BIDIK-KASUSNEWS.COM Hulu Sungai Utara – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU) bersama mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten HSU dengan menggelar aksi sosial pembagian takjil kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 16.30 hingga 17.00 Wita di Jalan Amuntai–Kelua, tepatnya di Simpang Tiga Desa Pamintangan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Aksi berbagi ini dipimpin oleh KBO Sat Intelkam Polres HSU, Ipda Sularno, didampingi Pamapta I Polres HSU Ipda Army Fuad Helmi serta personel Sat Intelkam Polres HSU. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Amuntai, di antaranya mahasiswa STIA Amuntai, STIPER Amuntai, dan STAI Rakha Amuntai yang masing-masing mengirimkan lima perwakilan. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 paket takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas di lokasi, baik pengendara roda dua, roda empat maupun warga sekitar yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. KBO Sat Intelkam Polres HSU, Ipda Sularno, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat serta kalangan mahasiswa. “Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain itu, ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara Polres HSU dan para mahasiswa di daerah,” ujarnya. Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara generasi muda dan kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Masyarakat yang menerima takjil pun menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengapresiasi kepedulian aparat kepolisian dan para mahasiswa yang turut berbagi kepada sesama di tengah suasana Ramadhan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta mendapat respons positif dari para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Selain berbagi takjil, momen ini juga menjadi sarana membangun komunikasi dan kedekatan antara aparat kepolisian, mahasiswa, dan masyarakat. (Agus)
Indramayu,Bidik-kasusnews.com,.Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Indramayu, Polda Jawa Barat, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran obat-obatan terlarang dan sediaan farmasi tanpa izin edar. Kali ini, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial AR, alias Jonggol, yang diduga kuat terlibat dalam peredaran obat keras ilegal di wilayah Kabupaten Indramayu. Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya serius aparat kepolisian dalam menekan angka peredaran narkotika dan obat terlarang yang semakin marak dan menyasar generasi muda. Penangkapan terhadap AR dilakukan pada Rabu malam, 25 Februari 2026, sekitar pukul 20.40 WIB, di kediamannya yang terletak di Kecamatan Karangampel. Berdasarkan informasi yang dihimpun, petugas melakukan penggerebekan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di lingkungan tempat tinggal tersangka. Saat penggeledahan berlangsung, petugas menemukan sejumlah besar barang bukti yang menunjukkan keterlibatan AR dalam peredaran obat ilegal. Kasat Resnarkoba Polres Indramayu AKP Boby Bimantara menyampaikan bahwa dari hasil penggeledahan di rumah tersangka, polisi berhasil mengamankan total 1.220 butir obat keras terbatas yang terdiri dari berbagai jenis. Barang bukti tersebut di antaranya adalah 670 tablet Trihexyphenidyl dan 550 tablet Tramadol, yang disimpan dalam berbagai kemasan bekas rokok dan tas untuk mengelabui petugas agar tidak mudah terdeteksi. Menurut AKP Boby, obat-obatan ini termasuk kategori obat keras yang seharusnya hanya diperoleh melalui resep dokter dan dijual di apotek resmi, namun nyatanya disalahgunakan dan diperjualbelikan secara ilegal. Selain barang bukti berupa obat-obatan, polisi juga mengamankan uang tunai sebesar Rp600.000 yang diduga merupakan hasil penjualan obat-obatan tersebut. Tak hanya itu, satu unit ponsel turut disita karena diduga digunakan tersangka untuk bertransaksi jual beli obat ilegal. Dari hasil interogasi awal, AR mengaku mendapatkan ribuan butir obat tersebut dari seseorang berinisial W yang beralamat di Jakarta. Saat ini, W telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan sedang dalam pengejaran intensif oleh tim Sat Resnarkoba Polres Indramayu. Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kasat Resnarkoba AKP Boby Bimantara, menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bukti keseriusan aparat dalam memberantas peredaran obat keras ilegal yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat dan generasi muda. “Kami akan terus melakukan operasi dan pengawasan ketat agar peredaran obat ilegal ini dapat diberantas secara menyeluruh. Kami juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran obat-obatan terlarang,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, AKP Boby Bimantara juga mengingatkan bahwa peredaran obat ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerusakan kesehatan dan bahkan kematian. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membeli atau mengedarkan obat tanpa izin resmi. Ia menegaskan bahwa polisi akan menindak tegas pelaku yang terbukti melakukan peredaran obat keras ilegal demi menjaga kondusivitas dan kesehatan masyarakat Kabupaten Indramayu. Selain mengamankan tersangka dan barang bukti, pihak kepolisian juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menyampaikan bahwa masyarakat dapat berperan sebagai mitra polisi dalam menjaga keamanan dengan melaporkan segala potensi gangguan kamtibmas melalui layanan “Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU” di WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui Call Center Polri di nomor 110. Dengan kerjasama yang baik antara polisi dan masyarakat, diharapkan peredaran obat ilegal dapat diminimalisir, dan generasi muda dapat terlindungi dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya peran semua pihak dalam menjaga kondusivitas dan kesehatan masyarakat. Polisi akan terus melakukan operasi dan pengawasan ketat, serta menindak tegas pelaku yang terbukti melanggar hukum. Masyarakat pun diharapkan turut aktif memberikan informasi dan berperan serta dalam menjaga lingkungan dari ancaman peredaran obat ilegal yang dapat merusak masa depan bangsa. (Asep Rusliman)
BIDIK-KASUSNEWS.COM JAKARTA – Insiden pengusiran terhadap jurnalis terjadi saat aksi demonstrasi karyawan Perum DAMRI di Kantor Pusat DAMRI, Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin (9/3/2026). Seorang jurnalis dari media online ASKARA, Shendy Marwan, yang tengah melakukan peliputan aksi tersebut diminta menghentikan pengambilan gambar dan meninggalkan area kantor pusat DAMRI. Shendy menjelaskan, awalnya dirinya melihat sebagian massa aksi berada di halaman kantor DAMRI sehingga ia mengikuti situasi tersebut untuk melakukan dokumentasi sebagai bagian dari tugas jurnalistik. “Saat saya melihat sebagian pendemo sudah berada di halaman, otomatis saya mengikuti dan mendokumentasikan situasi yang ada. Padahal saya sudah memperkenalkan diri dengan menunjukkan ID card,” ujar Shendy. Menurutnya, pada awalnya tidak ada larangan dari pihak keamanan maupun pihak internal perusahaan terhadap aktivitas peliputan yang dilakukannya karena sudah mengenakan tanda pengenal dan berkomunikasi dengan satpam. Namun situasi berubah ketika seorang perempuan yang diduga bernama Indri dari bagian umum DAMRI pusat tiba-tiba melarang kegiatan peliputan tersebut dan meminta petugas keamanan mengeluarkan jurnalis dari area tersebut. “Awalnya tidak ada pelarangan. Namun setelah seorang perempuan yang diduga bernama Indri dari bagian umum muncul, ia langsung melarang dan menyuruh satpam untuk meminta saya keluar. Satpam itu kemudian melakukan sedikit dorongan kepada saya,” katanya. Aksi demonstrasi tersebut digelar karyawan DAMRI sebagai bentuk protes terhadap manajemen perusahaan terkait sejumlah persoalan hak pekerja yang dinilai belum diselesaikan. Sekretaris DPP Serikat Karyawan DAMRI, Ernawati, mengatakan pihaknya telah berulang kali menyampaikan aspirasi kepada manajemen, namun hingga kini belum ada tanggapan yang jelas. “Kami sudah berkali-kali mengirimkan surat kepada manajemen, tetapi yang kami terima baru sebatas janji. Kami berharap bisa bertemu langsung dengan direksi agar ada keputusan yang jelas,” ujarnya. Sementara itu, Yongki, koordinator aksi, menyebut sedikitnya ratusan karyawan aktif belum menerima gaji, sementara sekitar 400 karyawan purna bakti juga dikabarkan belum memperoleh haknya secara tuntas. Ia menegaskan aksi akan terus dilakukan hingga hak normatif para pekerja dipenuhi. Hingga berita ini diterbitkan, pihak direksi Perum DAMRI belum memberikan keterangan resmi terkait insiden pengusiran jurnalis ASKARA maupun tuntutan para karyawan yang melakukan aksi demonstrasi tersebut. (Heri/Red)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak Selasa sore (10/03/2026) menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian. Sedikitnya 304 rumah warga dilaporkan terdampak genangan air dengan ketinggian yang bervariasi. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, genangan air mulai terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan meluas ke beberapa wilayah pemukiman. Tujuh titik utama yang terdampak antara lain berada di Jalan P. Antasari (Gang Persada, Gang Waru 1 dan Gang Waru 3), Jalan Ridwan Rais (Gang Ainan dan Gang H. Sarib), Jalan Urip Sumoharjo (Gang Bintara), Jalan Arif R Hakim (Gang Basar), serta Jalan Soekarno Hatta (Gang Man 1). Dari sejumlah lokasi tersebut, wilayah yang paling terdampak berada di Jalan Ridwan Rais Gang H. Sarib dengan total 111 rumah tergenang. Disusul kawasan Jalan P. Antasari Gang Waru 1 dan Gang Waru 3 yang mencatat 78 rumah terdampak banjir. Babinsa Kelurahan Kalibalau Kencana, Serma Selamet, langsung bergerak cepat melakukan pemantauan dan membantu proses evakuasi warga begitu air mulai menggenangi permukiman. Ia juga berkoordinasi dengan pihak kelurahan, ketua RT, serta tokoh masyarakat setempat untuk memastikan kondisi warga dalam keadaan aman. “Ketika air mulai naik, kami segera melakukan pengecekan ke rumah-rumah warga. Prioritas utama adalah keselamatan masyarakat, terutama lansia dan anak-anak,” ujar Serma Selamet saat memimpin pemantauan di lokasi banjir. Dalam proses penanganan tersebut, sejumlah warga yang rumahnya terendam cukup tinggi berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Mereka sementara ditempatkan di masjid dan mushola terdekat sambil menunggu kondisi air surut. Selain membantu evakuasi, Babinsa juga turut mendampingi petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam melakukan penyedotan air di beberapa titik genangan. Bersama warga, ia juga membantu membersihkan saluran air yang tersumbat sampah agar aliran air dapat kembali lancar. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat memberikan rasa aman bagi warga yang terdampak banjir. Salah seorang warga mengaku terbantu dengan langkah cepat yang dilakukan aparat dan relawan di lapangan. Hingga pukul 21.00 WIB, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut di beberapa wilayah dataran, meskipun genangan masih terlihat di titik-titik yang lebih rendah. Sementara itu, proses pendataan kerugian material masih terus dilakukan oleh petugas bersama perangkat kelurahan. Petugas gabungan bersama relawan dan masyarakat setempat masih bersiaga untuk memastikan situasi kembali normal serta menyalurkan bantuan awal bagi warga yang terdampak banjir. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Selasa (10/03/2026) sore, menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa rumah milik Damin (60), warga Jalan P. Antasari Gang H. Thoyib, Kelurahan Tanjung Baru. Akibat kejadian tersebut, bagian atap kamar depan dan ruang tengah rumah mengalami kerusakan. Peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba saat cuaca buruk melanda kawasan tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski kerugian material masih dalam proses pendataan. Mengetahui adanya musibah tersebut sekitar pukul 18.30 WIB, Babinsa Kelurahan Tanjung Baru dari Koramil 410-04/TKT, Sertu Fadli, langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal. Setibanya di lokasi, Sertu Fadli segera memastikan kondisi penghuni rumah dalam keadaan selamat serta meninjau kerusakan yang ditimbulkan akibat pohon yang masih menindih bangunan. “Prioritas kami memastikan tidak ada korban dan segera melakukan evakuasi pohon agar tidak menimbulkan bahaya tambahan,” ujar Sertu Fadli di sela-sela kegiatan penanganan di lokasi. Dalam penanganan tersebut, Babinsa juga berkoordinasi dengan aparat kelurahan, Bhabinkamtibmas, serta menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain itu, ia turut mengajak warga sekitar untuk bergotong royong membersihkan ranting dan batang pohon yang menimpa rumah korban. Dengan kerja sama antara aparat dan masyarakat, proses evakuasi pohon tumbang dapat dilakukan secara bertahap meski kondisi lokasi cukup sempit. Ranting-ranting pohon yang menjuntai dipotong menggunakan peralatan yang tersedia untuk mempermudah proses pembersihan. Pemilik rumah, Damin, mengaku bersyukur atas bantuan cepat dari aparat dan warga sekitar yang langsung turun tangan membantu proses evakuasi. “Saya sangat berterima kasih atas bantuan Pak Babinsa dan warga yang langsung datang membantu membersihkan pohon yang menimpa rumah saya,” ujarnya. Hingga malam hari, proses pembersihan masih dilakukan untuk memastikan lingkungan sekitar kembali aman dan aktivitas warga dapat berjalan normal. Kejadian ini sekaligus menunjukkan peran aktif aparat kewilayahan, khususnya Babinsa, dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat serta memperkuat semangat gotong royong di tengah warga. (Agus)