warga. Dengan sigap, ia langsung berkoordinasi dengan perangkat desa dan tim gabungan dari BPBD untuk proses evakuasi dan pendataan kerusakan. Monitoring yang dilakukan Sertu Toto bukan hanya sekadar mencatat kerusakan. Ia turun langsung membantu membersihkan material lumpur dari rumah warga, menenangkan anak-anak yang ketakutan, hingga memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. “Saya melihat langsung Pak Toto ini luar biasa. Beliau ikut angkut-angkut lumpur, bahkan sampai tangannya lecet. Yang paling membuat kami terharu, beliau juga ikut memimpin doa ketika salah satu warga kami dimakamkan. Beliau benar-benar hadir di tengah kami,” ungkap Kepala Desa [Nama Desa], [Nama Kepala Desa], dengan mata berkaca-kaca. Dalam kesempatan tersebut, Sertu Toto juga memberikan bantuan sembako dan logistik lainnya yang dihimpun dari donasi pribadi serta rekan-rekan sesama prajurit. “Ini bukan apa-apa, hanya sedikit rezeki untuk meringankan beban saudara kita,” tambahn Tidak hanya fokus pada penanganan darurat, Sertu Toto juga mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk tetap waspada, terutama jika intensitas hujan tinggi. Ia pun berjanji akan terus mendampingi warga dalam proses pemulihan pascabencana. “Jangan patah semangat. Musibah ini adalah ujian. Mari kita bangkit bersama, kita gotong royong. TNI akan selalu ada untuk rakyat,” tegasnya di hadapan warga yang mengungsi. Kisah Sertu Toto Susilo adalah potret nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di saat duka dan bencana melanda, seorang Babinsa menjelma menjadi pelindung, pengayom, dan sahabat terbaik bagi masyarakat. Kehadirannya adalah bukti bahwa negara hadir untuk melindungi segenap bangsa, bahkan di sudut-sudut desa yang paling terpencil sekalipun. (Agus)