SUKABUMI-BIDIK-KASUS.COM – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Kota dan Kabupaten Sukabumi dengan menggelar aksi sosial pembagian takjil kepada masyarakat. Sebanyak 1.500 paket nasi kotak untuk berbuka puasa dibagikan kepada fakir miskin, dhuafa, yatim piatu, pemulung, pengemudi ojek online, serta masyarakat yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Markas Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) III/1-2, Jumat (6/3/2026). Ketua PKDP Kota/Kabupaten Sukabumi, Mardial, mengatakan kegiatan berbagi tersebut merupakan agenda rutin organisasi setiap bulan Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, kegiatan tahun ini merupakan pelaksanaan yang ketujuh kalinya digelar oleh PKDP sejak beberapa tahun terakhir. “Di hari ke-16 Ramadan ini kami menyiapkan sekitar 1.500 porsi nasi kotak dengan menu khas Padang untuk dibagikan kepada masyarakat, khususnya kaum dhuafa, pemulung, pengemudi ojol dan pengguna jalan yang melintas,” ujar Mardial. Ia menjelaskan, kelancaran kegiatan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Subdenpom yang selama dua tahun terakhir turut membantu memfasilitasi kegiatan pembagian takjil tersebut. Mardial juga mengapresiasi kekompakan para anggota PKDP yang terlibat langsung dalam kegiatan sosial tersebut, baik melalui sumbangan materi maupun tenaga. “Semoga apa yang telah diberikan para anggota dan donatur menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi masyarakat yang menerima,” katanya. Sementara itu, Ketua HAM Kota/Kabupaten Sukabumi, Helmi, menilai kegiatan berbagi di bulan Ramadan seperti yang dilakukan PKDP merupakan langkah positif yang patut dicontoh oleh organisasi kemasyarakatan lainnya. Ia berharap semakin banyak komunitas atau organisasi yang tergerak untuk melakukan kegiatan serupa agar kepedulian sosial di tengah masyarakat semakin tumbuh, terutama selama bulan Ramadan. (Usep)

Majalengka, Bidik-kasusnews.com,. Teka-teki penemuan sesosok mayat laki-laki yang sempat menggegerkan warga di kawasan hutan Gunung Pasir Maja akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil identifikasi dan koordinasi intensif pihak kepolisian, jenazah tersebut terkonfirmasi sebagai Sdr. Tarmidi (81), seorang buruh harian lepas asal Desa Tenjolayar, Kecamatan Cigasong, yang dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak awal Februari lalu. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., membenarkan penemuan tersebut berdasarkan laporan resmi yang diterima pada Jumat (6/3/2026). Peristiwa penemuan mayat ini bermula pada Selasa, 3 Maret 2026, sekitar pukul 07.00 WIB. Saksi Sdr. Omo Sarma awalnya mendapatkan informasi dari seorang pencari burung mengenai adanya bau menyengat di area Gunung Pasir Maja Blok Cikalapa RT 018 RW 006, Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka. Merasa curiga, saksi bersama warga setempat segera melakukan pencarian ke sumber bau dan menemukan sesosok mayat dalam posisi telungkup yang sudah membusuk di tengah hutan. Kejadian tersebut kemudian segera dilaporkan ke pihak Kelurahan Babakan Jawa serta Polsek Majalengka Kota. Merespon laporan warga, Kapolsek Majalengka Kota Iptu Piki Krismanto, S.H., M.H., bersama Tim Inafis Sat Reskrim Polres Majalengka, Piket Reskrim SPKT yang dipimpin Pamapta III Ipda Moch. Yusuf, S.I.P., serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Munjul langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas segera melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti serta berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Majalengka untuk proses evakuasi jenazah menuju RSUD Majalengka guna pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis oleh tim nakes Puskesmas Munjul serta dokter forensik RSUD Majalengka, kondisi jasad ditemukan dalam keadaan rusak berat dan sudah sulit diidentifikasi secara visual. Jaringan kulit dan otot pada bagian