JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Jepara resmi melantik jajaran pengurus baru untuk masa bakti 2025–2026 pada Minggu, 15 Februari 2026. Prosesi pelantikan di Ruang Sekda jepara, berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, menandai dimulainya kepengurusan baru dalam melanjutkan roda organisasi. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Jepara, perwakilan Polres Jepara, perwakilan Kodim 0719/Jepara, Sofyan Hadi dari Klik Hukum, serta Presidium Majelis Daerah KAHMI Jepara bersama jajaran Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI),ULUL AUFA. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara kader, alumni, serta unsur pemerintah dan aparat penegak hukum di Kabupaten Jepara. Susunan Pengurus Masa Bakti 2025–2026 Adapun susunan pengurus yang dilantik adalah sebagai berikut: Ketua Umum: Ayu Widiyati Ketua Bidang PPPA: Chika Anggraini Ketua Bidang PTKP: M. Alflansyah Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan: Imroatul Asmah Ketua Bidang Ilmu Kependidikan: Muhammad Fatikhin Sekretaris Umum: Ansor Nurul Hilal Wakil Sekretaris Umum: Bidang PPPA: Harun Safrudin Bidang PTKP: Rukhoyyah Selviana Bidang Pemberdayaan Perempuan: Khofi Syarif Hidayat Bidang Ilmu Kependidikan: Ahmad Mufit Bendahara Umum: Siti Rohmah Departemen: Bidang PPPA: Kosong Bidang PTKP: Ahmad Najibullah Amir Bidang Pemberdayaan Perempuan: Asri Putro Prihandi Bidang Ilmu Kependidikan: Fitri Nur Aini   Komitmen Bersama untuk Kemajuan Organisasi Dalam sambutannya, Ketua Umum Ayu Widiyati menegaskan bahwa HMI Jepara adalah rumah bersama bagi seluruh kader.“Organisasi ini bukan hanya organisasi saya, tetapi organisasi kita, rumah kita, tempat belajar, berkembang, dan berproses. Saya berdiri di sini karena kerja keras teman-teman,” ujarnya.   Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Majelis dan para alumni yang selama ini membimbing kader-kader HMI Jepara, termasuk dukungan dari HMI Kudus dalam proses pembinaan dan penguatan organisasi.   Menurutnya, HMI Jepara tidak akan berkembang jika berjalan sendiri. Soliditas, rasa tanggung jawab, dan gerak bersama menjadi kunci utama dalam membesarkan organisasi.   “HMI Jepara tidak bisa berkembang jika hanya satu tangan. HMI bisa besar jika kader-kadernya memiliki tanggung jawab dan bergerak bersama-sama,” tegasnya.   Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, diharapkan HMI Jepara semakin aktif dalam mencetak kader-kader intelektual yang berintegritas, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Jepara.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Minggu (15/02/2026) pukul 13.00 WIB, Ketua Harian DPC Squad Nusantara Jepara, Bapak Wawan, menyambangi anggota Squad Nusantara Ranting PAC Donorojo dalam agenda konsolidasi dan ramah tamah. Kegiatan tersebut berlangsung di rumah Ketua Ranting PAC Donorojo, Bapak Safik, yang beralamat di RT 03 RW 01 Desa Banyumanis, Dukuh Juwet, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Kehadiran Ketua Harian DPC disambut langsung oleh Ketua Ranting beserta jajaran anggota dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.     Dalam kesempatan tersebut, Bapak Wawan menyampaikan bahwa agenda konsolidasi ini bertujuan untuk memperkuat seduluran (persaudaraan), menjaga kekompakan, serta mempererat soliditas antaranggota di tingkat ranting. Ia menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan kebersamaan sebagai pondasi utama organisasi.   “Semoga seluruh anggota Ranting Donorojo selalu aktif bersosial, menjaga seduluran, serta tetap kompak dan solid dalam setiap kegiatan,” pesannya.   Sementara itu, Ketua Ranting PAC Donorojo, Bapak Safik, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian dari Ketua Harian DPC. Ia berharap sinergi antara DPC dan ranting semakin kuat sehingga mampu membawa dampak positif bagi anggota maupun masyarakat sekitar.   Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan, diakhiri dengan diskusi ringan serta komitmen bersama untuk terus menjaga kekompakan dan soliditas organisasi di wilayah Donorojo, Kabupaten Jepara. (Wely)

Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., menghadiri kegiatan penaburan bibit ikan koi yang digelar di objek wisata Situ Cipanten, Kabupaten Majalengka, pada Minggu (15/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus pengembangan potensi wisata daerah. Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan tamu undangan, di antaranya artis nasional Irfan Hakim, Panji Sang Petualang, Adi Syahreza, serta Hartono Soekwanto. Kehadiran para tokoh ini menambah semarak kegiatan yang disambut antusias oleh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, AKBP Rita Suwadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan penaburan bibit ikan koi sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem perairan. Ia menegaskan bahwa Polri mendukung penuh setiap kegiatan positif yang bertujuan menjaga kelestarian alam serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Majalengka. “Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memperindah kawasan wisata, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga dan merawat lingkungan. Situ Cipanten merupakan salah satu destinasi unggulan Majalengka yang harus kita jaga bersama,” ujarnya. Sementara itu, Irfan Hakim mengungkapkan rasa kagumnya terhadap keindahan alam Situ Cipanten. Ia berharap penaburan bibit ikan koi ini dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Kegiatan penaburan bibit ikan koi berlangsung dengan penuh kebersamaan. Para tamu undangan bersama masyarakat secara simbolis menaburkan bibit ikan ke perairan Situ Cipanten, disaksikan oleh ratusan warga yang hadir. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Situ Cipanten semakin dikenal luas sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan. (Asep Rusliman)

Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Jajaran Satreskrim Polres Majalengka melalui Polsek Majalengka Kota berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang menyasar toko swalayan Alfamart di wilayah Kelurahan Majalengka Kulon. Pengungkapan kasus besar ini secara resmi disampaikan oleh Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Majalengka Kota Iptu Piki Krismanto, S.H., M.H., pada Sabtu (14/2/2026). Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang semuanya diketahui merupakan residivis lintas daerah, yakni Adi Mulyadi alias Yogi, Riki Solehudin alias Ahong, dan Yoga Saputra alias Atep. Aksi kriminal ini bermula pada Jumat dini hari tanggal 6 Februari 2026, ketika para pelaku mendatangi Alfamart Pasar Balong sekira pukul 03.41 WIB. Modus yang dijalankan kawanan ini tergolong nekat, di mana dua orang pelaku awalnya berpura-pura menjadi pembeli kopi. Namun, saat berada di meja kasir untuk membayar, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam jenis golok dan menodongkannya kepada karyawan toko yang sedang bertugas. Dibawah ancaman senjata tajam, korban dipaksa untuk menunjukkan dan membuka brankas utama hingga pelaku berhasil menggasak uang tunai puluhan juta rupiah dari dalam brankas dan laci kasir. Akibat kejadian penodongan tersebut, pihak PT. Sumber Alfaria Trijaya mengalami kerugian materil mencapai Rp34.460.537. Setelah menguras uang tunai, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian. Menindaklanjuti laporan dari korban, tim penyidik Polsek Majalengka Kota bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta menganalisis rekaman CCTV yang berada di toko tersebut guna mengidentifikasi pergerakan para pelaku. Dari hasil penangkapan, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting di antaranya satu buah flashdisk berisi rekaman CCTV, ponsel milik pelaku, serta pakaian berupa switer hitam dan celana jeans yang digunakan para tersangka saat melancarkan aksinya. Keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan komitmen tegas Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi dalam memberantas kejahatan jalanan dan memberikan rasa aman bagi pelaku usaha maupun warga di Kabupaten Majalengka. Saat ini, ketiga tersangka telah diamankan dan dijerat dengan Pasal 479 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum. (Asep Rusliman)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Ranting Pecangaan menggelar kegiatan rutinan bulanan pada Sabtu malam Minggu, 14 Februari 2026. Acara yang menjadi momentum closing sebelum memasuki bulan Ramadan ini dilaksanakan di basecamp Ketua Amir Yahya, yang beralamat di Desa Krasak RT 02 RW 05, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.   Kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai dan berlangsung dalam suasana penuh keakraban serta kekeluargaan. Para anggota dan simpatisan ranting hadir untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus melakukan konsolidasi organisasi menjelang bulan suci Ramadan.   Ketua Ranting Pecangaan, Amir Yahya, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga soliditas dan kebersamaan antaranggota. Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.   “Rutinan ini bukan hanya ajang kumpul biasa, tetapi juga wadah untuk memperkuat komitmen kebersamaan dan menyatukan langkah dalam setiap kegiatan ke depan,” ujarnya.   Selain agenda silaturahmi dan evaluasi program, kegiatan juga diisi dengan doa bersama agar seluruh anggota diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, serta keberkahan dalam menjalankan ibadah Ramadan.   Dengan terselenggaranya acara closing ini, diharapkan seluruh anggota Ranting Pecangaan semakin solid dan siap menyambut Ramadan dengan semangat kebersamaan dan kekompakan. (Wely)

Amuntai, Bidik-kasusnews.com — Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat berlibur, jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan patroli pengamanan di kawasan objek wisata Situs Candi Agung Amuntai, Minggu (15/02/2026) sekitar pukul 10.30 WITA. Kegiatan patroli dipimpin langsung oleh Kasikum Polres HSU, AKP Didik S., bersama sejumlah personel kepolisian. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemantauan situasi keamanan sekaligus memberikan imbauan kamtibmas kepada para pengunjung dan pengelola kawasan wisata. Patroli dilakukan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada akhir pekan ketika jumlah pengunjung meningkat. Kehadiran aparat kepolisian di lokasi wisata juga bertujuan memberikan rasa aman serta memastikan aktivitas masyarakat berlangsung tertib. AKP Didik menyampaikan bahwa patroli rutin menjadi bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya di titik-titik yang menjadi pusat keramaian publik. Menurutnya, pengamanan objek wisata penting dilakukan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap gangguan keamanan. Selain pemantauan situasi, personel juga mengingatkan pengunjung untuk tetap menjaga ketertiban, memperhatikan keselamatan pribadi, serta mematuhi aturan yang berlaku di area wisata. Dari hasil patroli, situasi di kawasan Situs Candi Agung Amuntai terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol. Polres HSU berharap sinergi antara petugas dan masyarakat dapat terus terjaga guna menciptakan lingkungan wisata yang nyaman dan aman bagi semua pengunjung. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-15-Febuari-2026-Penanganan kasus dugaan penganiayaan secara bersama-sama yang terjadi di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, terus berlanjut. Aparat kepolisian telah memeriksa para pengadu dan saksi guna mendalami peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Minggu malam, 1 Februari 2026.   Korban utama, Nurwandim, sebelumnya melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut melalui kuasa hukumnya, Sofyan Hadi, S.H.I., C.LSC., C.ME., C.PML. Laporan itu tercatat dengan nomor Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi (STPLP) Nomor 92/II/2026.   Peristiwa diduga terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di pertigaan Jalan Kali Gede, Desa Kecapi. Dalam kejadian tersebut, pelaku diperkirakan berjumlah sekitar sepuluh orang. Selain Nurwandim, dua korban lain juga telah resmi melapor, sementara beberapa korban lainnya masih belum bersedia memberikan keterangan.   Saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Minggu (15/2/2026), kuasa hukum korban menyampaikan bahwa seluruh pengadu dan saksi telah diperiksa oleh penyidik. “Semua korban atau pengadu dan saksi sudah diperiksa. Terakhir saksi diperiksa pada Kamis, 12 Februari 2026. Saat ini perkara masih dalam tahap penyelidikan (lidik),” ujarnya.   Karena masih dalam tahap lidik, lanjutnya, status para pihak saat ini masih sebagai pengadu dan teradu. Pihak kuasa hukum berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, objektif, dan transparan dalam mengungkap fakta kejadian tersebut.   Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih terus berjalan dan kepolisian masih mengumpulkan keterangan serta alat bukti untuk memperjelas rangkaian peristiwa yang terjadi. (Wely)

Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kuningan secara resmi menerima Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kuningan, Jumat (14/2/2026). SKT tersebut diserahkan oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Kuningan, MH Khadafi Mufti, S.Pd., M.Si., kepada Ketua FWJI Korwil Kuningan, Ahmad Nurcahya. Prosesi penyerahan SKT dilaksanakan berbarengan dengan agenda mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Dalam momentum tersebut, Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si., serta plt Leza Riyanto Bati Staf Intel Kodim 0615/Kuningan diminta secara langsung untuk menyaksikan penyerahan SKT sebagai bentuk transparansi dan penguatan legitimasi kelembagaan. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan TNI dalam momen tersebut menjadi simbol dukungan lintas sektor terhadap eksistensi organisasi profesi wartawan di Kabupaten Kuningan. Penyerahan SKT ini menegaskan bahwa FWJI Korwil Kuningan telah memenuhi ketentuan administrasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga secara resmi terdaftar dan diakui di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Dalam sambutannya, MH Khadafi Mufti, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendorong organisasi profesi untuk berperan aktif dalam pembangunan serta menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah melalui penyampaian informasi yang akurat dan berimbang. “Kami berharap FWJI Korwil Kuningan dapat menjalankan fungsi pers secara profesional dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang objektif serta menjaga kondusivitas daerah,” ujarnya. Ketua FWJI Korwil Kuningan, Ahmad Nurcahya, menyampaikan bahwa legalitas yang telah diperoleh merupakan fondasi penting untuk memperkuat peran organisasi dalam menjalankan tugas jurnalistik. “SKT ini menjadi pijakan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas SDM wartawan, memperkuat soliditas internal, serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen dan bertanggung jawab,” tegasnya. Sementara itu, Sekretaris Wilayah (Sekwil) FWJI Korwil Kuningan, Dewa, menegaskan bahwa ke depan FWJI akan fokus pada peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan implementasi kode etik jurnalistik, serta membangun sinergi harmonis dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan diterbitkannya SKT tersebut, FWJI Korwil Kuningan diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan perannya sebagai pilar demokrasi di daerah dan menjadi mitra konstruktif dalam mendukung pembangunan Kabupaten Kuningan melalui karya jurnalistik yang profesional, kredibel, dan berintegritas. (Asep Rusliman)

CIREBON Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Polresta Cirebon bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di wilayah hukumnya, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., dan diikuti oleh Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., Danlanal Cirebon Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, S.E., M.Tr.Opsla., Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon H. Hendra Nirmala, S.Sos., M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sofhi Zulfia, S.H., M.H., unsur TNI-Polri, para kepala dinas terkait, camat, kuwu, hingga kepala pasar. Adapun lokasi pengecekan meliputi Pasar Gebang Mekar dan Pasar Losari Kidul. Dari hasil monitoring di Pasar Gebang Mekar, ditemukan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, di antaranya beras premium di kisaran Rp15.000–Rp16.000 per kilogram, beras medium Rp13.000–Rp14.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp95.000–Rp100.000 per kilogram, bawang merah Rp38.000–Rp40.