Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Jakarta Utara. Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta bersinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kegiatan “Jaga Jakarta Bersih” secara serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta, Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Tangerang, dengan pusat kegiatan bertempat di Waduk Danau Cincin, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., bersama Kapolda Metro Jaya serta Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, sebagai wujud nyata sinergitas lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan perairan, pesisir, dan ruang terbuka publik di wilayah Jakarta. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan apel bersama yang dipimpin Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya, dan Sekda Provinsi DKI Jakarta. Apel diikuti oleh gabungan unsur TNI-Polri, jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, serta elemen masyarakat. Dalam amanatnya, Pangdam Jaya menegaskan bahwa kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan. “Kegiatan bersih-bersih ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah tanggung jawab Kodam Jaya sebagai lanjutan dari kegiatan sebelumnya, agar lingkungan Jakarta semakin bersih, sehat, dan asri,” ujar Pangdam. Pangdam Jaya juga menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia terkait pembersihan sampah di seluruh wilayah, khususnya di Jakarta. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Lebih lanjut, Pangdam menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, mengingat persoalan sampah menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya bencana banjir di berbagai wilayah. Pangdam Jaya juga menghimbau agar seluruh masyarakat terus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, sehingga Jakarta dapat tetap menjadi kota yang aman, nyaman, bersih, dan asri. Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan alat kerja bakti dan pelaksanaan pembersihan sampah di area Waduk Danau Cincin dan sekitarnya. Forkopimda juga berkesempatan melaksanakan penanaman pohon secara simbolis sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup serta mendukung penghijauan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.(Red) Sumber Pendam Jaya
BANDAR LAMPUNG, Bidik-kasusnews.com – Upaya pencegahan banjir di musim penghujan terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Babinsa Koramil 410-03/Teluk Betung Utara (TBU), Serda Haidir, bersama unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan saluran air dan kali kecil di Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur (TBT), Minggu (8/2/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Zulkarnain Subing, Lingkungan 3, Kelurahan Keteguhan ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya genangan dan banjir akibat tersumbatnya aliran air oleh sampah dan endapan lumpur. Aksi tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman. Gotong royong diikuti oleh Camat Teluk Betung Timur, Lurah Keteguhan, perangkat RT dan lingkungan, anggota Linmas, serta puluhan warga yang dengan penuh semangat membersihkan drainase dan aliran kali kecil di sekitar permukiman. Camat Teluk Betung Timur mengapresiasi keterlibatan aktif Babinsa dan TNI dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, peran TNI sangat penting dalam mendorong kesadaran kolektif warga untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. “Kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya. Selain mencegah banjir, juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya. Sementara itu, Babinsa Kelurahan Keteguhan, Serda Haidir, menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial. Ia menyebutkan, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi kenyamanan dan keselamatan warga. “TNI tidak hanya bertugas di bidang pertahanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Gotong royong ini adalah bentuk pengabdian kami kepada warga,” kata Serda Haidir. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Melalui aksi ini, diharapkan masyarakat dapat termotivasi untuk secara mandiri dan berkelanjutan menjaga kebersihan saluran air di lingkungannya masing-masing, sehingga potensi banjir di wilayah Kota Bandar Lampung dapat diminimalkan. (Agus)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Majalengka melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Gabungan di wilayah hukum Polres Majalengka, pada Sabtu malam, 7 Februari 2026. Kegiatan KRYD Gabungan tersebut melibatkan personel Polres Majalengka yang dilaksanakan secara terpadu sebagai langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, khususnya pada malam akhir pekan dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kabag Ops Polres Majalengka Kompol M. Simangunsong, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pelaksanaan KRYD merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam menciptakan rasa aman dan nyaman. “KRYD Gabungan ini difokuskan pada pencegahan tindak kriminalitas, penyakit masyarakat, serta gangguan kamtibmas lainnya. Dengan kehadiran personel di lapangan, diharapkan situasi wilayah tetap kondusif,” jelas Kompol M. Simangunsong. Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan melalui patroli dan pemantauan di titik-titik rawan, sekaligus memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Polres Majalengka berkomitmen untuk terus melaksanakan KRYD secara berkelanjutan sebagai upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Majalengka. (Asep.R)
CIREBON KOTA Bidik-kasusnews.com,.Ratusan warga terdampak banjir di Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, mendapatkan titik terang di tengah kepungan air. Pada Sabtu (7/2/2026), jajaran Polres Cirebon Kota turun langsung menyalurkan bantuan makanan di Perumahan Villa Intan, Desa Klayan, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang aktivitasnya lumpuh total. Atensi Langsung Kapolres Penyaluran bantuan ini merupakan atensi khusus dari Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. Melalui Kasat Lantas AKP Ridwan Maulana, S.H., M.H., C.PHR, pihak kepolisian menyasar warga yang paling terdampak genangan air dan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Begitu petugas tiba di halaman Balai Pertemuan Kampung (Baperkam), warga yang sudah menunggu sejak pagi segera berkumpul. Petugas membagikan paket bantuan berupa. Snack/Makanan Ringan,Mi Instan Air Mineral. Bantuan ini dinilai sangat krusial mengingat banyak dapur rumah tangga warga yang terendam air sehingga tidak dapat digunakan untuk memasak. Suara warga di tengah genangan Kondisi banjir yang merendam permukiman membuat warga, terutama anak-anak dan lansia, sangat bergantung pada makanan instan. Eka, salah satu warga Perumahan Villa Intan 3, mengaku sangat terbantu dengan aksi cepat Polres Cirebon Kota. ”Bantuan ini sangat membantu di tengah keterbatasan kami. Banjir yang berulang ini benar-benar mematikan aktivitas ekonomi keluarga,” ujar Eka. Ia juga berharap adanya bantuan lanjutan berupa masakan siap saji, vitamin, serta obat-obatan untuk menjaga kesehatan warga selama genangan belum surut sepenuhnya. Komitmen Polri hadir untuk masyarakat.Menanggapi harapan warga, AKP Ridwan Maulana menegaskan bahwa Polri akan terus memantau situasi. Desa Klayan, khususnya Villa Intan, menjadi prioritas karena banyaknya jumlah rumah yang terdampak. ”Kami terus melakukan pemetaan wilayah dan menyiapkan tambahan logistik sesuai kebutuhan warga, mulai dari makanan siap saji hingga pakaian,” jelas AKP Ridwan. Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Warga diminta segera melapor kepada pihak berwenang jika membutuhkan bantuan darurat atau evakuasi lebih lanjut. (Asep.R)
Jakarta Timur, Bidik-kasusnews.com — Sinergi kuat lintas unsur terlihat di wilayah RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, saat Forkopimko Jakarta Timur bersama masyarakat turun langsung melakukan aksi bersih lingkungan di sekitar Kali Sunter. Minggu (08/02) pagi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah, aparat keamanan, dan warga dalam menjaga kebersihan sungai sekaligus ketertiban wilayah. Sejak pagi, personel gabungan dari TNI, Polri, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, PMI, serta unsur masyarakat menyebar di sejumlah titik bantaran dan aliran Kali Sunter. Fokus utama diarahkan pada pembersihan drainase dan pengerukan sedimen yang selama ini berpotensi menghambat aliran air. Alat berat milik Dinas Sumber Daya Air dikerahkan untuk mempercepat proses normalisasi sungai agar fungsi aliran kembali optimal. Kapolres Metro Jakarta Timur AKBP Dr. Alfian Nurrizal menegaskan bahwa kehadiran Polri pada kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga lingkungan sekaligus stabilitas keamanan. Ia menyampaikan bahwa lingkungan yang bersih berbanding lurus dengan terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi Forkopimko dan partisipasi warga seperti ini harus terus dijaga agar kesadaran kolektif semakin tumbuh. “Kami dari Polri mendukung penuh kegiatan bersih-bersih ini karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Ketika lingkungan tertata, potensi gangguan kamtibmas juga dapat ditekan. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujar Kapolres di sela peninjauan lokasi. Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian langsung dari pimpinan daerah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Walikota Administrasi Jakarta Timur Munjirin meninjau area Kali Sunter dan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan semua unsur. Mereka menilai aksi lapangan seperti ini menjadi langkah konkret dalam menjaga ketahanan lingkungan Jakarta Timur, khususnya di kawasan yang rawan genangan. Di tengah kegiatan, Kapolres Metro Jakarta Timur turut menyampaikan himbauan Kamtibmas kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air. Warga juga diingatkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, menjaga keamanan lingkungan secara bersama, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun kerawanan sosial. Dengan kebersamaan Forkopimko dan dukungan masyarakat, kawasan Cipinang Melayu diharapkan semakin bersih, tertib, dan aman. Aksi bersih Kali Sunter ini menjadi contoh nyata bahwa menjaga lingkungan dan keamanan dapat berjalan seiring demi kenyamanan hidup warga Jakarta Timur. (Agus)
Bidik-kasusnews.com Jakarta — Upaya serius membersihkan lembaga pemasyarakatan dari peredaran narkotika dan penggunaan telepon genggam ilegal terus dilakukan jajaran Pemasyarakatan wilayah Jakarta. Sebanyak 220 warga binaan berisiko tinggi (high risk) resmi dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Dikutip dari Frekuensi Media Bali, pemindahan ratusan warga binaan tersebut merupakan bagian dari strategi nasional Pemasyarakatan dalam menciptakan lingkungan lapas dan rutan yang aman, tertib, dan bebas dari praktik ilegal. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jakarta, Heri Azhari, menegaskan bahwa kebijakan ini selaras dengan arahan pimpinan pusat. “Kami terus menjalankan arahan Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Bapak Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Zero narkoba dan HP ilegal adalah harga mati,” tegas Heri Azhari, Sabtu (7/2/2026) seperti dikutip dari Frekuensi media Indonesia com bali. Ia menyampaikan, warga binaan high risk yang dipindahkan berasal dari lima unit pemasyarakatan di Jakarta, yakni Lapas Cipinang, Lapas Narkotika Cipinang, Lapas Salemba, Rutan Cipinang, dan Rutan Salemba. Pemindahan ini dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan keamanan serta mengendalikan kapasitas hunian. Menurut Heri, langkah tersebut juga bertujuan memperkuat sistem pembinaan agar berjalan lebih optimal dan terarah. Dengan berkurangnya potensi gangguan, proses rehabilitasi dan pembinaan narapidana diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan. “Pemindahan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung kebijakan nasional Pemasyarakatan, baik dari sisi keamanan, pengendalian hunian, maupun efektivitas pembinaan,” jelasnya. Proses pemindahan dilaksanakan pada Jumat (6/2) hingga dini hari dengan pengawalan ketat. Pengamanan melibatkan petugas gabungan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, jajaran Kanwil Ditjenpas Jakarta, serta Polres Metro Jakarta Timur. Dengan langkah tegas ini, Ditjenpas Jakarta berharap kondisi lapas dan rutan semakin kondusif serta komitmen pemberantasan narkoba dan barang terlarang dapat benar-benar terwujud. (Wely)
CIREBON, Bidik-kasusnews.com – Sebuah pohon berukuran besar yang berada di tepi Jalan Raya Provinsi Gunungjati, tepatnya di Desa Wanakaya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kondisi pohon yang tampak miring, berusia tua, serta memiliki dahan rapuh menimbulkan kekhawatiran warga, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Jalan Raya Provinsi Gunungjati merupakan jalur vital dengan arus lalu lintas padat setiap harinya. Jalan ini dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga angkutan bertonase besar. Warga menilai, jika pohon tersebut roboh tanpa penanganan lebih dulu, risiko kecelakaan lalu lintas hingga korban jiwa sangat besar. “Kalau hujan dan angin kencang, kami selalu waswas. Pohonnya sudah lama miring dan dahan-dahannya terlihat rapuh, takut tiba-tiba roboh,” ujar salah seorang warga setempat, Minggu (8/2/2026). Menurut warga, kekhawatiran terhadap kondisi pohon tersebut telah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret berupa pemangkasan maupun penanganan teknis dari dinas terkait. Padahal, tindakan pencegahan dinilai jauh lebih penting untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Secara regulasi, pemerintah memiliki kewajiban menjamin keselamatan prasarana jalan beserta lingkungan pendukungnya. Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, yang menegaskan bahwa penyelenggara jalan wajib menjaga kondisi jalan agar tetap aman dan layak digunakan oleh masyarakat. Pengamat kebijakan publik menilai, pembiaran terhadap pohon rawan tumbang di bahu jalan berpotensi menimbulkan risiko serius bagi keselamatan pengguna jalan. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berujung pada kerugian publik yang seharusnya bisa dicegah. Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, media menyampaikan peringatan dini agar instansi terkait, baik yang membidangi lingkungan hidup, pertamanan, maupun pengelolaan jalan provinsi, segera melakukan peninjauan lapangan dan penanganan teknis yang diperlukan. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat bertindak cepat dan preventif, tanpa harus menunggu terjadinya kecelakaan atau korban jiwa. Keselamatan pengguna jalan dinilai sebagai prioritas utama yang tidak boleh diabaikan. “Jangan sampai bergerak setelah ada korban. Kami hanya ingin jalan ini aman dilalui,” ungkap warga lainnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana penanganan terhadap pohon yang dinilai rawan tumbang tersebut. (Amin)
SUKABUMI.BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi Fraksi PKS, Ingu Sudeni, mengungkapkan bahwa aspirasi masyarakat yang paling dominan disampaikan saat ini masih berkaitan dengan kerusakan infrastruktur jalan yang hampir merata di seluruh kelurahan. Hal itu disampaikan Ingu saat mengadakan reses masa persidangan ke II tahun sidang 2025-2026, Ahad (8/2/2026). “Infrastruktur, terutama jalan, hampir di setiap kelurahan kondisinya rusak berat. Itu yang paling banyak dikeluhkan masyarakat dan memang kita pahami kondisi hari ini,” ujarnya. Ia menegaskan, Komisi II DPRD Kota Sukabumi akan mendorong agar perubahan APBD ke depan lebih memfokuskan anggaran pada prioritas perbaikan infrastruktur, khususnya jalan-jalan kota yang dinilai sudah sangat mendesak untuk diperbaiki. “Insyaallah kami di Komisi II akan mendorong agar pemerintah lebih memfokuskan APBD untuk perbaikan infrastruktur di Kota Sukabumi,” tegasnya. Selain persoalan infrastruktur, Ingu juga menyampaikan bahwa DPRD Kota Sukabumi tengah menyiapkan Raperda inisiatif tahun 2026, dengan total tiga Raperda yang diajukan oleh Komisi I, II, dan III. Khusus Komisi II, DPRD mengusulkan Raperda Pengembangan dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif. Menurut Ingu, Kota Sukabumi masih tertinggal dibanding daerah lain dalam pengembangan ekonomi kreatif. “Kami melihat Kota Sukabumi sangat tertinggal. Kemarin kami berkunjung ke Kota Depok, peran dan support system pemerintahnya terhadap ekonomi kreatif sudah luar biasa. Sementara kita masih sangat kurang,” jelasnya. Ia menyebutkan, Raperda tersebut direncanakan mulai digodok pada semester kedua tahun 2026 sebagai upaya memperkuat peran pemerintah daerah dalam mendukung pelaku ekonomi kreatif lokal. Sementara itu, Ingu juga menyoroti Raperda Inisiatif dari Komisi III, yakni Raperda Perlindungan Guru, yang dinilainya sangat urgen melihat kondisi dunia pendidikan saat ini. “Banyak guru yang dikriminalisasi tanpa kesalahan yang jelas dan akhirnya berujung ke proses hukum. Di Kota Sukabumi sendiri belum ada regulasi khusus yang melindungi guru,” ungkapnya. Menurutnya, perlindungan guru tidak hanya menyangkut aspek hukum, tetapi juga kesejahteraan, termasuk pengaturan hak-hak dasar guru honorer dan guru madrasah. “Inisiatif ini juga mencakup kesejahteraan guru, seperti pengaturan standar minimum gaji pokok, baik untuk guru honorer maupun guru madrasah,” tambah Ingu. Ia mengakui, DPRD menerima banyak aduan dari para guru terkait kesenjangan kesejahteraan, terutama antara guru PNS dan non-PNS, serta polemik rencana pengangkatan pegawai MBG menjadi P3K. “Harusnya yang diprioritaskan itu tenaga pendidik. Kalau bicara kecerdasan anak bangsa, selesaikan dulu persoalan gurunya, termasuk sarana dan prasarana sekolah,” tegasnya. Terkait infrastruktur pendidikan, Ingu juga menyoroti belum adanya SMA di wilayah Baros, yang menjadi persoalan serius akibat sistem zonasi. “Baros itu tidak punya SMA, sementara zonasi membatasi pilihan. Kami di Komisi III sudah mendorong ke Pemerintah Provinsi agar pembangunan SMA di Baros segera direspons,” ujarnya. Soal transparansi anggaran, Ingu menilai masyarakat tidak cukup hanya diberi informasi soal saldo keuangan daerah, melainkan membutuhkan kejelasan arah dan prioritas APBD. “Masyarakat tidak butuh sekadar informasi saldo. Yang mereka butuhkan adalah kepastian, jalan mana diperbaiki, kapan, triwulan berapa. Itu yang diharapkan,” katanya. Ia juga menanggapi pernyataan kepala daerah terkait kondisi jalan rusak yang disebut hanya 20 persen. Menurutnya, kondisi di lapangan justru sebaliknya. “Saya paham mungkin maksudnya 20 persen yang bagus dan 80 persen rusak. Faktanya di lapangan memang begitu. Kalau tidak ada anggaran, artinya tidak diprioritaskan,” pungkas Ingu. (Usep)