kepala serta tubuh dilaporkan telah hilang lebih dari 75%, bahkan ditemukan beberapa bagian tulang yang tidak utuh dengan bekas luka tidak beraturan yang diduga akibat gigitan hewan liar. Melihat kondisi jasad yang sudah membusuk, tim medis memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari delapan hari sebelum ditemukan. Upaya Polsek Majalengka Kota dalam menginventarisir laporan orang hilang di wilayah sekitar membuahkan hasil saat pihak keluarga korban mendatangi RSUD Majalengka. Berdasarkan ciri-ciri pakaian berupa kaos kampanye partai dan peci yang masih melekat pada jasad, keluarga meyakini bahwa korban adalah Sdr. Tarmidi yang telah pikun dan pergi meninggalkan rumah sejak tanggal 9 Februari 2026. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat kelelahan dan kelaparan setelah berhari-hari tersesat di dalam hutan tanpa arah tujuan yang jelas. Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban sebelumnya tinggal di kerabatnya di wilayah Cibatu dan sudah beberapa kali kabur dari rumah karena kondisi kesehatannya yang sudah menurun. Setelah proses identifikasi selesai, Polres Majalengka menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan di tempat pemakaman pribadi Legok, Lingkungan Cibatu, Kelurahan Munjul. Seluruh rangkaian kegiatan penanganan penemuan mayat tersebut berjalan dengan aman dan kondusif. (Asep Rusliman)

Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan kepolisian, Sat Intelkam Polres Majalengka terus mengoptimalkan pelayanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi masyarakat. Kegiatan pelayanan ini terpantau berjalan dengan tertib, cepat, dan humanis di Ruang Pelayanan SKCK Sat Intelkam Polres Majalengka pada Jumat (6/3/2026). Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Intelkam AKP Asep Hendra Mulyana, menyampaikan bahwa pelayanan SKCK merupakan salah satu garda terdepan dalam interaksi kepolisian dengan masyarakat. Oleh karena itu, kenyamanan dan transparansi proses pelayanan menjadi prioritas utama guna memastikan kebutuhan administrasi warga dapat terpenuhi dengan baik, baik untuk keperluan melamar pekerjaan, melanjutkan pendidikan, maupun persyaratan administratif lainnya. “Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional dan akuntabel. Ruang pelayanan SKCK telah didesain sedemikian rupa agar masyarakat merasa nyaman selama proses pengurusan. Kami juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sistem pendaftaran online guna mempercepat durasi pelayanan di loket,” ujar AKP Asep Hendra Mulyana. Hingga siang hari, aktivitas di Ruang Pelayanan SKCK Sat Intelkam Polres Majalengka terpantau lancar dan kondusif. Masyarakat yang datang memberikan apresiasi atas keramahan petugas serta kejelasan informasi yang diberikan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Polres Majalengka dalam mewujudkan transformasi pelayanan publik yang unggul dan terpercaya di wilayah hukum Polda Jawa Barat. (Asep Rusliman)

BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bandar Lampung pada Jumat sore (06/03/2026) menyebabkan debit air Sungai Way Balau dan Way Kedaton meningkat drastis. Akibatnya, sejumlah titik di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kedaton, terendam banjir luapan sungai, mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas. Menanggapi situasi tersebut, aparat kewilayahan bersama Babinsa setempat langsung bergerak cepat melakukan pemantauan dan siaga di lokasi terdampak. Danramil 410-06/KDT melalui laporan dari lapangan menyebutkan, Babinsa Kelurahan Kedaton, Sertu Guratno, langsung berkoordinasi dan membaur dengan jajaran pemerintah kelurahan. Sekitar pukul 16.05 WIB, usai hujan mulai reda, ia bersama Bapak Lurah Kedaton, para Kepala Lingkungan (Kaling), Ketua RT, serta petugas Linmas, terjun ke lapangan untuk memonitor kondisi terkini pasca hujan deras yang terjadi sejak pukul 14.15 WIB. Dalam pemantauan tersebut, ditemukan beberapa titik kritis yang terdampak luapan air: 1. Jalan Sultan Agung: Ruas jalan utama ini tergenang air yang cukup tinggi, menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut. 2. Jalan Cendana dan Gang Lambang: Air dari Sungai Way Balau meluap hingga ke badan jalan dan merendam sejumlah halaman rumah warga yang berdekatan dengan aliran sungai. 