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp20.000–Rp21.000 per liter, daging sapi Rp130.000–Rp150.000 per kilogram, daging ayam ras Rp36.000–Rp40.000 per kilogram, serta telur ayam negeri Rp28.000–Rp30.000 per kilogram. Sementara sejumlah komoditas lain seperti gula pasir, tepung terigu, bawang putih, hingga LPG 3 kilogram relatif stabil. Di Pasar Losari Kidul, harga bahan pokok secara umum terpantau relatif stabil. Beras premium berada di kisaran Rp14.900 per kilogram dan beras medium Rp13.000 per kilogram. Cabai merah biasa Rp30.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp90.000 per kilogram, daging sapi Rp140.000 per kilogram, daging ayam ras Rp37.000 per kilogram, serta telur ayam negeri Rp31.000 per kilogram. Kapolresta Cirebon menyampaikan bahwa kegiatan sidak ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi lonjakan harga serta mencegah praktik penimbunan bahan pokok menjelang Ramadhan. “Kami bersama Forkopimda turun langsung ke lapangan untuk memastikan stok bahan pokok aman dan harga masih dalam batas wajar. Apabila ditemukan adanya indikasi penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat, tentu akan kami tindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya. Selain melakukan pengecekan harga, jajaran Polresta Cirebon juga memberikan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat terkait layanan Hotline 110. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk melaporkan gangguan kamtibmas, kejahatan jalanan, maupun aksi premanisme berkedok organisasi kemasyarakatan, sehingga masyarakat dapat memperoleh respons cepat dan tepat dari kepolisian. Kegiatan sidak ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kepastian kepada masyarakat Kabupaten Cirebon bahwa kebutuhan pokok menjelang Ramadhan 1447 H dalam kondisi tersedia dan terpantau, serta situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. (Asep Rusliman)

Jakarta Timur, Bidik-kasusnews.com– Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, secara resmi meluncurkan Gerakan Bersih Musala se-Jakarta Timur di Musala Lantabur, Jalan Menteng Niaga RW 01, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jumat (13/2/2026). Peluncuran gerakan ini turut dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin serta Ketua Forum Betawi Rempug, KH. Lutfi Hakim. Gerakan bersih-bersih musala yang diinisiasi KAHMI Kota Jakarta Timur bertujuan menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan musala, sehingga memberikan kenyamanan bagi jamaah dalam beribadah, khususnya menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Dalam sambutannya, Ali Maulana Hakim mengapresiasi inisiatif masyarakat yang menggagas kegiatan tersebut. Menurutnya, gerakan ini merupakan langkah positif karena lahir dari kepedulian masyarakat, bukan semata-mata program pemerintah. “Baru saja tadi kami buka dan canangkan satu gerakan mulia, yakni gerakan bersih-bersih musala, terutama untuk se-Jakarta Timur. Ini kegiatan yang sangat diapresiasi oleh Pak Gubernur, karena kegiatan baik ini diinisiasi bukan oleh pemerintah, melainkan oleh masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, keterlibatan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menunjukkan peran strategis generasi muda dalam membangun lingkungan yang lebih baik. Gerakan ini diharapkan dapat melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar berkelanjutan, tidak hanya membersihkan musala, tetapi juga masjid dan tempat ibadah lainnya. Lebih lanjut, Ali menekankan bahwa kebersihan tempat ibadah harus diiringi penguatan kegiatan keagamaan. Setelah musala bersih dan nyaman, masyarakat—khususnya generasi muda—diharapkan semakin gemar memakmurkannya dengan berbagai aktivitas ibadah. “Setelah bersih-bersih ini, harus menumbuhkan kesenangan ke musala. Lalu kita isi dengan ibadah-ibadah lain. Dengan ibadah yang hidup, dampaknya positif dan dapat menjauhkan anak-anak muda dari hal-hal negatif seperti tawuran,” ungkapnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjut Ali, siap mendukung dan mengajak seluruh pemangku kepentingan agar gerakan ini berkembang menjadi gerakan bersama dalam menjaga kebersihan serta memakmurkan masjid dan musala di Jakarta Timur. “Diharapkan tercipta lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, serta mampu memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas masyarakat Jakarta Timur menjelang Ramadan,” pungkasnya. (Heri)