BANDAR LAMPUNG, Bidik-kasusnews.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 0410/KBL secara resmi membuka Pelatihan dan Pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV Tahun 2026 sebagai upaya membentuk karakter, disiplin, serta jiwa bela negara generasi muda. Upacara pembukaan digelar khidmat di Lapangan Kodim 0410/KBL, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gunung Agung, Kecamatan Langkapura, Sabtu (7/2/2026) pagi. Upacara pembukaan dipimpin oleh Pasintel Kodim 0410/KBL, Mayor Inf Bagus Setyawan, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sebanyak 100 peserta kadet dari berbagai SMA dan SMK se-Kota Bandar Lampung mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan sekolah dari SMA Negeri 6 Bandar Lampung, SMK Negeri 8 Bandar Lampung, SMA Negeri 4 Bandar Lampung, SMA Gajah Mada, SMA Negeri 16 Bandar Lampung, hingga SMA Fransiskus Bandar Lampung. Kehadiran unsur dunia pendidikan ini menegaskan sinergi antara TNI dan sekolah dalam membina generasi muda yang berkualitas. Dalam amanat Dandim 0410/KBL yang dibacakan Mayor Inf Bagus Setyawan, ditegaskan bahwa pelatihan KKRI merupakan bentuk nyata kepedulian TNI dalam menyiapkan pelajar sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan. “Generasi muda harus dibekali mental yang kuat, disiplin, tanggung jawab, serta rasa cinta tanah air. KKRI menjadi wadah pembinaan karakter agar para pelajar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berintegritas,” tegasnya. Selama pelatihan, para kadet akan mendapatkan pembinaan meliputi Peraturan Baris Berbaris (PBB), kepemimpinan, kerja sama tim, serta wawasan kebangsaan. Dandim berharap nilai-nilai tersebut dapat tertanam kuat dan menjadi bekal positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Pelatihan KKRI Gelombang IV Tahun 2026 ini dipandu oleh para pelatih dan pembina dari jajaran Kodim 0410/KBL serta Koramil di wilayah Bandar Lampung. Faktor keamanan dan keselamatan peserta menjadi perhatian utama selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Upacara pembukaan ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar pelatihan KKRI berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang berdisiplin, berkarakter, serta memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme tinggi. (Agus)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kawasan Pajampangan di selatan Kabupaten Sukabumi sejak lama dikenal sebagai gudangnya wisata pantai. Nama-nama seperti Ujunggenteng, Minajaya, Pangumbahan hingga Cibuaya sudah akrab di telinga wisatawan, bahkan sebagian di antaranya dikenal hingga mancanegara. Namun di balik popularitas itu, masih tersimpan destinasi yang belum banyak tersentuh, salah satunya Pantai Karanggantungan yang berada di Desa Pasiripis, Kecamatan Surade. Pantai Karanggantungan kerap dijuluki sebagai Tanah Lot-nya Sukabumi. Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Gugusan tebing karang yang mengelilingi pantai, berpadu dengan deburan ombak Samudera Hindia, menghadirkan panorama alam yang kuat dan eksotis. Suasana yang tenang membuat pantai ini cocok bagi wisatawan yang ingin bersantai, menikmati alam, hingga berburu konten fotografi dan video. Salah satu spot favorit pengunjung adalah undakan tangga bambu yang mengarah langsung ke bibir pantai, menghadirkan sudut pandang unik dari ketinggian. Camat Surade, Suryana, mengatakan akses menuju Pantai Karanggantungan dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun pengunjung diimbau ekstra hati-hati karena sebagian ruas jalan masih berupa batu dan belum beraspal. “Jika dikelola secara profesional, Pantai Karanggantungan berpotensi menyamai bahkan melampaui ketenaran pantai-pantai lain yang sudah lebih dulu dikenal,” ujarnya, Minggu (8/2/2026). Tak hanya kaya akan wisata alam, Kecamatan Surade juga memiliki kuliner khas yang telah melegenda, yakni Bakakak Hayam Surade. Ayam panggang utuh ini lazim disajikan dalam berbagai acara adat seperti pernikahan, khitanan, hingga ritual budaya. Bakakak Surade racikan Nana Juanda (57) dan Neneng Savanah (53), warga Kampung Kateu, dikenal memiliki cita rasa berbeda. Meski proses pengolahannya tergolong sederhana, racikan bumbu dan teknik pemanggangan khas membuat bakakak ini memiliki kelezatan tersendiri. Sejumlah pejabat hingga tamu dari luar daerah pernah mencicipinya, termasuk mantan Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami. Bahkan tamu dari Aceh, Kalimantan, hingga Bali disebut pernah merasakan langsung keunikan Bakakak Hayam Surade. Perpaduan pesona Pantai Karanggantungan dan kekayaan kuliner lokal ini menjadi potensi besar bagi Surade untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata alam dan budaya di selatan Sukabumi. (Dicky)