3. Sepanjang Aliran Sungai Way Kedaton: Luapan air juga terjadi di sepanjang aliran sungai ini, merendam akses jalan dan pekarangan rumah warga yang berada di bantaran. Kehadiran Sertu Guratno di tengah-tengah warga dan aparat kelurahan disambut positif. Kehadirannya tidak hanya untuk memantau, tetapi juga untuk memberikan rasa aman dan memastikan upaya penanganan darurat dapat berjalan cepat. Babinsa bersama perangkat kelurahan dan Linmas terlihat sigap membantu warga yang rumahnya kemasukan air, sambil terus memantau perkembangan tinggi muka air sungai. “Kami bersama Pak Lurah dan warga langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi terkait. Alhamdulillah, hujan sudah mulai reda dan air di beberapa lokasi, baik di Jalan Sultan Agung maupun luapan sungai, berangsur-angsur mulai surut. Kita terus siaga untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan,” ujar Sertu Guratno di sela-sela kegiatan pemantauan. Hingga menjelang sore, situasi berangsur kondusif. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS) dan titik rawan banjir, mengingat intensitas hujan yang masih berpotensi terjadi di wilayah Bandar Lampung. Kegiatan cepat tanggap ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI, khususnya Koramil 410-06/KDT, dengan rakyat dalam menghadapi bencana alam, sekaligus memastikan keselamatan dan kenyamanan warga binaannya. (Agus)

BIDIK-KASUSNEWS.COM Hulu Sungai Utara – Upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terus digalakkan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Salah satunya melalui pencanangan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digelar di Masjid Jami Rasyidiyah, Desa Telaga Silaba, Kecamatan Amuntai Selatan, Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut dihadiri sejumlah unsur pimpinan daerah, di antaranya Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara H. Sahrujani, Wakil Bupati Hero Setiawan, Ketua DPRD H. Fadillah, Sekretaris Daerah H. Ady Lesmana, serta Komandan Kodim 1001 HSU-BLG Letkol Inf Endra Retno Erowanto. Turut hadir pula Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, Kepala Kejaksaan Negeri Amuntai Budi Triono, Camat Amuntai Selatan Kurniawan, Kapolsek Amuntai Selatan IPDA Suharnowo, Danramil Amuntai Selatan Serma Ikhwan Rijani, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, serta sambutan dari Bupati dan unsur Forkopimda yang menyampaikan tujuan dan pentingnya Gerakan ASRI sebagai langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan peralatan kebersihan secara simbolis untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Usai pencanangan, kegiatan dilanjutkan dengan aksi gotong royong membersihkan lingkungan di sekitar Masjid Jami Rasyidiyah dan kawasan permukiman warga. Peserta kegiatan terlihat membersihkan sampah di pinggir jalan, memangkas semak belukar, serta membersihkan saluran lingkungan yang tersumbat. Kapolsek Amuntai Selatan menyampaikan bahwa Gerakan ASRI merupakan bagian dari tindak lanjut program pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. “Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya. Antusiasme warga terlihat cukup tinggi dalam mengikuti kegiatan gotong royong tersebut. Kehadiran unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat dinilai memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan. Kegiatan pencanangan Gerakan ASRI berakhir sekitar pukul 11.00 WITA dalam suasana tertib, aman, dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan. Program ini diharapkan dapat menjadi gerakan berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

BIDIK-KASUSNEWS.COM Hulu Sungai Utara – Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban, jajaran Polres Hulu Sungai Utara melaksanakan kegiatan Shalat Jumat berjamaah bersama warga di Masjid Raya Baitul Ma’ruf, Desa Penangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.00 WITA tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto bersama para pejabat utama (PJU) dan personel Polres HSU. Shalat Jumat berlangsung khidmat dengan dihadiri masyarakat setempat. Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, Banit Binpolmas Sat Binmas Polres HSU, Briptu M. Ahlun Nazhar, S.Pd., M.M., dipercaya sebagai imam. Sementara khutbah Jumat disampaikan oleh Bripda Ahmad Hasan yang mengangkat pesan-pesan moral dan pentingnya menjaga kerukunan serta keamanan lingkungan. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto melalui jajaran Sat Binmas menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi cooling system untuk menjaga suasana yang harmonis di tengah masyarakat. Selain sebagai ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara aparat kepolisian dan warga. “Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan dan sosial. Dengan kebersamaan seperti ini diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat,” ujar salah satu perwira Polres HSU. Melalui kegiatan Shalat Jumat berjamaah tersebut, diharapkan tercipta komunikasi yang lebih baik antara aparat kepolisian dan masyarakat, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara. (Agus)

BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bandar Lampung pada Jumat sore (6/3/2026) menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman warga di Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame. Menyikapi kondisi tersebut, Babinsa setempat dari Koramil 410-01/Panjang, Pelda Putu, segera turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan serta memastikan kondisi warga tetap aman. Sekitar pukul 15.00 WIB, Babinsa terlihat menyisir beberapa titik yang terdampak genangan air. Pemantauan difokuskan di kawasan Jalan Pulau Sebesi, tepatnya di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Kantor Dinas Lingkungan Hidup. Selain itu, genangan juga terpantau di Jalan Pulau Sangiang serta sejumlah gang permukiman warga seperti Gang Majid, Gang Surya Darma, Gang Budi Mulya, dan Gang Budaya. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, ketinggian air di beberapa titik mencapai sekitar 40 sentimeter dengan panjang genangan sekitar 250 meter di sepanjang Jalan Pulau Sebesi. Kondisi tersebut dipicu curah hujan yang cukup tinggi, sementara kapasitas saluran drainase di kawasan tersebut tidak mampu menampung debit air secara maksimal. Akibatnya, air sempat meluap hingga ke halaman rumah warga, bahkan sebagian masuk ke dalam rumah yang berada di sepanjang bantaran jalan. Meski demikian, kondisi mulai berangsur membaik setelah hujan reda dan air perlahan surut. Pelda Putu mengatakan pihaknya langsung melakukan pemantauan untuk memastikan keselamatan masyarakat serta mendata dampak yang ditimbulkan akibat hujan deras tersebut. “Kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan memastikan warga tetap aman. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama jika curah hujan kembali meningkat,” ujarnya. Kehadiran Babinsa di lokasi mendapat apresiasi dari warga setempat. Masyarakat menilai langkah cepat aparat kewilayahan tersebut sangat membantu, terutama dalam memantau kondisi lingkungan dan mengoordinasikan langkah antisipasi jika diperlukan bantuan lebih lanjut. Kegiatan ini menjadi bagian dari peran aktif TNI dalam membantu masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Melalui koordinasi antara Babinsa dan aparat pemerintah setempat, diharapkan upaya penanganan serta pencegahan dampak banjir di wilayah Sukarame dapat dilakukan secara lebih efektif. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Area branggang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali menunjukkan produktivitasnya. Pada Jumat (06/03), sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melaksanakan rangkaian kegiatan pembinaan kemandirian yang komprehensif, mulai dari pemanenan hingga proses niaga hasil bumi. Kegiatan pagi ini diawali dengan pemanenan kacang panjang dan sawi yang telah siap petik. Sayuran yang tumbuh subur di lahan terbatas tersebut dipanen dengan teliti oleh para WBP. Kualitas sayuran yang dihasilkan tampak sangat baik, berkat perawatan intensif yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir.   Dari Lahan ke Konsumen Menariknya, kegiatan kali ini tidak hanya berhenti pada proses panen. Hasil panen tanaman sawi tersebut langsung diarahkan untuk proses penjualan. Penjualan hasil panen ini merupakan bagian dari edukasi kewirausahaan bagi WBP, di mana mereka belajar bahwa kerja keras dalam bertani dapat menghasilkan nilai ekonomi yang nyata bagi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) maupun premi bagi WBP itu sendiri.   Keberlanjutan dan Pengawasan Guna menjaga siklus tanam agar tidak terputus, para WBP juga melakukan pengolahan tanah untuk media tanam baru. Tanah digemburkan dan disiapkan kembali untuk ditanami bibit baru, sehingga area branggang tetap hijau dan produktif sepanjang tahun.   Seluruh rangkaian aktivitas ini berjalan dengan tertib di bawah pengawasan ketat dari peserta magang di posisi Pembina Kemandirian. Kehadiran peserta magang ini memastikan bahwa setiap tahapan, mulai dari teknik pemanenan yang benar hingga pencatatan hasil penjualan, sesuai dengan prosedur pembinaan yang ditetapkan.   “Kami mengarahkan WBP agar memahami rantai produksi secara utuh, mulai dari mengolah tanah hingga bagaimana hasil kerja mereka bisa laku di pasaran. Ini adalah bekal nyata bagi mereka setelah bebas nanti,” ujar Kepala Rutan Kelas IIB Jepara.   Dengan adanya kegiatan rutin ini, Rutan Kelas IIB Jepara terus membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukanlah penghalang untuk mencetak pribadi yang terampil, mandiri, dan berdaya guna bagi masyarakat. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

BIDIK-KASUSNEWS.COM Jakarta – Dalam rangka mengisi kegiatan positif selama bulan suci Ramadhan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggelar perlombaan Futsal dan Night Run yang diikuti oleh warga serta pemuda di kawasan Pelabuhan Muara Angke yang berlangsung pada Rabu malam, 4 Maret 2026 di Lapangan Ingub Pelabuhan Muara Angke. Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., menjeladkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kekompakan, sportivitas, serta kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, selama bulan Ramadhan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok KOMPOL Yudi Permadi, S.S., S.I.K., para Pejabat Utama Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Hitler Napitupulu, SH., MH., beserta para Kanit Polsek. Selain itu hadir pula para Ketua RW, Ketua RT, tokoh masyarakat Muara Angke, serta sejumlah bintang tamu seperti Pepy, Okan Cornelius, dan drummer Pass Band Agus Teguh Prakoso yang turut memeriahkan acara. Dalam sambutannya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan olahraga ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat. “Kegiatan Pertandingan Futsal Night Jaga Jakarta, Jaga Priok, Jaga Muara Angke (Japri Jangke) ini merupakan wadah kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Melalui olahraga, kita dapat membangun semangat sportivitas, menjaga kekompakan, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar AKBP Aris Wibowo. Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan energi mereka dalam kegiatan yang bermanfaat, sekaligus menjauhkan diri dari aktivitas negatif yang dapat mengganggu ketertiban lingkungan. Pertandingan berlangsung meriah dan penuh sportivitas hingga babak final. Dari hasil pertandingan, tim RW 001 berhasil meraih Juara 1, disusul RW 022 sebagai Juara 2, dan RW 021 sebagai Juara 3. Selain futsal, kegiatan juga dimeriahkan dengan lomba Night Run yang dibagi dalam beberapa kategori. Para peserta berlomba mencapai waktu tempuh tercepat untuk menentukan pemenang. Dalam lomba Night Run, pemenang pertama diraih oleh Tegar dari RW 01 dan Renal dari RW 02. Sementara itu posisi juara kedua diraih oleh Ricky dari RW 20 dan Andrias dari RW 21, serta juara ketiga diraih oleh Tarung dari RW 22. Perlombaan Futsal dan Night Run ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari arahan Kapolda Metro Jaya untuk menghadirkan berbagai kegiatan positif yang dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat selama bulan suci Ramadhan. (Agus)

Bidik-kasusnews.com,Sanggau Kalimantan Barat Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang alur Sungai Sekayam kini mencapai titik nadir yang mengancam nyawa ribuan warga. Praktik ilegal yang membentang dari Kecamatan Kapuas, Entikong, Sekayam, dan Noyan ini seolah dibiarkan merajalela tanpa sentuhan hukum yang berarti. ​Ketua Persatuan Wartawan Kabupaten Sanggau (PWKS), Wawan Daly Suwandi, melayangkan protes keras terhadap lambannya respons otoritas terkait. Ia menegaskan bahwa Sungai Sekayam bukan sekadar aliran air, melainkan urat nadi kehidupan yang kini sedang “diracuni” secara perlahan. ​Wawan menyoroti fakta miris bahwa air Sungai Sekayam yang kini keruh pekat dan tercemar limbah tambang adalah bahan baku utama yang diolah PDAM untuk dialirkan ke ribuan pelanggan di rumah-rumah warga. ​”Ini sudah masuk kategori kejahatan lingkungan yang luar biasa. Sangat miris melihat sungai yang menjadi kebutuhan pokok warga di bantaran sungai dan pelanggan PDAM sengaja dirusak demi keuntungan segelintir orang. Apakah kita harus menunggu warga sakit massal baru ada tindakan?” tegas Wawan Daly Suwandi dengan nada bicara tajam, Jumat 27 Februari 2025. ​ ​PWKS mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak lagi menggunakan pendekatan persuasif yang terbukti mandul. Keberadaan mesin-mesin tambang (lanting) yang beroperasi terang-terangan di alur sungai adalah tamparan bagi penegakan hukum di wilayah tersebut. ​”Kami minta APH segera bertindak tegas di lapangan. Jangan hanya imbauan atau sosialisasi yang habis di kertas. Tangkap pelakunya, sita peralatannya! Masyarakat butuh aksi nyata, bukan sekadar janji pengawasan,” cetus Wawan. ​Kritik pedas juga dialamatkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sanggau. Wawan mengingatkan bahwa sikap diam Pemda dapat diartikan sebagai bentuk pengabaian terhadap hak hidup sehat masyarakatnya. ​”Pemda jangan cuek atau pura-pura tidak tahu dengan kondisi ini. Sungai Sekayam adalah aset daerah dan sumber kehidupan rakyat. Jika Pemda tetap pasif, jangan salahkan masyarakat jika nantinya timbul mosi tidak percaya terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga lingkungan,” tambahnya. ​Wawan memaparkan aktivitas PETI ini merupakan pelanggaran berat terhadap konstitusi dan regulasi negara, di antaranya:  ​UU No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba: Pasal 158 mengancam pelaku tambang ilegal dengan pidana penjara 5 tahun dan denda fantastis hingga Rp100.000.000.000. Kemudian, ​UU No. 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup: Terkait perusakan mutu air yang menjadi konsumsi publik. ​Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, bukan untuk segelintir perusak lingkungan. ​Masyarakat kini menunggu keberanian APH dan Pemda Sanggau untuk membersihkan Sungai Sekayam dari aktivitas ilegal sebelum kerusakan yang terjadi menjadi permanen dan tak lagi bisa diperbaiki. Sumber:Wawan Daly Suwandi Ketua Persatuan Wartawan Kabupaten Sanggau(PWKS) (Team/read)